MARANTI (MAKANAN ORANG MATI)

MARANTI (MAKANAN ORANG MATI)

PART 1 KEISENGAN MEMBAWA PETAKA

PROLOG

Hari itu aku dan suami berniat mengunjungi kakak sepupu suamiku yang bernama Yu Darmi. Yu Darmi ini satu-satunya saudara suamiku yang rumahnya masih satu daerah denganku. Meskipun satu daerah, bukan berarti kita sering bertemu. Kami sama-sama memiliki kesibukan masing-masing, apalagi Yu Darmi. Dia sibuk sekali dengan usahanya di pasar. Aku pernah sekali mengunjungi toko Yu Darmi, ternyata tokonya lumayan lengkap dan laris. Ada satu orang karyawan yang sehari-hari membantu Yu Darmi di tokonya, namanya Siti. Dia anak gunung yang mencoba peruntungan di kota, anaknya cukup cantik dan ramah, jadi bisa mengimbangi karakter kakak sepupu suamiku yang terkenal judes dan anti sosial itu.

Aku mendapat info tentang karakter Yu Darmi itu dari tetanggaku, maklum kalau tinggal di desa, info sekecil apapun dengan sangat mudah tersebar dari mulut ke mulut. Itulah salah satu alasan mengapa aku jarang sekali mengunjungi rumah Yu Darmi. Aku takut salah ngomong atau apa yang dapat memicu terjadinya konflik di antara kita.

Akhirnya aku dan suami sudah hampir sampai di rumah Yu Darmi. Rumah perempuan itu agak terpisah dengan rumah penduduk yang lain, hanya ada satu tetangga yang ada di sebelahnya, yaitu Yu Painem. Seorang janda tua anak satu, tapi anaknya jauh tinggal di luar jawa, bekerja dan menetap di sana bersama anak istrinya. Aku sesekali datang mengunjungi Yu Painem kalau mau memberikan zakat saja.

Yu Darmi saat ini juga tinggal sendirian karena kedua anaknya, Yuli dan Fery harus tinggal kost di dekat sekolahnya di kota. Aku sudah bilang kepada kedua ponakan suamiku itu untuk pulang minimal sebulan sekali, untuk menjenguk ibunya yang sudah agak tua.

Betapa terkejutnya aku dan suami ketika mendapati Yu Darmi sedang sakit di rumahnya. Kondisinya benar-benar drop waktu itu, tidak ambil pusing, suami langsung menelpon ambulan untuk membawa kakak sepupunya itu ke rumah sakit. Aku menghubungi Yuli dan Fery yang saat itu sedang menempuh ujian untuk pulang melihat kondisi ibunya yang semakin parah.

Meskipun Yu Darmi sudah mendapatkan pertolongan medis, namun secara penanganan itu cukup terlambat, seharusnya Yu Darmi dibawa beberapa hari sebelumnya. Akhirnya dokterpun menyerah dengan penyakit yang diderita Yu Darmi. Yu Darmi meninggal tepat ketika Yuli dan Fery datang ke kamarnya. Yuli dan Fery menangis tersedu-sedu mendekap jenazah ibunya yang sudah tidak bernyawa lagi. Aku peluk kedua ponakan suamiku itu, kuusap air mata merek dengan mengatakan bahwa aku akan berjanji menjaga dan merawat mereka seperti anakku sendiri. Tangis kami pecah waktu itu.

Sebelum Fery dan Yuli datang, Yu Darmi yang kondisinya sudah kritis itu, yang awalnya tidak boleh ditemani olehku dan suami, akhirnya boleh ditemani. Ternyata kondisi kakak sepupu suamiku itu sudah sangat kritis alias sedang sakratul maut. Aku dan suami bergantian mentalkin Yu Darmi dengan kalimat thoyhibah. Bibir Yu Darmi hanya bisa bergerak sedikit, tatapan matanya sudah kosong saat itu. Tapi yang tidak bisa aku lupakan sampai saat ini adalah tangan Yu Darmi menggenggam erat lenganku. Aku membiarkan hal itu sambil mengatakan aku berjanji akan menjaga Yuli dan Fery seperti anakku sendiri. Barulah genggaman tangannya melemah ... melemah ... dan melemah seiring dengan lepasnya roh dari tubuh saudara suamiku itu.

Selamat membaca kisah MARANTI ini, semoga bermanfaat. Ambil sisi positifnya, buang sisi negatifnya.

PART 1 : KEISENGAN MEMBAWA PETAKA

Yu Darmi adalah kakak sepupu suamiku. Orangnya dikenal ketus kepada para tetangga, sehingga pada saat kematiannya tidak banyak orang yang datang melayat ke rumahnya. Wanita paruh baya tersebut tidak memiliki saudara dekat yang lain selain suamiku. Otomatis dengan meninggalnya perempuan itu, aku dan suamilah yang mengurusi segala ***** bengek pengurusan pemakaman dan selamatannya. Kasihan juga kalau harus membebankan semuanya kepada Yuli dan Fery, dua kakak beradik anaknya Yu Darmi. Biarlah mereka berkonsentrasi pada kuliah dan sekolahnya saja. Yuli mahasiswa semester 3 jurusan psikologi sedangkan adiknya, Fery masih SMK kelas 11.

