13 : Flashback

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!

"He!" seru Jel kepada Haz dan Whisk yang tengah sibuk dengan urusannya masing-masing.

"Oh, Jelkesya," Haz menyapa. Dia tidak terkejut sama sekali dengan seruan Jel. Pria di seberangnya pun sama.

"Alkaf menyuruhku mengatakan kepada kalian untuk membuatkan vanilla latte," ujar Jel.

"Tidak ada lagi, Nona. Dia telah menghabiskan bungkus terakhir tadi sekitar jam dua subuh subuh setelah kalian pulang ke apartemen kalian sendiri," Whisk berkata tanpa melihat ke arah Jel. Dia sibuk dengan Americano racikannya.

"Oh, astaga. Ya sudah, sebentar. Aku akan bertanya kepadanya dia menginginkan apa," ujar Jel seraya membuka lock-screen ponselnya.

~

Jel: Alkafff...

Jel: Tidak ada vanilla latte lagi!

Jel: Kamu lupa membelinya ya?

Jel: Ingin diganti dengan apa?

Jel: Atau kamu ingin jasmine tea?

Jel: Balas!

Pesan terkirim.

Alkaf: Americano?

Jel: Oh, ada.

Jel: Mau Americano?

Alkaf: Ya, itu saja.

Alkaf: Jangan terlalu banyak gula.

Alkaf: Kalau bisa pakai creamer saja.

Jel: Okay!

Pesan dibaca.

~

"Kata Alkaf dia ingin Americano dengan creamer tanpa gula," ucap Jel.

"Bagaimana dengan kamu sendiri? Apa yang kamu inginkan?" tanya Whisk.

"Teh manis," jawab Jel singkat. "Baiklah. Aku akan bergabung dengan Alkaf dan Andrian di balkon. Cepat datang ya!"

Jel menghilang dari dapur.

Suasana di dapur begitu hening. Tidak ada orang yang membuka suara. Hanya terdengar dentang-denting peralatan yang saling bertubrukan. Antara gelas, sendok, dan hal yang dibuat oleh Whisk. Antara wajah teflon, adonan pancake, dan spatula yang digunakan oleh Haz. Hanya sebatas itu. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Jika mereka berdua membuka sebuah kafe, pastinya akan sukses besar. Mereka memiliki kemampuan unik tersendiri dalam melakukan sesuatu.

Namun, setiap kali Haz memasak dan akan menghidangkan sesuatu, dia selalu saja dihantui oleh masa lalunya. Mengingat bagaimana Ric memperlakukannya di hadapan teman-temannya, itu sungguh membuatnya trauma!

Flashback...

"Ayo pakai ini!" Ric memberi Haz sebuah pakaian maid ala kafe Jepang.

Haz menggeleng tegas, menolak permintaan Ric. "Untuk apa aku memakainya? Ric, apa yang ingin kamu lakukan?"

Haz sudah merasakan firasat buruk saat Ric mengatakan dia ingin membawa Haz ke rumahnya.

"Oh ayolah... Aku hanya ingin melihatnya," ucap Ric.

"Tidak! Aku bilang tidak mau. I'm out!" Haz ingin membuka pintu di hadapannya. Namun pintu tersebut tak bisa terbuka.

"Kunci pintu tersebut adalah sidik jariku, honey. Kamu tidak akan bisa membukanya tanpa sidik jariku," kekeh Ric geli melihat aksi Haz.

Grrr... Ternyata benar kata Rika, kakak perempuan Ric. Aku seharusnya tidak menyukai adiknya yang seperti mafia ini! ucap Haz menyesal dalam hati.

"Apa yang kamu inginkan Richard?" tanya Haz enggan.

"Gampang sekali. Kamu memakai baju ini, kamu pergi ke dapur dan memasakkan sesuatu untuk makan siangku," kata Ric enteng.

"Apa maksudmu memberikanku sebuah baju seperti ini? Ini terlalu vulgar!" hardik Haz. "Kamu anggap aku apa?"

"Loh? Aku kan hanya ingin melihat kamu memakainya. Apakah pacarmu ini salah?" tanya Ric. Pria tersebut melempar baju ke atas sofa. "Itu terserahmu sih. Kamu memakai ini, melakukan hal yang kusuruh, lalu aku akan melepaskanmu dari kamar ini. Atau kamu memilih tinggal di kamar ganti ini bersamaku dan ke depannya tidak tahu apa yang akan terjadi."

