6 : Suara Nyanyian Whisky Woods

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI PENDAPAT DAN PROFILE YANG DITULIS OLEH AUTHOR!

"Aku benar-benar tidak tahu bahwa kamu adalah tetanggaku, Hazelia... Aku berani bersumpah! Aku benar-benar tidak tahu!" seru Whisk ingin mengembalikan mood Haz yang sudah berantakan.

Astaga apakah wanita selalu begini? tanya Whisk dalam hati.

Haz segera pergi dari sana tanpa berkomentar apapun terhadap pernyataan yang diberikan oleh Whisk. Sebenarnya, dia adalah wanita dengan mood seperti papan jungkat-jungkit. Semenit kemudian, dia pasti akan tersenyum manis kepada Whisk. Lalu lima menit setelahnya, dia akan menjadi wanita yang sensi lagi. Mood seorang Hazelia Lify sungguh tidak dapat diprediksi. Maka dari itu, tidak banyak orang yang ingin dekat dengannya setelah tahu dia orang dengan mood yang rusak. Tentu saja tidak dengan Jel. Jel jelas sangat memahami Haz sehingga dia tidak seperti kebanyakan orang yang akan pergi begitu saja setelah mengenalnya.

Whisk menatap Andrian. Andrian hanya bisa mengangkat bahunya dan menggeleng pasrah. "Saya akan pulang. Semoga kalian bisa akur. Oh ya, wanita paling suka cokelat, mengapa Anda tidak mencoba memberikan Nona sebuah cokelat untuk meredakan amarahnya?"

Oh ya... Aku pernah membaca bahwa cokelat dapat meredakan emosi berantakan seseorang, mengapa aku tidak kepikiran sedaritadi? Bodoh! Whisk merutuki dirinya sendiri.

Whisk tersenyum menatap Andrian. "Terima kasih atas saranmu!"

Whisk menatap kepergian Andrian dengan mobilnya. Lalu, menatap ke depan sana.

Beruntung sekali di depan apartemen sana langsung terlihat sebuah minimarket. Yang buka tentu saja.

Krettt...

Whisk membuka pintu kaca minimarket.

"Selamat datang di sini. Ingin membeli apa?"

Whisk mengabaikan sapaan kasir minimarket tersebut. Dia segera mencari barisan rak yang menyediakan produk cokelat.

"Dia menyukai vanila dan stoberi, serta matcha."

Tiba-tiba saja Whisk teringat ucapan Alkaf beberapa hari yang lalu. Whisk segera mencari white chocolate dan matcha. Dia menemukannya. Whisk juga membeli susu. Dikatakan susu dapat menghilangkan rasa cemburu. Whisk ingin mencobanya. Barangkali dia benar-benar bisa meredakan rasa cemburunya terhadap seseorang yang bernama Ric yang berhasil membuat Haz kagum itu. Tentu saja Whisk tidak akan mau kalah dengan pria yang tidak dikenalnya.

Whisk segera menuju kasir ketika dia sudah menemukan barang-barang yang dia inginkan.

"Apakah hanya ini?" tanya penjaga kasir.

"Ya," jawab Whisk singkat. Dia tidak ingin berlama-lama dan membuat Haz semakin jengkel padanya hingga Jel harus mem-blacklist nama lelaki itu sebanyak sepuluh kali!

"Harganya empat puluh ribu," sahut penjaga kasir.

Whisk segera membayar dengan uang senilai Rp. 50.000,-. Dia melihat Haz dan Jel menuju parkiran mobil. Sepertinya mereka terlihat terburu-buru ingin pergi ke suatu tempat.

"Kembaliannya tidak usah, terima kasih."

Whisk segera berjalan cepat keluar dari minimarket, menuju parkiran apartemen.

"Hei! Tunggu!" Whisk melambaikan tangannya ke arah Haz dan Jel.

Whisk akhirnya sampai di hadapan mereka. Rasanya butuh seharian untuk mengejarnya—dalam kiasan tentu saja.

"Sekarang apalagi?" tanya Haz jengkel.

Whisk memberikan kantongan plastik di tangan kanannya ke hadapan Haz. "Untukmu," ucapnya. "Kamu boleh berbagi dengan wanita barbar di sampingmu."

