#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI PENDAPAT DAN PROFILE YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Pukul 10:00 AM
Setelah sarapan dan berbincang cukup lama...
Whisk memakai kacamata dan maskernya kembali. Bedanya, dia tidak memakai jaket musim dinginnya. Jaketnya dilipat, lalu dimasukkan ke dalam tasnya setelah dia memakai kacamata dan masker.
Alkaf terlihat sudah menuruni tangga terlebih dulu. Alkaf tahu Whisk tidak akan tersesat semudah itu. Jadi, dia berjalan dulu tanpa menunggu Whisk. Whisk juga terlihat tidak masalah dengan hal itu.
Whisk menuruni tangga, dia bisa melihat Alkaf sudah keluar pintu. Whisk mengikuti Alkaf. Dia memasangkan airpods miliknya kembali pada telinganya. Kali ini dia benar-benar memasang lagu di sana.
Whisk sebenarnya tidak ingin memakai kacamata hitam. Itu sangat mengganggu pandangannya. Namun, dia tidak bisa melepasnya karena banyak sekali orang-orang yang dapat mengenalnya langsung.
Alunan lagu The Man Who Can't Be Moved di airpods membuat Whisk tenang. Dia tidak begitu suka berada di keramaian. Itu membuat kepalanya sangat sakit setiap kali mendengar orang-orang berbicara keras.
Di Kepolisian Prancis pun, Whisk memiliki ruangan sendiri yang kedap suara dari luar. Dia benar-benar tidak bisa beradaptasi dengan keributan.
Whisk melihat Alkaf berbelok ke kiri dan memasuki sebuah toko donat. Whisk ikut masuk ke dalamnya.
Nuansa modern dengan tumblr langsung terlihat. Kurasa pemilik toko ini sangat mengikuti zaman eh? batin Whisk. Tapi, dia salah seharusnya menata meja dan kursi kayu, bukannya meja plastik putih dan kursi bar. Sungguh tidak memiliki style yang bagus!
Whisk mencopot airpods di telinganya. Dia menyimpan benda itu ke dalam sakunya.
"Aku tahu selera mereka buruk," kekeh Alkaf. "Aku sudah pernah mengatakan hal ini kepada mereka. Namun, tidak ada yang mendengarkan!"
"Untuk apa kamu membawaku ke sini?" tanya Whisk tanpa menggubris pernyataan yang diberikan oleh Alkaf.
"Mulai dari hal-hal yang Hazelnut suka," jawab Alkaf. "Dia sangat menyukai donat merk ini. Di bandara maupun mal ibukota negara juga akan ada toko donat ini. Kamu boleh membelikannya jika kamu rasa ingin melakukan pendekatan dengannya."
Whisk terlihat tidak tertarik dengan perkataan Alkaf. Sekarang dia hanya memikirkan satu kata untuk Alkaf: Menjengkelkan.
"Dengar, Senior Alkaf, aku sudah mengatakan padamu aku tidak tertarik," ujar Whisk.
"Ya sudahlah! Kamu begitu keras kepala. Orang sepertimu, harus bertemu dengannya dulu baru kamu bisa menyadari betapa menariknya dia," kata Alkaf pasrah.
Whisk hanya diam menatap Alkaf yang sibuk memilih rasa donat.
"Oh ya, Hazelnut paling suka dengan rasa matcha, stoberi, juga vanila. Jika suatu saat kamu berubah pikiran dan ingin membelikannya sesuatu," oceh Alkaf.
Pukul 01:45 PM
Setelah berkeliling sana-sini dan mendengar ocehan panjang Alkaf...
"Baiklah, tunggu lah di sini. Aku akan pulang, tidak akan mengantarmu. Aku meminta waktu cuti sehari dengan gaji dipotong!" seru Alkaf.
"Salahmu sendiri sangat ingin menemuiku," celetuk Whisk merasa tak bersalah sama sekali terhadap pernyataan Alkaf.
"Ya sudah! Aku sudah memberitahumu semua yang disukai Hazelnut. Kuharap kamu jatuh cinta padanya," kekeh Alkaf. "Mengingat dirimu akan berubah menjadi bujang lapuk jika tidak segera mencari orang yang bisa memasuki hati yang sedang diterpa musim dingin bertahun-tahun itu."
Ck! Benar-benar... Whisk menatap tajam ke arah Alkaf.
Yang ditatap malah hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Dia bergegas pergi dari hadapan Whisk tanpa mengucapkan salam perpisahan. Alkaf tahu Whisk tidak akan mengucapkan balik.
Setelah kepergian Alkaf, Whisk menatap sekitarnya. Sebentar lagi pesawatku akan take-off ya? Semoga tidak ada delay sama sekali, batin Whisk.
