#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Di sore harinya...
Tring!
Ada pesan yang masuk ke ponsel Haz. Setelah hampir menguak apa yang dikatakan oleh Andrian kepada Raphaela, wanita itu menjadi merasa sedikit bersalah kepada Andrian.
Haz membuka ponselnya malas, semalas dirinya yang tengah bersantai di atas kasur empuknya karena tidak ada pekerjaan yang menyenangkan baginya. Bahkan, untuk menulis sebuah novel pun, dia tidak bisa. Ide yang seharusnya muncul di kepalanya mendadak hilang entah kemana.
Ternyata itu pesan Whatsapp dari Whisk.
Mau apa pria menjengkelkan ini? batin Haz malas. Namun, mau tak mau, dia tetap membuka pesan Whisk dan membacanya.
~
Whisk: Aku penasaran.
Whisk: Bagaimana kamu tahu?
Whisk: Maksudku semua tentang Andrian.
Whisk: Dalam satu waktu singkat seperti itu.
~
Haz yang semula jengkel tak ingin membalas pesan apa pun dari Whisk, menjadi tersenyum sendiri dan membalas pesan tersebut.
~
Haz: Sherlock Holmes.
~
Haz mematikan ponselnya setelah menjawab singkat seperti itu. Juga karena setelahnya dia tidak mendengar ada lagi pesan dari Whisk.
Tentu saja Haz tahu Whisk sedang memikirkan jawaban yang dia berikan. Wanita itu terkekeh sendiri seraya menutup wajahnya dengan bantal. Aku tahu aku jahat, kekeh Haz dalam hati.
Di ruangan lain...
Haz membalas pesan Whisk.
~
Haz: Sherlock Holmes.
~
Aku tahu kamu akan membalas demikian... Tapi, aku tidak mengerti sama sekali. Maksudku meski Holmes adalah seorang detektif yang hebat dan tentu saja dia bisa melakukan ramalan seperti itu, apakah wanita berumur tidak lebih dari dua puluh empat tahun seperti dirimu benar-benar bisa melakukannya? batin Whisk.
Tak lama kemudian, ada pesan yang masuk untuk Whisk. Pria bersurai kemerahan menatap monitor ponsel. Itu dari Haz.
Whisk segera membuka dan membacanya.
~
Haz: Aku tahu apa yang tengah kamu pikirkan sekarang. Apakah wanita yang berumur tak lebih dari dua puluh empat tahun itu benar-benar bisa melakukannya? Bukankah begitu yang ada di pikiranmu?
~
Wah... Wah... Sepertinya ini benar-benar karya asli Sir Arthur Conan Doyle... batin Whisk lagi.
Lalu, dia mendapatkan sebuah pesan dari Haz lagi.
~
Haz: Sepertinya dia benar-benar karya asli Sir Arthur Conan Doyle.
Haz: Oh maaf. Menyenangkan bisa mengganggu orang seperti ini.
Haz: Aku sudah lama tidak melakukan hal seperti ini.
Haz: Maafkan aku, jika itu membuatmu merasa tidak nyaman.
Haz: Aku...
Whisk mengetik balasan.
Whisk: Kesepian.
Whisk: Aku tahu.
Whisk: Dulunya, aku berada di posisimu, hahaha.
Whisk: Tidak apa. Kamu memiliki teman yang setia terhadap dirimu.
Whisk: Itu lebih baik dibanding diriku.
Whisk: Aku tak bisa percaya kepada orang begitu saja. Kamu tahu...
Whisk: Curiga.
Whisk berhenti mengetik.
Haz mengetik balasan.
Haz: Terkadang aku benar-benar penasaran dengan kisah hidup orang lain. Aku sudah menemui dan berbicara serta mengirim pesan dengan banyak tipe manusia.
Haz: Jujur saja...
Whisk: Kamu tertarik denganku Haz.
Whisk: Ingin mendengar ceritaku?
Haz: Tertarik denganmu?
Haz: Apakah mataku bermasalah?
Haz: Wah... Berani sekali Tuan Woods mengatakan seorang Hazelia Lify tertarik dengannya.
Whisk: Tapi, begitulah kenyataannya.
~
Kembali ke ruangan sebelah...
Apa-apaan dirinya... Tidak menyangkal untuk diri sendiri, aku memang tertarik. Tapi, rasanya menyebalkan ketika dia yang mengatakan hal tersebut! seru Haz dalam hatinya.
Tring!
Pesan masuk.
~
Whisk: Sekarang kamu ingin menyangkal hal tersebut?
Whisk: Don't take back your feeling, Haz.
Whisk: Kamu akan menyesal jika menarik kembali perkataan dan perasaanmu.
Haz: Benarkah begitu, Whisky Woods?
Haz: Aku bahkan baru mengenalmu sekarang.
Haz: Tidak sampai sebulan.
Haz: Dan berani sekali kamu mengatakan aku akan menyesal.
~
Haz berkata dalam hatinya, Oh astaga... Bodoh sekali diriku yang malang ini...
~
Whisk: See?
Whisk: Kamu tertarik padaku.
Haz: Baiklah. Baiklah. Tuan Sok Benar... Katakan saja aku tertarik pada dirimu.
Whisk: Well, up to you. It's your feeling.
~
Haz memutar bola matanya malas. Kata Jelkesya, pria selalu berjuang di awal saja... Sepertinya perkataan wanita itu kali ini benar sekali... Aku merasa dia hanya akan berjuang di awal saja dan mulai lelah saat aku mengujinya, batin Haz.
~
Whisk: Kamu kesal?
Whisk: Aku tidak akan berjuang di awal saja.
