9 : Whisk Hacker Kelas S?

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!

Jakarta, 10 April 2020

Pukul 08:00 PM

Tok! Tok!

Pintu Apartemen Whisk diketuk oleh Jel.

Haz tengah sibuk mengurusi rambut panjang bergelombangnya. Jika di rumah sakit, dia akan menggerainya. Tapi, berbeda dengan ketika dia berada di rumah atau dimanapun itu, kecuali di rumah sakit, dia akan mengikat rambutnya dominan ke samping kiri.

Kret...

Pintu terbuka. Tampaklah wajah pemilik apartemen di sana. Rambutnya acak-acakan dan masih lembab. "Oh, kalian sudah datang. Timing-nya pas sekali. Aku barusaja menyelesaikan acara memasak," sahutnya datar. "Ayo masuk!"

Sebenarnya jantung Whisk berdebar keras melihat Haz di sana. Dia berusaha untuk mengontrol hal tersebut sebaik mungkin. Pria itu menganggap Haz sangat cantik dan lucu dibalut piyama tidur yang menurutnya kebesaran untuk wanita itu.

Whisk menyulap ruang tamu menjadi ruangan elite yang sedikit sekali ditemui oleh orang-orang. Dia memasang lampu tumblr berwarna kuning di sepanjang dinding di sana. Televisi dan meja diletakkan saling berhadapan. Meja yang digunakan juga rendah, terbuat dari kayu jati. Kebetulan Andrian bertanya apa ada yang ingin diganti oleh Whisk di dalam apartemennya. Jadi, Whisk meminta Andrian untuk membelikan beberapa benda juga perabotan yang menurutnya bagus untuk menghias rumah. Whisk memiliki selera desain interior yang sangat bagus.

"Selera yang bagus," puji Haz tanpa sadar.

Jantung Whisk berdegup kencang mendengar pujian Haz. "Ah, terimakasih..." balas pria bersurai kemerahan itu gugup.

Haz melihat-lihat ke atas meja. Dugaannya benar untuk main dish-nya, Whisk memilih masakan Nusantara. Karena saat memasuki apartemen pria tersebut, Haz langsung mencium bau rempah yang sangat kuat.

"Alkaf dimana?" celoteh Jel.

"Dia di belakang sana. Sedang berbicara dengan Seniornya di telepon. Oh ya aku lupa memberitahumu, Alkaf mengatakan kepadaku bahwa dia ingin kamu menemuinya di sana," jawab Whisk sambil menunjuk sebuah ruangan tak berpintu. Itu juga ulah Whisk. Dia menyuruh Andrian untuk melepas pintu. Entah apa yang dipikirkannya. Juga pemilik apartemen tidak masalah dengan hal tersebut.

"Okay. Aku ke sana sebentar," Jel pergi meninggalkan Haz dan Whisk berdua.

Haz sendiri tengah mencicipi rasa dari bumbu-bumbu yang diracik Whisk.

Sepertinya dia memakai kayu manis, di Prancis sendiri, rempah yang terkenal salah satunya adalah kayu manis. Tapi, ini sungguh ajaib! Bagaimana bisa Whisk menggabungkan kayu manis yang begitu kuat aromanya dengan curry? batin Haz.

"Ah... Tentang curry ini, aku belajarnya dari seorang koki India yang kebetulan sedang magang di Prancis," kata Whisk.

"Apakah... Em... Orang yang kamu maksud itu adalah Pradley...??" tanya Haz ragu-ragu.

"Darimana kamu tahu?!" Whisk tidak menyembunyikan ekspresi terkejutnya sama sekali.

"Oh, hahaha... Aku dan dia berteman di aplikasi line. Dia adalah orang yang ramah. Dia bahkan mengajariku membuat roti cane manis tanpa harus disajikan dengan kari melalui video!" kekeh Haz.

"Oh ya? Apakah aku boleh meminta ID-nya?" tanya Whisk.

Haz mengeluarkan ponsel dari saku baju piyama tidurnya. "Apa ID-mu? Aku akan mengirimkan kontaknya."

Sesaat sebelumnya...

Jel dan Alkaf,

"Oh hahaha... Apa yang ingin kamu ketahui?"

"Aku? Aku sudah punya pacar."

