11 : Resplendent Nephila

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!

Jel mengetuk pintu apartemen Whisk dengan tidak sabaran. Dia sama jengkelnya dengan Haz sekarang. Dia benar-benar marah. Dia ingin masalah ini cepat selesai.

Pukul 05:50 AM sebelumnya...

Ting... Ting...

Ponsel Jel berbunyi nyaring. Gadis itu menutup wajahnya dengan bantal. Namun tetap saja, dia harus mengangkat ponselnya dengan perasaan jengkel dan juga merasakan firasat yang tidak baik.

"Halo?" sapa Jel jengkel. Wanita itu mengusap dan memicingkan matanya sejenak untuk memfokuskan pandangan.

"KALIAN BERDUA TIDAK PERLU DATANG KE RUMAH SAKIT LAGI! SAYA SUNGGUH MALU MENERIMA ORANG SEPERTI KALIAN, TERUTAMA HAZELIA LIFY!"

Tiba-tiba saja seorang pria dengan suara bass-nya berteriak kepada Jel melalui telefon.

"Ap-"

Klik!

Sebelum Jel sempat melontarkan pertanyaan, telefon sudah ditutup terlebih dahulu oleh orang di seberang sana.

"Apa-apaan sih?!" gumam Jel jengkel.

Jel membuka aplikasi line. Memang sudah rutinitasnya setiap pagi. Dia tahu di sana ada pesan untuknya dari Alkaf. Saat membuka line, betapa terkejutnya dirinya melihat LINE TODAY yang langsung memberikan sebuah berita kejutan : SI CANTIK HAZELIA LIFY YANG DIPERCAYA PEMERINTAH UNTUK MENJADI DOKTER DI RUMAH SAKIT PUSAT TERNYATA BERSKANDAL, PERGI KE HOTEL DENGAN DETEKTIF TERKENAL WHISKY WOODS?! Ketuk untuk berita selengkapnya>>

"WHAT THE HELL IS THIS?!" teriak Jel.

Jel segera melangkahkan kaki menuju kamar Haz. Di sana, terbaringlah seorang wanita dengan rambut panjang bergelombangnya tengah asyik dengan dunia bunga tidurnya. Jel bahkan bisa melihat dia tersenyum. Tapi, bukan itu masalahnya! Sekarang ada masalah yang harus diselesaikan untuk membersihkan nama baik Hazelia Lify!

Kembali lagi...

Jel mengetuk-ngetuk jari telunjuk kanannya ke lengan kirinya sendiri dengan tak sabaran. Lama sekali mereka! batin Jel berseru.

"Sabar..." kata Haz.

"Aku tak bisa bersabar sekarang, Nona! Aku tahu ini bukan masalahku, tapi ini masalahmu! Tapi, aku harus tahu malu kalau Ric adalah sepupuku. Apa gunanya aku sebagai sepupunya jika aku tak bisa membersihkan nama baikmu?" ujar Jel kesal.

Emosi Jel sudah sampai di ubun-ubun. Sebentar lagi dia akan meledak. Haz tahu bagaimana karakter wanita itu. Sehingga dia memilih untuk diam dan mengatup mulutnya rapat-rapat agar tak salah bicara dan menyebabkan Jel juga jengkel padanya.

Selang beberapa detik kemudian, pintu apartemen Whisk terbuka yang terlihat di sana bukanlah pemiliknya, namun orang yang selalu dipanggil 'Senior' oleh pria bersurai kemerahan.

"Aku yakin kalian ke sini karena isu tersebut. Masuklah. Whisk sedang dalam suasana hati yang buruk. Dia bisa meledak kapan saja, tolong jaga ucapan kalian jika tidak ingin disembur olehnya," kata Alkaf seraya mempersilahkan kedua wanita itu masuk.

"Apa-apaan. Yang terkena musibah bukan hanya dia seorang. Hazelia juga terseret namanya di dalam!" seru Jel. "Lagipula, siapa Richard Vinzeliuka? Jangan sementang Papa-Mama dia kaya raya, dia bisa seenaknya menghamburkan kekayaannya untuk hal yang tidak diperlukan! Menjijikan."

Jika Jel sudah mengoceh panjang lebar, tak ada yang bisa menghentikannya. Terutama itu tentang Haz. Karena Jel dulunya kuat karena seseorang bernama Hazelia Lify. Sampai sekarang pun dia masih mengingat hal yang sudah diperbuat oleh sahabatnya itu untuk menyemangati dirinya.

