4 : Mengajak Dinner

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI PENDAPAT DAN PROFILE YANG DITULIS OLEH AUTHOR!

Jakarta, 10 April 2020

"Selamat pagi..."

Kali ini Whisk datang lagi. Entah apa yang diinginkannya, Haz juga tidak tahu dan tidak mau tahu.

Tidak seperti biasanya, hari ini Jel tidak membiarkan mereka berdua. Tentu saja karena Haz memintanya jangan meninggalkan mereka berdua di dalam! Haz merasa sangat canggung dengan keadaannya dan Whisk.

"Tidak menghindar lagi, Nona?" tanya Whisk pada Jel yang wajahnya cemberut.

"Apa sih?!" Jel terlihat sedang tidak dalam kondisi emosi yang stabil. Itu sering terjadi pada wanita setiap satu bulan sekali.

"Hazelnut, lagu-lagumu membantuku tidur," ucap Whisk keceplosan.

Haz dan Jel langsung menatap Whisk bersamaan. Lalu Haz menatap Jel, dan Jel menatap Haz.

"Apa? Ingin tahu mengapa aku tahu julukan kalian? Hazelnut dan Jelly?" tanya Whisk.

Ugh! Itu memalukan! seru Haz dalam hati.

"Darimana kamu tahu sesuatu yang bahkan tidak diketahui lebih dari tiga orang?!" tanya Jel setengah berteriak.

"Alkaf," jawab Whisk singkat.

"Apa?!"

Ditempat Alkaf...

"Hatchi!" Alkaf tiba-tiba saja bersin. "Sepertinya aku harus check-up apakah aku sudah kena virus itu atau belum."

Balik lagi...

"Bagaimana cara kamu mengenal Alkaf?" tanya Jel.

"Oh, itu mudah! Alkaf pernah bertanya tentang seseorang yang mengumpat dalam hatinya kepada pelayan wanita di Texas Chicken kemarin dan sekarang aku sepertinya tahu tersangka di sini..." Haz mengingat sesuatu tentang Alkaf yang menanyakan sesuatu padanya tempo hari.

"Ya, tidak malu mengakui, itu memang aku," Whisk mengangkat bahunya seakan merasa tak bersalah telah mengumpat pelayan wanita di Texas Chicken itu.

"Sepertinya pelayan wanita itu kehilangan pekerjaan dan harga dirinya karena umpatanmu," tebak Haz tepat sasaran.

"Tidak akan pernah malu mengakui, itu memang benar terjadi. Dia kehilangan pekerjaannya tempo hari karena menabrak teman Nyonya pemilik restoran cepat saji itu," sahut Whisk.

"Lalu, pertanyaannya adalah... Bagaimana bisa kamu mengenal Alkaf?" tanya Haz sambil memelototi Whisk tajam.

"Alkaf adalah seorang senior yang datang ke tempat ibadah kami. Dia memberikan ceramah tentang Perbedaan Agama. Sayangnya karena sebuah kasus, aku tidak bisa ikut-serta," jawab Whisk mengabaikan tatapan tajam Haz untuknya.

"Dia pasti menggoda pelayan itu kan... Awas saja dia," gumam Jel yang terdengar oleh Haz dan Whisk.

Haz dan Whisk lalu bertatapan. Haz memberi isyarat untuk memberitahu Jel sebuah kebohongan yang manis seakan mengatakan: Kasihan Alkaf sering sekali dimarahi olehnya. Whisk menangkap tatapan Haz, lalu menunjuk dirinya sendiri dan Jel: Aku? Memberitahunya? Haz memelototi Whisk tajam: Memangnya siapa lagi kalau bukan kamu?!

"Apa sih kalian tatap-tatapan begitu? Sementang Alkaf tidak ada di sini," Jel menggembungkan pipinya, cemburu dengan Haz dan Whisk.

"Aku ingin konsultasi tentang insomniaku. Sekarang sepertinya membaik karena lagu-lagumu," ujar Whisk mengalihkan pembicaraan.

