#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Pukul 05:25 AM,
Tring!
Sebuah pesan masuk ke ponsel Haz.
~
Whisk: Maaf. Tidurku juga sangat nyenyak.
~
Pasti dia hanya tidur dua sampai tiga jam, batin Haz setelah melihat pesan tersebut.
~
Haz: Paling kamu hanya tidur dua-tiga jam.
~
Haz meneguk morning tea yang dibuatnya.
Tring!
Sebuah balasan masuk.
~
Whisk: Sekarang bertambah... Aku tidur empat jam dengan sangat nyenyak.
Haz: Itu bukan tidur.
Whisk: Hei... Itu sebuah pencapaian.
Haz: Itu bukan sesuatu yang harus dibanggakan. Orang dewasa minimal tidur 7 jam, 7 jam! Paham?
Whisk: Aku tidak bisa...
Haz: Karena kamu tidak ingin.
Whisk: Aku ingin.
Haz: Bohong.
Whisk: Hazelia...
Haz: Apa?
Whisk: Tidak apa. Abaikan saja. Semoga harimu menyenangkan.👋
~
Pria aneh, celetuk Haz dalam hati.
Haz tak lagi melihat pesan apa saja yang masuk ke ponselnya. Dia mengecek file manager di ponselnya. Ada beberapa film yang belum ditonton olehnya.
Haz mengaktifkan mode pesawat ponsel. Dia tidak ingin diganggu. Sesudah meneguk tetes terakhir morning tea, wanita itu langsung melompat ke atas kasur dan membuat dirinya senyaman mungkin di sana. Dan melanjutkan episode terakhir yang dilihatnya.
~
"Aku punya ide," kata Pak Kepala Kepolisian.
"Firasatku buruk," ujar Detektif Pria.
"Mengapa kalian tidak berpura-pura menjadi sepasang suami-istri dan menyumbang ke acara donasi besar-besaran itu untuk mengungkap sesuatu yang besar di dalamnya?" tanya Pak Kepala Polisi.
"HA?! AKU?! DAN... DIA...!?" teriak Detektif Wanita seraya menunjuk Detektif Pria di sebelahnya.
"Ya siapa lagi kalau bukan kalian berdua?! CEPAT LAKSANAKAN PENYELIDIKAN INI ATAU KALIAN AKU PECAT DARI DETEKTIF DEVISI KHUSUS KEJAHATAN BERAT DAN AKU TURUNKAN PANGKAT KALIAN MENJADI OB DI SINI!"
~
Astaga... Ini sangat lucu, Haz terkekeh menahan tawa. Humornya sebenarnya sangat garing karena dia adalah tipe orang yang membawa segalanya ke perasaan.
"Woi kebo!" teriak Jel di depan pintu kamar Haz.
Sudah dua jam berlalu semenjak Haz merebahkan diri di atas kasur dan menonton film. Dia tidak kunjung beranjak dari sana, juga tidak menyahut pertanyaan dari Jel, itu karena dia tidak mendengarnya.
"ASTAGA! HAZELIA LIFY! BENAR-BENAR KAMU! AKU DARITADI MEMANGGILMU, KUKIRA KAMU TIDUR, TAPI SETELAH MELIHATMU BERADA DI DALAM KAMAR SEPERTI INI, RASANYA AKU INGIN MENCABIK-CABIK DIRIMU!"
"Suaramu sepertinya akan sampai ke ujung apartemen, Jel," kekeh Haz.
Jel melotot menatap sahabatnya yang menyebalkan itu. "Masih belum mau bangun?!" tanyanya judes.
"Iya mak kos, ampun! Aku bangun sekarang untuk sarapan," kata Haz yang langsung bangkit dari posisi rebahannya.
Haz keluar dari kamarnya sambil menatap polos ke arah Jel yang melotot menatapnya.
"Oh ya, btw, Alkaf kapan akan kembali ke Siantar? Bukankah tidak boleh ditinggalkan pekerjaannya? Juga mengapa tidak pulang ke Aceh dia ya?" tanya Haz mencairkan suasana.
Tepat seperti dugaan Haz, Jel jika berbicara soal Alkaf, akan sedikit melunak.
"Dia bilang sih akan pulang beberapa hari lagi. Tidak tahu pastinya kapan," jawab Jel.
"Ga ingin ikut pulang saja?" tanya Haz lagi.
Jel menatap Haz sejenak. "Iya sih... Kalau pulang bersama kata Alkaf, dia akan langsung melamarku... Cuma, aku ragu," jawab Jel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"EH!? Bagus dong! Menunggu apa? Dia pergi karena kamu tidak memiliki kepastian?" Haz yang mendengar Alkaf akan melamar Jel cukup kaget, mengingat pria berkacamata itu selalu membuat para wanita baper.