"Dia ada di sana, balkon kamar, Haz. Temuilah dia dan berbicara dengannya sejenak. Kurasa, hanya kamu yang akan memahami dan menenangkan dirinya," Alkaf menahan bahu Jel seraya meminta Haz untuk menemui Whisk seorang diri.

"Aku tak apa, Jel. Take your time with Alkaf," ucap Haz.

Haz menghela nafas panjang. Tentu saja dia tak akan baik-baik saja!

Haz melangkah menuju balkon. Sesampainya di sana, dia bisa melihat Whisk yang tengah menatap tajam tanpa berkedip ke salah satu bangunan yang menjulang tinggi di seberang.

Haz menarik nafas panjang. Dia ingin menyentuh bahu pria bersurai kemerahan. Namun, dia ragu.

Sebelum Haz berhasil menyentuh bahu Whisk, pria tersebut terlebih dulu menangkap pergelangan tangannya.

Whisk, masih dengan tatapan tajamnya, memandang ke arah Haz yang memajang wajah polos. Kebingungan. Tak bisa ditebak olehnya.

Ah... Ternyata dia... batin Whisk.

Whisk mengecup telapak tangan Haz. Wangi lembut parfum yang belum pernah tercium oleh pria itu memanjakan indera penciumannya.

"Parfum yang diracik menggunakan bunga peony," kata Haz seakan tahu apa yang dipikirkan Whisk.

Haz, dengan tangannya yang masih ditahan oleh Whisk, mengambil posisi duduk senyaman mungkin di sofa sambil menikmati mentari pagi yang perlahan mulai menyinari tubuhnya.

"Kamu, meraciknya sendiri bukan?" tanya Whisk berbasa-basi.

"Ahahaha... Ya, kamu benar, aku meraciknya sendiri," jawab Haz canggung.

Karena berita tersebut, suasana mereka berdua begitu canggung. Tak ada yang ingin membuka mulut tentang hal tersebut.

Ting... Ting...

Ponsel Whisk berbunyi nyaring. Pria itu segera melepaskan pergelangan tangan Haz dan mengangkat ponselnya.

"Saya sudah di depan pintu apartemen Tuan Muda Whisk," itu adalah dari Andrian.

"Baiklah, aku mengerti," balas Whisk.

Whisk tidak bisa menghentikan kebiasaan Andrian yang selalu berbicara formal padanya.

"Aku akan ke depan sebentar. Pikirkanlah apa yang ingin kamu perbuat untuk membalas Ric. Aku akan mengabulkannya," ujar Whisk.

Whisk bangkit dari duduknya dan meninggalkan Haz seorang diri di sana.

Sepeninggalan Whisk, Haz memukul pahanya. Melampiaskan kekesalannya ke dirinya sendiri. Argh! Apa mau si sialan yang satu itu?! Mengapa harus membuat skandalku dengan pria yang bahkan barusaja kukenal?! Grrr... Dahulu, dia yang meninggalkan diriku! Sekarang apa?! Dia tidak senang denganku!? PRIA SIALAN! batin Haz panas. Bahkan tanpa sadar secerca air bening berjalan turun membasahi pipi tembemnya. Kapan aku bisa melupakan dia jika dia terus muncul di hadapanku?

Whisk kembali beberapa saat kemudian bersama dengan Andrian. "Jadi, apa rencanamu, Nona?"

Di kamar sebelah...

"Argh!!! Si Sialan itu terus saja mengganggu Haz ya," geram Jel kesal.

"Masih dendam dengan kejadian yang lalu?" tanya Alkaf.

"Kamu juga kan tahu betapa berharganya Haz bagiku! Kalau kamu ada di posisiku kala itu, kamu akan mengerti mengapa aku begitu peduli dengannya! Aku itu anak dari keluarga brok-"

Alkaf langsung menutup mulut Jel menggunakan telapak tangannya. Dia mengerti mengapa Jel begitu peduli terhadap Haz. Karena selama ini yang berperan sebagai pemberi kasih sayang kepada Jel adalah Haz. Jel sendiri sudah menganggap Haz sebagai kakaknya, padahal dia berusia beberapa bulan lebih tua dari wanita tersebut.

"Aku mengerti. Berhenti membahas hal yang akan membuatmu melakukan hal bodoh lagi. Jika tidak ada Hazelnut di sana, aku tidak akan pernah mengenalmu dengan baik. Aku juga berhutang hal tersebut padanya," kata Alkaf.

"Ric sialan! Kamu yakin botol Whisky itu akan bisa menyaingi Ric? Ric itu kaya dia bisa membungkam mulut semua orang dengan hartanya yang berlimpah itu," tandas Jel.