Pemakaman Yu Darmi dipersiapkan mulai jam lima pagi dan selesai pukul sepuluh pagi, waktu yang cukup panjang untuk ukuran desa ini. Untunglah tadi Mang Karjo dan Wak Giman masih mau membantu menggali makam Yu Darmi. Jika mengingat apa yang pernah dilakukan mendiang terhadap mereka, tentunya mereka tidak akan mungkin bersedia membantu kami. Almarhum pernah ngelabrak Mang Karjo gara-gara ayam peliharaannya makan gabah yang dijemur ibunya Yuli tersebut. Sedangkan Wak Giman pernah dibentak-bentak di depan umum karena membakar sampah, asapnya tanpa sengaja masuk ke rumah kakak sepupu suamiku itu. Aku memohon dengan sangat kepada mereka berdua untuk membantu pemakaman Yu Darmi, mereka rupanya tak tega melihatku kesulitan sekali mencari orang lain yang mau membantu.

Kendala tidak hanya kami hadapi dalam hal persiapan mengubur jenazah, untuk acara selamatannya juga begitu. Mula-mula tidak ada satupun ibu-ibu yang mau membantu memasak. Lagi-lagi aku dan suami yang bergerak, mungkin karena tidak enak dengan kami akhirnya ada beberapa tetangga Yu Darmi yang memutuskan untuk membantu.

"Mbak Sin, sayurnya sudah saya beri bumbu barusan. Coba sampean cicipi sedikit!" ucap Bu Titi padaku

"Jangan saya, Mbak." Jawabku kebingungan bercampur takut.

"Loh ! Emang kenapa dengan Mbak Sin?" tanya perempuan gemuk tetapi cantik tersebut dengan rasa penasaran.

"Saya nggak bisa makan makanan orang mati, Mbak." Jawabku jujur.

"Ooooooooo. Ya deh, biar Yu Mimin saja nanti yang nyicipi. Sekarang orangnya masih sholat di belakang." Kata perempuan yang tinggal pas di baratnya Yu Darmi tersebut.

Aku merasa lega sekali dengan jawabannya. Kemudian aku melanjutkan pekerjaanku yaitu ngeliwet nasi. Tiba-tiba Bu Titi berkata lagi

"Banyak ya orang yang nggak bisa makan makanan orang mati? Aku jadi heran, kenapa ya?" tanya perempuan itu agak interogatif dan terkesan sinis.

"Iya, Mbak banyak. Alasannya macem-macem kayaknya, ada yang pusing kalau habis makan makanan orang mati, ada yang mual, ada juga yang rejekinya jadi seret, dan masih banyak alasan yang lain." Jawabku asal saja.

"Kalau Mbak Sin sendiri, kenapa kok nggak mau makan makanan orang mati?" selidik Bu Titi lagi. Lama-lama aku merasa risih juga dengan pertanyaan istrinya Pak Ramlan ini, tetapi karena takut dia sensi terpaksa aku jawab pertanyaannya.

"Emmmmmm, kalau saya karena-"

"Eh, Mbak Titi.Mana sayur yang mau saya cicipi?" Tiba-tiba Bu Mimin datang menyelamatkanku dari cecaran pertanyaan Bu Titi.

"Itu Yu Mimin, di panci lorek yang besar." Jawab Bu Titi.

Aku maunya buru-buru ngacir supaya tidak diwawancarai lagi oleh Bu Titi. Tapi Bu Titi meraih tanganku dengan sigap.

"Mau kemana, Mbak Sin? Ini minum dulu teh buatan saya,! Kamu pasti haus kan mulai tadi berdiri di depan tungku?"

Aku terdiam seperti penjahat yang tertangkap tangan oleh polisi. Bu Titi melanjutkan perkataannya.

"Tenang Mbak. Ini saya bawa dari rumah kok. Tidak termasuk makanan orang mati kan?"

Karena tak enak hati menolak kebaikan Bu Titi, akupun mereguk sedikit teh pemberian Bu Titi yang ditaruh di dalam botol bermerek Tumhodilware, selera Bu Titi banget dech pokoknya. Entah mengapa ada rasa cemas ketika air teh itu masuk ke tenggorokanku,

"Nah! Gitu dong, sekali-kali harus dicoba minum teh orang mati." Kata Bu Titi sambil tertawa cekikikan.

"Maksud Bu Titi teh ini-?" tanyaku penasaran sambil menoleh ke arahnya, kali ini aku agak marah dengannya.

"Iya, teh itu tadi dibuat di sini kok, Mbak Sin. Bukan dibawa dari rumahku." Jawab Bu Titi enteng.

CENTAAAAAAR!!!!

"Ya Allah ..." Mendengar jawaban Bu Titi, aku mendadak limbung tak sadarkan diri.

