#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Jel mengetuk pintu apartemen Whisk dengan tidak sabaran. Dia sama jengkelnya dengan Haz sekarang. Dia benar-benar marah. Dia ingin masalah ini cepat selesai.
Pukul 05:50 AM sebelumnya...
Ting... Ting...
Ponsel Jel berbunyi nyaring. Gadis itu menutup wajahnya dengan bantal. Namun tetap saja, dia harus mengangkat ponselnya dengan perasaan jengkel dan juga merasakan firasat yang tidak baik.
"Halo?" sapa Jel jengkel. Wanita itu mengusap dan memicingkan matanya sejenak untuk memfokuskan pandangan.
"KALIAN BERDUA TIDAK PERLU DATANG KE RUMAH SAKIT LAGI! SAYA SUNGGUH MALU MENERIMA ORANG SEPERTI KALIAN, TERUTAMA HAZELIA LIFY!"
Tiba-tiba saja seorang pria dengan suara bass-nya berteriak kepada Jel melalui telefon.
"Ap-"
Klik!
Sebelum Jel sempat melontarkan pertanyaan, telefon sudah ditutup terlebih dahulu oleh orang di seberang sana.
"Apa-apaan sih?!" gumam Jel jengkel.
Jel membuka aplikasi line. Memang sudah rutinitasnya setiap pagi. Dia tahu di sana ada pesan untuknya dari Alkaf. Saat membuka line, betapa terkejutnya dirinya melihat LINE TODAY yang langsung memberikan sebuah berita kejutan : SI CANTIK HAZELIA LIFY YANG DIPERCAYA PEMERINTAH UNTUK MENJADI DOKTER DI RUMAH SAKIT PUSAT TERNYATA BERSKANDAL, PERGI KE HOTEL DENGAN DETEKTIF TERKENAL WHISKY WOODS?! Ketuk untuk berita selengkapnya>>
"WHAT THE HELL IS THIS?!" teriak Jel.
Jel segera melangkahkan kaki menuju kamar Haz. Di sana, terbaringlah seorang wanita dengan rambut panjang bergelombangnya tengah asyik dengan dunia bunga tidurnya. Jel bahkan bisa melihat dia tersenyum. Tapi, bukan itu masalahnya! Sekarang ada masalah yang harus diselesaikan untuk membersihkan nama baik Hazelia Lify!
Kembali lagi...
Jel mengetuk-ngetuk jari telunjuk kanannya ke lengan kirinya sendiri dengan tak sabaran. Lama sekali mereka! batin Jel berseru.
"Sabar..." kata Haz.
"Aku tak bisa bersabar sekarang, Nona! Aku tahu ini bukan masalahku, tapi ini masalahmu! Tapi, aku harus tahu malu kalau Ric adalah sepupuku. Apa gunanya aku sebagai sepupunya jika aku tak bisa membersihkan nama baikmu?" ujar Jel kesal.
Emosi Jel sudah sampai di ubun-ubun. Sebentar lagi dia akan meledak. Haz tahu bagaimana karakter wanita itu. Sehingga dia memilih untuk diam dan mengatup mulutnya rapat-rapat agar tak salah bicara dan menyebabkan Jel juga jengkel padanya.
Selang beberapa detik kemudian, pintu apartemen Whisk terbuka yang terlihat di sana bukanlah pemiliknya, namun orang yang selalu dipanggil 'Senior' oleh pria bersurai kemerahan.
"Aku yakin kalian ke sini karena isu tersebut. Masuklah. Whisk sedang dalam suasana hati yang buruk. Dia bisa meledak kapan saja, tolong jaga ucapan kalian jika tidak ingin disembur olehnya," kata Alkaf seraya mempersilahkan kedua wanita itu masuk.
"Apa-apaan. Yang terkena musibah bukan hanya dia seorang. Hazelia juga terseret namanya di dalam!" seru Jel. "Lagipula, siapa Richard Vinzeliuka? Jangan sementang Papa-Mama dia kaya raya, dia bisa seenaknya menghamburkan kekayaannya untuk hal yang tidak diperlukan! Menjijikan."
Jika Jel sudah mengoceh panjang lebar, tak ada yang bisa menghentikannya. Terutama itu tentang Haz. Karena Jel dulunya kuat karena seseorang bernama Hazelia Lify. Sampai sekarang pun dia masih mengingat hal yang sudah diperbuat oleh sahabatnya itu untuk menyemangati dirinya.
"Dia ada di sana, balkon kamar, Haz. Temuilah dia dan berbicara dengannya sejenak. Kurasa, hanya kamu yang akan memahami dan menenangkan dirinya," Alkaf menahan bahu Jel seraya meminta Haz untuk menemui Whisk seorang diri.