"Siapa bilang Whisk tidak kaya?" Alkaf tersenyum geli mendengar pernyataan Jel.

"Apa maksudmu?" tanya Jel.

"Whisk itu sungguh kaya! Aku bahkan tidak tahu berapa nominal pastinya. Seakan dia menjalankan shadow economy di belakang sana! Jika kamu mengatakan bahwa detektif sepertinya tidak ada apa-apanya dibanding Ric brengsek, kamu salah. Whisk adalah orang kaya sebenarnya di dunia. Dia bisa menarik saham perusahaan orangtua Ric dengan mudah," Alkaf menjelaskan sambil tersenyum lebar.

"Darimana kamu tahu?" tanya Jel.

"Ini, bacalah. Itu adalah informasi pribadi Whisk yang tak diketahui banyak orang. Dia adalah master shadow economy yang sebenarnya," Alkaf memberikan tabletnya kepada Jel.

"WHATTTTT???!!"

Kembali lagi dengan Andrian, Haz, dan Whisk...

"WHATTTTT???!!"

Teriakan Jel terdengar sampai ke tempat tiga orang yang tengah berbincang serius tersebut.

"Apa yang terjadi pada Jel?" gumam Haz pada dirinya sendiri.

"Alkaf memberitahunya tentang hal yang kuberitahu pada kamu barusan, Lady Hazelia. Tidak seperti kamu yang biasa saja ya," kata Whisk seraya mengangkat bahunya.

"Aku pernah membacanya. Reaksi pertamaku sama seperti itu," ucap Haz jujur.

"Ho. Ternyata begitu tertariknya kamu padaku ya?" goda Whisk yang langsung mendapatkan sentilan di keningnya.

"Hei!" seru Whisk. "Sakit!" Pria bersurai kemerahan mengelus-elus keningnya yang memerah.

"Aku tertarik padamu karena kamu rival yang setara denganku," elak Haz mengatakan sebagian kebenaran.

Memang benar, bagi Haz, Whisk adalah rival yang setara dengannya dalam hal berpikir. Sehingga dia tertarik padanya. Tapi, itu dulu. Sekarang, Haz benar-benar tertarik padanya karena sudah mengenal pria itu.

Whisk tidak peduli dengan perkataan Haz dan menyodorkan sebuah kartu kredit kepada Andrian. "Gajimu karena sudah membantu banyak."

"No, sir! Saya tidak bisa menerima ini," tolak Andrian.

Haz merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kartu kredit juga. "Mohon bantuannya ya, Mr. Andrian." Haz tersenyum manis pada Andrian: Jika tidak menerima keduanya mati kau!

Andrian menegak salivanya kasar. Ancaman itu benar-benar membuatnya tak berdaya. Sama seperti ancaman seseorang.

"Baiklah. Baiklah. Terimakasih Tuan, Nona," Andrian menarik kedua kartu tersebut dari hadapan.

"Wah... Wah... Seorang wanita ingin menyaingiku," ledek Whisk.

Haz menatap Whisk tajam. Pria itu yang semula ingin tertawa, mendadak diam mematung. Dia paling takut dengan Haz. Apalagi jika Haz melotot marah padanya.

"Sudahlah Tuan, Nona, Anda berdua terlihat seperti anak kecil yang tengah jatuh cinta dan ..."

Andrian menghentikan perkataannya karena Haz sudah melotot padanya. "Baiklah saya akan tutup mulut."

"Berikan informasi tentang perusahaan percetakan online mana saja yang menyebarkan isu ini. Perusahaan itu kira mereka saja yang bisa membuat isu seperti itu? Mereka belum mengenal siapa penulis Resplendent Nephila yang menulis novel konspirasi dan novel terkenal lainnya ya? Berani sekali mereka mengajak perang penulis tersebut!?"

"HAAA???!!"

Kali ini, Whisk dan Andrian dibuat kaget.

"Nona bilang, Nona adalah Resplendent Nephila? Apakah saya... Apakah indera pendengaran saya rusak?" Andrian menatap Haz penasaran sekaligus takjub.

Haz menyodorkan ponselnya tepat di depan wajah Andrian. "Masih meragukan Resplendent Nephila?"

"Akhirnya! Akhirnya! Saya bertemu dengan penulis terkenal ini!" seru Andrian bangga.

"Senang bertemu denganmu, Resplendent Nephila, aku adalah fans-mu yang sangat berat. Aku mengaku kalah," kata Whisk takjub.

Terpopuler

Comments

Alvie wahyudi

Alvie wahyudi

begitu banyak kejutannya..