- - - - -

"Mbak Sin ... Bangun, Mbak!" suara Bu Titi terngiang di telingaku

"Aku ada di mana, Mbak?" tanyaku kebingungan, sedangkan tubuhku banjir dengan keringat.

"Kamu sekarang berada di kamar. Maafkan aku ya, Mbak Sin. Tadi kamu pingsan habis minum air teh pemberianku." Jawab Bu Titi di antara ibu-ibu yang lain yang sedang mengerumutiku.

DEG

SER

Aku kembali teringat dengan kejadian sebelum pingsan. Iya, tadi aku minum teh yang seharusnya tidak aku lakukan. Dan sekarang aku sedang rebahan di kamar, tentunya ini bukan kamarku sendiri. Karena aku sedang di rumah Yu Darmi. Aku baru menyadari kalau aku sekarang sedang berada di kamar pribadi Yu Darmi.

"OH TIDAAK!!!!" batinku.

Tiba-tiba hidungku mencium wangi sabun mandi, sama persis dengan sabun yang tadi pagi digunakan untuk memandikan jenazah Yu Darmi pagi tadi. Aku hafal betul karena aku turut memandikan jenazahnya. Gara-gara sebotol teh tadi, aku kembali harus mengalami kejadian tidak mengenakkan seperti ini. Makanan orang mati memang akan memicu indera kasat mataku untuk dapat melihat dan merasakan kehadiran dunia lain di sekitarku. Hal itu biasanya bertahan selama dua atau tiga hari.

Melihatku sudah sadarkan diri, ibu-ibu satu persatu kembali ke dapur melanjutkan tugasnya masing-masing. Takut nggak nutut mungkin, karena hari sudah mulai beranjak petang. Sedangkan aku masih terbaring di ranjang Yu Darmi sendirian dalam perasaan yang sangat tidak enak. Aroma kehadiran makhluk lain di kamar, semakin lama semakin kentara kurasakan. Akupun beranjak dari tempat tidur karena sudah jengah dengan suasana kamar yang semakin tidak kondusif lagi.

Perlahan kuayunkan langkah ke luar kamar Yu Darmi. Ketika pintu kamar akan ku tutup, aku sempat melihat pemandangan tak lazim di dalam kamar. Tepat di pinggiran kasur yang telah kutinggalkan barusan, terlihat seseorang berkebaya hijau dan berjarik coklat tua sedang menoleh ke arahku. Wajahnya pucat pasi, lingkaran di sekeliling kedua matanya nampak hitam, sedangkan kedua lubang hidungnya tersumbat dengan kapas. Meskipun agak jauh berbeda dengan kesehariannya, aku masih mengenali betul siapa pemilik tubuh itu, dia tidak lain adalah Yu Darmi.

"YU DARMI!!!!" pekikku tertahan.

Jantungku berdegup dengan kencang, sedangkan darahku mendesir dengan kuat. Badanku menjadi lemas seketika karena membayangkan dalam beberapa waktu ke depan, arwah Yu Darmi akan muncul tiba-tiba di hadapanku, gara-gara aku sudah melanggar pantanganku sendiri, yaitu makan makanan orang mati.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Herry Ruslim

Herry Ruslim

seru Thor,malah setiap ngelayat, semua makanan yang disediakan, semua tak makan. tapi nggak bisa lihat mahluk halus juga. nggak ada bakat indigo mungkin.

2022-11-11

1

AGhanteng

AGhanteng

*typo sehat walafiat maksud saya.

2022-11-06

1

AGhanteng

AGhanteng

Saya alhamdulillah kalau mkn ditpt org baru kemalangan bs dihitung dgn jari.Selebihnya gak prnh makan disitu krn gak mau merepotkan lebih baik mkn bawa bekal sendiri.
Tp untuk ikut mandikan jenazah adik ayah saya, selesai mandi hampir 3hari bdn tulang saya ngilu2 gak tau kenapa. Sebelmnya ga ada skt ngilu2 gitu,sehat walafiar.

