#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Mobil masuk ke parkiran apartemen yang dihumi ketiga makhluk kenalan Alkaf.
Sejujurnya, perasaan Haz daritadi sangat tidak enak. Instuisi seorang wanita selalu benar. Di depan sana, terparkirlah sebuah mobil putih mewah, BMW i8 berwarna putih dengan corak hitam porslen. Di samping mobil itu, berdirilah seorang pria berpakaian rapi: berkemeja hitam, jas dan celana yang dikenakan olehnya senada dengan warna mobilnya, rambutnya tersisir rapi ke belakang. Pria itu tengah melihat sebuah novel yang merupakan salah satu karya Haz. Sesekali melirik ke arah pocket watch Breguate Marie-Antoinette Grande Complication Pocket Watch yang super-duper mahal miliknya.
Haz benci mengakuinya. Tapi... Pria itu adalah orang yang dibenci sekaligus dicintainya. Bahkan Alkaf dan Jel menganga mengapa pria tersebut bisa berada di sini. Di depan apartemen Haz dan Jel. Di parkiran. Menunggu kedatangan seseorang dengan santainya! Ya, dia adalah Richard Vinzeliuka. Orang yang telah membuat Haz jatuh cinta dan membencinya secara bersamaan.
Ric melihat ke arah mobil Jel yang berhenti persis jarak beberapa meter darinya. Rasanya ingin sekali Jel menabrak pria yang satu itu. Jel ingat bagaimana dia memperlakukan dan mempermalukan Haz di depan umum kala itu. Wanita itu tidak akan pernah melupakan kesialan yang menimpa sahabatnya akibat ulah pria di depan sana!
"Kamu harus mengusir sepupumu pergi dari sini, Jel... Atau orang belakang akan meledak dalam kesedihan," bisik Alkaf kepada Jel. "Lihat, matanya sudah berkaca-kaca!"
Sepupu? Ya, Jel dan Ric adalah sepupu. Tidak begitu jauh. Karena nenek mereka memiliki hubungan darah. Tapi, sungguh. Karena kejadian yang menimpa Haz, Jel jadi tidak menyukai Ric. Bahkan memusuhinya sama sekali. Dia beranggapan semua yang menyakiti sahabatnya merupakan musuhnya.
"Aku kira orang seperti apa dia," kata Whisk terang-terangan menunjukkan rasa cemburunya yang berlebihan.
Oh no... Sepertinya akan ada perang dunia ketiga di sini... batin Alkaf dan Jel bersamaan. Mereka memandang satu sama lain dan mengangkat bahu bersama.
"Ayo... Masuk ke apartemen aku muak," Haz berkata dingin. Di luar dugaan, biasanya Haz akan termenung mematung di dalam mobil ketika melihat Ric di hadapannya. Tapi sekarang, dia begitu berbeda. Terasa seperti orang lain dalam sekejap!
Haz duluan turun dari mobil disusul Whisk, Alkaf, dan terakhir Jel yang mematikan mesin mobilnya dulu.
Haz sebenarnya sangat ingin menghindar dari Ric. Tapi, menghindar bukanlah sesuatu yang bisa digunakan untuk memecahkan sebuah masalah! Itu harus dihadapi menurut Haz. Jika ingin mengeluarkan Ric dari hatinya, dia harus berpura-pura tidak ada apa-apa di antara mereka, sampai dirinya terbiasa dengan keadaan itu.
Ric menoleh. Tatapannya terpaku pada sosok wanita yang bahkan tingginya tidak melebihi seratus enam puluh lima senti. Wanita itu melirik dirinya sejenak, lalu melangkah pergi seolah tidak melihat apa-apa.
Ric ingin menangkap pergelangan tangannya, manarik wanita yang berani mengabaikannya ke dalam pelukannya. Tapi, diurungkannya niatnya setelah melihat sahabat dan calon pacar sahabatnya menatap tajam ke arahnya: Kau sentuh dia, mati kau! Dan seorang pria yang tak dikenalnya berani merangkul pinggang wanita itu! Juga karena orang yang ditunggunya telah datang.
"Baby!" Orang yang ditunggunya, seorang wanita dengan gaya selangit, muncul dan berseru padanya dengan nada sok manis dan alay.
"Halo, Iris sayang," Ric dengan senyuman merekahnya mengecup dahi wanita menor tersebut di depan Haz!
Tatapan mata Ric masih terpaku pada sosok wanita yang merupakan 'mantan pacarnya'. Siapa orang yang berani merangkul dia?! tanya pria itu dalam hati marah.