"Benar-bena-"

"Jangan blacklist aku ya!" Whisk menyengir lebar. Sudah lama dia tidak terbuka kepada orang seperti ini. Terakhir kali dia ingat dia menyengir lebar adalah ketika dia berumur sepuluh tahun! Setelah itu, dia tidak pernah tersenyum maupun tertawa, apalagi terbuka.

"Kamu pasti ingin bertanya kami akan pergi kemana. Masuk ke dalam mobil. Nanti kamu juga akan tahu," ujar Haz tanpa basa-basi. Ratu Es itu segera masuk ke dalam mobil tanpa mendengarkan balasan dari Whisk.

Whisk langsung tersenyum dan masuk ke dalam mobil milik Jel.

Jel menyalakan mesin mobil dan mobil pun meninggalkan parkiran apartemen.

Jalan ini... Sepertinya jalan ke bandara? batin Whisk. Untuk apa mereka menuju bandara? Apa jangan-jangan...

Whisk segera membuka ponselnya. Banyak sekali pesan yang masuk dari Alkaf. Tentu saja dalam sehari, Whisk tidak selalu membuka ponselnya. Dia bukan maniak pemegang ponsel.

~

37 pesan belum terbaca dari Senior Alkaf.

Tanggal 2 April 2020

Alkaf : Bla bla bla...

(dan 5 pesan lainnya).

Tanggal 3 April 2020

Alkaf : Balas pesanku, Whisky Woods!

Alkaf : Keterlaluan sekali kamu pada seniormu yang satu ini!

Tanggal 6 April 2020

Alkaf : Hei,

Alkaf : Tayo!

Alkaf : Hei,

Alkaf : Tayo!

Alkaf : Dia

Alkaf : Bis

Alkaf : Kecil

Alkaf : Ramah.

Alkaf : Melaju,

Alkaf : Melambat,

Alkaf : Tayo

Alkaf : Selalu

Alkaf : Senang.

Alkaf : Wah keterlaluan!

Alkaf : Sudah berani mengabaikan seniornya sendiri lantaran sudah dekat dengan wanita yang direkomendasikan seniornya.

Tanggal 7 April 2020

Alkaf : WHISKY WOODS!

Alkaf : WHISKY WOODS!

(dan 5 pesan yang sama setelahnya).

Tanggal 8 April 2020

Alkaf : Aku benar-benar menyerah Whisky Woods!

Alkaf : Apakah membuka ponsel sehari sekali sesulit itu bagimu?

Alkaf : Ah benar-benar si brengsek yang satu ini.

Tanggal 9 April 2020

(2 pesan tidak penting).

Tanggal 10 April

Pukul 03:00 PM

Alkaf : Aku akan berangkat ke Jakarta hari ini.

Pukul 06:30 PM

Alkaf : Aku sudah di bandara. Aku juga sudah memberitahu Hazelnut dan Jelly untuk menjemputku dan membiarkanmu ikut.

~

Whisk menahan tawa ketika melihat semua pesan yang dikirimkan oleh Alkaf. Sepertinya setelah sampai di bandara, dia harus berhati-hati dengan Alkaf.

Whisk lalu membalas pesan Alkaf.

~

Whisk : Aku sedang bersama mereka di dalam mobil. Semoga setelah sampai di sana, aku tidak kamu tampeleng.

~

"Mengapa menahan tawa? Pasti chat dari Alkaf bukan? Hati-hati kepincut dengan makhluk astral yang satu itu," ledek Haz.

Haz mencolokkan flashdisk ke dalam MP3 Player di depannya seraya menikmati cokelat putih yang diberikan oleh Whisk.

"Kamu pasti tahu kesukaanku dari makhluk astral yang bernama Alkaf, bukankah begitu, Mr. Woods?" oceh Haz.

"Ya, tidak disangka wanita barbar sepertimu malah menyukai vanila, haha! Biasanya mereka lebih menyukai chocolate," balas Whisk meledek Haz.

"Tidak peduli apa katamu... Yang jelas cokelat membuatku tidak memiliki emosi. Calm and relaxing," Haz mematahkan sekeping cokelat putih lalu menyuapi Jel yang sedang menyetir.

