Ayah Aku Menyukai Seseorang

Siapa yang akan menyangka isi hati manusia? Pupuk yang baru datang diturunkan Jono. Sejenak perhatiannya beralih pada gadis yang tengah konsentrasi menghitung menggunakan kalkulator kecilnya.

Sang pemuda merenggangkan otot-ototnya berjalan mendekatinya. "Sedang apa?" tanyanya.

"Mendata pupuk yang baru masuk dan membuat persiapan pembukaan koperasi desa," jawabnya seakan acuh.

Jono sedikit menengok, benar-benar sebuah pembekuan, bahkan ada retur pembayaran dan pembelian juga. Pemuda yang menghela napas kasar, benar-benar wanita yang terlalu pintar.

"Membangun koperasi, tidak mempermudah administrasi dengan menggunakan komputer?" tanyanya.

"Akan ada nanti aku sudah memesannya, omong-ngomong bagaimana dengan kebunmu? Sudah berkembang?" tanyanya.

"Lumayan, mau melihatnya?" ucapnya mulai duduk di atas sudut meja.

"Ingin, tapi kursi roda tidak bisa melewati pematang sawah," Hana menghela napas kasar, berusaha tersenyum.

"Aku akan tetap menunjukkan hasil kerja kerasku..." Jono membalas senyumannya mulai turun dari meja yang ada di hadapan Hana.

***

Rasanya seperti terbang, telah 8 tahun dirinya tidak melewati persawahan. Pundak pemuda itu dipegangi erat olehnya. Angin sejuk menerpa rambutnya,"Aku berat..." ucapnya.

"Tidak begitu berat, jangan sedih karena kamu tidak bisa berjalan. Aku akan menjadi kakimu..." kata-kata yang refleks terucap dari mulutnya.

Kenapa aku mengatakan akan menjadi kakinya... Nathan bodoh!! Tenang, perbaiki segalanya... gumamnya dalam hati.

"Maksudku, aku akan mendorong kursi rodamu selagi aku masih disini..." lanjutnya.

"Kamu akan kemana?" tanya Hana mengepalkan tangannya. Tidak ingin rasanya Jono pergi meninggalkannya.

"Kembali ke kota, aku adalah seorang presiden direktur perusahaan besar. Akan menikah dengan seorang model, artis atau desainer nanti..." jawabnya penuh senyuman. Tipenya tidak muluk-muluk hanya harus cantik, tidak cacat, serta tidak pintar.

Tapi apa hati akan sama? Entahlah seiring waktu berjalan apa yang akan terjadi...

"Aku akan menerima siapa saja yang akan didapatkan oleh ayahku. Untukku..." kata-kata dari mulut Hana, yang kini berada di punggung Jono.

Jono tidak menyukainya? Sudah diduga olehnya, tidak akan ada yang menyukai wanita cacat dengan tulus. Menyender sejenak di bahunya, menatap pemandangan pematang sawah dengan padi yang menguning.

Sementara Jono juga hanya terdiam, masih membawa Hana di punggungnya, membayangkan Hana mungkin akan menikah dengan pemuda desa kala dirinya kembali nanti. Namun jemari tangannya mengepal, dengan keputusan tetap. Mengumpulkan uang 100 juta, kemudian memenangkan taruhannya pada sang kakak, Joseph. Yang menderita mysophobiya, kelainan yang memiliki ketakutan berlebihan pada kuman, atau penyakit.

Keinginannya Jono, sang kakak, yang tidak terbiasa menyentuh wanita dapat menikah.

Dua orang yang sama-sama terdiam dengan pemikirannya masing-masing.

Hingga pada akhirnya, Hana didudukkannya diatas pematang sawah. Memperlihatkan hasil kerja kerasnya. Tanaman cabai yang sudah mulai tumbuh tinggi.

"Aku akan segera melunasi hutangku..." ucapnya dengan bangga.

"Jika tidak lunas?" Hana mengenyitkan keningnya.

"Sertifikat tanahku masih di tanganmu. Jika tidak lunas, aku akan bekerja sementara di gudang sampai lunas, setelah itu menjual tanah, kembali ke kota mencari jalan lain mengumpulkan uang..." jawab Jono yakin.

"Bisa kamu tetap tinggal disini?" tanyanya.

Jono menggeleng,"Kehidupan Presdir kaya menantiku, red wine berkualitas, istri yang cantik dan memakai barang branded, serta perusahaan besar yang aku pimpin,"

Hana mengepalkan tangannya, apa dirinya menyukai Jono? Orang desa yang selalu mengaku-ngaku menjadi Presdir ini? Bagaimana jika dia pergi, mungkin tidak akan ada makhluk tengil lagi yang membuatnya tersenyum.

Dia tidak boleh pergi...

"Jono, kamu tidak mau menanam semangka? Bukannya harga jualnya juga lumayan tinggi. Apalagi jika kwalitasnya bagus..." usulnya tersenyum, setelah rugi menanam cabai akibat panen saat musim hujan. Kini giliran semangka, tidak akan membiarkan pria yang disukainya melarikan diri dari desa ini.

Waktu, musim, dan perawatan yang sulit diperhitungkan Hana. Mungkin saat panen nanti, hanya semangka dengan kwalitas rendah yang akan didapatkannya.