2022-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 PART 1 KEISENGAN MEMBAWA PETAKA
2 PART 2 BAU SABUN YU DARMI
3 PART 3 NASI BUNGKUS UNTUK YU PAINEM
4 PART 4 JARIK COKLAT TUA
5 PART 5 TEWASNYA SANG PENJAGA
6 PART 6 WARISAN KELUARGA
7 PART 7 BARANG-BARANG YU DARMI
8 PART 8 : KARYAWAN TOKO
9 PART 9 : TERNYATA SITI ...
10 PART 10 : DASAR, NUR!
11 PART 11 : TERPAKSA MENGINAP
12 PART 12 : DICULIK ARWAH
13 PART 12A : MAS DIKI OH MAS DIKI
14 PART 14 : TERNYATA
15 PART 15 : LENGANG
16 PART 16 : KEDATANGAN
17 PART 17 : SAHABAT
18 PART 18 : MIMPI BURUK
19 PART 19 : TERJEBAK
20 PART 20 : TERUNGKAP
21 EPILOG SEASON PERTAMA
22 EPISODE 1 SEASON KEDUA : TETANGGA BARU
23 EPISODE 2 : NENEK TUA
24 EPISODE 3 : TAKUT SENDIRIAN
25 EPISODE 4 : MAKHLUK MENAKUTKAN
26 EPISODE 5 : DIGANGGU MAKHLUK HALUS
27 EPISODE 6 : CURIGA
28 EPISODE 7 : BERTAMU
29 EPISODE 8 : SAKIT
30 EPISODE 9 : RIKI
31 EPISODE 10 : RIKI 2
32 EPISODE 11
33 EPISODE 12 : PENAMPAKAN
34 EPISODE 13 : JALAN LAIN
35 EPISODE 14 : TAK ENAK BADAN
36 EPISODE 15 :
37 EPISODE 16 : ADA APA DENGAN CLARA?
38 EPISODE 17 :
39 EPISODE 18
40 EPISODE 19 :
41 EPISODE 20 : CEMAS
42 EPISODE 21
43 EPISODE 22
44 EPISODE 23
45 EPISODE 24
46 EPISODE 25
47 EPISODE 26 IDENTITAS CLARA
48 EPISODE 27
49 EPISODE 28
50 EPISODE 29
51 PENGUMUMAN
52 EPISODE 30
53 EPISODE 31 : PERTALIAN KASUS
54 EPISODE 32
55 EPISODE 33
56 EPISODE 34
57 Permohonan Maaf
58 EPISODE 35
59 Identitas Tokoh
60 EPISODE 36 HARIMAU PENJAGA
61 INFO TAMBAHAN
62 EPISODE 37
63 Menyapa Pembaca
64 EPISODE 38
65 INTERMEZO SAJA
66 INTERMEZO LAGI
67 HANYA PEMANIS
68 NAIK PERINGKAT
69 EPISODE 39
70 MAAF, KAK
71 BUKAN UPDATE
72 EPISODE 40
73 Ucapan Terima kasih
74 EPISODE 41 : PAK HANDOKO
75 EPISODE 42 PINGSAN
76 EPISODE 43 : TEGA
77 Sudah Puas Belum?
78 Tebak Alur
79 EPISODE 44 : TUMBAL
80 EPISODE 45 : ARENA
81 EPISODE 46 : BAHAYA
82 EPISODE 47 : DILEMA
83 UCAPAN TERIMA KASIH
84 KENAPA ARMAN?
85 SEASON KETIGA : PROLOG
86 BAB 1 BULEK DARSIH
87 BAB 2 FIRASAT
88 BAB 3 MIMPI
89 BAB 4 TAKUT
90 BAB 5 IKHTIAR
91 BAB 6 : TAK TENANG
92 BAB 7 : KENANGAN
93 BAB 8 BENDA ANEH
94 BAB 9 : PAK RT
95 BAB 10 : REKAMAN CCTV
96 BAB 11 : RISIH
97 BAB 12 : SESEORANG
98 BAB 13 : KEANEHAN
99 BAB 14 : MUSIBAH
100 BAB 15 KECAPEKAN
101 BAB 16 KEJUTAN
102 BAB 17 MISTERI
103 BAB 18 : TAK NYATA
104 BAB 19 : PAMIT
105 BAB 20 : BUTIK
106 BAB 21 : PAK SENO
107 BAB 22 : MERAYU
108 BAB 23 : SARAPAN
109 BAB 24 : JENG FITRI
110 BAB 25 : TAK TERDUGA