"Iblis!" seru Haz.

"Kamu mencintai iblis ini, bukankah begitu?" ujar Ric gampang.

Akh! Sialan! Ponselku juga ditahan olehnya. Bagaimana ini? Bagaimana kalau dia bermacam-macam? Haz menatap tajam ke arah Ric.

"Baiklah. Aku akan memakai setelan itu dan melakukan apa yang kamu katakan. Setekah itu, jangan aneh-aneh lagi," Haz memilih keputusan pertama pada akhirnya.

"Oh tentu saja," Ric menunjuk ke arah setelan yang menurut Haz menjijikan tersebut.

Haz mau tak mau mengambil setelan pakaian tersebut, lalu masuk ke dalam salah satu bilik ganti. Kediaman Vinzeliuka sudah seperti sebuah mal. Sangat besar dan megah. Bahkan ruang makan sendiri pun ditata seperti restoran.

Haz benci mengakuinya, namun karena dia juga anak orang kaya, dia tidak begitu menyukai kekayaan, tapi dia harus menyukainya. Mengingat dia tumbuh besar di 'rumah' bersama Alkaf, ya dia jadi sedikit memiliki rasa penolakan terhadap 'kekayaan'.

Haz menatap pantulan dirinya di depan cermin sana. Oh astaga! Aku sungguh buruk memakai pakaian ini, Haz memejamkan matanya dan menarik nafas panjang. Dia lalu keluar dari bilik ganti.

"Oh, sudah? Nah, hal selanjutnya adalah pergi ke dapur dan memasakkan makanan untukku. Mudah sekali bagimu kan? Mengingat kamu berada langsung di bawah pengawasan Senior Alkaf di bagian dapur," kata Ric.

Tidak heran Ric tahu. Karena Ric juga sering mengunjungi 'rumah' Alkaf dulunya. Tapi, semenjak masuk SMA, dia menjadi jarang mengunjungi tempat tersebut, dikarenakan dia sibuk dengan urusan klub basket dan debut pertunjukan nyanyi solonya.

Haz mau tidak mau harus mengikuti perkataan Ric.

"Ini bagian dapurku," Ric bercicit.

Aku tahu, batin Haz. Dia sudah memperkirakan letak dapur dan bentuknya. Katakan saja dia seperti seorang peramal. Tanpa mengenal orang atau mengunjungi sebuah tempat, dia akan langsung tahu nama orang atau letak serta bentuk tempat tersebut.

"Silahkan menebak kesukaanku," Ric meninggalkan Haz seorang diri di sana. Tidak tampak pelayan-pelayan rumah tersebut ada dimana.

Sepi sekali. Aku menebak rumah ini sebentar lagi akan menjadi rumah bersejarah keluarga Vinzeliuka, batin Haz.

Apa yang kupikirkan? Aku harus segera menyiapkan apa yang diminta Ric dan segera keluar dari sini! seru Haz pada dirinya sendiri.

Jujur saja, aku tidak pernah tahu apa yang disukai oleh Ric. Dia pria yang aneh. Dia mengatakan dia menyukai semua yang kusukai. Namun, tidak sepenuhnya pernyataan itu benar, Haz menghela nafas panjang memikirkan hal tersebut. Gadis remaja itu benar, Ric tidak bersungguh-sungguh menyukai apa yang disukainya. Dia hanya mengatakannya saja. Kebenaran? Siapa yang tahu.

Melihat tipe orang seperti Ric, aku yakin sekali dia menyukai makanan ala Barat. Namun, itu juga tidak sembarangan. Mengingat di benua Eropa dan benua Amerika juga memiliki perbedaan yang mendalam. Salah satunya pada bahan bumbunya. Makanan di Eropa lebih condong memakai rempah-rempah seperti di Asia. Meski nasi bukanlah makanan pokok mereka, namun tetap saja beberapa rempah pasti dimasukkan ke dalam untuk memperkuat rasanya. Sepertinya Ric tidak akan begitu menyukainya, Haz membuka pintu lemari es dan melihat ke dalam isinya.

