#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Jakarta, 10 April 2020
Pukul 08:00 PM
Tok! Tok!
Pintu Apartemen Whisk diketuk oleh Jel.
Haz tengah sibuk mengurusi rambut panjang bergelombangnya. Jika di rumah sakit, dia akan menggerainya. Tapi, berbeda dengan ketika dia berada di rumah atau dimanapun itu, kecuali di rumah sakit, dia akan mengikat rambutnya dominan ke samping kiri.
Kret...
Pintu terbuka. Tampaklah wajah pemilik apartemen di sana. Rambutnya acak-acakan dan masih lembab. "Oh, kalian sudah datang. Timing-nya pas sekali. Aku barusaja menyelesaikan acara memasak," sahutnya datar. "Ayo masuk!"
Sebenarnya jantung Whisk berdebar keras melihat Haz di sana. Dia berusaha untuk mengontrol hal tersebut sebaik mungkin. Pria itu menganggap Haz sangat cantik dan lucu dibalut piyama tidur yang menurutnya kebesaran untuk wanita itu.
Whisk menyulap ruang tamu menjadi ruangan elite yang sedikit sekali ditemui oleh orang-orang. Dia memasang lampu tumblr berwarna kuning di sepanjang dinding di sana. Televisi dan meja diletakkan saling berhadapan. Meja yang digunakan juga rendah, terbuat dari kayu jati. Kebetulan Andrian bertanya apa ada yang ingin diganti oleh Whisk di dalam apartemennya. Jadi, Whisk meminta Andrian untuk membelikan beberapa benda juga perabotan yang menurutnya bagus untuk menghias rumah. Whisk memiliki selera desain interior yang sangat bagus.
"Selera yang bagus," puji Haz tanpa sadar.
Jantung Whisk berdegup kencang mendengar pujian Haz. "Ah, terimakasih..." balas pria bersurai kemerahan itu gugup.
Haz melihat-lihat ke atas meja. Dugaannya benar untuk main dish-nya, Whisk memilih masakan Nusantara. Karena saat memasuki apartemen pria tersebut, Haz langsung mencium bau rempah yang sangat kuat.
"Alkaf dimana?" celoteh Jel.
"Dia di belakang sana. Sedang berbicara dengan Seniornya di telepon. Oh ya aku lupa memberitahumu, Alkaf mengatakan kepadaku bahwa dia ingin kamu menemuinya di sana," jawab Whisk sambil menunjuk sebuah ruangan tak berpintu. Itu juga ulah Whisk. Dia menyuruh Andrian untuk melepas pintu. Entah apa yang dipikirkannya. Juga pemilik apartemen tidak masalah dengan hal tersebut.
"Okay. Aku ke sana sebentar," Jel pergi meninggalkan Haz dan Whisk berdua.
Haz sendiri tengah mencicipi rasa dari bumbu-bumbu yang diracik Whisk.
Sepertinya dia memakai kayu manis, di Prancis sendiri, rempah yang terkenal salah satunya adalah kayu manis. Tapi, ini sungguh ajaib! Bagaimana bisa Whisk menggabungkan kayu manis yang begitu kuat aromanya dengan curry? batin Haz.
"Ah... Tentang curry ini, aku belajarnya dari seorang koki India yang kebetulan sedang magang di Prancis," kata Whisk.
"Apakah... Em... Orang yang kamu maksud itu adalah Pradley...??" tanya Haz ragu-ragu.
"Darimana kamu tahu?!" Whisk tidak menyembunyikan ekspresi terkejutnya sama sekali.
"Oh, hahaha... Aku dan dia berteman di aplikasi line. Dia adalah orang yang ramah. Dia bahkan mengajariku membuat roti cane manis tanpa harus disajikan dengan kari melalui video!" kekeh Haz.
"Oh ya? Apakah aku boleh meminta ID-nya?" tanya Whisk.
Haz mengeluarkan ponsel dari saku baju piyama tidurnya. "Apa ID-mu? Aku akan mengirimkan kontaknya."
Sesaat sebelumnya...