111 BAB 26 : KEBETULAN
112 BAB 27 KENANGAN BURUK
113 BAB 28 GANJIL
114 BAB 29 : TERPAKSA
115 BAB 30 : SEMOBIL
116 BAB 31 : ANCAMAN
117 BAB 32 : REKAMAN VIDEO
118 BAB 33 : TERKEJUT
119 BAB 34 : MARAH
120 BAB 35 : MAAF
121 BAB 36 PERMOHONAN MAAF
122 BAB 37 : DOKTER TEDY
123 BAB 38 : SYOK
124 BAB 39 : UGD
125 BAB 40 : KAMAR SEBELAH
126 BAB 41 : TEROR
127 BAN 42 : TIDAK SADARKAN DIRI
128 BAB 43 : DIBURU WAKTU
129 BAB 44 : HITAM
130 BAB 45 : RUANG RAHASIA
131 BAB 46 : RITUAL
132 BAB 47 : SESAT
133 BAB 48 : PENYATUAN DIRI
134 PENUTUP
135 EKSTRA PART 1 : HANTU PAK AGUNG
136 EKSTRA PART 2 : BULEK DARSIH
137 EKSTRA PART 3 : DIKI
138 ILUSTRASI TOKOH
139 MARANTI SEASON 4 : EPISODE 1 SAHABAT LAMA
140 Episode 2 : Kematian
141 Episode 3 : Empati
142 EPISODE 4 :LAMPU
143 EPISODE 5: BU NISA
144 EPISODE 6: BU RENI
145 EPISODE 7: BULEK ROSO
146 EPISODE 8: BU DEWI
147 EPISODE 9 : PAK HERMAN
148 EPISODE 10: PULANG
149 EPISODE 11: PERBINCANGAN
150 EPISODE 12 : MENYEBAR
151 EPISODE 13 : GUNDAH
152 EPISODE 14 : INSIDEN
153 EPISODE 15 : HILANG
154 EPISODE 16 : TERNYATA
155 EPISODE 17 : TAK TERDUGA
156 EPISODE 18 : GADIS
157 EPISODE 19 : KESEDIHAN
158 EPISODE 20 : TANGISAN
159 EPISODE 21 : PESAN KEMATIAN
160 EPISODE 22 : SIFAT WANITA
161 EPISODE 23 : KETAKUTAN
162 EPISODE 24 : TEROR
163 EPISODE 25 : TERLUKA
164 EPISODE 26 : KECEWA
165 EPISODE 27 : GERAM
166 EPISODE 28 : KEANEHAN
167 EPISODE 29 : TAHTA
168 EPISODE 30 : DUA SAHABAT
169 EPISODE 31 : CANTIK
170 EPISODE 32 : KOYO CABE
171 EPISODE 33 : ANGGARAN
172 EPISODE 34 : RUMAH SAKIT
173 EPISODE 35 : KAMAR VIP
174 EPISODE 36 : PERSAINGAN
175 EPISODE 37 : KEBETULAN
176 EPISODE 38 : TAKUT
177 EPISODE 39 : KANTIN
178 EPISODE 40 : SALAH PAHAM
179 EPISODE 41 : DOKTER MARNI
180 EPISODE 42 : LAPAR
181 EPISODE 43 : ISYARAT LAGI
182 EPISODE 44 : KURIR
183 EPISODE 45 : POTONGAN BUKU
184 EPISODE 46 : KENANGAN
185 EPISODE 47 : SUSTER MARISA
186 EPISODE 48 : PAK JEFRI
187 EPISODE 49 : PEMBALASAN
188 EPISODE 50 : REVAN
189 EPISODE 51 : POLISI
190 EPISODE 52 : TANGISAN
191 EPISODE 53 : SERAM
192 EPISODE 54 : POLISI
193 EPISODE 55 : RENCANA
194 EPISODE 56 : RAHASIA
195 EPISODE 57 : PANIK
196 EPISODE 58 : URUNG
197 EPISODE 59 : KEBUN PISANG
198 EPISODE 60 : SALAH PAHAM
199 EPISODE 61 : KETUS
200 EPISODE 62 : PUCUK DICINTA
201 EPISODE 63 : TAKUT
202 EPISODE 64 : JATMIKO
203 EPISODE 65 : PELINDUNG
204 EPISODE 66 : TIPU MUSLIHAT
205 EPISODE 67 : PERANG DINGIN