"Oh, itu bagus. Jadi, waktu tidurmu bertambah berapa jam?" tanya Haz.

Haz segera bangkit dari kursi meja kerjanya dan berjalan menuju Whisk yang sedang duduk di atas hospital bed.

"Waktu tidurku bertambah sekitar lebih kurang dua jam," jawab Whisk bangga yang langsung mendapatkan jitakan di kepalanya dari Haz.

"Itu bukan sesuatu yang harus dibanggakan!" seru Haz kesal.

"Hei! Setidaknya ini adalah pertama kalinya aku tidur nyenyak setelah bertahun-tahun menghadapi insomnia akut!" Whisk menyeru balik dan mengelus kepalanya yang sakit karena jitakan maut Haz.

"Pria aneh..." celetuk Haz.

"Wanita barbar," balas Whisk.

"Aku setuju dengan Haz. Itu bukan sesuatu yang harus dibanggakan. Haz pernah tidak tidur selama seminggu dan kemudian tidur hanya sekitar sejam lebih setelahnya. Kantung matanya bahkan lebih parah darimu! Tapi, lihat dia sekarang! Tidur bahkan tidak melebihi jam sebelas malam," oceh Jel.

"Tidak tidur selama seminggu? Dan tidur hanya satu jam setelahnya? Wanita macam apa dia hingga bisa melakukan hal semengerikan itu?" Whisk menatap Haz tidak percaya.

"Karena tugas yang diberikan. Dia tipe yang sangat rajin. Hari ini diberi tugas, besok sudah selesai," ujar Jel.

Whisk hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Aku bahkan tidak suka bersekolah! Belajar itu sungguh membosankan."

"Tapi, dalam menangani kasus tidak membosankan sama sekali ya?" ledek Haz.

"Tentu saja! Kasus dan tugas adalah dua hal yang berbeda. Aku adalah detektif konsultan. Bisa memilih client yang menurutku penting dan tidak penting. Itu kelebihannya menjadi seorang detektif konsultan seperti tokoh detektif buatan Sir Arthur Conan Doyle," balas Whisk.

"Bukankah kamu sedang menangani kasus beku dunia?" tanya Haz.

"Tepatnya Boy In The Box. Aku yakin kamu pernah melihat artikel tentang potongan tubuh bocah yang tak teridentifikasi ditemukan dalam sebuah kotak kardus. Itu cukup mengaduk isi perutmu," jawab Whisk.

"Bolehkah aku melihat ringkasan informasinya?" tanya Haz lagi. Dengan mata berbinar terlihat tertarik.

Whisk mengambil sesuatu dari tasnya yang berada di bawah kolong hospital bed. Setumpukan arsip-arsip yang belum sempat dirapikan dikeluarkan begitu saja dari dalam tasnya. Seperempat dari kertas-kertas itu ujungnya terlipat.

"Dasar tidak sayang informasi!" seru Haz.

Jel yang berada di sana hanya bisa mendengarkan ocehan mereka berdua. Dia tidak berniat keluar dari ruangan arau melakukan apapun. Perutnya sangat sakit sekarang.

Haz mengambil sebuah campus ukuran HVS dan sebuah mesin pencatok rambut. Dia menyalakan mesin pencatok rambut, lalu mencatok ujung-ujung seperempat kertas yang terlipat itu.

Whisk menggelengkan kepala melihat 'kreativitas' yang menurutnya aneh dan ajaib.

Haz merapikan arsip-arsip tersebut pada campus miliknya. Dari awal hingga akhir. Baginya tidak sulit untuk menemukan bagian yang teracak-acak.

"Ha! Begini lebih baik!" seru Haz.

"Kamu sungguh rajin, Nona," ujar Whisk.

"Menjadi seseorang itu harus rapi. Bagaimana caramu membaca kertas acak-acakan seperti itu?" Haz mulai membaca profile yang dibuat dalam kasus itu. Mungkin ditulis oleh beberapa profiler terkenal, namun tidak begitu lengkap karena Boy In The Box adalah kasus yang tingkat kesulitannya mencapai kelas S.