Jel dan Alkaf,
"Oh hahaha... Apa yang ingin kamu ketahui?"
"Aku? Aku sudah punya pacar."
Jel dapat mendengar Alkaf berkata demikian. Si sialan itu! Dia menggoda siapa lagi?! ucap Jel sebal dalam hati. Satu hal mengapa Jel masih tidak bisa menerima Alkaf: Karena pria itu sangat labil terhadap perasaannya sendiri. Pria itu tidak akan pernah bisa berhenti menggoda wanita lain. Maka dari itu, Jel tidak ingin terburu-buru untuk menerima Alkaf.
"Oh, sepertinya pacarku sudah di sini," kekeh Alkaf sambil menatap Jel mesra.
Jel melotot menatap Alkaf: Berani sekali Engkau menyebut bahwa saya adalah pacar Engkau.
"Dia terlihat sedang tidak senang..." oceh Alkaf yang langsung mendapatkan jeweran di telinga dari Jel.
"Woah! Cocok sekali wanita itu menjadi pendamping hidupmu, Al!" ujar suara di telepon.
Jel dapat melihat wajah seorang wanita yang berusia sekitar pertengahan enam puluh tahun.
Jel menatap judes ke arah Alkaf: Kamu tidak bilang kamu sedang menelepon Mama!
Jel tentu saja kenal baik dengan orang yang wajahnya muncul di layar ponsel tersebut. Tak hanya Jel, Haz juga mengetahui siapa wanita itu tentunya.
Wanita paruh baya cantik itu adalah Ibunda Alkaf. Beliau berasal dari Suku Dayak di ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Beliau sangat cantik dengan manik mata birunya karena kakek Alkaf adalah orang Eropa.
"Oh, Mama!" seru Jel canggung.
Ya, Haz dan Jel memang dianjurkan sendiri oleh wanita itu untuk memanggilnya dengan sebutan "Mama" dan Ayahanda Alkaf dengan sebutan "Papa". Wanita itu dan suaminya sama sekali tidak merasa terganggu dengan sebutan tersebut.
"Apa kabar, Ma?" tanya Jel berusaha mencairkan suasana yang barusaja terjadi antara dirinya dan Alkaf. Ugh... Awas kamu Alkaf! Kamu tidak bilang kalau Mama yang menelepon! batin Jel kesal.
"Sangat baik, Jelkesya. Bagaimana dengan keadaanmu sendiri di sana, nak? Juga bagaimana dengan kabar Hazelia?" tanya Ibunda Alkaf.
"Kami berdua sangat baik, Ma!" jawab Jel bersemangat. Dia bahkan merebut ponsel Alkaf dari tangan pemiliknya sendiri.
"Sudah resmi pacaran dengan Alkaf ya?" goda Ibunda Alkaf.
Wajah Jel langsung merona memerah. "Engga ko Ma... Aku dan Alkaf tidak berpacaran..."
"Cepat-cepatlah menjalin hubungan, Mama akan sangat senang sekali jika bisa menimang cucu," Ibunda Alkaf tersenyum manis. Itu membuat Jel merinding, membayangkan dia dan Alkaf menikah, lalu mempunyai anak.
Sebenarnya, semenjak pertama kali Jel diperkenalkan dengan Ibunda Alkaf, Beliau sudah menyetujui hubungan mereka berdua. Bahkan Haz tahu seberapa terang-terangannya mereka berdua menampakkan kemesraan di depan Haz yang barusaja putus dengan Ric kala itu, di malam Old and New perayaan Festival Tahun Baru. Mereka tidur sebantal memamerkan kepada Haz! Dan Haz bilang dia akan mengingat hal itu selamanya.
"Tapi, Mama ada foto mesra kalian berdua loh," kekeh Ibunda Alkaf di telefon jahil.
"Ha? Yang mana, Ma?" Jel langsung bertanya panik.
"Yang saat Festival Tahun Baru, kalian berdua tidur satu bantal," goda Beliau.
"HAZELIA LIFY!!!"
Berbalik kembali...
Haz dan Whisk,
"Kaget!" decak Haz seraya tertawa lepas.
