Orkestra musik dangdut, beberapa pemuda maupun bapak-bapak naik ke atas panggung memberikan saweran. Siapa yang tidak kenal Haikal, pemuda yang kini mengadakan pesta hajatan terbesar yang pernah ada di desa itu.
Sena tersenyum penuh kebanggaan, merangkul bahu Zara menantunya."Nak, nanti kita tinggal di rumahmu ya, di kota?" ucapnya tersenyum.
"Ke... kenapa tinggal di rumahku? Bukannya rumah Haikal di desa sudah cukup besar?" tanyanya gelagapan, dalam bayangannya akan tinggal di rumah Haikal nantinya setelah menikah. Perlahan membuat kebohongan bahwa butiknya bangkrut, menjadi menantu dari juragan yang memiliki ratusan hektar tanah.
"Rumah kami terlalu kecil, selain itu ibu sudah bosan tinggal di desa, pendidikan di kota juga lebih bagus untuk Gio... jadi..." kata-kata Sena yang hampir membongkar kebohongannya disela.
"Maksud ibu, rumahku memang luas. Tapi ibu ingin melihat design interior rumahmu yang berada di pusat kota. Aku pernah cerita, designnya minimalis tapi begitu besar dari luar seperti istana negara..." ucapnya tersenyum. Dalam bayangannya akan tinggal dengan Zara nantinya, membawa ibu, ayah dan adiknya mengingat Zara mengatakan memiliki beberapa rumah yang tidak ditempati. Membelinya hanya untuk disewakan, atau sekedar dipakai hanya untuk liburan.
Tidak ada yang tau dibalik senyuman sepasang pengantin. Rumah sang mempelai pria, bahkan tidak ada ubin di lantainya. Dengan satu kompor gas kecil, dan tungku api. Atap memang ada gentengnya, walaupun kerap bocor, dengan di dinding batako tanpa diplester.
Sedang rumah Zara? Ibu dan ayahnya tinggal mengontrak di kota lain, dengan belasan saudara. Hingga dirinya memutuskan merantau menjadi pembantu, namun semua berubah kala sahabatnya mengajaknya untuk bekerja sebagai wanita penghibur.
Hingga kala dirinya bertemu Haikal, secara tidak sengaja di sebuah restauran elite. Inilah saatnya berhenti, dengan menikahi dokter muda, anak tuan tanah dirinya dapat hidup tanpa mencemaskan apapun lagi. Tanpa perlu bekerja, hanya perlu menjaga anak, mungkin menggunakan jasa baby sitter nantinya, tidak perlu tidur dengan pria yang memiliki bau badan menyengat atau kakek tua.
Pasangan mempelai dengan anggapan dan imajinasinya masing-masing. Sedangkan warga desa yang menghadiri hajatan mulai berbisik-bisik.
"Haikal beruntung ya, menikah dengan wanita kota. Mungkin hidupnya seperti di sinetron, kemana-mana naik mobil mewah. Mengurus perusahaan..." bisik salah seorang tamu undangan.
"Iya, lepas dari anak juragan Dirga, malah menikah dengan wanita kota. Padahal Hana lebih cantik, cuma tidak bisa berjalan saja... waktu mudanya saja jadi kembang desa," tamu lainnya ikut bergosip.
"Idih!! Kalau saya jadi Hana sudah bunuh diri. Kutuk!! Hantui Haikal, jadi neng Kunti (kuntilanak)!! Saya teman SMA-nya Hana, Haikal dipungut dari dekil, kurus, sampai jadi gagah, dokter spesialis. Malah tidak tau terimakasih, nikahnya tidak berkah, saya yakin..." cibir salah satu alumni SMU tempat Hana dulu bersekolah.
"Benar juga ya? Coba kalau Hana dulu sama anak saya, disekolahkan, keluarga ditanggung. Yakin, walaupun cacat tidak akan selingkuh..." cibir ibu-ibu lainnya.
Tidak ada yang memperhatikan seorang pemuda duduk di dekat sana dengan isi piring yang menumpuk. "Ternyata pernikahan mantan..." gumamnya tetap makan dengan lahap, jemari tangannya tiba-tiba bergerak, mengirim SMS melalui phoncell jadulnya pada pak Kirjo dan juragan Dirga tentang keberadaan Hana disana.
Pemuda yang akan membuat masalah lebih rumit lagi. Sedikit melirik ke arah Hana yang tengah di berbicara dengan salah seorang petani yang kebetulan ikut hadir. Salah seorang pekerja yang membantu menggarap lahannya.
"Seharusnya kamu bersyukur, aku Presdir yang tau terimakasih. Menghancurkan pernikahan mantanmu, membantumu balas dendam," cibirnya sendiri dengan mulut penuh, setelah berhasil mengirim pesan.
***
Dan benar saja, pak Kirjo yang menerima pesan dari Jono seketika cemas, pucat pasi. "Pak Kirjo...?" salah seorang pekerja seakan bertanya dengan diamnya salah satu supir truk milik Dirga.
"Panggil yang lain, anak juragan akan dipermalukan di acara pernikahan dokter tidak tau diuntung..." perintahnya, kesal, hendak mengerahkan pekerja gudang jika terjadi sesuatu pada anak juragannya.