Whisk hanya bisa terdiam melihat 'kemesraan absurd dua orang sahabat' di depan sana. Dia lalu membuka tutup kotak susu dan meminum isinya.

"Apa? Jangan bilang kamu juga cemburu dengan Jel. Melihat susu merupakan alternatif untuk menghilangkan rasa cemburu," Haz menatap Whisk tajam dari kaca depan.

"Tidak sama sekali!" elak Whisk. "Untuk apa aku cemburu dengan wanita barbar yang satu itu?"

"Aku memang wanita barbar, Tuan. Setidaknya aku tidak munafik dan memanfaatkan orang lain demi kepentinganku sendiri. Aku yakin kamu pernah melakukannya paling tidak sekali."

Jleb!

Perkataan Jel sukses menusuk Whisk. Sebuah memori terulas kembali di dalam benaknya.

Lagu Loving Strangers yang dinyanyikan oleh Russian Red mengalun halus di dalam mobil. Haz terlihat menyanyikan lagu itu dalam suara berbisik. Harus diakui suara wanita itu tidak ditakdirkan untuk bernyanyi. Tapi, yang menarik dari Haz adalah ketika dia bernyanyi, dia selalu memaknai lagu tersebut dengan baik. Feel yang diberikan juga terasa sangat nyata.

Jel menyanyi di samping Haz. Melihat sahabatnya bernyanyi, Haz mulai mengikuti dalam alunan nada yang halus.

Whisk menatap Haz dengan tatapan tak bisa diartikan. Pria itu paham sekali Haz tidak bisa melupakan Ric atau siapapun itu.

**Loving strangers, loving strangers

Loving strangers, oh

Loving strangers, loving strangers

Loving strangers, oh

It's just the start of the winter

And I'm all alone

But I've got my eye right on you

Give me a coin

And I'll take you to the moon

Now give me a bill

And I'll kiss you so foolishly

Like you do when you lie

When you're not in my thoughts

Like you do when you lie

And… mine's not

Loving strangers, loving strangers

Loving strangers, oh

Loving strangers, loving strangers

Loving strangers, oh

Loving strangers, loving strangers

Loving strangers, oh

Loving strangers, loving strangers

Loving strangers, oh**

"Kepikiran Ric lagi?" tanya Jel, matanya masih fokus dengan jalanan. "Jangan memikirkannya lagi!"

"Aku tidak memikirkannya..." Jelas sekali Haz berbohong ketika mengatakan hal tersebut. Whisk bisa melihat mata Haz berbinar ketika mendengar nama Ric.

"Haz... Dia itu playboy! Kamu lihat sekarang dia mengganti pacar lagi kan? Kamu untuk apa berharap dengan pria seperti itu? Mendapatkan perhatiannya pun tidak akan pernah bisa. Dia sudah bilang ke kamu kalau kamu bukan tipe yang dicarinya. Itu cukup untuk mem-blacklist namanya seratus kali!" Jel menasehati Haz yang sama sekali tidak mendengarkannya.

Haz larut dalam kenangannya sendiri.

Sepertinya untuk mengalihkan hatinya akan sangat sulit.

Bres!

Hujan tiba-tiba saja turun membasahi jalanan yang dilewati mereka.

Sudah sekian lagu yang diputar, tetap saja tatapan Haz kosong. Dia masih larut dalam pikirannya.

Lagu yang terputar sekarang adalah Lucid Dream - Juicy WRLD lagu itu cocok dengan keadaan Haz sekarang.

Whisk dapat melihat Jel mengambil MP3 Player dan melemparkan benda itu ke arah Whisk. Pria itu segera menangkapnya.

"Kamu punya lagu romantis bukan?" tanya Jel.

"Tentu saja. Aku suka memisah lagu sesuai genre," Whisk merogoh saku celananya.

Bahkan setelah MP3 Player berhenti pun Haz masih saja tidak menyadari sekitarnya.

Rasa cintanya pada pria itu apa begitu dalamnya? tanya Whisk dalam hati.

"Bagaimana dengan rekaman suaramu?" tanya Jel.

Whisk mendapatkan apa yang dicarinya. sebuah kabel charger atau biasa yang disebut kabel USB. Dia menghubungkan MP3 Player ke ponselnya.

"Banyak sekali lagu yang kunyanyikan," jawab Whisk.