"Mengapa Jelkesya berteriak seperti itu?" tanya Whisk penasaran.
"Aku memberi sesuatu yang sangat spesial kepada Senior yang sedang mereka telefon," Haz tersenyum jahil.
"Oh kamu kenal?" tanya Whisk polos.
"Ibunda Alkaf," jawab Haz singkat.
"Oh astaga. Sepertinya aku mengetahui apa yang kamu berikan kepada Ibunda Alkaf," sahut Whisk.
"Bagaimana menurutmu? Apa yang aku berikan pada Beliau?" tanya Haz seraya menyendok salad buah dan memasukkannya ke dalam mulut.
Whisk merebut sendok yang dipegang oleh Haz. Dia juga melakukan hal yang sama seperti wanita itu. "Aku yakin sekali pasti kamu memberikan foto mereka berdua ketika sedang mesra-mesranya," jawab Whisk tepat sasaran.
"Bingo! Benar sekali! Mau aku perlihatkan?"
Di tempat lain...
Tring!
Pesan diterima!
~
Orang Misterius: Tidak ada satu orang pun yang mengunjungi Hazelia Lify di rumah sakit.
Ric: Apa maksudmu?
Orang Misterius: Sepertinya dia adalah orang yang sangat dilindungi oleh pemerintah.
Ric: Jika aku memberitahumu ciri-cirinya, bisakah kamu mencarikan informasi tentang dirinya?
Orang Misterius: Akan kucoba.
Ric: Baiklah. Dia seperti ...
~
Ric memukul meja di hadapannya dengan keras. Siapa pria yang berani merangkul milikku itu?!
Tidak sampai sepuluh menit kemudian...
Tring!
Pesan diterima!
~
Orang Misterius: Ini sedikit biografi tentangnya. Aku tidak bisa mengakses lebih jauh lagi. Sepertinya dia sangat pandai. Aku tidak bisa merentas web polisi Prancis juga karena dirinya. Kategorinya mungkin adalah seorang hacker kelas S.
Pesan dibaca Ric.
~
Seorang detektif asal Prancis yang sangat terkenal di kalangan angkatan kepolisian dunia eh?
Ric tersenyum licik.
Sesaat sebelumnya...
Haz dan Whisk,
Warning!
Seseorang ingin merentas ke dalam web Kepolisian Prancis!
"Wah tidak disangka Mr. Whisky Woods adalah seorang hacker juga," celetuk Haz.
"Ric. Mantan pacarmu. Ingin mengetahui tentang diriku. Dia menyuruh orang lain untuk merentas web yang barusaja kubuat tak lama ini. Sepertinya dia cemburu melihat ehem saat aku merangkulmu tadi," Whisk berdeham saat ingin menyebutkan bahwa dirinya merangkul Haz.
"Abaikan saja. Dia pantas bersama semua wanita di dunia. Tentu saja kecuali diriku dan Jel," ucap Haz malas.
"Jujur saja, kamu masih memiliki perasaan terhadap dirinya bukan?"
"Jikalau pun punya, aku akan berusaha keras untuk menolak hal tersebut. Mengingat bagaimana buruknya dia!" hardik Haz marah.
"Baiklah mari coba kita lihat seberapa hebat temannya yang satu ini. Lafayett, cobalah untuk merentas!" Whisk terkekeh datar.
Haz merinding dibuatnya. Sepertinya jika dia berada di dalam sebuah cerita, akan cocok sekali sebagai peran antagonisnya, batin Haz. Oh yeah! Akhirnya sebuah ide muncul di benakku setelah sekian lamanya!
Haz menatap jahil ke arah Whisk. Yang ditatap hanya menatap datar ke arah wanita tersebut.
Gadis aneh ini mengapa tertawa sendiri? Perasaanku tidak bagus, pikir Whisk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Annabelle Lovely Lorenza
like bgettt...jrg skli q nemuin cerita yg kyk gini..
2021-01-29
2
Arik Marselino
cerita yg sangat menarik,,, aku suka
2020-08-15
4
Dian Ariani
suka-suka
2020-08-14
3