2021-02-01

1

альфа

альфа

wow merinding saya pas baca nya 😂😂😂

2020-08-24

2

Arik Marselino

Arik Marselino

cerita yg sangat berbobot,,, aku suka,,, 🙏🙏🙏

2020-08-15

4

lihat semua
Episodes
1 1 : Hari Pertama
2 2 : Cerita Whisky Woods (1)
3 3 : Cerita Whisky Woods (End)
4 4 : Mengajak Dinner
5 5 : Hal yang Tak Terduga
6 6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7 7 : Perasaan Alkaf
8 8 : Apakah Haz...??
9 9 : Whisk Hacker Kelas S?
10 10. HOT NEWS : SKANDAL
11 11 : Resplendent Nephila
12 12 : Rahasia Hazelia Lify
13 13 : Flashback
14 14 : Skakmat, Andrian!
15 15 : Spy
16 16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17 17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18 18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19 19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20 20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21 21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22 22 : Berbalas Pesan
23 23 : Masalah Datang
24 24 : Whisky Woods Terluka
25 25 : Pertarungan
26 26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27 27 : Be Stronger Against The Obstacles
28 28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29 29 : Pengumuman, Bukan Update!
30 30 : Keanehan Peristiwa Itu
31 31 : Mademoiselle!
32 32 : Campur Aduk
33 33 : Haz Kecil
34 34 : Little Girl Met Her Relative
35 35 : His Name is Lazul
36 36 : The Clever Little Devil
37 37 : Ayo Berdrama!
38 38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39 39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40 40 : TAPI BO'ONK!
41 41 : Hampir Saja!
42 42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43 43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44 44 : Informan dan Rekan Terbaik
45 45 : Keributan Di Atas Kapal
46 46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47 47 : Argh! Aku ... Aku ....
48 48 : Kembalinya Si Spy
49 49 : Let The Hunt Begin!
50 50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51 51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52 52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53 53 : Pengumuman dan Hiatus
54 54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55 55 : Ide yang Buruk
56 56 : Nyaris
57 57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58 58 : Awas Saja!
59 59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60 60 : Canggung
61 61 : Ada Apa di Sewer?
62 62 : Greget dan Ternyata ....
63 63 : Cyan Vilmasyah
64 64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65 65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66 66 : Masih Bersedih
67 67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68 68 : Pengumuman
69 69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70 70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71 71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72 72 : Satu Masalah Clear!
73 73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74 74 : Pembunuhan Kedua
75 75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76 76 : Kukira Sudah Selesai ....
77 77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78 78 : Masalah yang Sama
79 79 : Filsafat
80 80 : Rencana Hari Ini
81 81 : Parkiran Shopping Mall
82 82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83 83 : Bertemu Iris
84 84 : Lantai 6
85 85 : Akhirnya Mengangkat
86 86 : Pengumuman
87 87 : Whisk dan Perasaan
88 88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89 89 : There's An Impostor!
90 90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91 91 : Permainan Kata dan Rasa
92 92 : Straight To The Point, Please!
93 93 : Semakin Memanas
94 94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95 95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96 96 : Keadaan Zenneth
97 97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98 98 : Memberitahu Cyan
99 99 : Wanita Paruh Baya
100 100 : Alter Ego
101 101 : Kegelisahan Cyan
102 102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103 103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104 104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105 105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106 106 : Untitled
107 107 : Mencari Anjing Pelacak
108 108 : Dua Wraith Asal Kuba
109 109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110 110 : Percakapan Haz dan Waikit
111 111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112 112 : Cerita Yudel
113 113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114 114 : Untitled
115 115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116 116 : Cyan Siuman
117 117 : Ban Mobil
118 118 : Apakah Whisky Woods ...?
119 119 : Fokus, Hazelia Lify!
120 120 : Transaksi
121 121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122 122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123 123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124 124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125 125 : Pembahasan Dewasa
126 126 : Mencari Tahu
127 127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128 128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129 129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130 130 : Berada di Posisi Serba Salah
131 131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132 132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133 133 : Perusak Suasana Datang!
134 134 : Gagal
135 135 : Keanehan
136 136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137 137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138 138 : Kepribadian Qerza
139 139 : Meminta Tolong
140 140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141 141 : Rencana Penyamaran
142 142 : Laporan Hasil Analisis
143 143 : Titik Terang yang Membingungkan
144 144 : Bagaimana Jika ...?
145 145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146 146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147 147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148 148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149 149 : Romantisme
150 150 : Romantisme (Bagian 2)
151 151 : Romantisme (Bagian 3)
152 152 : Kejadian Lain yang Aneh
153 153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154 154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155 155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156 156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157 157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158 158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159 159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160 160 : Krisis Kepercayaan
161 161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162 162 : Cinta Itu....