Jel dapat mendengar Alkaf berkata demikian. Si sialan itu! Dia menggoda siapa lagi?! ucap Jel sebal dalam hati. Satu hal mengapa Jel masih tidak bisa menerima Alkaf: Karena pria itu sangat labil terhadap perasaannya sendiri. Pria itu tidak akan pernah bisa berhenti menggoda wanita lain. Maka dari itu, Jel tidak ingin terburu-buru untuk menerima Alkaf.

"Oh, sepertinya pacarku sudah di sini," kekeh Alkaf sambil menatap Jel mesra.

Jel melotot menatap Alkaf: Berani sekali Engkau menyebut bahwa saya adalah pacar Engkau.

"Dia terlihat sedang tidak senang..." oceh Alkaf yang langsung mendapatkan jeweran di telinga dari Jel.

"Woah! Cocok sekali wanita itu menjadi pendamping hidupmu, Al!" ujar suara di telepon.

Jel dapat melihat wajah seorang wanita yang berusia sekitar pertengahan enam puluh tahun.

Jel menatap judes ke arah Alkaf: Kamu tidak bilang kamu sedang menelepon Mama!

Jel tentu saja kenal baik dengan orang yang wajahnya muncul di layar ponsel tersebut. Tak hanya Jel, Haz juga mengetahui siapa wanita itu tentunya.

Wanita paruh baya cantik itu adalah Ibunda Alkaf. Beliau berasal dari Suku Dayak di ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Beliau sangat cantik dengan manik mata birunya karena kakek Alkaf adalah orang Eropa.

"Oh, Mama!" seru Jel canggung.

Ya, Haz dan Jel memang dianjurkan sendiri oleh wanita itu untuk memanggilnya dengan sebutan "Mama" dan Ayahanda Alkaf dengan sebutan "Papa". Wanita itu dan suaminya sama sekali tidak merasa terganggu dengan sebutan tersebut.

"Apa kabar, Ma?" tanya Jel berusaha mencairkan suasana yang barusaja terjadi antara dirinya dan Alkaf. Ugh... Awas kamu Alkaf! Kamu tidak bilang kalau Mama yang menelepon! batin Jel kesal.

"Sangat baik, Jelkesya. Bagaimana dengan keadaanmu sendiri di sana, nak? Juga bagaimana dengan kabar Hazelia?" tanya Ibunda Alkaf.

"Kami berdua sangat baik, Ma!" jawab Jel bersemangat. Dia bahkan merebut ponsel Alkaf dari tangan pemiliknya sendiri.

"Sudah resmi pacaran dengan Alkaf ya?" goda Ibunda Alkaf.

Wajah Jel langsung merona memerah. "Engga ko Ma... Aku dan Alkaf tidak berpacaran..."

"Cepat-cepatlah menjalin hubungan, Mama akan sangat senang sekali jika bisa menimang cucu," Ibunda Alkaf tersenyum manis. Itu membuat Jel merinding, membayangkan dia dan Alkaf menikah, lalu mempunyai anak.

Sebenarnya, semenjak pertama kali Jel diperkenalkan dengan Ibunda Alkaf, Beliau sudah menyetujui hubungan mereka berdua. Bahkan Haz tahu seberapa terang-terangannya mereka berdua menampakkan kemesraan di depan Haz yang barusaja putus dengan Ric kala itu, di malam Old and New perayaan Festival Tahun Baru. Mereka tidur sebantal memamerkan kepada Haz! Dan Haz bilang dia akan mengingat hal itu selamanya.

"Tapi, Mama ada foto mesra kalian berdua loh," kekeh Ibunda Alkaf di telefon jahil.

"Ha? Yang mana, Ma?" Jel langsung bertanya panik.

"Yang saat Festival Tahun Baru, kalian berdua tidur satu bantal," goda Beliau.

"HAZELIA LIFY!!!"

Berbalik kembali...

Haz dan Whisk,

"Kaget!" decak Haz seraya tertawa lepas.

"Mengapa Jelkesya berteriak seperti itu?" tanya Whisk penasaran.

"Aku memberi sesuatu yang sangat spesial kepada Senior yang sedang mereka telefon," Haz tersenyum jahil.

"Oh kamu kenal?" tanya Whisk polos.

"Ibunda Alkaf," jawab Haz singkat.