"Aku tak apa, Jel. Take your time with Alkaf," ucap Haz.
Haz menghela nafas panjang. Tentu saja dia tak akan baik-baik saja!
Haz melangkah menuju balkon. Sesampainya di sana, dia bisa melihat Whisk yang tengah menatap tajam tanpa berkedip ke salah satu bangunan yang menjulang tinggi di seberang.
Haz menarik nafas panjang. Dia ingin menyentuh bahu pria bersurai kemerahan. Namun, dia ragu.
Sebelum Haz berhasil menyentuh bahu Whisk, pria tersebut terlebih dulu menangkap pergelangan tangannya.
Whisk, masih dengan tatapan tajamnya, memandang ke arah Haz yang memajang wajah polos. Kebingungan. Tak bisa ditebak olehnya.
Ah... Ternyata dia... batin Whisk.
Whisk mengecup telapak tangan Haz. Wangi lembut parfum yang belum pernah tercium oleh pria itu memanjakan indera penciumannya.
"Parfum yang diracik menggunakan bunga peony," kata Haz seakan tahu apa yang dipikirkan Whisk.
Haz, dengan tangannya yang masih ditahan oleh Whisk, mengambil posisi duduk senyaman mungkin di sofa sambil menikmati mentari pagi yang perlahan mulai menyinari tubuhnya.
"Kamu, meraciknya sendiri bukan?" tanya Whisk berbasa-basi.
"Ahahaha... Ya, kamu benar, aku meraciknya sendiri," jawab Haz canggung.
Karena berita tersebut, suasana mereka berdua begitu canggung. Tak ada yang ingin membuka mulut tentang hal tersebut.
Ting... Ting...
Ponsel Whisk berbunyi nyaring. Pria itu segera melepaskan pergelangan tangan Haz dan mengangkat ponselnya.
"Saya sudah di depan pintu apartemen Tuan Muda Whisk," itu adalah dari Andrian.
"Baiklah, aku mengerti," balas Whisk.
Whisk tidak bisa menghentikan kebiasaan Andrian yang selalu berbicara formal padanya.
"Aku akan ke depan sebentar. Pikirkanlah apa yang ingin kamu perbuat untuk membalas Ric. Aku akan mengabulkannya," ujar Whisk.
Whisk bangkit dari duduknya dan meninggalkan Haz seorang diri di sana.
Sepeninggalan Whisk, Haz memukul pahanya. Melampiaskan kekesalannya ke dirinya sendiri. Argh! Apa mau si sialan yang satu itu?! Mengapa harus membuat skandalku dengan pria yang bahkan barusaja kukenal?! Grrr... Dahulu, dia yang meninggalkan diriku! Sekarang apa?! Dia tidak senang denganku!? PRIA SIALAN! batin Haz panas. Bahkan tanpa sadar secerca air bening berjalan turun membasahi pipi tembemnya. Kapan aku bisa melupakan dia jika dia terus muncul di hadapanku?
Whisk kembali beberapa saat kemudian bersama dengan Andrian. "Jadi, apa rencanamu, Nona?"
Di kamar sebelah...
"Argh!!! Si Sialan itu terus saja mengganggu Haz ya," geram Jel kesal.
"Masih dendam dengan kejadian yang lalu?" tanya Alkaf.
"Kamu juga kan tahu betapa berharganya Haz bagiku! Kalau kamu ada di posisiku kala itu, kamu akan mengerti mengapa aku begitu peduli dengannya! Aku itu anak dari keluarga brok-"
Alkaf langsung menutup mulut Jel menggunakan telapak tangannya. Dia mengerti mengapa Jel begitu peduli terhadap Haz. Karena selama ini yang berperan sebagai pemberi kasih sayang kepada Jel adalah Haz. Jel sendiri sudah menganggap Haz sebagai kakaknya, padahal dia berusia beberapa bulan lebih tua dari wanita tersebut.
"Aku mengerti. Berhenti membahas hal yang akan membuatmu melakukan hal bodoh lagi. Jika tidak ada Hazelnut di sana, aku tidak akan pernah mengenalmu dengan baik. Aku juga berhutang hal tersebut padanya," kata Alkaf.
"Ric sialan! Kamu yakin botol Whisky itu akan bisa menyaingi Ric? Ric itu kaya dia bisa membungkam mulut semua orang dengan hartanya yang berlimpah itu," tandas Jel.
"Siapa bilang Whisk tidak kaya?" Alkaf tersenyum geli mendengar pernyataan Jel.