206 EPISODE 68 : REVAN OH REVAN
207 EPISODE 69 : PAK SALIHUN
208 EPISODE 70 : MINUL
209 EPISODE 71 : SAHABAT
210 EPISODE 72 : KUALAT
211 EPISODE 73 : KETAKUTAN
212 EPISODE 74 : PENGAKUAN
213 EPISODE 75 : BAYANGAN
214 EPISODE 76 : KEPANIKAN
215 EPISODE 77 : GUA RAHASIA
216 EPISODE 78 : MIMPI BURUK
217 EPISODE 79 : CURIGA
218 EPISODE 80 : KARENA CINTA
219 EPISODE 81 : RENUNGAN
220 EPISODE 82 : HARI KETUJUH
221 EPISODE 83 : PERSIAPAN
222 EPISODE 84 : SILSILAH
223 EPISODE 85 : PENYAMARAN
224 EPISODE 86 : MANAJER
225 EPISODE 87 : PULANG
226 EPISODE 88 : TIDAK AKUR
227 EPISODE 89 : SEBUAH FAKTA
228 EPISODE 90 : SAMBUTAN
229 EPISODE 91 : TERKEJUT
230 EPISODE 92 : TAMU TAK DIUNDANG
231 EPISODE 93 : MASIH PAMIT
232 EPISODE 94 : TEMAN MASA KECIL
233 EPISODE 95 : MISTERIUS
234 EPISODE 96 : BIMBANG
235 EPISODE 97 : PENUMPANG
236 EPISODE 97 : KEBELET
237 EPISODE 98 : MENGHILANG
238 EPISODE 99 : RUANG PEMBATAS
239 EPISODE 100 : MAKAN MALAM
240 EPISODE 101: PERDEBATAN
241 EPISODE 102 : STRATEGI
242 EPISODE 103 : HASRAT
243 EPISODE 104 : BANGUN
244 EPISODE 105 : STAY COOL
245 EPISODE 106 : LENGAH
246 EPISODE 107 : BLOKADE
247 EPISODE 108 : KEPONAKAN
248 EPISODE 109 : DIGDAYA
249 EPISODE 110: PENYELAMATAN
250 EPISODE 111: MIMPI ANEH
251 EPISODE 112: ROMANSA HAYALAN
252 EPISODE 113: KELAKUAN SAHABAT SUAMI
253 EPISODE 114 : SAHABAT YANG JAHAT
254 EPISODE 115: SUAMI SETIA?
255 EPISODE 116 : KEMBALI
256 EPISODE 117 : MAAF
257 EPISODE 118 : ULAR RAKSASA
258 EPISODE 119 : LUAR BIASA
259 EPISODE 120 : KAMAR BERBEDA
260 EPISODE 121 : AMAN
261 EPISODE 122 : SENDIRI
262 EPISODE 123 : MENJEMPUT
263 EPISODE 124 : TEGURAN
264 EPISODE 125 : PENGAKUAN
265 EPISODE 126 : SESUATU YANG SAMA
266 EPISODE 127 : TUA-TUA KELADI
267 EPISODE 128 : KERAGUAN
268 EPISODE 129 : PEMAKSAAN
269 EPISODE 130 : PENGUNGKAPAN
270 EPISODE 131 : USAHA PENYELAMATAN
271 EPISODE 132 : PERSIAPAN RITUAL
272 EPISODE 133 : ULAR
273 EPISODE 134 : PERTARUNGAN
274 EPISODE 135 : PERMINTAAN MAAF
275 EPISODE 136 : KEMARAHAN
276 EPISODE 137 : MELAMUN
277 EPISODE 138 : TAK SADAR
278 EPISODE 139 : DUA LELAKI
279 EPISODE 140 : MAAF
280 EPISODE 141 : AKHIRNYA
281 EPISODE 142 : PERTARUNGAN SERU
282 EPISODE 143 : PERLINDUNGAN
283 EPISODE 144 : TERUNGKAP
284 EPISODE 145 : BERITA
285 EPISODE 146 : TAK BIASANYA
286 EPISODE 147 : SELINGKUH
287 EPISODE 148 : TERKUBURNYA RAHASIA
288 EPISODE 149 : DEMI SAHABAT
289 EPISODE 150 : CINTA
290 EPISODE 151 : PERNIKAHAN (TAMAT)
Episodes

