#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
"Aku tidak apa-apa. Trust me, I'm okay..." kata Haz ingin merebut spatula dari tangan Whisk.
"You're definitely not okay Haz! Sekarang bergabunglah bersama mereka. You would just be a burden if you were here. Kamu harus menjaga mentalmu setidaknya. Apapun yang tidak bisa kamu lakukan, aku bisa melakukannya, so just keep calm," Whisk sengaja mengatakan hal-hal yang menyakiti hati Haz. Dia harus begitu. Dengan demikian, Haz tidak akan memaksakan dirinya untuk melakukan sesuatu.
Haz menggeleng tegas tanda dia tidak mau.
Kepala batu... pikir Whisk.
"Apa asas-asas dalam dapur?" tanya Whisk pada akhirnya.
"Siap, menjawab! Yang pertama, jagalah selalu kebersihan di dapur. Jangan membiarkan dapur kotor sebelum maupun sesudah digunakan. Yang kedua, jangan pernah sekalipun ceroboh. Including: bermain-main, melamun, memikirkan hal yang tidak perlu, berbicara yang tidak perlu, mengalihkan pandangan saat tengah menggunakan kompor, bercanda-ria, dan lain sebagainya yang akan menyebabkan 'kecelakaan dapur'. Yang terakhir, selalu memperhatikan hasil. Including: Rasa, tampilan, dan kerapian. Saya mengaku melanggar peraturan nomor dua. Siap, sudah selesai!"
"Bagus. Sudah paham apa kesalahanmu bukan? Jika kamu tidak bisa, serahkan saja kepadaku. Aku akan mengurus hal-hal di sini," kata Whisk.
"Aku sanggup! Dan aku harus sanggup!" seru Haz.
"Let's call it a day, Haz. You're definitely not okay," ujar Whisk. "Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh pria bernama Richard itu kepadamu. Namun, aku tahu dan menyadari bahwa itu terjadi di dapur."
"Kamu sepertinya harus sering-sering mengunjungi dapur untuk menghilangkan ketidaksukaanmu terhadapnya," lanjut Whisk.
Haz hanya mendengarkan dan tidak berkomentar sepatah kata pun terhadap pernyataan yang diberikan oleh Whisk. Haz rasa Whisk ada benarnya. Mengingat apa yang dilakukan Ric dulu membuatnya merasa sangat tidak nyaman berada di dapur.
"Aku sudah selesai dan aku akan menunggumu. Cepat selesaikan acara memasak pancakemu, Hazelia," Whisk melipat kedua tangannya di depan dada. Dia menyenderkan punggung lebarnya di dinding dekat meja tempat dimana dia membuat minuman.
Whisk dan Haz akhirnya datang ke balkon.
"Lama sekali kalian," celetuk Jel.
Beberapa saat yang lalu...
"Apa yang kalian bicarakan?" Jel datang.
"Dia bertanya apakah Haz seorang peramal. Mengingat hal ini juga terjadi kepadamu dan kepada diriku sendiri, aku jadi tidak tega melihatnya tidak mengetahui hal tersebut," jawab Alkaf.
"Itu bukan sebuah rahasia, Alkaf. Orang-orang termasuk pria brengsek itu tahu tentang hal tersebut. Tapi, kamu tahu orang-orang akan menganggapnya gila," Jel mengangkat bahunya: Terserah ingin beritahu atau tidak, jangan pernah melibatkan Hazeliaku dalam masalah, atau kau akan menyesal seumur hidupmu!
"Saya orang yang percaya takhayul, Nona. Anda tidak perlu khawatir tentang kemampuan Nona Hazelia," ujar Andrian.
"Tidak disangka, ya, Andrian. Orang seperti dirimu percaya akan takhayul. Sayangnya, wanita yang satu ini tidak," Alkaf memajukan bibirnya untuk menunjuk ke arah Jel.
"Aku pernah mati suri. Bayangkan saja bagaimana seseorang sepertiku yang seharusnya sudah tiada masih bisa ada sampai sekarang?" Andrian mengetuk jemarinya ke atas meja.
"Tidak heran kamu pernah mati suri. Aku pernah mendengar kisahmu. Katanya, kamu tertembak di bagian ulu hati. Beberapa saat, seseorang yang tidak tahu kamu adalah seorang pembunuh bayaran melarikan dirimu ke rumah sakit ibukota dan menyebut bahwa dia adalah walimu. Dokter sudah melakukan terapi kejut listrik untukmu, namun sayangnya kamu tak kunjung sadar. Bahkan dokter sudah menyatakan bahwa kamu telah tiada. Ajaib sekali sekitar sepuluh menit sebelum dimasukkan ke dalam bungker mayat rumah sakit, kamu membuka mata, mengejutkan petugas medis. Hahaha. Aku bahkan bisa membayangkan wajah terkejut petugas tersebut saat melihat kamu membuka matamu," Alkaf tertawa pada akhir cerita.
"Haz tidak memiliki kekuatan supranatural apapun, Tuan Andrian. Kamu tahu Sherlock Holmes yang bisa dengan mudah menebak seperti peramal? Haz adalah duplikasinya! Tapi, bedanya Haz benar-benar seorang Sherlock Holmes di dunia nyata! Tentang perawat wanita yang disebutnya, kamu harus bertanya padanya. Dia benar-benar Holmes, hahaha!" Alkaf menyengir lebar.
