#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI PENDAPAT DAN PROFILE YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
"Aku benar-benar tidak tahu bahwa kamu adalah tetanggaku, Hazelia... Aku berani bersumpah! Aku benar-benar tidak tahu!" seru Whisk ingin mengembalikan mood Haz yang sudah berantakan.
Astaga apakah wanita selalu begini? tanya Whisk dalam hati.
Haz segera pergi dari sana tanpa berkomentar apapun terhadap pernyataan yang diberikan oleh Whisk. Sebenarnya, dia adalah wanita dengan mood seperti papan jungkat-jungkit. Semenit kemudian, dia pasti akan tersenyum manis kepada Whisk. Lalu lima menit setelahnya, dia akan menjadi wanita yang sensi lagi. Mood seorang Hazelia Lify sungguh tidak dapat diprediksi. Maka dari itu, tidak banyak orang yang ingin dekat dengannya setelah tahu dia orang dengan mood yang rusak. Tentu saja tidak dengan Jel. Jel jelas sangat memahami Haz sehingga dia tidak seperti kebanyakan orang yang akan pergi begitu saja setelah mengenalnya.
Whisk menatap Andrian. Andrian hanya bisa mengangkat bahunya dan menggeleng pasrah. "Saya akan pulang. Semoga kalian bisa akur. Oh ya, wanita paling suka cokelat, mengapa Anda tidak mencoba memberikan Nona sebuah cokelat untuk meredakan amarahnya?"
Oh ya... Aku pernah membaca bahwa cokelat dapat meredakan emosi berantakan seseorang, mengapa aku tidak kepikiran sedaritadi? Bodoh! Whisk merutuki dirinya sendiri.
Whisk tersenyum menatap Andrian. "Terima kasih atas saranmu!"
Whisk menatap kepergian Andrian dengan mobilnya. Lalu, menatap ke depan sana.
Beruntung sekali di depan apartemen sana langsung terlihat sebuah minimarket. Yang buka tentu saja.
Krettt...
Whisk membuka pintu kaca minimarket.
"Selamat datang di sini. Ingin membeli apa?"
Whisk mengabaikan sapaan kasir minimarket tersebut. Dia segera mencari barisan rak yang menyediakan produk cokelat.
"Dia menyukai vanila dan stoberi, serta matcha."
Tiba-tiba saja Whisk teringat ucapan Alkaf beberapa hari yang lalu. Whisk segera mencari white chocolate dan matcha. Dia menemukannya. Whisk juga membeli susu. Dikatakan susu dapat menghilangkan rasa cemburu. Whisk ingin mencobanya. Barangkali dia benar-benar bisa meredakan rasa cemburunya terhadap seseorang yang bernama Ric yang berhasil membuat Haz kagum itu. Tentu saja Whisk tidak akan mau kalah dengan pria yang tidak dikenalnya.
Whisk segera menuju kasir ketika dia sudah menemukan barang-barang yang dia inginkan.
"Apakah hanya ini?" tanya penjaga kasir.
"Ya," jawab Whisk singkat. Dia tidak ingin berlama-lama dan membuat Haz semakin jengkel padanya hingga Jel harus mem-blacklist nama lelaki itu sebanyak sepuluh kali!
"Harganya empat puluh ribu," sahut penjaga kasir.
Whisk segera membayar dengan uang senilai Rp. 50.000,-. Dia melihat Haz dan Jel menuju parkiran mobil. Sepertinya mereka terlihat terburu-buru ingin pergi ke suatu tempat.
"Kembaliannya tidak usah, terima kasih."
Whisk segera berjalan cepat keluar dari minimarket, menuju parkiran apartemen.
"Hei! Tunggu!" Whisk melambaikan tangannya ke arah Haz dan Jel.
Whisk akhirnya sampai di hadapan mereka. Rasanya butuh seharian untuk mengejarnya—dalam kiasan tentu saja.
"Sekarang apalagi?" tanya Haz jengkel.
Whisk memberikan kantongan plastik di tangan kanannya ke hadapan Haz. "Untukmu," ucapnya. "Kamu boleh berbagi dengan wanita barbar di sampingmu."