"Buka! Jangan biarkan dia larut seperti itu," ujar Jel.

Whisk membuka lagu yang di-cover-nya sendiri.

"Tidak disangka suaramu bagus," kata Jel.

"Aku adalah salah satu anggota paduan suara di gereja Prancis. Lagu bagiku sudah menjadi hal yang biasa," ujar Whisk.

Yang di-cover Whisk dan yang dibukanya pertama adalah Senandung yang aslinya dinyanyikan sebuah grup bernamakan Senja.

Whisk bernyanyi bersama alunan lagu itu.

**Hari dan musim terus berganti

Hati ini tak kunjung berlabuh

Cerita yang telah kita lalui

Mungkinkah tak berarti untukmu

Mereka selalu berkata betapa bodohnya aku

Terlalu mengharapkanmu

Ini tak mudah bagiku

Ini takkan pernah mudah untukku**

Haz sadar dari lamunannya karena suara yang menurutnya sangat bagus. Dia baru menyadari MP3 Player di hadapannya hilang. Dia langsung membalikkan badannya ke belakang. Terlihat olehnya seorang pria yang sedang bernyanyi sambil melihat ke arah ponselnya.

"Sudah sadar?" tanya Jel. "Berterima kasihlah pada pria yang suaranya sangat bagus itu."

Haz melihat Whisk lagi dengan tatapan tidak percaya. Kabel USB tersambung ke MP3 Player kesayangannya. Dan suara yang teralun dari MP3 Player sama dengan suara pria yang duduk di belakangnya!

"Haz! Duduk yang bagus!" Jel menyeru kepada Haz. Wanita yang diseru langsung duduk manis.

Mobil memasuki parkiran bandara.

"Nah, ayo pindah tempat duduk!"

Jel membuka pintu di sampingnya seraya mengeluarkan tangannya dan membuka payung. "Beruntung sekali aku membawa payung!"

Haz dengan mode barbarnya, langsung melangkahkan kakinya ke belakang melalui celah di antara bagian depan dan tengah.

Whisk tidak memperhatikan Haz. Dia tengah membaca komik populer asal Korea. [Kalian pasti tahu lah ya kan apa itu]. *Jangan meremehkan Whisk, dia bisa banyak bahasa asing!*

"Haz..." panggil Jel.

Haz langsung terpleset karena kaget.

Whisk lebih kaget lagi karena Haz akan menimpanya. Pria itu segera membuang ponselnya ke samping dan menangkap Haz.

Jel tidak peduli dengan apa yang terjadi di dalam sana. Dia menatap layar ponselnya.

Panggilan Masuk

Al Cupu🐷

Jel segera mengangkatnya. "Halo. Ada dimana?"

Whisk berhasil menahan Haz. Ternyata dia lebih ringan dari dugaan pria itu. Whisk mengira Haz sangat berat karena dia terlihat gembul.

"Langkahkan kaki kirimu."

Haz melakukan seperti yang dikatakan Whisk. Wanita itu melangkahkan kaki kirinya.

"Bergerak perlahan dan duduk dengan tenang."

Whisk bisa mendengar denyut nadi Haz yang keras.

Jangan bilang dia tipe baperan, batin Whisk.

Haz duduk di samping Whisk dengan tenang.

"Lagu itu..."

Haz mendongakkan kepalanya, menatap langit-langit mobil. "Apakah itu suaramu?"