Lima menit sebelum acara baris-berbaris, Whisk sudah lebih dulu berbaris bersama beberapa orang. Dia berada di barisan pertama paling depan bersama seorang pria Chinese dan seorang pria India. Tiga orang satpam sedang berjaga di depan mereka.
Whisk dapat melihat pesawat berhenti tepat di depan sana. Syukurlah sepertinya tidak akan delay, batinnya.
Ketika penumoang pesawat sudah keluar semua, tiga orang satpam di depan Whisk dan dua orang lainnya segera merebut tiket pesawat mereka.
Whisk langsung berjalan menuruni tangga, dan menaiki tangga menuju pintu pesawat. Whisk merasa ada yang melihatnya, lalu dia menoleh sejenak. Dia menemukan Alkaf tengah menatapnya dari atas sana.
Dasar, pria blak-blakan!
Whisk langsung melanjutkan menaiki tangga. Di dalam pesawat, Whisk mendapati tempat duduknya berada paling depan dekat dengan pesawat dan langsung samping jendela.
Orang itu... Apakah dia bertanya pada Hazelnut tentang tempat duduk seorang pria introvert yang dingin dan kelam sepertiku? tanya Whisk dalam hati.
Whisk dapat melihat dari jendela Alkaf mengangkat bahunya seakan tahu apa yang sedang dia pertanyakan. Dia juga dapat melihat pria berkacamata itu tersenyum, lalu menghilang dari sana. Entah kemana.
Seraya menunggu penumpang masuk, Whisk menonaktifkan segala yang berhubungan dengan alat elektronik miliknya, lalu memasukkan semua ke dalam tasnya. Tetap saja, dia masih memakai masker miliknya, namun tidak dengan kacamatanya.
Whisk memejamkan matanya. Pikirannya mulai kosong. Ini sering terjadi padanya. Suara gaduh orang-orang mulai sirna. Dan suara dua pramugari mulai terdengar dari arah yang berlawanan, namun Whisk dapat mendengarnya dengan jelas. Dia tidak begitu peduli dengan pengumuman yang diberikan. Sesaat kemudian, suara pramugari juga menghilang karena pengumuman tentang keamanan pesawat sudah selesai. Whisk dapat mendengar suara mesin pesawat yang ribut dan pesawat mulai bergerak perlahan. Tak lama kemudian, pesawat lepas landas.
Whisk sebenarnya mulai tertidur saat itu. Hanya saja entah mengapa dia merasa jatuh dari ketinggian. Whisk kaget dan langsung terbangun.
Ah... Sial... Insomniaku menyuruhku agar tidak tertidur... batin Whisk jengkel.
Jakarta, pukul 05:00 PM
Di bandara...
Whisk berjalan cepat menuju parkiran bandara. Sudah ada seseorang yang menunggunya di sana.
Drrttt... Drrttt...
Whisk mengangkat ponselnya yang bergetar.
"Dimana kamu?" tanya seorang pria yang ada di parkiran melalui telefon dalam Bahasa Prancis.
Whisk dapat melihatnya. "Aku melihatmu," ujarnya.
Whisk bergegas menuju ke sana tanpa mematikan telefonnya. Beruntungnya Alkaf sudah memberikan kartu itu padanya dan bahkan sudah ada paket data serta pulsa.
"Selamat sore, Sir!" Pria itu memberi hormat pada Whisk yang langsung disambut oleh Whisk.
"Saya Andrian, dan akan menjadi supir pribadi Anda selama Anda berkunjung ke negara ini. Virus sedang ada dimana-mana. Jalanan agak sepi. Mohon kerjasamanya untuk tidak berkeliaran selama tidak ada saya! Anda bisa dicurigai dan ditangkap karena hal tersebut," ucap pria bernama Andrian itu tanpa basa-basi.
"Baiklah," balas Whisk.
Whisk juga bukan tipe orang yang suka sekali keluar dan keluyuran kemana-mana. Apalagi di tempat yang tidak dia kenal seperti itu.
Whisk pergi bersama orang itu.
Ternyata Whisk dibawa ke sebuah apartemen yang cukup mewah dan besar. Dia bahkan memiliki ruangan kerja yang kedap suara dari luar.
"Sekian perkenalan tentang rumah baru Anda, Sir!" ujar Andrian.
"Ya, aku mengerti. Kembalilah, kau terlihat lelah," sahut Whisk.
Sepulangnya Andrian, Whisk langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia membaca pesan ponselnya dari Alkaf.
~
Alkaf: Bagaimana perjalananmu?
Whisk: Biasa saja, tidak ada yang menarik.
Alkaf: Jadi, kamu akan cek tentang insomniamu?