"Benar-bena-"
"Jangan blacklist aku ya!" Whisk menyengir lebar. Sudah lama dia tidak terbuka kepada orang seperti ini. Terakhir kali dia ingat dia menyengir lebar adalah ketika dia berumur sepuluh tahun! Setelah itu, dia tidak pernah tersenyum maupun tertawa, apalagi terbuka.
"Kamu pasti ingin bertanya kami akan pergi kemana. Masuk ke dalam mobil. Nanti kamu juga akan tahu," ujar Haz tanpa basa-basi. Ratu Es itu segera masuk ke dalam mobil tanpa mendengarkan balasan dari Whisk.
Whisk langsung tersenyum dan masuk ke dalam mobil milik Jel.
Jel menyalakan mesin mobil dan mobil pun meninggalkan parkiran apartemen.
Jalan ini... Sepertinya jalan ke bandara? batin Whisk. Untuk apa mereka menuju bandara? Apa jangan-jangan...
Whisk segera membuka ponselnya. Banyak sekali pesan yang masuk dari Alkaf. Tentu saja dalam sehari, Whisk tidak selalu membuka ponselnya. Dia bukan maniak pemegang ponsel.
~
37 pesan belum terbaca dari Senior Alkaf.
Tanggal 2 April 2020
Alkaf : Bla bla bla...
(dan 5 pesan lainnya).
Tanggal 3 April 2020
Alkaf : Balas pesanku, Whisky Woods!
Alkaf : Keterlaluan sekali kamu pada seniormu yang satu ini!
Tanggal 6 April 2020
Alkaf : Hei,
Alkaf : Tayo!
Alkaf : Hei,
Alkaf : Tayo!
Alkaf : Dia
Alkaf : Bis
Alkaf : Kecil
Alkaf : Ramah.
Alkaf : Melaju,
Alkaf : Melambat,
Alkaf : Tayo
Alkaf : Selalu
Alkaf : Senang.
Alkaf : Wah keterlaluan!
Alkaf : Sudah berani mengabaikan seniornya sendiri lantaran sudah dekat dengan wanita yang direkomendasikan seniornya.
Tanggal 7 April 2020
Alkaf : WHISKY WOODS!
Alkaf : WHISKY WOODS!
(dan 5 pesan yang sama setelahnya).
Tanggal 8 April 2020
Alkaf : Aku benar-benar menyerah Whisky Woods!
Alkaf : Apakah membuka ponsel sehari sekali sesulit itu bagimu?
Alkaf : Ah benar-benar si brengsek yang satu ini.
Tanggal 9 April 2020
(2 pesan tidak penting).
Tanggal 10 April
Pukul 03:00 PM
Alkaf : Aku akan berangkat ke Jakarta hari ini.
Pukul 06:30 PM
Alkaf : Aku sudah di bandara. Aku juga sudah memberitahu Hazelnut dan Jelly untuk menjemputku dan membiarkanmu ikut.
~
Whisk menahan tawa ketika melihat semua pesan yang dikirimkan oleh Alkaf. Sepertinya setelah sampai di bandara, dia harus berhati-hati dengan Alkaf.
Whisk lalu membalas pesan Alkaf.
~
Whisk : Aku sedang bersama mereka di dalam mobil. Semoga setelah sampai di sana, aku tidak kamu tampeleng.
~
"Mengapa menahan tawa? Pasti chat dari Alkaf bukan? Hati-hati kepincut dengan makhluk astral yang satu itu," ledek Haz.
Haz mencolokkan flashdisk ke dalam MP3 Player di depannya seraya menikmati cokelat putih yang diberikan oleh Whisk.
"Kamu pasti tahu kesukaanku dari makhluk astral yang bernama Alkaf, bukankah begitu, Mr. Woods?" oceh Haz.
"Ya, tidak disangka wanita barbar sepertimu malah menyukai vanila, haha! Biasanya mereka lebih menyukai chocolate," balas Whisk meledek Haz.