Terpopuler

Comments

Kim Halia - Bye

Kim Halia - Bye

Aku ga tau siapa itu Ric, yang jelas aku ga suka dia... 😂

Oh, God... Lucid Dreams - Juice WRLD... 😔

2020-04-12

6

lihat semua
Episodes
1 1 : Hari Pertama
2 2 : Cerita Whisky Woods (1)
3 3 : Cerita Whisky Woods (End)
4 4 : Mengajak Dinner
5 5 : Hal yang Tak Terduga
6 6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7 7 : Perasaan Alkaf
8 8 : Apakah Haz...??
9 9 : Whisk Hacker Kelas S?
10 10. HOT NEWS : SKANDAL
11 11 : Resplendent Nephila
12 12 : Rahasia Hazelia Lify
13 13 : Flashback
14 14 : Skakmat, Andrian!
15 15 : Spy
16 16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17 17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18 18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19 19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20 20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21 21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22 22 : Berbalas Pesan
23 23 : Masalah Datang
24 24 : Whisky Woods Terluka
25 25 : Pertarungan
26 26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27 27 : Be Stronger Against The Obstacles
28 28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29 29 : Pengumuman, Bukan Update!
30 30 : Keanehan Peristiwa Itu
31 31 : Mademoiselle!
32 32 : Campur Aduk
33 33 : Haz Kecil
34 34 : Little Girl Met Her Relative
35 35 : His Name is Lazul
36 36 : The Clever Little Devil
37 37 : Ayo Berdrama!
38 38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39 39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40 40 : TAPI BO'ONK!
41 41 : Hampir Saja!
42 42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43 43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44 44 : Informan dan Rekan Terbaik
45 45 : Keributan Di Atas Kapal
46 46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47 47 : Argh! Aku ... Aku ....
48 48 : Kembalinya Si Spy
49 49 : Let The Hunt Begin!
50 50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51 51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52 52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53 53 : Pengumuman dan Hiatus
54 54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55 55 : Ide yang Buruk
56 56 : Nyaris
57 57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58 58 : Awas Saja!
59 59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60 60 : Canggung
61 61 : Ada Apa di Sewer?
62 62 : Greget dan Ternyata ....
63 63 : Cyan Vilmasyah
64 64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65 65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66 66 : Masih Bersedih
67 67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68 68 : Pengumuman
69 69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70 70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71 71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72 72 : Satu Masalah Clear!
73 73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74 74 : Pembunuhan Kedua
75 75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76 76 : Kukira Sudah Selesai ....
77 77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78 78 : Masalah yang Sama
79 79 : Filsafat
80 80 : Rencana Hari Ini
81 81 : Parkiran Shopping Mall
82 82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83 83 : Bertemu Iris
84 84 : Lantai 6
85 85 : Akhirnya Mengangkat
86 86 : Pengumuman
87 87 : Whisk dan Perasaan
88 88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89 89 : There's An Impostor!
90 90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91 91 : Permainan Kata dan Rasa
92 92 : Straight To The Point, Please!
93 93 : Semakin Memanas
94 94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95 95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96 96 : Keadaan Zenneth
97 97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98 98 : Memberitahu Cyan
99 99 : Wanita Paruh Baya
100 100 : Alter Ego
101 101 : Kegelisahan Cyan
102 102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103 103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104 104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105 105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106 106 : Untitled
107 107 : Mencari Anjing Pelacak
108 108 : Dua Wraith Asal Kuba
109 109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110 110 : Percakapan Haz dan Waikit
111 111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112 112 : Cerita Yudel
113 113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114 114 : Untitled
115 115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116 116 : Cyan Siuman
117 117 : Ban Mobil
118 118 : Apakah Whisky Woods ...?
119 119 : Fokus, Hazelia Lify!
120 120 : Transaksi
121 121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122 122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123 123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124 124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125 125 : Pembahasan Dewasa
126 126 : Mencari Tahu
127 127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128 128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129 129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130 130 : Berada di Posisi Serba Salah
131 131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132 132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133 133 : Perusak Suasana Datang!
134 134 : Gagal
135 135 : Keanehan
136 136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137 137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138 138 : Kepribadian Qerza
139 139 : Meminta Tolong
140 140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141 141 : Rencana Penyamaran
142 142 : Laporan Hasil Analisis
143 143 : Titik Terang yang Membingungkan
144 144 : Bagaimana Jika ...?
145 145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146 146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147 147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148 148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149 149 : Romantisme
150 150 : Romantisme (Bagian 2)
151 151 : Romantisme (Bagian 3)
152 152 : Kejadian Lain yang Aneh
153 153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154 154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155 155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156 156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157 157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158 158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159 159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160 160 : Krisis Kepercayaan
161 161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162 162 : Cinta Itu....