163 163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1 : Hari Pertama
2
2 : Cerita Whisky Woods (1)
3
3 : Cerita Whisky Woods (End)
4
4 : Mengajak Dinner
5
5 : Hal yang Tak Terduga
6
6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7
7 : Perasaan Alkaf
8
8 : Apakah Haz...??
9
9 : Whisk Hacker Kelas S?
10
10. HOT NEWS : SKANDAL
11
11 : Resplendent Nephila
12
12 : Rahasia Hazelia Lify
13
13 : Flashback
14
14 : Skakmat, Andrian!
15
15 : Spy
16
16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17
17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18
18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19
19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20
20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21
21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22
22 : Berbalas Pesan
23
23 : Masalah Datang
24
24 : Whisky Woods Terluka
25
25 : Pertarungan
26
26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27
27 : Be Stronger Against The Obstacles
28
28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29
29 : Pengumuman, Bukan Update!
30
30 : Keanehan Peristiwa Itu
31
31 : Mademoiselle!
32
32 : Campur Aduk
33
33 : Haz Kecil
34
34 : Little Girl Met Her Relative
35
35 : His Name is Lazul
36
36 : The Clever Little Devil
37
37 : Ayo Berdrama!
38
38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39
39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40
40 : TAPI BO'ONK!
41
41 : Hampir Saja!
42
42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43
43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44
44 : Informan dan Rekan Terbaik
45
45 : Keributan Di Atas Kapal
46
46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47
47 : Argh! Aku ... Aku ....
48
48 : Kembalinya Si Spy
49
49 : Let The Hunt Begin!
50
50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51
51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52
52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53
53 : Pengumuman dan Hiatus
54
54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55
55 : Ide yang Buruk
56
56 : Nyaris
57
57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58
58 : Awas Saja!
59
59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60
60 : Canggung
61
61 : Ada Apa di Sewer?
62
62 : Greget dan Ternyata ....
63
63 : Cyan Vilmasyah
64
64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65
65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66
66 : Masih Bersedih
67
67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68
68 : Pengumuman
69
69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70
70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71
71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72
72 : Satu Masalah Clear!
73
73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74
74 : Pembunuhan Kedua
75
75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76
76 : Kukira Sudah Selesai ....
77
77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78
78 : Masalah yang Sama
79
79 : Filsafat
80
80 : Rencana Hari Ini
81
81 : Parkiran Shopping Mall
82
82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83
83 : Bertemu Iris
84
84 : Lantai 6
85
85 : Akhirnya Mengangkat
86
86 : Pengumuman
87
87 : Whisk dan Perasaan
88
88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89
89 : There's An Impostor!
90
90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91
91 : Permainan Kata dan Rasa
92
92 : Straight To The Point, Please!
93
93 : Semakin Memanas
94
94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95
95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96
96 : Keadaan Zenneth
97
97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98
98 : Memberitahu Cyan
99
99 : Wanita Paruh Baya
100
100 : Alter Ego
101
101 : Kegelisahan Cyan
102
102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103
103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104
104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105
105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106
106 : Untitled
107
107 : Mencari Anjing Pelacak
108
108 : Dua Wraith Asal Kuba
109
109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110
110 : Percakapan Haz dan Waikit
111
111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112
112 : Cerita Yudel
113
113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114
114 : Untitled
115
115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116
116 : Cyan Siuman
117
117 : Ban Mobil
118
118 : Apakah Whisky Woods ...?
119
119 : Fokus, Hazelia Lify!
120
120 : Transaksi
121
121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122
122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123
123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124
124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125
125 : Pembahasan Dewasa
126
126 : Mencari Tahu
127
127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128
128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129
129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130
130 : Berada di Posisi Serba Salah
131
131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132
132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133
133 : Perusak Suasana Datang!
134
134 : Gagal
135
135 : Keanehan
136
136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137
137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138
138 : Kepribadian Qerza
139
139 : Meminta Tolong
140
140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141
141 : Rencana Penyamaran
142
142 : Laporan Hasil Analisis
143
143 : Titik Terang yang Membingungkan
144
144 : Bagaimana Jika ...?
145
145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146
146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147
147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148
148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149
149 : Romantisme
150
150 : Romantisme (Bagian 2)
151
151 : Romantisme (Bagian 3)
152
152 : Kejadian Lain yang Aneh
153
153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154
154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155
155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156
156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157
157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158
158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159
159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160
160 : Krisis Kepercayaan
161
161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162
162 : Cinta Itu....
163
163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!