"Aku tahu kalian pasti membicarakan diriku. Mengingat telingaku gatal sekali saat berada di dapur," Haz memicingkan mata menatap Alkaf yang semula menyengir lebar, mendadak gugup.
"Lama sekali kalian," kata Jel seraya mencolek bahu Alkaf: Bodoh kamu!
"Pertama, aku bukan peramal. Kedua, aku adalah karya nyata Sir Arthur Conan Doyle. Ketiga, aku tidak memiliki kekuatan supranatural dan aku yakin sekali Andrian mati suri karena tembakannya tidak tepat mengenai ulu hatinya. Mengingat seorang pembunuh bayaran selalu berpakaian tebal dan mengelak dengan sangat cepat," Haz cepat sekali menangkap pembicaraan Alkaf, Jel, dan Andrian tadi.
"Jangan bertanya aku tahu Raphaela dari mana. Karena kamu sendiri yang terang-terangan menunjukkannya di rumah sakit," lanjut Haz sambil mengarahkan sendoknya ke arah Andrian. "Kamu orang yang paling tidak tahu malu saat di dekatnya."
"Apa maksud Nona?" Andrian menatap ekspresi bingung, sekaligus curiga pada Haz.
"Oh? Kamu berpura-pura tidak tahu sekarang? Ingin kubedah satu per satu?" tanya Haz mengancam.
Alkaf dan Jel berbisik-bisik. Whisk sendiri mendengar bisikan-bisikan yang dilontarkan kedua insan tersebut.
~
Alkaf: Ini akan menjadi drama paling seru! Ingat Veronica Frendyana? Hazelnut membedah satu per satu rahasianya!
Jel: Aku bahkan pernah di-skakmat oleh seorang Hazelnut! Bayangkan... Aku ketahuan menyukai Griff Gohzelion!
Alkaf: Itu masalahmu...
~
Jel langsung mencubit daging yang membalut ginjal Alkaf. Pria berkacamata hampir saja berteriak karenanya. Dia menatap Jel tajam seraya mengelus-elus bagian yang dicubit oleh Jel.
Menarik... pikir Whisk setelah mendengar pernyataan Jel dan Alkaf. Seberapa hebat analisa seorang Hazelia Lify? Apakah dia benar-benar Sherlock Holmes seperti karya Sir Arthur Conan Doyle?
"Saya tidak mengerti maksud Anda, Nona," Andrian benar-benar penasaran dengan apa yang diketahui oleh Haz. Pria itu sengaja memancing Haz.
"Yang pertama, tanggal lima April yang lalu, kamu menemui Raphaela di ruang kerjanya untuk berkonsultasi setelah kamu menyadari bahwa Mr. Whisky Woods tidak akan kembali dalam waktu singkat dikarenakan menggoda seorang dokter yang baru masuk," Haz menjentikkan jarinya.
"Hei! Apa-apaan hal tersebut!?" teriak Whisk tidak terima.
"Wah, satu panah menembak dua burung," kata Alkaf.
"Seandainya ada popcorn di sini," celetuk Jel.
"Abaikan Mr. Whisky Woods yang bawel tersebut. Selanjutnya, pada keesokan harinya, kamu menemui perawat Raphaela lagi. Kali ini, kamu datang tidak dengan tangan kosong. Aku memang mendengarnya dari gosip perawat lain yang menggoda perawat wanita tersebut. Aku bertaruh dua karyaku yang akan kurilis di antara bulan April sampai Mei, dan di bulan Juli sampai Agustus. Kamu membelikan perawat Raphaela sebuket bunga dan sebuah notes dengan warna yang disukainya, pink," Haz tersenyum sinis menatap wajah gugup Andrian.
"Bingo! Aku benar. Melihat ekspresimu sudah begitu gelisah. Lanjut!" seru Haz girang.
"Ini semakin seru pemirsa..."
Alkaf, Jel, dan Whisk serasa menonton film detektif di sana.
"Yang menjadi puncak yang paling kusukai adalah kemarin sore. Kamu tentu saja sudah menghafal jadwal kapan Mr. Whisky Woods akan pulang. Jadi kamu akan berada di tempat Raphaela selama Tuan Mudamu ini belum ingin pulang. Seperti biasa, mendatangi ruangan Raphaela. Berkonsultasi. Namun, kemarin... Kamu mengatakan... 'Raphaela, maukah kam-"
Belum selesai Haz mengatakan apa yang dikatakan Andrian kepada Raphaela, Andrian mengakuinya dengan wajahnya yang sudah semerah tomat matang, menahan malu dan rasa suka. "Baiklah. Baiklah. Cukup! Saya tidak tahu Nona tahu itu darimana, tapi saya memang benar-benar mengatakan hal tersebut kepadanya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Arik Marselino
karyamu yg satu ini hebat thorrr,,,,, aku suka. !🙏😊
2020-08-15
4
Eurico Husni Mubarok
kereen thor
i like it
2020-08-05
6
Kim Halia - Bye
Karya author emang masterpiece... Berkat karya ini aku bisa dapat tambahan gambaran tentang bagaimana si Sherlock Holmes (Aku belum banyak tahu soalnya)... Oh dan, aku juga menyisipin Sherlock Holmes di karyaku yang nanti mau di up... Jadi, lewat karya ini aku belajar banyak... Tambahkan terus hal-hal amazing lainnya, Thor... Banyak sekali referensi dari author yang bisa aku adopsi...
2020-04-26
5