Perlahan Hana di bantu turun dari truk pengangkut beras. Rok panjang dikenakannya, menutupi bekas luka memanjang pasca operasi yang belum kering benar.
Kakinya masih lemas, namun akhirnya dapat sedikit demi sedikit dikontrol gerakannya. Tidak seperti dahulu, kini dirinya hanya perlu mengikuti fisioterapi belajar berjalan sedikit demi sedikit.
Tidak ada yang mengetahuinya, hanya Dirga yang tersenyum, baru turun dari mobil Jeep miliknya. Serta pak Kirjo yang mengantar putri juragannya berobat.
Tubuh Hana diletakkannya di atas kursi roda. Didorong mendekati Dirga, pria paruh baya yang tersenyum, mengusap pucuk kepala putrinya."Apa sakit?" tanyanya.
Hana menggeleng,"Tidak sakit..."
Pandangan matanya beralih menatap ke arah Jono. Namun bukan pemuda itu yang berjalan mendekatinya tapi seorang pemuda bernama Kelvin.
"Perkenalkan aku..." kalimatnya yang tengah tersenyum cerah terhenti.
Jono menarik kerah kaos Kelvin yang lusuh,"Namanya Kelvin saudara sepupuku,"
"Hana..." Hana tersenyum menatap ke arah Kelvin.
"Hana kamu punya Facebook? Nomor handphonemu berapa? Kamu cantik..." kata-kata rayuan keluar dengan lancar dari mulut Kelvin.
"Aku tidak ikut media sosial, handphoneku tidak terhubung dengan koneksi internet," ucapnya menunjukkan handphone jadul miliknya,"Nomornya ada di spanduk depan gudang, juga di spanduk pembukaan koperasi,"
Jono mengenyitkan keningnya mendekati Kelvin kemudian berbisik,"Benarkan? Dia itu wanita kaku..."
"Salah ini adalah tipikal wanita setia yang serius, mandiri dan fokus pada pekerjaannya," ucapnya pada Jono.
"Jono, tolong antar Hana kembali..." perintah Dirga, melempar kunci mobil Jeep-nya pada Jono.
Sementara Dirga mengambil kunci salah satu motor bebek tua di gudang, guna berkeliling mengawasi panen di sawah miliknya.
"Ayo..." Jono hendak mengangkat tubuh Hana. Namun, dengan cepat Kelvin mencegahnya.
"Biar aku saja," ucapnya.
"Ini adalah tugasku, tugasmu menurunkan pupuk!!" perintah Jono, memendam kekesalannya.
Kelvin segera menurut melangkah pergi dengan kesal, komat-kamit mulutnya mengomel sendiri,"Iya!! Lihat yang bening saja, langsung bilang tugasnya. Tidak iba padaku sama sekali yang tidak laku, jomblo tampan ini juga butuh pasangan,"
"Tidak seperti presiden direktur yang membuat wanita mengantri mendekatinya. Memakai pakaian kurang bahan, seakan siap dilempar ke tempat tidur. Aku hanya ingin mendekati gadis desa cantik, yang polos masih original tidak muluk-muluk. Malah dihalangi..."
Jono menghela napas kasar tidak peduli dengan kata-kata pedas dari Kelvin. Yang ada dalam fokusnya saat ini, melakukan hal yang membuat adrenalinnya terpacu, mengangkat anak juragan Dirga dari kursi roda ke mobil Jeep.
Matanya tidak berkedip kala menatap wajah cantik alami itu. Seseorang yang tidak dirindukannya 8 hari ini. Hanya sebuah perasaan hampa yang berujung pada kata 'Kangen,'
Tubuh itu diletakkannya dalam mobil Jeep putih, bagaikan sesi pengambilan foto prewedding. Mesin mobil di hidupkannya, menembus jalanan pedesaan yang tidak rata.
"Menginap di rumah saudaramu. Apa menyenangkan?" tanyanya memendam perasaan berdebar dalam dirinya.
"Iya, kamu merindukanku ya?" jawabnya menatap ke arah Jono.
"Tidak!! Siapa yang merindukanmu!! Hanya saja orang pelit sepertimu tidak ada, aku..." kata-kata Jono terpotong.
"Aku tau, tidak ada yang mungkin merindukanku," Hana tertunduk, terlihat kecewa.
Jono menghela napas kasar, menghentikan mobilnya di dekat rimbunnya tanaman bambu. Melihat ke arah sekitar yang sepi, benar-benar sepi mungkin dedemit pun masih istirahat kini, hingga tidak terlihat.
Kening anak juragan Dirga itu kembali dikecupnya."Aku merindukanmu, sebagai pegawai gudang yang merindukan pemilik gudang,"
Ucapnya, tapi jujur saja sentuhan bibirnya pada kening Hana membuat dirinya menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Menginginkan lebih, anak tuan tanah itu benar-benar membuat Jono kebingungan.
Anak rambut yang menutupi wajahnya, disingkirkan jemari tangan Jono. "Hana, kamu cantik..." ucapnya tanpa sadar.
"Ma... maksudku kamu cantik, jadi yakinlah akan ada pria yang mencintaimu," lanjutnya, menatap ke dalam mata jernih sang gadis desa.
Ini lebih buruk daripada melihat teman-temannya di luar negeri yang mengadakan party di club'malam. Mengundang penari telanjang, penari yang tidak mengenakkan sehelai benangpun. Melakukan gerakan erotis bertumpu pada tiang dari besi.
