#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI PENDAPAT DAN PROFILE YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Jakarta, 10 April 2020
Pukul 06:00 PM
Jam pulang Haz dan Jel dari rumah sakit...
Haz dapat melihat Whisk menunggunya di lobby rumah sakit. Wanita itu menghela nafas panjang. Mengapa dia serius sekali ingin mengajakku makan malam? tanya Haz dalam hatinya.
"Jel, hari ini kamu pulang sendiri tak apa kan?" tanya Haz hati-hati.
"Aku sudah tahu kalian akan pergi berkencan secepat mungkin," celetuk Jel. Dia terkekeh pelan sambil meneguk air putih dari botol tupperware miliknya.
"Hei! Aku dan dia bukan berkencan!" sanggah Haz.
"Aku akan menjaga sahabatmu dengan baik dan benar," Whisk ikut menimbrung meyakinkan Jel. "Aku akan mengantarmu pulang juga. Aku bisa dihajar Senior Alkaf jika membiarkanmu pulang sendirian."
"Aku memiliki mobil, lalu, mobil itu harus kutinggalkan di parkiran rumah sakit?" Jel memicingkan mata.
"Baiklah, aku akan menyuruh supirku mengikutimu. Aku harus memastikanmu aman," Whisk memberikan sebuah alasan yang sangat masuk akal lagi.
"Haz, ingatkan aku untuk mem-blacklist pria ini dari daftar untuk merestui hubungan denganmu," kata Jel pada Haz yang terkekeh menahan tawanya.
"Siap, Nona!" Haz melakukan pose memberikan hormat seperti pada saat upacara.
Orang-orang menatap mereka aneh. Termasuk para dokter dan perawat di rumah sakit itu. Apa yang mereka bicarakan?
"Hei! Jangan mem-blacklist... Kamu akan menyesal tidak merestui hubunganku dengan sahabatmu!" seru Whisk. Dia terlihat meyakinkan dengan ucapannya yang seperti itu.
"Ingatkan aku untuk mem-blacklist orang ini sebanyak sepuluh kali," Jel yang jengkel langsung pergi dari hadapan Haz dan Whisk.
Haz tertawa lepas setelahnya. Whisk hanya bisa menatap pasrah ke arah Haz.
"Bagaimana bisa orang semengerikan itu ada di sisimu?" tanya Whisk.
"Dia bukan orang yang mengerikan. Melainkan orang yang sangat perhatian. Dia ingin mencari seseorang yang terbaik untukku, agar aku tidak terluka karena cinta yang tak pasti. Dia pernah mengalaminya. Aku tahu sakit itu begitu dalam," Haz menatap helaian rambut Jel yang ikut menghilang dari balik pintu kaca rumah sakit.
"Tapi, aku adalah orang yang pasti," Whisk dengan percaya diri menyatakan hal tersebut pada Haz.
"Aku tidak merasakan bahwa kamu adalah orang yang pasti. Cinta tidak datang cuma-cuma. Sama seperti..."
"Di balik believe, terselip sebuah lie," potong Whisk. "Kamu benar! Untuk sekarang kamu boleh tidak memberikan kepercayaanmu kepada orang sepertiku. Jika hal tersebut sudah bisa dipastikan, aku berharap, kamu bisa menaruh kepercayaan penuh terhadapku."
"Jika kamu bertindak sebagai pemeran pria yang tidak pernah lagi percaya terhadap believe. Maka aku akan menjadi pemeran wanita yang akan terus mendesak believe kepadamu," lanjut Whisk.
"Kamu menonton film drama juga?" kekeh Haz.
"Oh, tentu saja! Sutradara zaman sekarang bahkan lebih berguna daripada polisi. Tidakkah kamu berpikir demikian?" Whisk menyelipkan rambut Haz yang berantakan dan menutupi pipinya ke belakang telinganya
"Ehem... Ayo jalan!" Haz berdeham, lalu pergi mendahului Whisk.
Wanita sungguh seseorang yang tidak bisa ditebak, eh?! batin Whisk. Pria itu tersenyum manis, lalu mengikuti Haz daei belakang.
"Hei! Tunggu aku! Tidak bisakah kamu berjalan lebih pelan?" tanya Whisk menggoda Haz.
"Tidak," jawab Haz singkat. Wanita itu bisa melihat Andrian yang tengah berdiri di samping mobil, tepatnya setelah jok pengemudi, memainkan smartphone-nya, seraya menunggu kedatangan Whisk tentu saja.
"Andrian, bukan?" tanya Haz.
"Senang bertemu dengan Anda, Ms. Lify," Andrian mengulurkan tangannya yang dibalut sarung tangan kulit berwarna hitam.
Haz menjabat tangan Andrian. Kenapa polisi bisa mempekerjakan orang kotor seperti dia? tanya Haz dalam hatinya. Wanita itu menyunggingkan senyuman pada Andrian.