"Oh astaga. Sepertinya aku mengetahui apa yang kamu berikan kepada Ibunda Alkaf," sahut Whisk.

"Bagaimana menurutmu? Apa yang aku berikan pada Beliau?" tanya Haz seraya menyendok salad buah dan memasukkannya ke dalam mulut.

Whisk merebut sendok yang dipegang oleh Haz. Dia juga melakukan hal yang sama seperti wanita itu. "Aku yakin sekali pasti kamu memberikan foto mereka berdua ketika sedang mesra-mesranya," jawab Whisk tepat sasaran.

"Bingo! Benar sekali! Mau aku perlihatkan?"

Di tempat lain...

Tring!

Pesan diterima!

~

Orang Misterius: Tidak ada satu orang pun yang mengunjungi Hazelia Lify di rumah sakit.

Ric: Apa maksudmu?

Orang Misterius: Sepertinya dia adalah orang yang sangat dilindungi oleh pemerintah.

Ric: Jika aku memberitahumu ciri-cirinya, bisakah kamu mencarikan informasi tentang dirinya?

Orang Misterius: Akan kucoba.

Ric: Baiklah. Dia seperti ...

~

Ric memukul meja di hadapannya dengan keras. Siapa pria yang berani merangkul milikku itu?!

Tidak sampai sepuluh menit kemudian...

Tring!

Pesan diterima!

~

Orang Misterius: Ini sedikit biografi tentangnya. Aku tidak bisa mengakses lebih jauh lagi. Sepertinya dia sangat pandai. Aku tidak bisa merentas web polisi Prancis juga karena dirinya. Kategorinya mungkin adalah seorang hacker kelas S.

Pesan dibaca Ric.

~

Seorang detektif asal Prancis yang sangat terkenal di kalangan angkatan kepolisian dunia eh?

Ric tersenyum licik.

Sesaat sebelumnya...

Haz dan Whisk,

Warning!

Seseorang ingin merentas ke dalam web Kepolisian Prancis!

"Wah tidak disangka Mr. Whisky Woods adalah seorang hacker juga," celetuk Haz.

"Ric. Mantan pacarmu. Ingin mengetahui tentang diriku. Dia menyuruh orang lain untuk merentas web yang barusaja kubuat tak lama ini. Sepertinya dia cemburu melihat ehem saat aku merangkulmu tadi," Whisk berdeham saat ingin menyebutkan bahwa dirinya merangkul Haz.

"Abaikan saja. Dia pantas bersama semua wanita di dunia. Tentu saja kecuali diriku dan Jel," ucap Haz malas.

"Jujur saja, kamu masih memiliki perasaan terhadap dirinya bukan?"

"Jikalau pun punya, aku akan berusaha keras untuk menolak hal tersebut. Mengingat bagaimana buruknya dia!" hardik Haz marah.

"Baiklah mari coba kita lihat seberapa hebat temannya yang satu ini. Lafayett, cobalah untuk merentas!" Whisk terkekeh datar.

Haz merinding dibuatnya. Sepertinya jika dia berada di dalam sebuah cerita, akan cocok sekali sebagai peran antagonisnya, batin Haz. Oh yeah! Akhirnya sebuah ide muncul di benakku setelah sekian lamanya!

Haz menatap jahil ke arah Whisk. Yang ditatap hanya menatap datar ke arah wanita tersebut.

Gadis aneh ini mengapa tertawa sendiri? Perasaanku tidak bagus, pikir Whisk.

Terpopuler

Comments

Annabelle Lovely Lorenza

Annabelle Lovely Lorenza

like bgettt...jrg skli q nemuin cerita yg kyk gini..