Haz terlihat lebih cerah ketika bersama dengan pria yang merangkulnya mesra itu.
"Kenapa kamu, by?" tanya Iris centil.
"Tidak apa, ayo pergi," jawab Ric singkat.
Iris dan Ric masuk ke dalam BMW i8 milik Ric. Dan mobil tersebut melaju dari parkiran apartemen yang dihuni Haz, Jel, dan Whisk, serta wanita yang barusaja pergi dengan Ric, Iris.
Ric mengirim pesan ke seseorang sebelum melajukan mobilnya.
~
Ric : Aku butuh bantuanmu.
Orang Misterius : Apa?
Ric : Cari tahu siapa yang sering mengunjungi Hazelia Lify di tempat kerjanya. Aku ingin informasinya sampai tidak melewati tengah malam nanti!
Orang Misterius : Oke.
~
Haz menghela nafas lega. "Sepertinya, aku bisa melupakan sialan yang satu itu," kekeh Haz senang. Dia bersenandung ria.
"Perjalananmu masih panjang, dek!" seru Alkaf mengejek.
Haz menggembungkan pipinya, ingin sekali dia memukul pria yabg satu itu. Tapi, keinginannya telah dilakukan oleh wanita di samping Alkaf sendiri. Siapa lagi kalau bukan Jel? Dia memukul lengan Alkaf dengan sangat keras bahkan menjambak-jambak rambut jabrik setepak pria itu.
Whisk sendiri tidak berkata apa-apa. Dari sudut bibirnya terlihat senyuman tipis.
Ketika Whisk akan masuk ke dalam apartemennya sendiri bersama Alkaf, Haz menarik ujung baju belakangnya. Pria itu langsung menatap Haz: Ada apa?
Entah mengapa Haz langsung salah tingkah dibuatnya. "Em... Anu... Ituuu..." kata Haz gagap. "Terima kasih tadi." Wajah wanita itu merona.
Whisk mengangkat sebelah alisnya. "Sama-sama," balasnya singkat.
"Sepertinya aku mencium aroma cinta baru akan mekar di sini," bisik Jel tepat di telinga Haz.
Wajah Haz langsung merona memerah. Wanita itu menggenggam Jel dan menariknya pergi dari hadapan Alkaf dan Whisk.
Alkaf dan Whisk saling bertatapan. Pria berkacamata mengangkat bahunya, berpura-pura tidak paham, sedangkan Whisk mengajak Alkaf untuk masuk ke dalam.
"Aku tidak percaya aku bisa melakukannya!" seru Haz bangga kepada Jel seraya menutup pintu rumah mereka.
"Tentu saja! Kamu harus bisa! Si brengsek itu sampai kapanpun aku tidak akan setuju kamu harus bersanding dengannya. Mengingat apa yang dia lakukan dulu terhadapmu, itu sungguh bodoh!" Jel menyeru balik.
"Jel..."
"Hm?" Jel menatap Haz yang sekarang sedang malu-malu kucing.
"Menurutmu..."
"Yang jelas Hazelnut!" tegas Jel.
"Bagaimana dengan Whisk?" Tatapan Haz terlihat sayu juga matanya berbinar. Jelas sekali dia jatuh cinta!
Jel terkekeh geli mendengar pertanyaan Haz. "Ya, itu harus dilihat oleh dirimu sendiri, Nona. Aku tidak bisa menilainya. Tapi menurutku dia terlihat baik," jawab Jel.
"Ah... Apa sih yang kupikirkan? Haha..." Haz tertawa garing sambil menggelengkan kepalanya pelan, menganggap dirinya aneh.
"Sepertinya dia harus masuk daftar pertimbanganmu, Haz. Mengingat kamu tidak bisa menolaknya tadi di mobil," sahut Jel. Wanita itu masuk ke dalam kamar mandi. Suara shower terdengar jelas meski mesin ventilasi telah dinyalakan.
Haz merebahkan dirinya di atas kasur seraya menatap kosong langit-langit. Senyuman merekah kembali di wajah cantiknya. Wanita itu tengah mengulas kembali kejadian yang barusaja di mobil. Dia terheran-heran sendiri mengapa dia tidak menolak 'suatu hal' yang tidak disukainya. Dia menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Wajahnya sudah tampak seperti tomat matang sekarang.
Astaga... Aku harus menjalaninya lebih lama lagi... batin Haz.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
essS
good haz 👍
2020-08-04
4
Kim Halia - Bye
Gemas sendiri di episode ini... Si Ric dikacangin dong... Suka banget aku...
2020-04-15
5