Whisk: Ya, aku akan melakukan hal itu besok mungkin.
Alkaf: Temuilah Hazelnut, dia adalah dokter yang sangat baik. Bahkan juga psikolog yang hebat. Kamu boleh mencobanya.
Whisk: Baiklah. Baiklah. Kamu benar-benar ribut, Senior Alkaf.
Alkaf: Ah! Anak ini dibilang! Cobalah! Kamu akan tahu sendiri.
Whisk: Iya.
Kontak diterima.
Alkaf: Itu kontak dia jika sekiranya kamu tidak akan bertanya nomor kepadanya.
Whisk: Senior Alkaf...
Alkaf: Aku sedang perjalanan pulang ke PematangSiantar.
Whisk: Apakah Hazelnut dan Jelly berasal dari kota tersebut?
Alkaf: Ya, mereka berdua berasal dari kota ini.
Whisk: Oh.
Alkaf: Ya sudah, tidak akan mengganggu waktumu dengan tempat kerja barumu!
Whisk: Tunggu dulu bagaimana kamu tahu aku memiliki tempat kerja baru?
Foto diterima.
Whisk: Seberapa banyak yang dia tahu?
Alkaf: Entahlah, aku tidak berani menebak seberapa banyak yang dia tahu. Jelas sekali bahwa dia hampir menebak benar segalanya.
Whisk: Wanita yang pandai.
Alkaf: Haha! Ya, dia adalah seorang wanita yang sangat pandai!
Alkaf: Dia akan masuk kerja untuk pertama kalinya besok.
Alkaf: Semoga kamu menemuinya.
Pesan dibaca Whisk.
~
Whisk tak lagi membalas pesan Alkaf. Dia benar-benar jengkel dengan orang itu. Dari awal sampai akhir hanya Hazelnut yang dibahasnya.
Whisk memutar kursi kerjanya. Dia lalu mengambil laptop dari tasnya dan mengaktifkannya.
Layar monitor sedang memproses. Whisk dapat melihat ada email yang masuk untuknya. Dia segera membuka email tersebut dan membacanya: Boy In The Box: The Unsolved Case For You!
Jelas ini akan terasa sulit sekali... Kapan hati esok datang? batin Whisk.
Esok harinya...
01 April 2020 pukul 03:00 PM
"Saya akan mengantar Anda ke tempat yang Anda inginkan, Sir," ucap Andrian.
Andrian adalah orang yang sangat lincah. Hanya beberapa menit yang lalu Whisk meneleponnya untuk mengantarkan dia ke sebuah tempat dan Andrian datang dengan cepat.
"Aku akan pergi ke rumah sakit pusat kota," ujar Whisk.
"Diterima!"
Andrian melajukan mobilnya dari parkiran apartemen. Selama perjalanan dia hanya diam dan fokus mengemudi.
Pria yang cekatan, batin Whisk.
Mobil tak terasa sudah memasuki perkarangan rumah sakit pusat kota yang merupakan tempat Haz dipekerjakan.
Whisk turun dari mobil dan mengenakan masker yang diberikan oleh Andrian untuknya.
"Saya akan menunggu," kata Andrian yang dibalas anggukan kepala Whisk.
Whisk memasuki lobby rumah sakit. Sedikit orang yang berada di sana.
"Dengan siapa? Dan ada apa?" tanya seorang perawat di sana.
"Dengan Whisky Woods. Saya ingin berkonsultasi dengan Dr. Hazelia Lify, apakah Beliau sibuk?" jawab Whisk dalam Bahasa Indonesia.
"Tunggu sebentar..."
Whisk menunggu sebentar seperti perkataan perawat tersebut. Dia bisa melihat jari-jari perawat itu bergerak cepat di atas papan ketik komputer.
"Anda bisa menemui Beliau. Dia sedang senggang," sahut perawat itu. "Tempat Dr. Hazelia Lify ada di ujung lorong. Setelah melewati lorong ini, berbeloklah ke kiri."
"Terimakasih," Whisk langsung pergi menuju tempat yang dimaksud oleh perawat.
Pukul 03:20 PM
Sepi sekali... Hanya ada beberapa perawat yang mondar-mandir, batin Whisk.
Whisk berjalan menuju ujung lorong setelah berbelok ke kiri, seperti perkataan perawat tadi. Dia sampai di ujung lorong dan mendongakkan kepalanya. Dia bisa melihat papan di atas pintu yang bertuliskan "HAZELIA & LIULAIKA'S ROOM".
Benar di sini bukan? tanya Whisk dalam hatinya.