Bagaimana tidak? Siapa yang bisa mengidentifikasi mayat pada tahun 1957? Bahkan prototype untuk mengidentifikasi DNA saja belum ada! Disebut-sebut satu keluarga memutilasi anak mereka lalu memasukkannya ke dalam sebuah kardus dan meninggalkan kardus tersebut di daerah hutan di dekat Susquehanna Road, Philadelphia, Amerika Serikat. Kasus ini adalah kasus beku yang sangat sulit untuk dipecahkan, karena tidak ada kasus yang sama pada tahun itu. Bocah yang dibunuh juga masih berusia sekitaran enam tahun dan meski polisi sudah menyebarkan foto anak ini, tidak ada satupun orang yang mengaku mengenalnya.

Tahun 1957 belum ada alat pendeteksi sidik jari. Meskipun kasus ini dibuka kembali pada tahun 2020 dengan teknologi canggih sekalipun, sidik jari yang berusia 63 tahun tidak akan pernah ditemukan sama sekali. Juga DNA bocah tidak akan teridentifikasi dalam data, karena pastinya data-datanya sudah menghilang tidak ada jejak.

Sebenarnya teori yang paling menarik dari kasus ini adalah 'Teori Wanita Berinisial M'. "M" bersaksi pada polisi bahwa ia memiliki seorang Ibu yang sangat temperamen dan ibunya membeli (mengadopsi) seorang anak laki-laki dari keluarga kandungnya. Berdasarkan kesaksian "M", anak lelaki ini sering mengalami kekerasan fisik maupun seksual setelah diadopsi (dibeli) oleh Ibunya. "M" mengatakan bahwa anak itu telah tinggal di rumahnya selama kurang lebih dua setengah tahun. Lebih aneh lagi adalah kesaksian "M" nyaris sama seperti informasi yang berhasil ditemukan oleh polisi pada mayat bocah lelaki dalam kardus itu: Rambutnya yang barusaja dicukur, jemari tangannya yang mengkeriput seperti habis mandi, bahkan hasil autopsi yang menyatakan bahwa di dalam perut mayat bocah lelaki itu masih ada sisa kacang polong panggang. Apakah "M" merupakan seorang saksi yang menyaksikan pembunuhan itu? Atau "M" adalah pelaku pembunuhannya? Entahlah... Tidak ada yang tahu soal itu. Kasus ini menjadi kasus beku.

"Satu hal yang kupikirkan..." gumam Haz.

"Pasti kamu memikirkan "M" adalah pelakunya?" / "Aku rasa "M" adalah pelakunya," ujar Whisk dan Haz bersamaan.

Whisk dan Haz terkejut dan saling bertatapan.

"Aku juga memikirkan hal tersebut dari kemarin. Hal yang paling tidak bisa dihilangkan adalah bahwa ia merupakan saksi atas kekerasan fisik dan seksual bocah itu," kata Whisk datar.

"Kamu benar. Dan tidak mungkin juga seorang pembunuh akan memberikan kesaksian kecuali dia sangat nekat. Kasus ini sebenarnya bisa dipecahkan, polisi hanya tidak menyadari bahwa "M" memberikan kesaksian untuk melepaskan dirinya," Haz memberikan asumsinya.

"Sepertinya aku akan muntah mendengarkan pemikiran kalian berdua," potong Jel di sela-sela perbincangan seru mereka.

"Istirahatlah di ruangan sebelah. Aku sudah menyiapkan hospital bed di sana. Kamu terlihat pucat, Jel," Haz menyarankan.

Jel mengangguk, lalu segera menuju ruangan sebelah untuk beristirahat di sana.

"Tapi, setelah dipikir-pikir, bagaimana kalau dia adalah kunci satu-satunya saksi atas pembunuhan yang dilakukan?" tanya Whisk.