"Tidak peduli apa katamu... Yang jelas cokelat membuatku tidak memiliki emosi. Calm and relaxing," Haz mematahkan sekeping cokelat putih lalu menyuapi Jel yang sedang menyetir.
Whisk hanya bisa terdiam melihat 'kemesraan absurd dua orang sahabat' di depan sana. Dia lalu membuka tutup kotak susu dan meminum isinya.
"Apa? Jangan bilang kamu juga cemburu dengan Jel. Melihat susu merupakan alternatif untuk menghilangkan rasa cemburu," Haz menatap Whisk tajam dari kaca depan.
"Tidak sama sekali!" elak Whisk. "Untuk apa aku cemburu dengan wanita barbar yang satu itu?"
"Aku memang wanita barbar, Tuan. Setidaknya aku tidak munafik dan memanfaatkan orang lain demi kepentinganku sendiri. Aku yakin kamu pernah melakukannya paling tidak sekali."
Jleb!
Perkataan Jel sukses menusuk Whisk. Sebuah memori terulas kembali di dalam benaknya.
Lagu Loving Strangers yang dinyanyikan oleh Russian Red mengalun halus di dalam mobil. Haz terlihat menyanyikan lagu itu dalam suara berbisik. Harus diakui suara wanita itu tidak ditakdirkan untuk bernyanyi. Tapi, yang menarik dari Haz adalah ketika dia bernyanyi, dia selalu memaknai lagu tersebut dengan baik. Feel yang diberikan juga terasa sangat nyata.
Jel menyanyi di samping Haz. Melihat sahabatnya bernyanyi, Haz mulai mengikuti dalam alunan nada yang halus.
Whisk menatap Haz dengan tatapan tak bisa diartikan. Pria itu paham sekali Haz tidak bisa melupakan Ric atau siapapun itu.
**Loving strangers, loving strangers
Loving strangers, oh
Loving strangers, loving strangers
Loving strangers, oh
It's just the start of the winter
And I'm all alone
But I've got my eye right on you
Give me a coin
And I'll take you to the moon
Now give me a bill
And I'll kiss you so foolishly
Like you do when you lie
When you're not in my thoughts
Like you do when you lie
And… mine's not
Loving strangers, loving strangers
Loving strangers, oh
Loving strangers, loving strangers
Loving strangers, oh
Loving strangers, loving strangers
Loving strangers, oh
Loving strangers, loving strangers
Loving strangers, oh**
"Kepikiran Ric lagi?" tanya Jel, matanya masih fokus dengan jalanan. "Jangan memikirkannya lagi!"
"Aku tidak memikirkannya..." Jelas sekali Haz berbohong ketika mengatakan hal tersebut. Whisk bisa melihat mata Haz berbinar ketika mendengar nama Ric.
"Haz... Dia itu playboy! Kamu lihat sekarang dia mengganti pacar lagi kan? Kamu untuk apa berharap dengan pria seperti itu? Mendapatkan perhatiannya pun tidak akan pernah bisa. Dia sudah bilang ke kamu kalau kamu bukan tipe yang dicarinya. Itu cukup untuk mem-blacklist namanya seratus kali!" Jel menasehati Haz yang sama sekali tidak mendengarkannya.
Haz larut dalam kenangannya sendiri.
Sepertinya untuk mengalihkan hatinya akan sangat sulit.
Bres!
Hujan tiba-tiba saja turun membasahi jalanan yang dilewati mereka.
Sudah sekian lagu yang diputar, tetap saja tatapan Haz kosong. Dia masih larut dalam pikirannya.
Lagu yang terputar sekarang adalah Lucid Dream - Juicy WRLD lagu itu cocok dengan keadaan Haz sekarang.
Whisk dapat melihat Jel mengambil MP3 Player dan melemparkan benda itu ke arah Whisk. Pria itu segera menangkapnya.
"Kamu punya lagu romantis bukan?" tanya Jel.
"Tentu saja. Aku suka memisah lagu sesuai genre," Whisk merogoh saku celananya.