Andrian tidak membalas senyuman tersebut seakan tahu itu senyuman yang menyatakan bahwa dirinya harus berhati-hati. Pria itu langsung menarik tangannya dari jabatan tangan dengan Haz. Dia langsung masuk ke dalam mobil.
"Kamu pasti mencurigainya bukan? Tenang saja, Andrian adalah tipe orang yang berbahaya juga tidak dalam waktu bersamaan. Selama kamu tidak mencurigainya, dia akan bersikap biasa saja padamu. Itu insting seorang yang pernah bekerja di dunia gelap," Whisk menjelaskan kepada Haz dalam nada kecil.
Haz hanya diam menatap Whisk.
Whisk membukakan pintu untuk Haz. "Hanya ingin berdiri di sana, Ms. Hazelia Lify?"
Haz mengangkat sebelah alisnya, dia benar-benar tidak habis pikir dengan godaan Whisk. Sepertinya, aku harus mencari tahu apa yang dikatakan olehnya kepada Alkaf sebelumnya... batin Haz.
Haz lalu masuk ke dalam mobil. Wanita itu bisa melihat dari kaca depan bahwa Andrian sedang menatapnya tajam. Dia berusaha untuk mengabaikan tatapan tidak menyenangkan tersebut.
"Kamu suka makan apa? Aku adalah koki yang handal," goda Whisk.
"Tentu saja, Mr. Psychopath sepertimu bahkan bisa mengubah tekstur organ dalam manusia menjadi makanan," ledek Haz.
"Ingin mencobanya?" tanya Whisk.
"kamu ingin melakukan tindakan kriminal ya?" tanya Haz jengkel.
"Tentu saja tidak. Jika mengambil organ dalam dari ruang autopsi, atau membelinya dari pihak rumah sakit tidak termasuk ilegal bukan?" Whisk terkekeh melihat ekspresi Haz yang selalu jengkel dengan godaannya.
"Terserah kamu," Haz menggembungkan pipinya seraya menatap ke luar jendela. Dari kaca spion pun, Andrian masih saja terlihat menatap tajam ke arahnya. Itu sungguh tidak menyenangkan.
Salah Haz memang, membangunkan sisi kelam seseorang. Instuisi seorang wanita tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah. Kebanyakan dari itu adalah hal yang sering terjadi. Haz hanya mengikuti kata hatinya saat mencurigai Andrian.
Tring...
Sebuah pesan masuk ke ponsel Haz.
~
Nomor tak dikenal : Hi!
~
Haz mengabaikan pesan itu. Dia terlalu malas untuk mengecek siapa yang mengirimkan pesan tersebut.
Tring...
~
Nomor tak dikenal : Hei! Jangan mengabaikanku! Aku adalah orang yang duduk tepat di sampingmu.
~
Ketika Haz membacanya, satu hal yang ingin dia lakukan, berteriak memarahi Whisk. "Whisk..."
"Ya?" sahut Whisk membalas panggilan Haz.
"Kamu sudah bosan hidup ya?" tanya Haz.
"Entahlah. Mengapa bertanya demikian?" Whisk jelas sekali sedang menahan tawa.
"Kamu benar-benar..."
"Ini adalah pertama kalinya orang membuatmu kesal ya?" tanya Whisk.
"Kamu bukan yang pertama," jawab Haz. Dia termenung melihat jalanan sepi kota tua yang kini berubah drastis menjadi modern itu.
"Lalu, siapa yang pertama?" Whisk sungguh-sungguh ingin tahu tentang Haz.
"Namanya Richard Vinzeliuka. Orang yang menyebalkan dan membuat rindu di saat bersamaan," Sebuah senyuman tersirat ketika Haz mengucapkan nama tersebut.
Whisk tentu saja sangat cemburu dengan orang yang bernama Richard atau yang biasa dipanggil Ric.
Gluduk...
Suara gemuruh terdengar di atas sana. Sepertinya malam ini akan hujan sangat lebat.
Mobil yang dikemudikan Andrian memasuki area yang sangat dikenal oleh Haz. Bahkan Haz sendiri tidak percaya mengapa Whisk membawanya ke apartemennya sendiri!
"Whisky Woods..." Haz benar-benar ingin meledak sekarang.
"Ya?" tanya Whisk dengan wajah polos tak berdosanya.
"Mengapa kamu membawaku ke apartemenku sendiri?!" tanya Haz setengah berteriak.
Whisk mendadak terdiam sejenak. Dia mengatup mulut rapat-rapat melihat wajah Haz yang merah padam menahan emosi.
Berarti, kami adalah tetangga? tanya Whisk polos dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
альфа
wow ber arti tetangga 😂😂😂😂
2020-08-23
2
Dian Ariani
keren novelnya
2020-08-13
3
Kim Halia - Bye
Ga nyangka Haz moodyan gitu... Aku jadi teringat mantan... Doi sangat sukar untuk dijinakkan... Tapi ada semacam sifat mengagumkan yang ada di doi... Mirip-mirip Haz lah...
2020-04-12
3