"Yang jelas dia adalah satu-satunya orang yang menjadi kunci kasus mutilasi yang satu ini. Sulit untuk tidak mencurigainya. Dugaan kita bisa saja benar ataupun salah," jawab Haz.

"Ini kasus yang terjadi enam puluh tiga tahun yang lalu, kasus ini benar-benar tidak ada jalan keluar selain wanita berinisial 'M' itu," sahut Whisk.

"Bagaimana dengan alm. Mr. Bristow? Investigator medis yang satu itu sedikit mencurigakan... Membela-bela untuk mengungkapkan kasus ini sampai akhir hayatnya. Bahkan menuduh seseorang di panti asuhan," celetuk Haz.

"Tidak ada yang mencurigakan darinya. Ia hanya merasa simpatik atas perginya bocah kecil itu. Dia berusaha mengungkap alasan di balik kematiannya karena dia adalah seorang investigator medis. Dia telah mengautopsi berbagai jenis mayat karena pembunuhan, namun untuk anak kecil, dia hanya pernah melakukannya beberapa kali, dan yang satu ini adalah yang paling parah," kata Whisk.

"Aneh... Apakah mungkin alm. Mr. Bristow juga mengetahui sesuatu di balik kasus ini?" Haz terlihat memikirkan sesuatu.

"Sepertinya begitu. Tapi, ini hanya asumsi, kenyataan siapa yang bisa menebaknya," ujar Whisk.

"Sulit untuk memecahkan sebuah kasus yang masa waktunya sudah berakhir. Lagipula, mereka sebagai saksi sudah tidak dapat memberikan kesaksian meskipun kasus ini dibuka kembali," Haz mengembalikan arsip-arsip itu kepada Whisk.

"Jadi, apa rencanamu jika kamu menjadi diriku dan mendapatkan peranan dalam kasus ini?" tanya Whisk.

"Tentu saja aku akan menolaknya!" jawab Haz cepat. "Itu sebuah kasus yang menyia-nyiakan waktu. Kasus yang kurang lebih umurnya sudah enam puluh tiga tahun dimana para saksi sudah tiada adalah sebuah kasus yang meski dapat dipecahkan sekarang, juga tidak bisa lagi mendapatkan perhatian publik. Karena tidak ada orang yang mengenal anak tersebut, bahkan kasus ini di tahun segitu pun tidak menggemparkan masyarakat."

"Karena kebetulan polisi melakukan investigasi tertutup. Masyarakat ditanyai secara diam-diam. Tentu saja tidak begitu menyebar. Meskipun begitu, investigasi ini benar-benar tidak membuahkan hasil sama sekali," kata Whisk.

"Tentu saja. Berdasarkan kesaksian..." Haz mengatup mulutnya rapat-rapat. Sepertinya dia menemukan sesuatu yang menarik. "Hei! Bukankah polisi tahun 1000-an hingga 2000 awal menggunakan saksi sebagai bukti mereka dalam menangkap pelaku?"

"Ya, itu benar. Apa yang kamu pikirkan?" tanya Whisk balik. Dia menemukan senyuman tipis di wajah Haz.

"Dan kenapa tidak ada yang ditangkap waktu itu? Bukankah jelas ketika wanita berinisial "M" mengatakan bahwa bocah itu mendapatkan kekerasan secara fisik maupun seksual oleh ibunya? Ini sangat menarik!" seru Haz. "Aku barusaja memikirkan hal itu! Sepertinya kamu boleh menangani kasus ini!"

"Maksudmu adalah mengapa tidak ada penangkapan terhadap pelaku padahal ada saksi?" tanya Whisk.