"Masalahnya..."
Jel memberi ponselnya ke Haz.
Haz menerima ponsel tersebut, lalu membaca apa yang membuat Jel harus berpikir dua kali untuk menunggu lamaran Alkaf padanya saat mereka pulang ke PematangSiantar.
~
Beberapa gambar diterima.
Alkaf: Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita. Ini barusaja dikirimkan tadi. Kamu tahu Stephila Sastra kan?
Alkaf: Okay... Aku mengakui dia mantanku Jel, tapi benar aku dan dia tidak ada apa-apa lagi. Apalagi setelah dia mengabaikanku saat dia sudah berkuliah di Bandung. Bahkan dia pernah memblokir nomor kontakku!
Alkaf: Sekarang yang kusuka hanyalah kamu. Dan aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku sudah memiliki tunangan, walau belum resmi. Tetapi setidaknya, aku menghargai sekali tentang kamu. Juga perasaanku kepadamu.
Jel: Aku butuh waktu untuk berpikir, Alkaf...
Alkaf: Aku benar-benar tidak ada apa-apa lagi dengannya, Jelkesya. Aku berani bersumpah, jika aku menyakitimu, selamanya aku akan menanggung rasa malu. Hanya kamu, Jelkesya... Hanya kamu seorang.
Pesan dibaca Jel.
~
Haz menekan gambar yang dikirimkan Alkaf kepadanya. Di antara dua insan tersebut—Haz dan Jel—memang tak pernah merahasiakan sesuatu satu sama lain. Mereka cukup sadar diri sebagai seorang sahabat yang baik.
~
Nomor Tak Dikenal: Halo, koko. Sudah lama sekali ya kita tidak berbicara semenjak Phila pergi ke Bandung.
Nomor Tak Dikenal: Maafkan Phila atas perlakuan Phila sebelumnya ya, ko... Phila benar-benar sibuk nugas hingga lupa akan koko. Padahal Phila ingin sekali chat koko.
Alkaf: Sibuk nugas? Tapi setiap weekend update instagram makan di kafe bareng teman ya, dek? Terus dedek bukannya sudah punya pacar? Ga baik lho seorang wanita yang sudah memiliki hubungan spesial mengirimkan pesan ke seorang pria... Meskipun itu kenalannya.
Nomor Tak Dikenal: Koko masih marah ya sama Phila?
Alkaf: Marah? Buat apa koko marah dama dedek? Koko pernah bilang kan kalaupun dedek menyakiti koko dan meninggalkan koko, bagi koko tidak menjadi sebuah masalah yang besar.
~
Padahal dia bahkan hampir melompat dari gedung berlantai lima saat itu, batin Haz.
Haz ingat ketika Alkaf tidak mendapatkan kabar dari seseorang bernama Stephila Sastra, Phila, itu. Dia yang menyaksikan sendiri hubungan Alkaf dan Phila hancur. Ketika itu juga, Alkaf tengah memiliki masalah keluarga. Mendapat tekanan bertubi-tubi seperti itu, membuat pria berkacamata memiliki niat untuk membunuh dirinya sendiri.
Haz lanjut membaca gambar yang dikirim Alkaf kepada Jel.
~
Nomor Tidak Dikenal: Ah... Begitu ya...
Nomor Tidak Dikenal: Ko...
Nomor Tidak Dikenal: Jika kembali seperti dulu... Apakah masih bisa?
~
PENCITRAAN! geram Haz.
~
Alkaf: Maaf sekali. Sekarang aku sudah memiliki tunangan. Aku tidak bisa kembali seperti dulu lagi denganmu.
~
Setelah itu, tidak ada lagi. Hal itu yang dikatakan Alkaf kepada Phila.
Cici Phila sekarang ingin kembali seperti dulu setelah menyakiti Alkaf sedalam itu? Bahkan dulu Alkaf pernah hampir bunuh diri karena masalah keluarga dan hubungannya yang hancur dengan cici Phila. Jika saja saat itu aku tidak memergoki kebodohan pria itu, aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi padanya... batin Haz kesal sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
альфа
author tau ga aku tu searching tu tentang Sharlock Holmes......beeeh itu bukan kereeen kaliii😍😍
2020-08-25
2
Kim Halia - Bye
Mantan yang tiba-tiba muncul kembali padahal kitanya udah move on bagusnya diapain yaa...!?
2020-05-08
5
Ilvie
Gada akhlak emg yg nama ny Phila,,, kl q jd Jelkesya,,, q labrak itu Phila ny,,, buat kzlll
2020-05-08
7