"Apa maksudmu?" tanya Jel.
"Whisk itu sungguh kaya! Aku bahkan tidak tahu berapa nominal pastinya. Seakan dia menjalankan shadow economy di belakang sana! Jika kamu mengatakan bahwa detektif sepertinya tidak ada apa-apanya dibanding Ric brengsek, kamu salah. Whisk adalah orang kaya sebenarnya di dunia. Dia bisa menarik saham perusahaan orangtua Ric dengan mudah," Alkaf menjelaskan sambil tersenyum lebar.
"Darimana kamu tahu?" tanya Jel.
"Ini, bacalah. Itu adalah informasi pribadi Whisk yang tak diketahui banyak orang. Dia adalah master shadow economy yang sebenarnya," Alkaf memberikan tabletnya kepada Jel.
"WHATTTTT???!!"
Kembali lagi dengan Andrian, Haz, dan Whisk...
"WHATTTTT???!!"
Teriakan Jel terdengar sampai ke tempat tiga orang yang tengah berbincang serius tersebut.
"Apa yang terjadi pada Jel?" gumam Haz pada dirinya sendiri.
"Alkaf memberitahunya tentang hal yang kuberitahu pada kamu barusan, Lady Hazelia. Tidak seperti kamu yang biasa saja ya," kata Whisk seraya mengangkat bahunya.
"Aku pernah membacanya. Reaksi pertamaku sama seperti itu," ucap Haz jujur.
"Ho. Ternyata begitu tertariknya kamu padaku ya?" goda Whisk yang langsung mendapatkan sentilan di keningnya.
"Hei!" seru Whisk. "Sakit!" Pria bersurai kemerahan mengelus-elus keningnya yang memerah.
"Aku tertarik padamu karena kamu rival yang setara denganku," elak Haz mengatakan sebagian kebenaran.
Memang benar, bagi Haz, Whisk adalah rival yang setara dengannya dalam hal berpikir. Sehingga dia tertarik padanya. Tapi, itu dulu. Sekarang, Haz benar-benar tertarik padanya karena sudah mengenal pria itu.
Whisk tidak peduli dengan perkataan Haz dan menyodorkan sebuah kartu kredit kepada Andrian. "Gajimu karena sudah membantu banyak."
"No, sir! Saya tidak bisa menerima ini," tolak Andrian.
Haz merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kartu kredit juga. "Mohon bantuannya ya, Mr. Andrian." Haz tersenyum manis pada Andrian: Jika tidak menerima keduanya mati kau!
Andrian menegak salivanya kasar. Ancaman itu benar-benar membuatnya tak berdaya. Sama seperti ancaman seseorang.
"Baiklah. Baiklah. Terimakasih Tuan, Nona," Andrian menarik kedua kartu tersebut dari hadapan.
"Wah... Wah... Seorang wanita ingin menyaingiku," ledek Whisk.
Haz menatap Whisk tajam. Pria itu yang semula ingin tertawa, mendadak diam mematung. Dia paling takut dengan Haz. Apalagi jika Haz melotot marah padanya.
"Sudahlah Tuan, Nona, Anda berdua terlihat seperti anak kecil yang tengah jatuh cinta dan ..."
Andrian menghentikan perkataannya karena Haz sudah melotot padanya. "Baiklah saya akan tutup mulut."
"Berikan informasi tentang perusahaan percetakan online mana saja yang menyebarkan isu ini. Perusahaan itu kira mereka saja yang bisa membuat isu seperti itu? Mereka belum mengenal siapa penulis Resplendent Nephila yang menulis novel konspirasi dan novel terkenal lainnya ya? Berani sekali mereka mengajak perang penulis tersebut!?"
"HAAA???!!"
Kali ini, Whisk dan Andrian dibuat kaget.
"Nona bilang, Nona adalah Resplendent Nephila? Apakah saya... Apakah indera pendengaran saya rusak?" Andrian menatap Haz penasaran sekaligus takjub.
Haz menyodorkan ponselnya tepat di depan wajah Andrian. "Masih meragukan Resplendent Nephila?"
"Akhirnya! Akhirnya! Saya bertemu dengan penulis terkenal ini!" seru Andrian bangga.
"Senang bertemu denganmu, Resplendent Nephila, aku adalah fans-mu yang sangat berat. Aku mengaku kalah," kata Whisk takjub.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Alvie wahyudi
begitu banyak kejutannya..
2021-02-01
1
альфа
wow merinding saya pas baca nya 😂😂😂
2020-08-24
2
Arik Marselino
cerita yg sangat berbobot,,, aku suka,,, 🙏🙏🙏
2020-08-15
4