2021-01-29

2

Arik Marselino

Arik Marselino

cerita yg sangat menarik,,, aku suka

2020-08-15

4

Dian Ariani

Dian Ariani

suka-suka

2020-08-14

3

lihat semua
Episodes
1 1 : Hari Pertama
2 2 : Cerita Whisky Woods (1)
3 3 : Cerita Whisky Woods (End)
4 4 : Mengajak Dinner
5 5 : Hal yang Tak Terduga
6 6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7 7 : Perasaan Alkaf
8 8 : Apakah Haz...??
9 9 : Whisk Hacker Kelas S?
10 10. HOT NEWS : SKANDAL
11 11 : Resplendent Nephila
12 12 : Rahasia Hazelia Lify
13 13 : Flashback
14 14 : Skakmat, Andrian!
15 15 : Spy
16 16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17 17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18 18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19 19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20 20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21 21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22 22 : Berbalas Pesan
23 23 : Masalah Datang
24 24 : Whisky Woods Terluka
25 25 : Pertarungan
26 26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27 27 : Be Stronger Against The Obstacles
28 28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29 29 : Pengumuman, Bukan Update!
30 30 : Keanehan Peristiwa Itu
31 31 : Mademoiselle!
32 32 : Campur Aduk
33 33 : Haz Kecil
34 34 : Little Girl Met Her Relative
35 35 : His Name is Lazul
36 36 : The Clever Little Devil
37 37 : Ayo Berdrama!
38 38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39 39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40 40 : TAPI BO'ONK!
41 41 : Hampir Saja!
42 42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43 43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44 44 : Informan dan Rekan Terbaik
45 45 : Keributan Di Atas Kapal
46 46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47 47 : Argh! Aku ... Aku ....
48 48 : Kembalinya Si Spy
49 49 : Let The Hunt Begin!
50 50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51 51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52 52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53 53 : Pengumuman dan Hiatus
54 54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55 55 : Ide yang Buruk
56 56 : Nyaris
57 57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58 58 : Awas Saja!
59 59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60 60 : Canggung
61 61 : Ada Apa di Sewer?
62 62 : Greget dan Ternyata ....
63 63 : Cyan Vilmasyah
64 64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65 65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66 66 : Masih Bersedih
67 67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68 68 : Pengumuman
69 69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70 70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71 71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72 72 : Satu Masalah Clear!
73 73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74 74 : Pembunuhan Kedua
75 75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76 76 : Kukira Sudah Selesai ....
77 77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78 78 : Masalah yang Sama
79 79 : Filsafat
80 80 : Rencana Hari Ini
81 81 : Parkiran Shopping Mall
82 82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83 83 : Bertemu Iris
84 84 : Lantai 6
85 85 : Akhirnya Mengangkat
86 86 : Pengumuman
87 87 : Whisk dan Perasaan
88 88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89 89 : There's An Impostor!
90 90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91 91 : Permainan Kata dan Rasa
92 92 : Straight To The Point, Please!
93 93 : Semakin Memanas
94 94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95 95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96 96 : Keadaan Zenneth
97 97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98 98 : Memberitahu Cyan
99 99 : Wanita Paruh Baya
100 100 : Alter Ego
101 101 : Kegelisahan Cyan
102 102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103 103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104 104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105 105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106 106 : Untitled
107 107 : Mencari Anjing Pelacak
108 108 : Dua Wraith Asal Kuba
109 109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110 110 : Percakapan Haz dan Waikit
111 111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112 112 : Cerita Yudel
113 113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114 114 : Untitled
115 115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116 116 : Cyan Siuman
117 117 : Ban Mobil
118 118 : Apakah Whisky Woods ...?
119 119 : Fokus, Hazelia Lify!
120 120 : Transaksi
121 121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122 122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123 123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124 124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125 125 : Pembahasan Dewasa
126 126 : Mencari Tahu
127 127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128 128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129 129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130 130 : Berada di Posisi Serba Salah
131 131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132 132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133 133 : Perusak Suasana Datang!
134 134 : Gagal
135 135 : Keanehan
136 136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137 137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138 138 : Kepribadian Qerza
139 139 : Meminta Tolong
140 140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141 141 : Rencana Penyamaran
142 142 : Laporan Hasil Analisis
143 143 : Titik Terang yang Membingungkan
144 144 : Bagaimana Jika ...?
145 145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146 146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147 147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148 148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149 149 : Romantisme
150 150 : Romantisme (Bagian 2)
151 151 : Romantisme (Bagian 3)
152 152 : Kejadian Lain yang Aneh
153 153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154 154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155 155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156 156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157 157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158 158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159 159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160 160 : Krisis Kepercayaan
161 161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162 162 : Cinta Itu....