Whisk menatap ke dalam pintu kaca. Seorang gadis di meja samping tengah asyik mengamati ponselnya. Sepertinya itu adalah Jelly. Dia bukan Hazelnut, batin Whisk.
Whisk melepas maskernya dan membuka pintu ruangan, lalu masuk ke dalam.
"Permisi," sapa Whisk.
Jel menoleh ke arah Whisk. Wajahnya langsung berubah menjadi tak bisa ditebak.
"Kamu... Whisky Woods bukan?" tanya Jel.
"Ya, aku Whisky Woods," jawab Whisk cepat. "Apakah Hazelia Lify ada di sini?"
"Oh, tentu saja ada! Dia ada di ruangan sebelah, tunggu, aku panggilkan!" Jel terlihat senang.
Ada apa dengan orang ini? Semenit yang lalu wajahnya sungguh jelek, sekarang wajahnya malah tersenyum lebar, batin Whisk. Whisk menganggap Jel sedikit menyeramkan. Mengapa Senior Alkaf bisa menyukai gadis menyeramkan ini?
Tak lebih dari dua menit, Haz langsung keluar dari ruangan sebelah bersama Jel yang menggandeng dirinya.
"Tidak ada spesialnya sama sekali," Whisk dapat mendengar Haz berkata, seolah wanita itu membiarkannya mendengarkan perkataannya
"Nona, biasanya, orang yang mengatakan biasa saja merupakan orang yang paling menyukai kehadirannya bukankah seperti itu?" tanya Whisk yang berada di hadapan Haz dan Jel dalam Bahasa Indonesia dengan aksen Prancis yang kental.
"Terserah Anda, Mr. Whisky Woods," jawab Haz.
"Aku tidak mengira ternyata di negara ini ada seseorang yang mengagumiku ya?" Tanpa menunggu Haz mempersilahkan Whisk duduk, dia sudah duduk terlebih dahulu. Dengan begitu santainya, dan juga menunggu Haz duduk di hadapannya.
Haz juga ikut duduk di hadapan Whisk. Dan Jel sendiri berdiri di samping Haz, terlihat berbisik ke wanita itu, lalu pergi beberapa detik kemudian.
Whisk tidak penasaran dengan apa yang Jel katakan kepada Haz. Namun dia sangat penasaran bagaimana Haz tahu hampir semua kesukaannya.
"Apa yang membuat seorang detektif terkenal datang menemuiku?" tanya Haz.
"Konsultasi," jawab Whisk singkat.
"Tentang apa?" Haz menatap Whisk. Dia menyadari kantung mata Whisk yang sangat mencolok. Hitam. "Sepertinya tentang insomnia. Kantung matamu hitam sekali, kamu harus membiasakan diri untuk tidak tidur begitu larut!"
Whisk sungguh tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Seorang wanita, memiliki kemampuan analisis yang tinggi, tengah membaca semua kebiasaannya seperti yang dia lakukan ke orang-orang?
Whisk termenung sesaat, semenit kemudian dia berkata, "Kamu sudah tahu, sekarang aku harus berkonsultasi pada dokter hebat ini."
Seminggu setelahnya...
08 April 2020 pukul 10:00 AM
Cring... Cring...
Whisk dapat mendengar bunyi bel pintu. Dan setelah mendongak, ada sebuah bel pintu yang menggantung di atas sana.
Sepertinya dia mendengarkan saranku, batin Whisk.
Dua hari sebelumnya...
"Mengapa kamu selalu datang? Bukankah kita sudah berkonsultasi sebelumnya?" tanya Haz. Dia terlihat sedikit jengkel dengan Whisk.
"Apakah aku tidak boleh datang?" tanya Whisk. Dia duduk di sofa. Seperti biasa, Jel tidak terlihat di sana. Entah kemana wanita itu.
Whisk dapat mendengar Haz menghela nafas panjang.
"Pintu itu, sebaiknya kamu membuat bel pintu di atasnya," Whisk memberi saran kepada Haz.
Haz menatap Whisk sejenak.
"Akan aku pertimbangkan," dia menjawab begitu pada akhirnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Meysi Maria Pandiangan
si episode sebelumnya 31 Mei kok episode selanjut nya malah April...
2020-09-13
2
Saniahharahap Nia
Pematangsiantar.....??
2020-08-12
2
Kim Halia - Bye
Jujur yaa, Thor. Di bab sebelumnya... Di momen Whisk bareng Alkaf... Aku ngerasa mereka berdua mirip banget sama dua char di novel yang sedang aku bikin... Miripnya itu di bagian sudah saling paham dan ... kayak gitu lah pokoknya... Mirip... Mohon di maafkeun bila aku terkesan memplagiat... Aku cuma bisa bilang terima kasih atas referensi nya...
2020-04-08
4