Di Amerika, orang-orang sering memakan makanan yang gurih. Tapi, maaf kata termasuk junk food. Itu sesuai dengan kriteria, mengingat Ric suka sekali membeli burger ketika dia hang-out di kawasan elite ibukota provinsi, Haz ragu ingin memilih fish dish yang disulap ala makanan Eropa, atau meat dish yang disulap ala Amerika.

Haz menutup pintu lemari es, lalu memikirkan apa yang akan dibuatnya baik-baik. Haz memang mempelajari hal tersebut dari Alkaf. Kata pria berkacamata: "Ingat Hazelia Lify, tidak semua orang memiliki kriteria suka 'memakan segala hal' seperti ehem... Alm. Ibundamu. Tapi, kriteria orang berbeda-beda. Terlihat dari makanan keseharian dia. Apa yang dia pilih, dan apa yang membuat ekspresinya merasa jijik akan suatu makanan. Saat memasakkan sesuatu kepada seseorang, kamu harus memilih kriteria yang sesuai dengan lidahnya. Itu akan sedikit menampilkan kharisma."

Baiklah, aku akan memilih meat dish saja. Mengingat Ric terkadang mengeluh soal ikan yang amis dan sayuran yang tidak cocok dengan lidahnya, Haz akhirnya memilih makanan yang di-serve dengan daging. Haz membuka pintu lemari dan mengeluarkan sebungkus daging sapi yang dibalut plastic wrap dengan rapi.

Sekarang aku tinggal menentukan tingkat kematangannya. Ric pernah pergi ke Amerika Serikat, tepatnya kota New York. Di sana, dia pasti telah hanya mencoba dua jenis masakan daging: half-raw dan cooked. Half-raw memiliki kesan untuk memastikan kualitas keaslian daging. Sedangkan cooked memiliki kesan gurih serta lembut saat dicicipi. Sepertinya, aku harus memastikannya sendiri, mengingat aku tidak terlalu suka daging karena sudah lama bervegetarian, Haz memakai sarung tangan plastik yang tersedia di dapur rumah Ric. Dapur itu terlalu besar untuk dirinya sendiri, namun dia tetap memperlakukan layaknya dapur di 'rumah' Alkaf.

Setelah beberapa saat...

Haz membawa sepiring steak yang dimasak ¾ matang. Dia tahu Ric akan menyukai hal tersebut mengingat dirinya pernah mengunjungi Amerika Serikat.

Perasaan Haz sedaritadi sudah tidak nyaman. Dia merasakan hal yang sangat buruk akan menimpanya. Dugaannya diperkuat saat dia memasuki ruang makan keluarga Vinzeliuka. Ric tidak sendirian di sana, ada teman-teman satu sekolahannya, termasuk Jel, dan beberapa anak siswa dan siswi dari sekolahan lain yang merupakan sahabat akrab dari Ric.

Ric terkekeh mengejek melihat Haz yang datang.

Tangan Haz sudah gemetar, menahan rasa marah dan malu. Sialan... Sialan... Sialan... Sialan... Sialan... Dia merapalkan kata-kata tersebut bagaikan sebuah mantra.

"Perkenalkan, maid baruku!"

Haz langsung membanting pecah piring kaca di tangannya setelah Ric selesai mengucapkan kata-kata tersebut. Semua orang tentunya kaget dan langsung menatap ke arah Haz. Wajah gadis remaja itu sudah merah padam. Menahan air mata, rasa malu, dan juga kemarahannya.

Jel yang melihat hal tersebut, sigap naik pitam. Dia menggebrak meja di hadapannya, lalu mengambil segelas air putih di tangannya dan mendatangi Tuan Rumah.

Orang-orang sudah berbisik sana-sini, ada yang terkekeh, ada yang tertawa mengejek, namun juga ada yang diam saja—menganggap itu adalah sebuah penghinaan, bukan lelucon. Yang lebih parahnya lagi, ada yang memotret Haz.

Jel menumpahkan air putih di gelas tepat di wajah Ric. "SIAPAPUN YANG BERANI MENGUSIKNYA, ITU BERARTI INGIN MENYATAKAN PERANG DENGANKU!"