Dan Presdir yang memiliki tehnik marketing serta IQ tinggi itu berkata,"Benar juga ya...?"

Jono, kamu tidak boleh pergi ke kota seperti Haikal. Seperti kata bapak, tersenyum dan berikan uang untuk berhutang. Lalu setelah tidak bisa melunasi, dia menjadi akan milik Hana, anak kandung juragan Dirga ... gumam Hana dalam hati, masih setia tersenyum.

"Omong-ngomong kamu tau partai apa yang lumayan populer di kabupaten?" tanyanya pada Jono.

Pemuda itu menggeleng,"Tidak tau..." jawabnya.

"Kamu tertarik masuk ke dunia politik?" Hana kembali bertanya.

"Kenapa tiba-tiba bertanya, aku tertarik pada dunia politik atau tidak!?" tanya Jono tidak mengerti, meminum air putih yang dibawanya.

"Bukan apa-apa, hanya saja, aku sedang berfikir, bagaimana jika menikah nanti aku mencalonkan suamiku ikut dalam pemilihan menjadi bupati..." jawabnya.

Seketika Jono yang tengah meminum air terbatuk-batuk. "Bupati!? Kamu mau menjadikan suamimu bupati!?" tanyanya memastikan.

Jono tertawa kencang memegangi perutnya. Menertawakan Hana, wanita yang benar-benar tidak tanggung-tanggung jika sudah menemukan pria yang disukainya.

"Punya calon saja belum, memang kamu pernah pacaran dalam artian bersentuhan!?" Jono mengenyitkan keningnya.

"Pernah!!" jawab Hana tegas.

"Kapan!?" tanyanya lagi.

"Kamu mencium keningku," kata-kata polos menggemaskan dari bibirnya.

Ingin rasanya Jono merasakan bibir original, ditambah dengan leher putih mulus yang...

"Itu bukan yang aku maksud, saat menikah nanti kamu akan melakukan lebih dari itu," jawabnya menggigit bibirnya sendiri menatap leher dan bibir sang putri tunggal juragan Dirga.

"Memang kamu pernah," tanya Hana penasaran.

Jono menggeleng,"Aku hanya pernah berciuman bibir ke bibir dengan teman-temanku yang berasal dari negara lain..." ucapnya pelan, kemudian terdiam sejenak.

Aneh, benar-benar aneh, gadis di hadapannya ini benar-benar memiliki magnet. Pakaian terbuka? Tidak, hanya kaos dengan bentuk leher V dan rok panjang hitam. Mungkin untuk mempermudah saat memakainya, mengingat keadaan Hana. Sedangkan teman-temannya bahkan bisa disebut hampir tidak mengenakan pakaian ketika ke pantai atau datang ke club'malam. Dipeluk, dicium pun, dirinya tidak tertarik.

Namun hanya mendengar ocehan dari mulutnya."Aku ingin menggigitmu..." gumamnya keceplosan bicara.

"Kamu bilang apa?" Hana mengenyitkan keningnya.

"A...aku ingin mengigit kue yang waktu ini kamu bagikan pada para pegawai..." jawaban dari mulut Jono sembari tertawa.

Sial, kenapa bisa keceplosan? Tapi dia memang... Jono hanya dapat menghela napasnya menetralkan dirinya, jantungnya memang tidak dapat dikondisikan saat berhadapan dengan Hana. Darahnya berdesir entah apa yang terjadi.

Hingga jemari tangannya digenggam Hana,"Aku akan membantumu, untuk menjadi petani sukses..."

Aku akan membantumu, untuk menjadi petani sukses dengan menikahi anak juragannya... batinnya, dengan bibir berusaha tersenyum.

"A... aku tidak perlu bantuanmu!! Aku harus membersihkan rumput liar dulu!!" ucapnya gelagapan, tidak ingin kehilangan kendali, menerkam seorang gadis cacat.

Pemuda itu berjalan menjauh darinya, mulai mencabuti rumput satu persatu."Aku akan kembali ke kota menikahi super model, tidak akan menikahi pengacara gila ini... aku akan kembali ke kota menikahi super model, tidak akan menikahi si cacat..." komat-kamit mantra itu berulang-ulang diucapkannya, menetralkan perasaannya.

Sedangkan Hana merogoh sakunya, mulai menghubungi sang ayah.

"Hana, kamu dimana? Kenapa tidak ada di gudang?" suara Dirga terdengar mencemaskan putri tunggalnya.

"Ayah, aku menyukai seseorang..." ucapnya tersenyum, menatap Jono dari jauh. Pemuda desa miskin pemilik lahan kecil. Yang dianggapnya hanya berpura-pura bagaikan menjadi Presdir perusahaan besar.

Pemuda yang selalu dapat membuatnya tertawa...

Bersambung

Terpopuler

Comments

BUNDA ZAHRA

BUNDA ZAHRA

Awas aja kamu sampai bucin jo karna ucapanmu itu gak ada filter nya sama sekali🤭🤭🤭🤭

2023-01-10

1

nengkirana

nengkirana

klw di ramuan doraemon yg bikin kebalikan ucapan...😄😄😄😅😅😰

2022-12-15

1

Saena r

Saena r

konyol jirr konyol orngnya 🤣

2022-10-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!