"Tentu saja! Mengapa tidak ada penangkapan pelaku padahal 'M' sudah memberikan kesaksiannya kepada polisi? Bukankah ini aneh? Mengapa dia bisa melaporkan bahwa anak tersebut mengalami kekerasan fisik dan seksual pada pihak berwajib jika dia bukan saksi yang dicari-cari selama ini? Bahkan kesaksiannya pun sama seperti apa yang terjadi pada anak tersebut! Usut kasus ini, aku yakin sekali ini akan menjadi perbincangan yang sangat panas," Haz meneguk secangkir jasmine tea yang diseduh oleh Jel sejam yang lalu.

"Aku sudah bertanya akan hal itu. Menurut informasi yang kudapat, kesaksian 'M' tidak cukup kuat untuk menangkap ibunya sendiri karena ibunya memiliki alibi saat itu," sahut Whisk. Whisk merebut cangkir yang sedang dipegang oleh Haz dan meminumnya di sisi yang berbeda.

"Hei! Tehku!" seru Haz.

"Tidak masalah bukan? Kukira wanita barbar sepertimu tidak akan masalah secangkir dibagi dua," goda Whisk.

Ah! Sial! Senior Alkaf benar. Gadis ini menarik, batin Whisk sambil tersenyum menatap Haz yang menatapnya balik dengan kesal dan jengkel.

"Aku memang tidak masalah, dalam artian tidak untukmu!" Haz melipat kedua tangannya di depan dada.

"Mengapa demikian?" tanya Whisk. "Kamu takut indirect kiss? Pfttt... Itu tidak membahayakan dirimu kan, Miss Lify?"

Haz makin jengkel dibuatnya. "Tentu saja itu menjadi sebuah masalah."

"Masalah? Aku kira jika menyukai seseorang itu tidak masalah," ujar Whisk.

"Apa aku terlihat menyukaimu, Mr. Sok Tahu?!" tanya Haz ketus.

"Oh jelas sekali kamu menyukaiku. Buktinya, wajahmu merona sekarang," jawab Whisk santai. Dia senang menggoda Haz.

"Hei! Aku memang memiliki rona wajah alami," Haz menatap Whisk tajam.

Haz benar, dia memang memiliki rona wajah yang alami. Namun, Whisk tidak sepenuhnya salah karena Whisk bisa melihat perbandingan rona wajah alami dengan wajah merona Haz.

"Jika aku mengajakmu makan malam di apartemenku, apakah kamu mau?" tanya Whisk tanpa basa-basi.

Haz termenung dibuatnya. Apa...?? Apa barusan dia bilang?! Makan malam?! Di apartemen seorang lelaki yang bahkan aku sendiri belum kenal sepenuhnya?! Oh God... Sepertinya aku memiliki masalah pendengaran...

Terpopuler

Comments

roses`

roses`

Lumayan
masih gue pantengi..