Ini benar-benar lebih buruk, bagaimana bisa mata Hana sejernih ini? Kulit yang mengundang untuk disentuh, leher yang indah. Dan mulut original yang menggemaskan ketika mengomel. Wanita berpakaian lengkap, yang bagaikan mengundang dirinya untuk lebih memacu adrenalinnya lagi.
Seakan penari murahan, serta wanita-wanita cantik yang mendekatinya tidak ada apa-apanya.
Setidaknya itu yang ada di fikirannya kini."Aku menyukaimu,"
"Menyukaiku?" tanya Hana memastikan pendengarannya.
"Maksudku menyukai tingkahmu. Mu...mu... mulai sekarang kamu anggap aku sebagai saudaramu," ucapnya tersenyum, meredam perasaan berdebarnya dengan kata saudara.
"Bagaimana jika aku jatuh cinta padamu? Aku menyukaimu..." kalimat yang keluar dari mulut Hana. Membuat jantung presiden direktur itu tidak dapat dikondisikan.
Jono mulai mengikuti kata hatinya, terhanyut akan perasaannya. Tangan Hana dipegangnya erat. Fikirannya menginginkan wanita yang duduk di sampingnya.
"Hana, sebenarnya aku..."
Kriet, bug....
Dedemit kecil yang tampan, akhirnya terlihat,"Maaf..." Gio tersenyum, masih dengan golok besar di tangannya, merobohkan salah satu tanaman bambu. Dengan sekeranjang rebung yang didapatkannya dari timbunan tanaman bambu.
Jono segera menarik tangannya, menyadari dirinya hampir melakukan kesalahan dengan menyatakan perasaan pada sang gadis cacat.
Dia cacat, terlalu pintar, jika memiliki istri sepertinya maka akan bagaikan bencana. Teman-teman sesama pebisnis akan mengejekku karena mendorong kursi rodanya ke acara perjamuan...
Setiap berdebat mulutnya yang mengalahkan pengacara kondang yang sering membela artis ternama akan mengomel tiada henti. Jika salah bertindak, surat cerai akan dilemparkannya ke wajahku, mengingat dia wanita karier yang mandiri...
Satu kesimpulan, super model cantik yang senang berlibur, menjadi benalu lebih baik. Akan berfikir seribu kali untuk bercerai dari seorang Jonathan Northan... batinnya, menyakinkan dirinya sendiri. Tidak akan mencintai Hana si cacat yang merupakan calon istri yang buruk, baginya.
"Kalian sedang apa disini? Boleh aku ikut menumpang pulang?" tanyanya mendekat, naik tanpa ragu. Masih membawa sekeranjang rebung.
"Tidak, bukan apa-apa, hanya mesin mobilnya terlalu panas jadi berhenti sebentar," alasan dari Jono kembali menghidupkan mesin mobilnya.
"Gio mencari bambu?" ucap Hana tanpa canggung sedikitpun. Mengingat Gio yang tidak pernah melukai hatinya, remaja itu hanya mengikuti kehendak sang ibu.
"Iya, mencari bambu untuk bapak menganyam, sekarang bapak membuat keranjang dan topi caping. Gio cuma memilih bambu, menebang, nanti bapak yang ambil bawa pulang," jawabnya.
"Suruh bapakmu kembali bekerja di penggilingan padi. Katakan, kak Hana yang minta, tapi jangan terlalu sering libur kerja seperti dulu..." ucapnya tersenyum, menatap ke arah Gio."Kamu juga perlu uang untuk sekolahkan?"
Gio mengangguk, sembari menitikkan air matanya,"Kak Hana maafkan kak Haikal dan ibu ya!? Kak Haikal berjanji akan mengembalikan uang, dan Ibu juga ingin minta maaf, tapi kak Hana jarang ada di gudang... jadi ibu pulang,"
"Iya, Gio tidak salah, jangan minta maaf..." ucap Hana, masih setia tersenyum.
Jono menghela napas, sesekali melirik ke arahnya. Hati Hana begitu disakiti selama bertahun-tahun. Tapi memaafkan?
"Wanita aneh..." cibir Jono tersenyum. Mungkin dalam kenyataannya dirinya berbanding terbalik dengan Hana. Memecat orang jika menyinggungnya tanpa ragu. Perbedaan Presdir kota dan Presdir desa.
"Aku memang aneh, jadi kamu menyukaiku?" tanya Hana antusias, disamping Jono yang tengah mengemudi.
"Tidak, kamu hanya seperti saudara yang harus aku jaga. Wanita yang aku cintai, hanyalah selebriti atau supermodel cantik, yang tidak cacat dan tidak begitu cerdas..." kata-kata dari mulut Jono dengan mata yang fokus ke jalanan.
Tidak menyadari Hana tertunduk diam, dengan senyuman yang menghilang...
Kak Haikal akan segera pulang, menjaga kak Hana agar hatinya tidak terluka lagi... selama itu aku yang akan menggantikan kak Haikal menjaganya, agar tidak berakhir dilukai oleh orang ini...
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Misschery
bang jono jangan sampai menyesal kemudian bang......
2022-10-15
1
Misschery
tidak dirindukan tapi kangen.....
aich.... rasanya.... seperti di obok....obok......
wk....wk......
2022-10-15
1
Ilan Irliana
pedeeessss...tp didktin Kelv lngsung kbkran jenggot..
2022-10-08
1