Tak puas hanya membasahi Ric, Jel bahkan membanting pecah gelas dan menampat pipi kanan Ric. "INGAT ********! JANGAN PERNAH LAGI KAU MENGANGGU SAHABATKU, JIKA KAU INGIN MENGGANGGUNYA, LANGKAHI DULU MAYATKU!"

Jel mendatangi Haz, lalu memakaikannya jaket. Ukuran tubuh Haz dan Jel tidak terlalu beda jauh. Orang-orang sering menyebut mereka "Serupa Namun Tak Sama", karena kedekatan mereka berdua sudah bagaikan kembaran.

" Ada apa ribut-ribut?" Kedua kakak perempuan Ric, Rika dan kembarannya Riko turun kw bawah. Melihat Haz sudah menangis.

"Ric!!! Apa yang kau lakukan ha?!" teriak Rika.

Riko sendiri tidak berkata apa-apa dan hanya menatap ke arah adiknya yang tidak tahu malu tersebut.

"Mulai saat ini, aku, Liulaika Jelkesya, tidak akan menganggap keluarga Vinzeliuka sebagai saudaraku lagi! Lihat saja kalian. Mau dimanapun bertemu tidak akan pernah kuanggap," Jel menyatakan perang dengan tatapan dingin.

Rika dan Riko mengejar Haz dan Jel. Terutama untuk membujuk Jel untuk tidak memusuhi mereka. Jel adalah insan yang sangat keras dan tegas. Sekali berkata begitu, selamanya akan dilakukannya.

"I'm out!" kata Galih—Gal—salah satu sahabat Ric, dari sekolah lain. Merasa itu tidak pantas untuk dipertontonkan.

"Baby! Wait!" Florista atau Flo, pacar dari Gal berseru pada lelaki remaja tersebut. "Ini sungguh tidak pantas."

Beberapa juga pergi dari sana. Namun kebanyakan tinggal.

"Wah ini sih pertunjukan bagus! Nice, Ric! Mengingat seorang Hazelia Lify selalu mencari wajah di hadapan para guru. Hahaha!"

Flashback off...

Whisk merebut spatula dari tangan Haz. Pria bersurai merah menubruk tubuh wanita yang tengah tak fokus dan mematung, dengan lembut menggeser posisinya ke samping, menyadarkan wanita tersebut.

"Jika kamu memiliki trauma dengan dapur dan sebagainya, jangan dipaksakan. Wajahmu sungguh pucat sekarang. Pancake ini hampir saja gosong karena kamu memikirkan hal yang sungguh tak diperlukan!" Whisk membalikkan pancake. Untung saja tepat waktu sehingga pancake tersebut tidak jadi gosong dan harus dibuang.

Haz menepuk kedua pipinya. Astaga, Hazelia Lify, apa yang kamu pikirkan? Kamu harus sadar! Sekarang dia juga tengah menunggu kejatuhanmu untuk kedua kalinya! Kamu tidak boleh lemah seperti dulu!

"Maafkan aku... Aku..." Haz terdengar gagap.

"Diam, Hazelia Lify. Basuh wajahmu dan kembali bergabung bersama mereka. Urusan di dapur, serahkan kepadaku saja!"

Terpopuler

Comments

Arik Marselino

Arik Marselino

Dasar orang kaya bego Ric,,, seenaknya saja bersikap buruk sama orang,,,

2020-08-15

4

Kim Halia - Bye

Kim Halia - Bye

Si Ric ini kenapa seh... Ada yang ga beres dengan tuh orang... Sumpah, bagus banget dijadiin karakter paling dibenci... Fakboi detected... Gemesshh...