~
Haz memutar bola matanya malas sekali lagi. Dia meng-screenshot pesan dari Whisk. Jika kamu berjuang di awal saja, aku akan memberikan dirimu ini. Jika kamu mengatakan itu hanya sebatas pesan, kubunuh dirimu perlahan! seru Haz dalam hati.
~
Whisk: Ya. Kamu boleh membunuhku jika aku menarik kembali kata-kataku.
Whisk: Mau perlahan atau langsung, itu terserah padamu.
Whisk: Lagipula, ujungnya sama.
~
Kamu menyebalkan, Haz mematikan ponselnya lalu membantingnya ke atas kasur. Akh! Aku kesal sekali. Entah mengapa...
Di ruangan sebelah...
Sepertinya... Aku membuatnya lebih kesal lagi. Aku tidak mengerti jalan pikiranmu, Hazelia Lify... Mengapa dirimu kamu buat seperti labirin yang rumit? batin Whisk sedikit jengkel tak mengerti apa yang dipikirkan oleh seorang Hazelia Lify.
Whisk kembali memainkan kedua jari jempolnya di atas layar ponsel.
~
Whisk: Maaf jika aku membuatmu kesal.
Pesan dibaca Haz.
~
Astaga, sepertinya dia benar-benar marah dan kesal padaku... batin Whisk seraya mematikan ponselnya. Lebih baik aku membuat blog yang dimintanya. Semoga aku bisa menyelesaikannya malam ini juga!
Malam harinya...
Tring!
Pesan diterima di ponsel Haz. Lagi-lagi, itu dari Whisk.
~
Whisk: Bisakah kamu keluar apartemen sejenak?
Whisk: Aku sudah selesai merancang blog yang kamu minta.
Pesan dibaca Haz.
~
Tanpa membalas pesan Whisk, Haz bergegas menuju pintu depan.
"Ingin pergi kemana?" tanya Jel yang kebetulan tengah duduk di depan televisi.
"Aku ingin menemui Whisk sebentar. Dia telah selesai merancang blog pribadiku," jawab Haz.
"Oh. Semoga hubungan kalian lancar."
Perkataan Jel sukses membuat Haz melotot tajam ke arah wanita tersebut. Seraya memakai sepatu, dia memikirkan kata-kata yang menjadi serangan balasan untuk Jel.
"Yang benar itu, semoga kamu dan Alkaf cepat-cepat pergi ke pelaminan. Jangan lupa harga main dish untukku harus mencapai lima ratus ribu," kekeh Haz.
Sama seperti ekspresi Haz tadi. Jel sekarang yang berbalik melotot tajam ke arah wanita bersurai panjang gelombang. "Tidak ada makanan untukmu!" seru Jel.
"Kamu mengakuinya..." Haz melambaikan tangan ke arah Jel, tanda dia tidak ingin berdebat panjang dengan wanita itu.
Saat Haz keluar, Whisk telah berada di samping pintu masuk. Menyenderkan punggung lebarnya ke dinding, menikmati setiap adegan komik yang tampil di layar ponselnya.
Entah Haz yang berhalusinasi atau cahaya apartemen yang terlalu menyakiti mata, wanita itu seolah melihat sesosok malaikat ketika dia menatap ke arah wajah datar yang tertampang jelas di depan mata.
Whisk mengalihkan perhatiannya dari layar ponsel ke mata Haz. Ah... Mata itu penuh misteri... batin pria bersurai kemerahan seraya mematikan layar ponselnya.
Whisk memberikan sebuah flashdisk dan notes kepada Haz. Sedangkan Haz menghidupkan layar ponselnya dan mengirimkan kepada Whisk sesuatu—novel yang dijanjikan olehnya—via file chat. Mereka melakukan transaksi tersebut dalam diam.
~
Haz: Naskah Mentah "The Lucky Kyzel Woods". Ketuk di sini untuk melihat selengkapnya>>
Whisk: Terima kasih. Aku akan pergi.
~
Setelah membaca pesan dari Whisk, Haz melirik ke arah pria yang sudah membalikkan tubuhnya dan siap untuk pergi, kecuali jika wanita bersurai panjang gelombang memanggilnya untuk mengatakan sesuatu.
"Em... Hei! Tunggu..." Haz berkata, memecahkan keheningan yang ada.
Whisk memutar pandangannya. Setengah wajahnya menghadap ke arah Haz, seolah mengatakan: Ada apa?
"Aku kenal sebuah rumah makan kecil di sini. Jika kamu berkenan..."
"Sesuaikan saja dengan jadwalmu, beritahukan kepada diriku kapanpun yang kamu inginkan," Whisk benar-benar pergi dari sana.
Ah... Tentu saja, batin Haz. Wajah wanita itu bersemu kemerahan. Dia menepuk pipinya sendiri. Sadar, Hazelia Lify! Lalu, dia masuk ke dalam apartemennya sendiri.
Tak jauh dari sana...
"Oh. Jadi, Hazelia Lify ingin mengajak Whisky Woods makan malam? Ini akan menjadi berita yang ditunggu oleh Richard Vinzeliuka," gumam pria misterius kepada dirinya sendiri.
Pria misterius itu mengirimkan sebuah pesan kepada Ric.
~
Pria Misterius: Kau akan suka hal ini, Ric. Hazelia Lify, dia...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
mom_razka
bagusssss
2020-08-08
3
Kim Halia - Bye
Ouh mulai deh... Nongol lagi kan si pengganggu... Orang lagi seru juga...
Intuisiku mengatakan bahwa ada pengkhianat... Bener ga sih, Thor? Semenjak baca-baca novel misteri mungkin kepekaanku udah naik level...
2020-04-27
4