Sementara di tempat lain, Dirga tengah mengenakan topi koboinya di tengah teriknya matahari. Tidak mengetahui kedatangan putrinya ke acara pernikahan Haikal. Hingga phonecellnya tiba-tiba berbunyi sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Darimana Jono memiliki nomor phoncell Dirga? Tentu saja selalu tertera di spanduk depan gudang pupuk.
Dirga terdiam, terlihat murka, kunci mobil Jeep diambilnya. Mengemudikan mobilnya menuju balai Desa.
Isi pesan yang dikirimkan sang makhluk pembuat masalah?
'Hana dipermalukan di acara pernikahan Haikal, kursi rodanya di dorong. Wajahnya di tampar lagi, saya tidak dapat menolongnya,'
Lebay? Benar-benar terlalu lebay dan berlebihan. Tapi antisipasi saja jika benar-benar terjadi.
Beberapa belas menit berlalu, perutnya hampir penuh, barulah Jono mulai mendekati Hana. "Mau memberi selamat sekarang?" tanyanya, hanya dijawab dengan anggukan oleh Hana.
Dirinya memang terlalu mempercayai Haikal, sikap hangatnya setiap pulang ke kampung. Dan juga rasa takut Hana dahulu, akibat dirinya yang cacat dan usianya yang sudah menginjak kepala tiga. Membuatnya tertunduk, tidak ingin ditinggalkan oleh kekasihnya yang dahulu selalu bersikap lembut.
Tapi satu tamparan di acara wisuda membuatnya yakin. Status perawan tua yang cacat lebih terhormat, dibandingkan istri teraniaya cacat yang akan mengemis cinta pada suami seorang dokter, bersaing dengan madunya yang sempurna.
Roda dari kursi itu mulai berputar didorong oleh Jono, yang sesekali melirik hidangan lain di meja prasmanan. Hingga tiba saatnya berhadapan dengan mereka, tanpa riasan yang luntur, hanya kebaya hitam kontras dengan kulit putihnya. Kecantikan yang natural terlihat...
"Selamat..." ucapnya tersenyum.
"Saya sudah baik hati, menawarkan kamu menjadi istri kedua Haikal. Tapi memang dasarnya tidak tau diri..." komat-kamit mulut pedas Sena kembali berkicau.
"Hana, aku harap kamu tidak menggangu kehidupanku lagi. Aku sudah bahagia dengannya, jadi..." kata-kata Haikal terpotong.
"Tunggu, aku kemari selaku tamu undangan, sekaligus penagih hutang," ucapnya tersenyum, memberikan map yang telah disiapkannya.
"Menikahlah! Tapi semua uang yang aku transfer untuk biaya kuliah dan hidupmu, aku anggap hutang. Bunganya 5%..." lanjutnya.
Tangan Haikal gemetar meraih map, menatap angka yang mencapai milyaran."Apa maksudnya ini?" tanyanya.
"Haikal, kenapa dia menagih hutang padamu?" Zara memegang lengan pemuda yang baru menjadi suaminya erat, masih mempercayai Haikal, belum mengerti segalanya.
"Bukan hanya biaya kuliah, apartemen, bahkan air yang dulu kamu konsumsi. Tapi juga biaya pendidikan adikmu, hampir setiap minggu ibumu juga meminta uang padaku dengan alasan Gio sakit..." ucapnya masih saja tersenyum."Jika tidak bersedia tanda tangan surat perjanjian hutang. Aku akan melaporkannya pada kepolisian dengan tuduhan penipuan. Bukti transfer masih aku pegang, bahkan janji-janjimu lewat pesan singkat, mengatakan akan menikahiku, segera setelah kamu wisuda. Asalkan aku mengirim uang secepatnya..."
"Uang dapat berbuat apa saja, aku bisa menyewa pengacara untuk menuntutmu. Membuat ijin praktekmu dicabut akibat melanggar hukum, kamu ingat kode etik kedokteran? Aku mengetahuinya dari internet..." lanjutnya. Sedangkan tamu undangan mulai berbisik-bisik mencemooh, bahkan tertawa kecil.
"Jadi selama ini kamu tidak ikhlas?" tanya Haikal padanya.
"Aku ikhlas, jika kamu tau diri... tidak menggigit tangan yang memberimu makan," jawaban dari Hana.
Wanita paling mengerikan yang pernah aku temui, bahkan bukti transfer dan pesan singkat masih disimpannya... Terlalu pintar, tidak cocok dijadikan istri... syukurlah aku ditakdirkan untuk menikah dengan model atau selebriti internasional, jika bisa yang IQ-nya standar... Jono masih setia tersenyum di belakang Hana, menunggu tontonan pertunjukan puncak, kala sang tuan tanah dan antek-anteknya datang.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
weny
jodoh lu tu jon 😂😂 bisnismu malah smakin bagus ntar lo hana dah jd istrimu
2022-11-25
1
Misschery
next.....
2022-10-15
2
Misschery
jangan gitu bang jono......
nanti jodoh ma hana beneran lho......
2022-10-15
2