"Kenapa aku harus menikahi wanita cacat!! Kalian harus membayar karena memaksaku untuk menikah!" teriaknya marah besar, di dalam mobil Jeep yang melaju membawanya.
Namun, tidak ada satupun dari mereka yang mempedulikan kata-katanya. Seolah menulikan telinga mereka.
***
Tidak banyak yang dapat dilakukannya, Kelvin tidak ada di sisinya. Setelah jas telah digunakannya untuk pertama kalinya setelah 3 tahun tidak menjabat sebagai presiden direktur.
Kesal? Tentu saja, Hana menjadi istrinya? Menjadi sahabat mungkin lebih baik, atau menjadi saudara. Tapi istri? Dirinya akan malu membawa wanita berkursi roda ke acara perjamuan kelas atas, di tambah lagi wanita tegas ber-IQ tinggi itu dapat melempar surat cerai kapan saja ke wajahnya. Mengubah status seorang Jonathan Northan menjadi duda.
Tipikal wanita mengerikian, wanita yang paling buruk untuk dijadikan istri. Namun, apakah benar? Dibawah ancaman Dirga, yang bagaikan mafia kampung dirinya terpaku. Menatap putri tunggal sang juragan, cantik? Tentu saja, namun kali ini gadis itu terlihat lebih anggun lagi. Berbalut pakaian pernikahan dengan makeup tipis, tidak memesan salon seperti kala Hana menghadiri acara wisuda Haikal.
Kursi roda digerakkannya sendiri, mendekati Jono. Sang pemuda menelan ludahnya berkali-kali, jakunnya naik turun, adrenalinnya benar-benar terpacu menatap malaikat cantik yang selalu ingin digigitnya.
"Jono," ucapnya memasuki ruang ganti sebelum acara dimulai.
Suara itu, benar-benar membuatnya nyaman. Tapi tidak boleh, tetap tidak boleh, atau hidupnya akan sengsara nantinya.
"Hana jujur saja, aku tidak menyukaimu! Kamu bukan tipeku. Selain itu aku seorang persiden direktur perusahaan besar, kamu tidak akan mungkin dapat beradaptasi dengan ruang lingkup pergaulanku nantinya," ucapnya menatap tajam penuh kekesalan.
"Liar (pembohong)!" Hana tersenyum, mengetahui Jono memang berasal dari kota melalui KTP-nya. Namun presiden direktur? Siapa yang akan percaya, jika Zara saja dapat membohongi Haikal dengan mengatakan dirinya memiliki butik.
"Kamu bisa bahasa Inggris?" Jono mengenyitkan keningnya.
"Aku ikut khursus, katanya kampung wisata lumayan menguntungkan. Rencananya aku akan menyewa tour leader untuk menjadi guru bahasa Inggris warga yang tertarik..." jawabnya.
"Tour leader? Kenapa bukan guru bahasa Inggris?" tanya Jono tidak mengerti.
"Sekalian bisa belajar bagaimana memasuki industri pariwisata," jawaban praktis dari mulut Hana.
"R.A Kartini akan bangga melihat orang gila sepertimu," Jono menggeleng-gelengkan kepalanya heran."Tapi bukan itu masalahnya, aku tidak ingin dan tidak bisa menikah denganmu,"
Hana tertunduk, memejamkan matanya sejenak, kemudian menghela napas kasar,"Aku tau, tapi aku akan berusaha menjadi istri yang baik,"
"Aku tidak menyukaimu!! Kamu mengerti bahasa manusia!?" geram Jono.
"Bagaimana jika begini saja, kita tidak akan melakukan apa-apa, kecuali atas keinginan bersama. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik walaupun kesulitan berjalan," janjinya, yang sebenarnya ragu, dapatkah membuat Jono menyukainya tanpa pemuda itu mengetahui dirinya sudah bisa berjalan.
"Aku akan membuatmu menyesal menikah denganku!! Karena kita tidak sepadan," ucapnya meninggalkan Hana seorang diri. Gadis yang tetap tersenyum di hari pernikahannya, karena dapat menikahi pria yang dicintainya.
Bagaikan kisah ayah dan ibunya. Jono perlahan akan mencintainya, hingga maut memisahkan mereka. Atau berakhir dengan hatinya yang terluka tidak pernah menemukan cinta dari suaminya.
"Hana," Dirga melangkah masuk, mengetahui Jono telah keluar dari ruang ganti."Kamu tidak harus bersamanya, Hana sekarang sudah bisa berjalan. Akan ada pria yang benar-benar menyukai Hana nanti,"
Gadis itu menggeleng,"Hana tau, tapi Hana ingin berusaha seperti ayah pada ibu dulu. Ayo, ayah kita keluar..."
Ini keputusan yang sudah diambilnya ingin mengikat Jono yang dua tahun ini menghibur hari-harinya. Tidak ingin sang pemuda meninggalkannya pergi. Mengikat janji suci adalah pilihan seorang Hana.
***
Pada akhirnya ikatan suci itu terjalin juga, tidak banyak orang yang hadir. Benar-benar memusingkan bagi seorang Nathan. Ketika malam statusnya masih singgel, tapi kini dalam beberapa jam menjadi seorang suami?
Tak... tak...
Pintu kamar di pagi hari terkunci, Hana tersenyum menatapnya.