163 163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1 : Hari Pertama
2
2 : Cerita Whisky Woods (1)
3
3 : Cerita Whisky Woods (End)
4
4 : Mengajak Dinner
5
5 : Hal yang Tak Terduga
6
6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7
7 : Perasaan Alkaf
8
8 : Apakah Haz...??
9
9 : Whisk Hacker Kelas S?
10
10. HOT NEWS : SKANDAL
11
11 : Resplendent Nephila
12
12 : Rahasia Hazelia Lify
13
13 : Flashback
14
14 : Skakmat, Andrian!
15
15 : Spy
16
16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17
17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18
18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19
19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20
20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21
21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22
22 : Berbalas Pesan
23
23 : Masalah Datang
24
24 : Whisky Woods Terluka
25
25 : Pertarungan
26
26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27
27 : Be Stronger Against The Obstacles
28
28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29
29 : Pengumuman, Bukan Update!
30
30 : Keanehan Peristiwa Itu
31
31 : Mademoiselle!
32
32 : Campur Aduk
33
33 : Haz Kecil
34
34 : Little Girl Met Her Relative
35
35 : His Name is Lazul
36
36 : The Clever Little Devil
37
37 : Ayo Berdrama!
38
38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39
39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40
40 : TAPI BO'ONK!
41
41 : Hampir Saja!
42
42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43
43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44
44 : Informan dan Rekan Terbaik
45
45 : Keributan Di Atas Kapal
46
46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47
47 : Argh! Aku ... Aku ....
48
48 : Kembalinya Si Spy
49
49 : Let The Hunt Begin!
50
50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51
51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52
52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53
53 : Pengumuman dan Hiatus
54
54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55
55 : Ide yang Buruk
56
56 : Nyaris
57
57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58
58 : Awas Saja!
59
59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60
60 : Canggung
61
61 : Ada Apa di Sewer?
62
62 : Greget dan Ternyata ....
63
63 : Cyan Vilmasyah
64
64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65
65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66
66 : Masih Bersedih
67
67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68
68 : Pengumuman
69
69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70
70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71
71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72
72 : Satu Masalah Clear!
73
73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74
74 : Pembunuhan Kedua
75
75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76
76 : Kukira Sudah Selesai ....
77
77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78
78 : Masalah yang Sama
79
79 : Filsafat
80
80 : Rencana Hari Ini
81
81 : Parkiran Shopping Mall
82
82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83
83 : Bertemu Iris
84
84 : Lantai 6
85
85 : Akhirnya Mengangkat
86
86 : Pengumuman
87
87 : Whisk dan Perasaan
88
88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89
89 : There's An Impostor!
90
90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91
91 : Permainan Kata dan Rasa
92
92 : Straight To The Point, Please!
93
93 : Semakin Memanas
94
94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95
95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96
96 : Keadaan Zenneth
97
97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98
98 : Memberitahu Cyan
99
99 : Wanita Paruh Baya
100
100 : Alter Ego
101
101 : Kegelisahan Cyan
102
102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103
103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104
104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105
105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106
106 : Untitled
107
107 : Mencari Anjing Pelacak
108
108 : Dua Wraith Asal Kuba
109
109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110
110 : Percakapan Haz dan Waikit
111
111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112
112 : Cerita Yudel
113
113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114
114 : Untitled
115
115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116
116 : Cyan Siuman
117
117 : Ban Mobil
118
118 : Apakah Whisky Woods ...?
119
119 : Fokus, Hazelia Lify!
120
120 : Transaksi
121
121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122
122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123
123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124
124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125
125 : Pembahasan Dewasa
126
126 : Mencari Tahu
127
127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128
128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129
129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130
130 : Berada di Posisi Serba Salah
131
131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132
132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133
133 : Perusak Suasana Datang!
134
134 : Gagal
135
135 : Keanehan
136
136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137
137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138
138 : Kepribadian Qerza
139
139 : Meminta Tolong
140
140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141
141 : Rencana Penyamaran
142
142 : Laporan Hasil Analisis
143
143 : Titik Terang yang Membingungkan
144
144 : Bagaimana Jika ...?
145
145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146
146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147
147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148
148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149
149 : Romantisme
150
150 : Romantisme (Bagian 2)
151
151 : Romantisme (Bagian 3)
152
152 : Kejadian Lain yang Aneh
153
153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154
154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155
155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156
156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157
157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158
158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159
159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160
160 : Krisis Kepercayaan
161
161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162
162 : Cinta Itu....
163
163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!