Updated 290 Episodes

1
PART 1 KEISENGAN MEMBAWA PETAKA
2
PART 2 BAU SABUN YU DARMI
3
PART 3 NASI BUNGKUS UNTUK YU PAINEM
4
PART 4 JARIK COKLAT TUA
5
PART 5 TEWASNYA SANG PENJAGA
6
PART 6 WARISAN KELUARGA
7
PART 7 BARANG-BARANG YU DARMI
8
PART 8 : KARYAWAN TOKO
9
PART 9 : TERNYATA SITI ...
10
PART 10 : DASAR, NUR!
11
PART 11 : TERPAKSA MENGINAP
12
PART 12 : DICULIK ARWAH
13
PART 12A : MAS DIKI OH MAS DIKI
14
PART 14 : TERNYATA
15
PART 15 : LENGANG
16
PART 16 : KEDATANGAN
17
PART 17 : SAHABAT
18
PART 18 : MIMPI BURUK
19
PART 19 : TERJEBAK
20
PART 20 : TERUNGKAP
21
EPILOG SEASON PERTAMA
22
EPISODE 1 SEASON KEDUA : TETANGGA BARU
23
EPISODE 2 : NENEK TUA
24
EPISODE 3 : TAKUT SENDIRIAN
25
EPISODE 4 : MAKHLUK MENAKUTKAN
26
EPISODE 5 : DIGANGGU MAKHLUK HALUS
27
EPISODE 6 : CURIGA
28
EPISODE 7 : BERTAMU
29
EPISODE 8 : SAKIT
30
EPISODE 9 : RIKI
31
EPISODE 10 : RIKI 2
32
EPISODE 11
33
EPISODE 12 : PENAMPAKAN
34
EPISODE 13 : JALAN LAIN
35
EPISODE 14 : TAK ENAK BADAN
36
EPISODE 15 :
37
EPISODE 16 : ADA APA DENGAN CLARA?
38
EPISODE 17 :
39
EPISODE 18
40
EPISODE 19 :
41
EPISODE 20 : CEMAS
42
EPISODE 21
43
EPISODE 22
44
EPISODE 23
45
EPISODE 24
46
EPISODE 25
47
EPISODE 26 IDENTITAS CLARA
48
EPISODE 27
49
EPISODE 28
50
EPISODE 29
51
PENGUMUMAN
52
EPISODE 30
53
EPISODE 31 : PERTALIAN KASUS
54
EPISODE 32
55
EPISODE 33
56
EPISODE 34
57
Permohonan Maaf
58
EPISODE 35
59
Identitas Tokoh
60
EPISODE 36 HARIMAU PENJAGA
61
INFO TAMBAHAN
62
EPISODE 37
63
Menyapa Pembaca
64
EPISODE 38
65
INTERMEZO SAJA
66
INTERMEZO LAGI
67
HANYA PEMANIS
68
NAIK PERINGKAT
69
EPISODE 39
70
MAAF, KAK
71
BUKAN UPDATE
72
EPISODE 40
73
Ucapan Terima kasih
74
EPISODE 41 : PAK HANDOKO
75
EPISODE 42 PINGSAN
76
EPISODE 43 : TEGA
77
Sudah Puas Belum?
78
Tebak Alur
79
EPISODE 44 : TUMBAL
80
EPISODE 45 : ARENA
81
EPISODE 46 : BAHAYA
82
EPISODE 47 : DILEMA
83
UCAPAN TERIMA KASIH
84
KENAPA ARMAN?
85
SEASON KETIGA : PROLOG
86
BAB 1 BULEK DARSIH
87
BAB 2 FIRASAT
88
BAB 3 MIMPI
89
BAB 4 TAKUT
90
BAB 5 IKHTIAR
91
BAB 6 : TAK TENANG
92
BAB 7 : KENANGAN
93
BAB 8 BENDA ANEH
94
BAB 9 : PAK RT
95
BAB 10 : REKAMAN CCTV
96
BAB 11 : RISIH
97
BAB 12 : SESEORANG
98
BAB 13 : KEANEHAN
99
BAB 14 : MUSIBAH
100
BAB 15 KECAPEKAN
101
BAB 16 KEJUTAN
102
BAB 17 MISTERI
103
BAB 18 : TAK NYATA
104
BAB 19 : PAMIT
105
BAB 20 : BUTIK
106
BAB 21 : PAK SENO
107
BAB 22 : MERAYU
108
BAB 23 : SARAPAN
109
BAB 24 : JENG FITRI
110
BAB 25 : TAK TERDUGA
111
BAB 26 : KEBETULAN
112
BAB 27 KENANGAN BURUK
113
BAB 28 GANJIL
114
BAB 29 : TERPAKSA
115
BAB 30 : SEMOBIL
116
BAB 31 : ANCAMAN
117
BAB 32 : REKAMAN VIDEO
118
BAB 33 : TERKEJUT
119
BAB 34 : MARAH
120
BAB 35 : MAAF
121
BAB 36 PERMOHONAN MAAF
122
BAB 37 : DOKTER TEDY
123
BAB 38 : SYOK
124
BAB 39 : UGD
125
BAB 40 : KAMAR SEBELAH
126
BAB 41 : TEROR
127
BAN 42 : TIDAK SADARKAN DIRI
128
BAB 43 : DIBURU WAKTU
129
BAB 44 : HITAM
130
BAB 45 : RUANG RAHASIA
131
BAB 46 : RITUAL
132
BAB 47 : SESAT
133
BAB 48 : PENYATUAN DIRI
134
PENUTUP
135
EKSTRA PART 1 : HANTU PAK AGUNG
136
EKSTRA PART 2 : BULEK DARSIH
137
EKSTRA PART 3 : DIKI
138
ILUSTRASI TOKOH
139
MARANTI SEASON 4 : EPISODE 1 SAHABAT LAMA
140
Episode 2 : Kematian
141
Episode 3 : Empati
142
EPISODE 4 :LAMPU
143
EPISODE 5: BU NISA
144
EPISODE 6: BU RENI
145
EPISODE 7: BULEK ROSO
146
EPISODE 8: BU DEWI
147
EPISODE 9 : PAK HERMAN
148
EPISODE 10: PULANG
149
EPISODE 11: PERBINCANGAN
150
EPISODE 12 : MENYEBAR
151
EPISODE 13 : GUNDAH
152
EPISODE 14 : INSIDEN
153
EPISODE 15 : HILANG
154
EPISODE 16 : TERNYATA
155
EPISODE 17 : TAK TERDUGA
156
EPISODE 18 : GADIS
157
EPISODE 19 : KESEDIHAN
158
EPISODE 20 : TANGISAN
159
EPISODE 21 : PESAN KEMATIAN
160
EPISODE 22 : SIFAT WANITA
161