2020-04-22

6

lihat semua
Episodes
1 1 : Hari Pertama
2 2 : Cerita Whisky Woods (1)
3 3 : Cerita Whisky Woods (End)
4 4 : Mengajak Dinner
5 5 : Hal yang Tak Terduga
6 6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7 7 : Perasaan Alkaf
8 8 : Apakah Haz...??
9 9 : Whisk Hacker Kelas S?
10 10. HOT NEWS : SKANDAL
11 11 : Resplendent Nephila
12 12 : Rahasia Hazelia Lify
13 13 : Flashback
14 14 : Skakmat, Andrian!
15 15 : Spy
16 16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17 17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18 18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19 19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20 20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21 21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22 22 : Berbalas Pesan
23 23 : Masalah Datang
24 24 : Whisky Woods Terluka
25 25 : Pertarungan
26 26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27 27 : Be Stronger Against The Obstacles
28 28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29 29 : Pengumuman, Bukan Update!
30 30 : Keanehan Peristiwa Itu
31 31 : Mademoiselle!
32 32 : Campur Aduk
33 33 : Haz Kecil
34 34 : Little Girl Met Her Relative
35 35 : His Name is Lazul
36 36 : The Clever Little Devil
37 37 : Ayo Berdrama!
38 38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39 39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40 40 : TAPI BO'ONK!
41 41 : Hampir Saja!
42 42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43 43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44 44 : Informan dan Rekan Terbaik
45 45 : Keributan Di Atas Kapal
46 46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47 47 : Argh! Aku ... Aku ....
48 48 : Kembalinya Si Spy
49 49 : Let The Hunt Begin!
50 50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51 51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52 52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53 53 : Pengumuman dan Hiatus
54 54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55 55 : Ide yang Buruk
56 56 : Nyaris
57 57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58 58 : Awas Saja!
59 59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60 60 : Canggung
61 61 : Ada Apa di Sewer?
62 62 : Greget dan Ternyata ....
63 63 : Cyan Vilmasyah
64 64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65 65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66 66 : Masih Bersedih
67 67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68 68 : Pengumuman
69 69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70 70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71 71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72 72 : Satu Masalah Clear!
73 73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74 74 : Pembunuhan Kedua
75 75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76 76 : Kukira Sudah Selesai ....
77 77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78 78 : Masalah yang Sama
79 79 : Filsafat
80 80 : Rencana Hari Ini
81 81 : Parkiran Shopping Mall
82 82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83 83 : Bertemu Iris
84 84 : Lantai 6
85 85 : Akhirnya Mengangkat
86 86 : Pengumuman
87 87 : Whisk dan Perasaan
88 88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89 89 : There's An Impostor!
90 90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91 91 : Permainan Kata dan Rasa
92 92 : Straight To The Point, Please!
93 93 : Semakin Memanas
94 94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95 95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96 96 : Keadaan Zenneth
97 97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98 98 : Memberitahu Cyan
99 99 : Wanita Paruh Baya
100 100 : Alter Ego
101 101 : Kegelisahan Cyan
102 102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103 103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104 104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105 105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106 106 : Untitled
107 107 : Mencari Anjing Pelacak
108 108 : Dua Wraith Asal Kuba
109 109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110 110 : Percakapan Haz dan Waikit
111 111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112 112 : Cerita Yudel
113 113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114 114 : Untitled
115 115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116 116 : Cyan Siuman
117 117 : Ban Mobil
118 118 : Apakah Whisky Woods ...?
119 119 : Fokus, Hazelia Lify!
120 120 : Transaksi
121 121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122 122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123 123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124 124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125 125 : Pembahasan Dewasa
126 126 : Mencari Tahu
127 127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128 128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129 129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130 130 : Berada di Posisi Serba Salah
131 131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132 132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133 133 : Perusak Suasana Datang!
134 134 : Gagal
135 135 : Keanehan
136 136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137 137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138 138 : Kepribadian Qerza
139 139 : Meminta Tolong
140 140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141 141 : Rencana Penyamaran
142 142 : Laporan Hasil Analisis
143 143 : Titik Terang yang Membingungkan
144 144 : Bagaimana Jika ...?
145 145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146 146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147 147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148 148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149 149 : Romantisme
150 150 : Romantisme (Bagian 2)
151 151 : Romantisme (Bagian 3)
152 152 : Kejadian Lain yang Aneh
153 153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154 154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155 155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156 156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157 157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158 158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159 159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160 160 : Krisis Kepercayaan
161 161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162 162 : Cinta Itu....
163 163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1 : Hari Pertama