Bahkan setelah MP3 Player berhenti pun Haz masih saja tidak menyadari sekitarnya.
Rasa cintanya pada pria itu apa begitu dalamnya? tanya Whisk dalam hati.
"Bagaimana dengan rekaman suaramu?" tanya Jel.
Whisk mendapatkan apa yang dicarinya. sebuah kabel charger atau biasa yang disebut kabel USB. Dia menghubungkan MP3 Player ke ponselnya.
"Banyak sekali lagu yang kunyanyikan," jawab Whisk.
"Buka! Jangan biarkan dia larut seperti itu," ujar Jel.
Whisk membuka lagu yang di-cover-nya sendiri.
"Tidak disangka suaramu bagus," kata Jel.
"Aku adalah salah satu anggota paduan suara di gereja Prancis. Lagu bagiku sudah menjadi hal yang biasa," ujar Whisk.
Yang di-cover Whisk dan yang dibukanya pertama adalah Senandung yang aslinya dinyanyikan sebuah grup bernamakan Senja.
Whisk bernyanyi bersama alunan lagu itu.
**Hari dan musim terus berganti
Hati ini tak kunjung berlabuh
Cerita yang telah kita lalui
Mungkinkah tak berarti untukmu
Mereka selalu berkata betapa bodohnya aku
Terlalu mengharapkanmu
Ini tak mudah bagiku
Ini takkan pernah mudah untukku**
Haz sadar dari lamunannya karena suara yang menurutnya sangat bagus. Dia baru menyadari MP3 Player di hadapannya hilang. Dia langsung membalikkan badannya ke belakang. Terlihat olehnya seorang pria yang sedang bernyanyi sambil melihat ke arah ponselnya.
"Sudah sadar?" tanya Jel. "Berterima kasihlah pada pria yang suaranya sangat bagus itu."
Haz melihat Whisk lagi dengan tatapan tidak percaya. Kabel USB tersambung ke MP3 Player kesayangannya. Dan suara yang teralun dari MP3 Player sama dengan suara pria yang duduk di belakangnya!
"Haz! Duduk yang bagus!" Jel menyeru kepada Haz. Wanita yang diseru langsung duduk manis.
Mobil memasuki parkiran bandara.
"Nah, ayo pindah tempat duduk!"
Jel membuka pintu di sampingnya seraya mengeluarkan tangannya dan membuka payung. "Beruntung sekali aku membawa payung!"
Haz dengan mode barbarnya, langsung melangkahkan kakinya ke belakang melalui celah di antara bagian depan dan tengah.
Whisk tidak memperhatikan Haz. Dia tengah membaca komik populer asal Korea. [Kalian pasti tahu lah ya kan apa itu]. *Jangan meremehkan Whisk, dia bisa banyak bahasa asing!*
"Haz..." panggil Jel.
Haz langsung terpleset karena kaget.
Whisk lebih kaget lagi karena Haz akan menimpanya. Pria itu segera membuang ponselnya ke samping dan menangkap Haz.
Jel tidak peduli dengan apa yang terjadi di dalam sana. Dia menatap layar ponselnya.
Panggilan Masuk
Al Cupu🐷
Jel segera mengangkatnya. "Halo. Ada dimana?"
Whisk berhasil menahan Haz. Ternyata dia lebih ringan dari dugaan pria itu. Whisk mengira Haz sangat berat karena dia terlihat gembul.
"Langkahkan kaki kirimu."
Haz melakukan seperti yang dikatakan Whisk. Wanita itu melangkahkan kaki kirinya.
"Bergerak perlahan dan duduk dengan tenang."
Whisk bisa mendengar denyut nadi Haz yang keras.
Jangan bilang dia tipe baperan, batin Whisk.
Haz duduk di samping Whisk dengan tenang.
"Lagu itu..."
Haz mendongakkan kepalanya, menatap langit-langit mobil. "Apakah itu suaramu?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Kim Halia - Bye
Aku ga tau siapa itu Ric, yang jelas aku ga suka dia... 😂
Oh, God... Lucid Dreams - Juice WRLD... 😔
2020-04-12
6