EPISODE 23 : KETAKUTAN
162
EPISODE 24 : TEROR
163
EPISODE 25 : TERLUKA
164
EPISODE 26 : KECEWA
165
EPISODE 27 : GERAM
166
EPISODE 28 : KEANEHAN
167
EPISODE 29 : TAHTA
168
EPISODE 30 : DUA SAHABAT
169
EPISODE 31 : CANTIK
170
EPISODE 32 : KOYO CABE
171
EPISODE 33 : ANGGARAN
172
EPISODE 34 : RUMAH SAKIT
173
EPISODE 35 : KAMAR VIP
174
EPISODE 36 : PERSAINGAN
175
EPISODE 37 : KEBETULAN
176
EPISODE 38 : TAKUT
177
EPISODE 39 : KANTIN
178
EPISODE 40 : SALAH PAHAM
179
EPISODE 41 : DOKTER MARNI
180
EPISODE 42 : LAPAR
181
EPISODE 43 : ISYARAT LAGI
182
EPISODE 44 : KURIR
183
EPISODE 45 : POTONGAN BUKU
184
EPISODE 46 : KENANGAN
185
EPISODE 47 : SUSTER MARISA
186
EPISODE 48 : PAK JEFRI
187
EPISODE 49 : PEMBALASAN
188
EPISODE 50 : REVAN
189
EPISODE 51 : POLISI
190
EPISODE 52 : TANGISAN
191
EPISODE 53 : SERAM
192
EPISODE 54 : POLISI
193
EPISODE 55 : RENCANA
194
EPISODE 56 : RAHASIA
195
EPISODE 57 : PANIK
196
EPISODE 58 : URUNG
197
EPISODE 59 : KEBUN PISANG
198
EPISODE 60 : SALAH PAHAM
199
EPISODE 61 : KETUS
200
EPISODE 62 : PUCUK DICINTA
201
EPISODE 63 : TAKUT
202
EPISODE 64 : JATMIKO
203
EPISODE 65 : PELINDUNG
204
EPISODE 66 : TIPU MUSLIHAT
205
EPISODE 67 : PERANG DINGIN
206
EPISODE 68 : REVAN OH REVAN
207
EPISODE 69 : PAK SALIHUN
208
EPISODE 70 : MINUL
209
EPISODE 71 : SAHABAT
210
EPISODE 72 : KUALAT
211
EPISODE 73 : KETAKUTAN
212
EPISODE 74 : PENGAKUAN
213
EPISODE 75 : BAYANGAN
214
EPISODE 76 : KEPANIKAN
215
EPISODE 77 : GUA RAHASIA
216
EPISODE 78 : MIMPI BURUK
217
EPISODE 79 : CURIGA
218
EPISODE 80 : KARENA CINTA
219
EPISODE 81 : RENUNGAN
220
EPISODE 82 : HARI KETUJUH
221
EPISODE 83 : PERSIAPAN
222
EPISODE 84 : SILSILAH
223
EPISODE 85 : PENYAMARAN
224
EPISODE 86 : MANAJER
225
EPISODE 87 : PULANG
226
EPISODE 88 : TIDAK AKUR
227
EPISODE 89 : SEBUAH FAKTA
228
EPISODE 90 : SAMBUTAN
229
EPISODE 91 : TERKEJUT
230
EPISODE 92 : TAMU TAK DIUNDANG
231
EPISODE 93 : MASIH PAMIT
232
EPISODE 94 : TEMAN MASA KECIL
233
EPISODE 95 : MISTERIUS
234
EPISODE 96 : BIMBANG
235
EPISODE 97 : PENUMPANG
236
EPISODE 97 : KEBELET
237
EPISODE 98 : MENGHILANG
238
EPISODE 99 : RUANG PEMBATAS
239
EPISODE 100 : MAKAN MALAM
240
EPISODE 101: PERDEBATAN
241
EPISODE 102 : STRATEGI
242
EPISODE 103 : HASRAT
243
EPISODE 104 : BANGUN
244
EPISODE 105 : STAY COOL
245
EPISODE 106 : LENGAH
246
EPISODE 107 : BLOKADE
247
EPISODE 108 : KEPONAKAN
248
EPISODE 109 : DIGDAYA
249
EPISODE 110: PENYELAMATAN
250
EPISODE 111: MIMPI ANEH
251
EPISODE 112: ROMANSA HAYALAN
252
EPISODE 113: KELAKUAN SAHABAT SUAMI
253
EPISODE 114 : SAHABAT YANG JAHAT
254
EPISODE 115: SUAMI SETIA?
255
EPISODE 116 : KEMBALI
256
EPISODE 117 : MAAF
257
EPISODE 118 : ULAR RAKSASA
258
EPISODE 119 : LUAR BIASA
259
EPISODE 120 : KAMAR BERBEDA
260
EPISODE 121 : AMAN
261
EPISODE 122 : SENDIRI
262
EPISODE 123 : MENJEMPUT
263
EPISODE 124 : TEGURAN
264
EPISODE 125 : PENGAKUAN
265
EPISODE 126 : SESUATU YANG SAMA
266
EPISODE 127 : TUA-TUA KELADI
267
EPISODE 128 : KERAGUAN
268
EPISODE 129 : PEMAKSAAN
269
EPISODE 130 : PENGUNGKAPAN
270
EPISODE 131 : USAHA PENYELAMATAN
271
EPISODE 132 : PERSIAPAN RITUAL
272
EPISODE 133 : ULAR
273
EPISODE 134 : PERTARUNGAN
274
EPISODE 135 : PERMINTAAN MAAF
275
EPISODE 136 : KEMARAHAN
276
EPISODE 137 : MELAMUN
277
EPISODE 138 : TAK SADAR
278
EPISODE 139 : DUA LELAKI
279
EPISODE 140 : MAAF
280
EPISODE 141 : AKHIRNYA
281
EPISODE 142 : PERTARUNGAN SERU
282
EPISODE 143 : PERLINDUNGAN
283
EPISODE 144 : TERUNGKAP
284
EPISODE 145 : BERITA
285
EPISODE 146 : TAK BIASANYA
286
EPISODE 147 : SELINGKUH
287
EPISODE 148 : TERKUBURNYA RAHASIA
288
EPISODE 149 : DEMI SAHABAT
289
EPISODE 150 : CINTA
290
EPISODE 151 : PERNIKAHAN (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!