2
2 : Cerita Whisky Woods (1)
3
3 : Cerita Whisky Woods (End)
4
4 : Mengajak Dinner
5
5 : Hal yang Tak Terduga
6
6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7
7 : Perasaan Alkaf
8
8 : Apakah Haz...??
9
9 : Whisk Hacker Kelas S?
10
10. HOT NEWS : SKANDAL
11
11 : Resplendent Nephila
12
12 : Rahasia Hazelia Lify
13
13 : Flashback
14
14 : Skakmat, Andrian!
15
15 : Spy
16
16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17
17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18
18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19
19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20
20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21
21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22
22 : Berbalas Pesan
23
23 : Masalah Datang
24
24 : Whisky Woods Terluka
25
25 : Pertarungan
26
26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27
27 : Be Stronger Against The Obstacles
28
28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29
29 : Pengumuman, Bukan Update!
30
30 : Keanehan Peristiwa Itu
31
31 : Mademoiselle!
32
32 : Campur Aduk
33
33 : Haz Kecil
34
34 : Little Girl Met Her Relative
35
35 : His Name is Lazul
36
36 : The Clever Little Devil
37
37 : Ayo Berdrama!
38
38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39
39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40
40 : TAPI BO'ONK!
41
41 : Hampir Saja!
42
42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43
43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44
44 : Informan dan Rekan Terbaik
45
45 : Keributan Di Atas Kapal
46
46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47
47 : Argh! Aku ... Aku ....
48
48 : Kembalinya Si Spy
49
49 : Let The Hunt Begin!
50
50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51
51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52
52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53
53 : Pengumuman dan Hiatus
54
54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55
55 : Ide yang Buruk
56
56 : Nyaris
57
57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58
58 : Awas Saja!
59
59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60
60 : Canggung
61
61 : Ada Apa di Sewer?
62
62 : Greget dan Ternyata ....
63
63 : Cyan Vilmasyah
64
64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65
65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66
66 : Masih Bersedih
67
67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68
68 : Pengumuman
69
69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70
70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71
71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72
72 : Satu Masalah Clear!
73
73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74
74 : Pembunuhan Kedua
75
75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76
76 : Kukira Sudah Selesai ....
77
77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78
78 : Masalah yang Sama
79
79 : Filsafat
80
80 : Rencana Hari Ini
81
81 : Parkiran Shopping Mall
82
82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83
83 : Bertemu Iris
84
84 : Lantai 6
85
85 : Akhirnya Mengangkat
86
86 : Pengumuman
87
87 : Whisk dan Perasaan
88
88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89
89 : There's An Impostor!
90
90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91
91 : Permainan Kata dan Rasa
92
92 : Straight To The Point, Please!
93
93 : Semakin Memanas
94
94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95
95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96
96 : Keadaan Zenneth
97
97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98
98 : Memberitahu Cyan
99
99 : Wanita Paruh Baya
100
100 : Alter Ego
101
101 : Kegelisahan Cyan
102
102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103
103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104
104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105
105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106
106 : Untitled
107
107 : Mencari Anjing Pelacak
108
108 : Dua Wraith Asal Kuba
109
109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110
110 : Percakapan Haz dan Waikit
111
111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112
112 : Cerita Yudel
113
113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114
114 : Untitled
115
115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116
116 : Cyan Siuman
117
117 : Ban Mobil
118
118 : Apakah Whisky Woods ...?
119
119 : Fokus, Hazelia Lify!
120
120 : Transaksi
121
121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122
122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123
123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124
124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125
125 : Pembahasan Dewasa
126
126 : Mencari Tahu
127
127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128
128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129
129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130
130 : Berada di Posisi Serba Salah
131
131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132
132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133
133 : Perusak Suasana Datang!
134
134 : Gagal
135
135 : Keanehan
136
136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137
137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138
138 : Kepribadian Qerza
139
139 : Meminta Tolong
140
140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141
141 : Rencana Penyamaran
142
142 : Laporan Hasil Analisis
143
143 : Titik Terang yang Membingungkan
144
144 : Bagaimana Jika ...?
145
145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146
146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147
147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148
148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149
149 : Romantisme
150
150 : Romantisme (Bagian 2)
151
151 : Romantisme (Bagian 3)
152
152 : Kejadian Lain yang Aneh
153
153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154
154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155
155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156
156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157
157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158
158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159
159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160
160 : Krisis Kepercayaan
161
161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162
162 : Cinta Itu....
163
163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!