163 163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1 : Hari Pertama
2
2 : Cerita Whisky Woods (1)
3
3 : Cerita Whisky Woods (End)
4
4 : Mengajak Dinner
5
5 : Hal yang Tak Terduga
6
6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7
7 : Perasaan Alkaf
8
8 : Apakah Haz...??
9
9 : Whisk Hacker Kelas S?
10
10. HOT NEWS : SKANDAL
11
11 : Resplendent Nephila
12
12 : Rahasia Hazelia Lify
13
13 : Flashback
14
14 : Skakmat, Andrian!
15
15 : Spy
16
16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17
17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18
18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19
19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20
20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21
21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22
22 : Berbalas Pesan
23
23 : Masalah Datang
24
24 : Whisky Woods Terluka
25
25 : Pertarungan
26
26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27
27 : Be Stronger Against The Obstacles
28
28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29
29 : Pengumuman, Bukan Update!
30
30 : Keanehan Peristiwa Itu
31
31 : Mademoiselle!
32
32 : Campur Aduk
33
33 : Haz Kecil
34
34 : Little Girl Met Her Relative
35
35 : His Name is Lazul
36
36 : The Clever Little Devil
37
37 : Ayo Berdrama!
38
38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39
39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40
40 : TAPI BO'ONK!
41
41 : Hampir Saja!
42
42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43
43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44
44 : Informan dan Rekan Terbaik
45
45 : Keributan Di Atas Kapal
46
46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47
47 : Argh! Aku ... Aku ....
48
48 : Kembalinya Si Spy
49
49 : Let The Hunt Begin!
50
50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51
51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52
52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53
53 : Pengumuman dan Hiatus
54
54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55
55 : Ide yang Buruk
56
56 : Nyaris
57
57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58
58 : Awas Saja!
59
59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60
60 : Canggung
61
61 : Ada Apa di Sewer?
62
62 : Greget dan Ternyata ....
63
63 : Cyan Vilmasyah
64
64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65
65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66
66 : Masih Bersedih
67
67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68
68 : Pengumuman
69
69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70
70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71
71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72
72 : Satu Masalah Clear!
73
73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74
74 : Pembunuhan Kedua
75
75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76
76 : Kukira Sudah Selesai ....
77
77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78
78 : Masalah yang Sama
79
79 : Filsafat
80
80 : Rencana Hari Ini
81
81 : Parkiran Shopping Mall
82
82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83
83 : Bertemu Iris
84
84 : Lantai 6
85
85 : Akhirnya Mengangkat
86
86 : Pengumuman
87
87 : Whisk dan Perasaan
88
88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89
89 : There's An Impostor!
90
90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91
91 : Permainan Kata dan Rasa
92
92 : Straight To The Point, Please!
93
93 : Semakin Memanas
94
94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95
95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96
96 : Keadaan Zenneth
97
97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98
98 : Memberitahu Cyan
99
99 : Wanita Paruh Baya
100
100 : Alter Ego
101
101 : Kegelisahan Cyan
102
102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103
103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104
104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105
105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106
106 : Untitled
107
107 : Mencari Anjing Pelacak
108
108 : Dua Wraith Asal Kuba
109
109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110
110 : Percakapan Haz dan Waikit
111
111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112
112 : Cerita Yudel
113
113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114
114 : Untitled
115
115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116
116 : Cyan Siuman
117
117 : Ban Mobil
118
118 : Apakah Whisky Woods ...?
119
119 : Fokus, Hazelia Lify!
120
120 : Transaksi
121
121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122
122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123
123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124
124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125
125 : Pembahasan Dewasa
126
126 : Mencari Tahu
127
127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128
128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129
129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130
130 : Berada di Posisi Serba Salah
131
131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132
132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133
133 : Perusak Suasana Datang!
134
134 : Gagal
135
135 : Keanehan
136
136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137
137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138
138 : Kepribadian Qerza
139
139 : Meminta Tolong
140
140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141
141 : Rencana Penyamaran
142
142 : Laporan Hasil Analisis
143
143 : Titik Terang yang Membingungkan
144
144 : Bagaimana Jika ...?
145
145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146
146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147
147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148
148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149
149 : Romantisme
150
150 : Romantisme (Bagian 2)
151
151 : Romantisme (Bagian 3)
152
152 : Kejadian Lain yang Aneh
153
153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154
154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155
155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156
156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157
157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158
158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159
159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160
160 : Krisis Kepercayaan
161
161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162
162 : Cinta Itu....
163
163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!