"Kenapa dikunci!? Aku tidak akan mau menyentuhmu, melihatmu saja aku tidak sudi. Aku tidak akan pernah bernapsu padamu. .." ucapnya menatap tajam.
Hana melepaskan hiasan rambutnya, leher indahnya terlihat sempurna. Makeup tipis dibersihkannya, rambut indah yang terurai sempurna.
Terakhir, resleting gaun mulai diturunkannya tanpa ragu. Punggungnya benar-benar putih, tampa sedikitpun goresan. Bagaikan kertas putih yang ingin dicoret seorang Jono.
"Ke ... kenapa!? Ganti baju disini?" tanyanya gelagapan, melihat ke arah lain.
"Ini kamar kita, kita sudah menikah, aku mau ganti baju dimana lagi!? Lagipula kamu tidak bernapsu padaku kan!?" ucapnya masih berusaha, melepaskan tali kait, gaunnya.
"Tapi ini..." Jono tidak tahan lagi, akan rasa penasarannya. Sedikit melirik, lekukan tubuh bagian depannya memang tidak terlihat, namun perlahan mulai sedikit terlihat dari samping, hanya sedikit.
Jantungnya berdegup cepat, oh... rasanya tidak tahan lagi."Bisa tidak ganti baju dengan cepat!?" teriaknya.
"Bisa, tapi ini sulit dilepaskan," jawaban dari bibir Hana.
Menunggu sama dengan godaan lebih besar sedikit demi sedikit. Jika membantunya berganti pakaian dengan cepat mungkin akan jadi godaan singkat, begitu fikirnya.
"Aku akan membantumu. Jangan salah paham, aku tidak suka melihat orang yang berganti pakaian terlalu lama..." Jono menggedongnya dari kursi roda depan lemari ala bridal style. Mata mereka saling bertemu, saling menatap sesaat.
Hingga Hana diletakkannya di atas ranjang.
Tinggal jatuhkan tubuhnya, menikmati bibirnya yang original. Mencetak semua tanda membuatnya melenguh, dengan memainkan lidah. Kemudian membuka pakaianku sendiri, merasakan sensasi cakarannya saat ... saat... gumamannya dalam hati, perjaka berotak mesum itu tergoda.
"Ka ...kamu jelek!!" ucapnya dengan tangan gemetar, melepaskan tali gaun Hana."Bodymu tidak bagus..."
Tubuh yang hanya berbalut sepasang kain kecil itu terlihat. Adrenalin Jono semakin terpacu, ingin melihat wajah memerah berpeluh, pekikan bersama dengan Hana,"Seperti mak Lampir!!" umpatnya berusaha setenang mungkin. Padahal tubuhnya tidak bisa diajak kompromi.
Gaun indah yang terlepas sempurna, keringat dingin menetes di pelipis Jono.
"Kamu...kamu..." hinaan Jono terhenti, otaknya membeku. Tangannya lebih gemetar lagi.
"Aku?" Hana mengenyitkan keningnya.
"Kamu pakai saja sendiri!!" Jono melempar daster rumahan itu tepat di wajah Hana.
Memutar kunci, hendak melarikan diri dengan cepat. Namun baru tiga langkah, kakinya terhenti.
"Jono, tunggu!! Nanti bantu aku mandi. Aku tidak mungkin selalu meminta bantuan Sari (asisten rumah tangga, di rumah Hana) terus-menerus kan? Kamu suamiku sekarang..." ucapnya.
"Mandi!?"
***
Sementara di tempat lain, seorang wanita cantik membuka kacamata hitamnya, menatap rumah besar di hadapannya. Telah empat tahun dirinya meninggalkan negeri ini, untuk memulai karier sebagai super model.
Kini saatnya kembali untuk mendekati Joseph, kakak dari mantan kekasihnya. Sungguh hal yang bodoh melepaskan seorang Nathan. Namun, Joseph sama menariknya baginya,
"Jika sekali lagi, Joseph menolakku, aku akan menikahi Nathan," ucapnya tersenyum dengan tubuh indah pakaian kurang bahan. Pakaian bermerek dengan harga fantastis.
Nathan yang dulu selalu memanjakannya, dengan segala fasilitas. Tapi dirinya lebih tertarik pada sosok Joseph, pria baik hati yang menyentuh wanita pun enggan. Kakak beradik itu bagaikan sebuah tantangan untuk ditaklukkannya.
Selama menjadi kekasih Nathan, hanya sebatas berciuman. Pemuda itu tidak tertarik menyentuh tubuhnya. Sama halnya dengan Joseph yang bahkan terkesan menjauhinya.
Pria lain, mungkin akan langsung tertarik membawa tubuhnya ke ranjang. Karena itu dirinya ingin menaklukkan Joseph dan Nathan membuat sepasang kakak beradik memperebutkannya. Merasakan tubuh mereka, yang atletis, benar-benar pria idaman berkantong tebal mungkin memiliki kemampuan luar biasa untuk menghangatkan ranjang.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Biduri Aura
Jo jgn menerawang hidup yg sdh ada d depan, tpi mnjalani hidup untuk masa depan,,
2023-01-15
1
Misschery
wah si mak lampir.... muncul....
2022-10-15
1
Misschery
bang jono gk kuat imin.... ternyata..... langsung kabur....
2022-10-15
1