2020-10-31

1

L A

L A

Thor Felisha .....kamu hebat nak....masih SMA udah bisa bikin cerita ini 👍👍👍❤️

2020-08-26

1

альфа

альфа

beeh ,keren ter the best dah nii novel

suka kalii😍😍😍😍

2020-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Hari Pertama
2 2 : Cerita Whisky Woods (1)
3 3 : Cerita Whisky Woods (End)
4 4 : Mengajak Dinner
5 5 : Hal yang Tak Terduga
6 6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7 7 : Perasaan Alkaf
8 8 : Apakah Haz...??
9 9 : Whisk Hacker Kelas S?
10 10. HOT NEWS : SKANDAL
11 11 : Resplendent Nephila
12 12 : Rahasia Hazelia Lify
13 13 : Flashback
14 14 : Skakmat, Andrian!
15 15 : Spy
16 16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17 17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18 18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19 19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20 20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21 21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22 22 : Berbalas Pesan
23 23 : Masalah Datang
24 24 : Whisky Woods Terluka
25 25 : Pertarungan
26 26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27 27 : Be Stronger Against The Obstacles
28 28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29 29 : Pengumuman, Bukan Update!
30 30 : Keanehan Peristiwa Itu
31 31 : Mademoiselle!
32 32 : Campur Aduk
33 33 : Haz Kecil
34 34 : Little Girl Met Her Relative
35 35 : His Name is Lazul
36 36 : The Clever Little Devil
37 37 : Ayo Berdrama!
38 38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39 39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40 40 : TAPI BO'ONK!
41 41 : Hampir Saja!
42 42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43 43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44 44 : Informan dan Rekan Terbaik
45 45 : Keributan Di Atas Kapal
46 46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47 47 : Argh! Aku ... Aku ....
48 48 : Kembalinya Si Spy
49 49 : Let The Hunt Begin!
50 50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51 51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52 52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53 53 : Pengumuman dan Hiatus
54 54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55 55 : Ide yang Buruk
56 56 : Nyaris
57 57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58 58 : Awas Saja!
59 59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60 60 : Canggung
61 61 : Ada Apa di Sewer?
62 62 : Greget dan Ternyata ....
63 63 : Cyan Vilmasyah
64 64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65 65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66 66 : Masih Bersedih
67 67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68 68 : Pengumuman
69 69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70 70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71 71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72 72 : Satu Masalah Clear!
73 73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74 74 : Pembunuhan Kedua
75 75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76 76 : Kukira Sudah Selesai ....
77 77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78 78 : Masalah yang Sama
79 79 : Filsafat
80 80 : Rencana Hari Ini
81 81 : Parkiran Shopping Mall
82 82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83 83 : Bertemu Iris
84 84 : Lantai 6
85 85 : Akhirnya Mengangkat
86 86 : Pengumuman
87 87 : Whisk dan Perasaan
88 88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89 89 : There's An Impostor!
90 90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91 91 : Permainan Kata dan Rasa
92 92 : Straight To The Point, Please!
93 93 : Semakin Memanas
94 94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95 95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96 96 : Keadaan Zenneth
97 97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98 98 : Memberitahu Cyan
99 99 : Wanita Paruh Baya
100 100 : Alter Ego
101 101 : Kegelisahan Cyan
102 102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103 103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104 104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105 105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106 106 : Untitled
107 107 : Mencari Anjing Pelacak
108 108 : Dua Wraith Asal Kuba
109 109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110 110 : Percakapan Haz dan Waikit
111 111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112 112 : Cerita Yudel
113 113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114 114 : Untitled
115 115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116 116 : Cyan Siuman
117 117 : Ban Mobil
118 118 : Apakah Whisky Woods ...?
119 119 : Fokus, Hazelia Lify!
120 120 : Transaksi
121 121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122 122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123 123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124 124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125 125 : Pembahasan Dewasa
126 126 : Mencari Tahu
127 127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128 128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129 129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130 130 : Berada di Posisi Serba Salah
131 131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132 132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133 133 : Perusak Suasana Datang!
134 134 : Gagal
135 135 : Keanehan
136 136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137 137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138 138 : Kepribadian Qerza
139 139 : Meminta Tolong
140 140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141 141 : Rencana Penyamaran
142 142 : Laporan Hasil Analisis
143 143 : Titik Terang yang Membingungkan
144 144 : Bagaimana Jika ...?
145 145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146 146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147 147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148 148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149 149 : Romantisme
150 150 : Romantisme (Bagian 2)
151 151 : Romantisme (Bagian 3)
152 152 : Kejadian Lain yang Aneh
153 153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154 154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155 155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156 156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157 157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158 158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159 159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160 160 : Krisis Kepercayaan
