#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Tanggal 11 April 2020
Pukul 06:00 AM
Sehari setelah acara makan malam gabungan bersama Alkaf dan Jel...
"Hei! Melongo seperti orang dongo kamu," keluar gaya bahasa Medan Alkaf yang menyebalkan dalam bahasa Indonesia.
Whisk bahkan tidak menatap Alkaf sama sekali. Dia sedang menikmati langit yang terbias oleh fajar menjadi fana merah jambu nan indah di balkon apartemen. Juga terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Aku tidak mengerti bahasa kamu di Medan, Paman Pedofilia, penyuka Jelly. Tolong ganti bahasamu menjadi bahasa yang lebih baku!" balas Whisk menggunakan Bahasa Indonesia yang kurang pas nadanya. Dia masih tidak menatap Alkaf sama sekali.
"Hei! Siapa yang kamu sebut "Paman Pedofilia" ha!?" seru Alkaf kesal. "Buyutku bahkan menikah dengan wanita berusia empat belas tahun kala itu!"
"Bisakah kamu tidak membedakan antara zaman batu dengan zaman modern seperti ini?" Whisk meneguk secangkir kopi yang dibuatnya satu jam yang lalu.
Alkaf menghela nafas panjang. Dia tidak ingin berdebat panjang dengan Whisk, karena pria itu memiliki seribu alasan untuk membungkam apapun perkataan yang dilontarkan oleh Alkaf. Pria berkacamata menatap bule yang tengah duduk sambil memikirkan sesuatu itu. Dia menyerah, lalu ikut duduk di sampingnya.
"Kamu kelihatan sekali sedang memikirkan sesuatu," Alkaf menyerocos tepat sasaran. "Ceritakan kepadaku!" pintanya memaksa.
"Richard Vinzeliuka," Whisk hanya menyebutkan satu nama itu.
Alkaf terdiam sejenak, kemudian memicingkan matanya. "Jangan bilang dia... Menyatakan 'Perang Dunia' dengan dirimu?"
"Cek berita di internet," Whisk berkata seraya menatap tajam ke arah bangunan tinggi di seberang sana. Rasanya bangunan itu akan hancur seketika dengan tatapannya.
Alkaf membuka mbah gugel di ponsel pintarnya. Hal pertama yang dilihat olehnya adalah berita HOT yang mungkin akan disorot satu dunia.
"APA-APAAN INI?!" teriak Alkaf. Teriakannya mungkin menggema ke satu apartemen.
Di ruangan apartemen sebelah...
"HAZELIA LIFY! BANGUN!" seru Jel panik.
"Hm?" Haz bergumam pelan menarik selimut menutupi wajahnya. Dia tentu saja tidak ingin bangun. Mereka tidur sekitar jam dua pagi tadi.
"BANGUN DULU! LANJUT TIDURNYA NANTI SAJA! ADA SKANDAL!" teriak Jel marah.
"Skandal aa si? Uan ulusan u," gumam Haz yang masih bisa diartikan oleh Jel. (Skandal apa sih? Bukan urusanku).
"INI SKANDALMU!" Sekali lagi Jel berteriak.
"APA?! APA MAKSUDNYA?" balas Haz berteriak.
"Ini..." Jel menghadapkan layar ponselnya ke hadapan Haz.
Haz merebut ponsel yang digenggam oleh Jel dan membacanya. "Skandal Baru: Dokter Manis Hazelia Lify Pergi Ke Hotel Bareng Detektif Terkenal Whisky Woods Untuk Melakukan Hal Tidak Senonoh?! WHAT THE FVCK IS THIS, JELKESYA?!"
"KAMU BERTANYA PADAKU, AKU MANA TAHU HAZELIA LIFY!" balas Jel sama kesalnya dengan wanita di hadapannya. "Grrr... Pasti si Ric sialan itu! Kita harus segera menemui Alkaf dan Whisk. Mandi sekarang juga Hazelia!"
Kembali lagi dengan Alkaf dan Whisk...
"Dia ingin bermain api denganku ya," kekeh Whisk sinis.
Alkaf tidak tahu apa yang akan terjadi pada Ric sebentar lagi. Tapi, dia merasaka firasat yang sangat buruk tentang senyuman Whisk.
Ting... Ting...
Whisk mengangkat ponselnya yang berdering nyaring.
"Qu'avez-vous fait en Indonesia?!" seru seorang pria kesal dalam Bahasa Prancis. "Pourquoi une telle chose?! N'as-tu pas honte?!" (Apa yang kamu lakukan di Indonesia?! Mengapa ada berita tersebar seperti itu?! Mau ditaruh dimana wajahmu?!).