161 161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162 162 : Cinta Itu....
163 163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1 : Hari Pertama
2
2 : Cerita Whisky Woods (1)
3
3 : Cerita Whisky Woods (End)
4
4 : Mengajak Dinner
5
5 : Hal yang Tak Terduga
6
6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7
7 : Perasaan Alkaf
8
8 : Apakah Haz...??
9
9 : Whisk Hacker Kelas S?
10
10. HOT NEWS : SKANDAL
11
11 : Resplendent Nephila
12
12 : Rahasia Hazelia Lify
13
13 : Flashback
14
14 : Skakmat, Andrian!
15
15 : Spy
16
16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17
17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18
18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19
19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20
20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21
21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22
22 : Berbalas Pesan
23
23 : Masalah Datang
24
24 : Whisky Woods Terluka
25
25 : Pertarungan
26
26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27
27 : Be Stronger Against The Obstacles
28
28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29
29 : Pengumuman, Bukan Update!
30
30 : Keanehan Peristiwa Itu
31
31 : Mademoiselle!
32
32 : Campur Aduk
33
33 : Haz Kecil
34
34 : Little Girl Met Her Relative
35
35 : His Name is Lazul
36
36 : The Clever Little Devil
37
37 : Ayo Berdrama!
38
38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39
39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40
40 : TAPI BO'ONK!
41
41 : Hampir Saja!
42
42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43
43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44
44 : Informan dan Rekan Terbaik
45
45 : Keributan Di Atas Kapal
46
46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47
47 : Argh! Aku ... Aku ....
48
48 : Kembalinya Si Spy
49
49 : Let The Hunt Begin!
50
50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51
51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52
52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53
53 : Pengumuman dan Hiatus
54
54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55
55 : Ide yang Buruk
56
56 : Nyaris
57
57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58
58 : Awas Saja!
59
59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60
60 : Canggung
61
61 : Ada Apa di Sewer?
62
62 : Greget dan Ternyata ....
63
63 : Cyan Vilmasyah
64
64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65
65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66
66 : Masih Bersedih
67
67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68
68 : Pengumuman
69
69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70
70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71
71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72
72 : Satu Masalah Clear!
73
73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74
74 : Pembunuhan Kedua
75
75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76
76 : Kukira Sudah Selesai ....
77
77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78
78 : Masalah yang Sama
79
79 : Filsafat
80
80 : Rencana Hari Ini
81
81 : Parkiran Shopping Mall
82
82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83
83 : Bertemu Iris
84
84 : Lantai 6
85
85 : Akhirnya Mengangkat
86
86 : Pengumuman
87
87 : Whisk dan Perasaan
88
88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89
89 : There's An Impostor!
90
90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91
91 : Permainan Kata dan Rasa
92
92 : Straight To The Point, Please!
93
93 : Semakin Memanas
94
94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95
95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96
96 : Keadaan Zenneth
97
97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98
98 : Memberitahu Cyan
99
99 : Wanita Paruh Baya
100
100 : Alter Ego
101
101 : Kegelisahan Cyan
102
102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103
103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104
104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105
105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106
106 : Untitled
107
107 : Mencari Anjing Pelacak
108
108 : Dua Wraith Asal Kuba
109
109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110
110 : Percakapan Haz dan Waikit
111
111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112
112 : Cerita Yudel
113
113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114
114 : Untitled
115
115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116
116 : Cyan Siuman
117
117 : Ban Mobil
118
118 : Apakah Whisky Woods ...?
119
119 : Fokus, Hazelia Lify!
120
120 : Transaksi
121
121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122
122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123
123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124
124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125
125 : Pembahasan Dewasa
126
126 : Mencari Tahu
127
127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128
128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129
129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130
130 : Berada di Posisi Serba Salah
131
131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132
132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133
133 : Perusak Suasana Datang!
134
134 : Gagal
135
135 : Keanehan
136
136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137
137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138
138 : Kepribadian Qerza
139
139 : Meminta Tolong
140
140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141
141 : Rencana Penyamaran
142
142 : Laporan Hasil Analisis
143
143 : Titik Terang yang Membingungkan
144
144 : Bagaimana Jika ...?
145
145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146
146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147
147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148
148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149
149 : Romantisme
150
150 : Romantisme (Bagian 2)
151
151 : Romantisme (Bagian 3)
152
152 : Kejadian Lain yang Aneh
153
153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154
154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155
155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156
156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157
157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158
158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159
159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160
160 : Krisis Kepercayaan
161
161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162
162 : Cinta Itu....
163
163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!