"Tais-toi! Je peux m'en occuper. Tu es juste assise jolie," ujar Whisk dingin pada orang di telefon. Pria bersurai merah langsung mematikan telefonnya setelah mengatakan hal tersebut. (Diam kau! Aku bisa mengurusnya sendiri. Cukup duduk manis kau di sana).
Alkaf tentu saja mengerti Bahasa Prancis. Bahasa Prancisnya lumayan bagus.
"Si grossier," celetuk Alkaf. (Kasar sekali kamu).
Whisk tidak peduli dengan ledekan Alkaf dan mencari kontak seseorang di ponselnya: Andrian. Segera setelah menemukan nomor yang dicarinya, pria itu menelepon.
Tut...
Klik...
Voice tersambung dengan sangat cepat.
"Andrian, aku butuh bantuanmu," tanpa basa-basi atau menyapa terlebih dahulu, Whisk langsung meminta Andrian untuk menolongnya.
Hal pertama yang didengar oleh Whisk bukanlah suara Andrian melainkan, "Uh... An... Fasterrr!"
Whisk menggeleng kepala. Ternyata ini rutinitas pagi yang dimaksud oleh Andrian, batin pria itu.
"Maaf, Tuan. Ada apa menelepon saya sepagi ini? Tidak seperti biasanya," kata Andrian.
"Bacalah berita dan kamu akan tahu. Kamu bisa tidak mencari tahu pemilik blog baru yang itu dan melaporkannya padaku? Setelah 'rutinitas pagimu' tentu saja," pinta Whisk.
"Baiklah, Tuan. Akan saya laksanakan," balas Andrian.
Telefon langsung ditutup Whisk setelah Andrian menyetujui permintaannya.
Whisk kembali lagi mencari kontak telefon seseorang di ponselnya. Dia sudah membeli kartu roaming internasional sehingga tidak ada batasan untuk mengakses ke negara mana pun. Lady Lam. Dia langsung menekan nama itu dan menunggu balasan di sana.
"Hola pervertido!" seru seorang wanita ditelefon. (Halo mesum!).
"No hay necesidad de hablar largo y tendido. Mueve los quinientos euros a mi cuenta en Indonesia. Ahora!" ujar Whisk dingin penuh penekanan. (Tidak perlu berbasa-basi. Pindahkan uang senilai lima ratus euro ke rekeningku di Indonesia. Sekarang!).
"Woah, mantén la calma, Señor. Hecho de inmediato," ucap wanita itu. (Woah, tolong tenang, Senior. Akan kulakukan segera).
Whisk menutup telefon tanpa mendengar perkataan wanita bernama Lam itu lagi. Dia sedang dalam mood yang sangat buruk sekarang. Dia tidak masalah jika hanya namanya yang tertera di berita. Tapi, masalahnya nama Haz juga ikut terseret di dalam sana. Apa yang harus dikatakannya pada Haz nanti? Dia tidak mau Haz salah paham dengannya. Pria itu ingin menjalani hubungan yang baik-baik dengan Haz.
Alkaf yang berada di sebelah Whisk hanya bisa melirik ke arahnya. Pria berkacamata merinding melihat Whisk dengan wajah dinginnya. Kurasa... Kata Haz benar. Dia lebih cocok menyandang peran antagonis jika saja dia dibuat ke dalam sebuah cerita, pikir Alkaf.
Tok! Tok! Tok!
Alkaf dan Whisk dapat mendengar suara pintu apartemen Whisk diketuk dengan tidak sabar. Alkaf tahu itu pasti Jel. Karena selama di 'rumah' Haz tidak akan berbuat demikian.
"Duduk saja di sini. Aku akan membukakan pintu untuk mereka. Mereka pasti sudah membaca berita online tersebut," ucap Alkaf pada Whisk yang ingin bangkit dari duduknya.
Whisk tetap tidak menatap Alkaf. Dia benar-benar marah. Padahal Haz dan dirinya sendiri tidak pernah pergi ke tempat seperti itu. Untuk apa? Dia dan Haz adalah tetangga seatap, setanah! Untuk apa dia membuat skandal seperti itu di negara orang?! Kau akan menyesal telah mengajak perang dengan 'iblis', Richard Vinzeliuka! seru Whisk dalam hatinya jengkel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Nunuy Hertati
ada bhs franc nya..untung ada teks nya...aku tulalit..hahaha
2020-08-18
1
meike Yulianty
Masa cm 500 Euro author. Cm 8 jutaan.
2020-08-15
1
Bian Albiansyah
iIuM7*ku
2020-08-11
3