12 : Rahasia Hazelia Lify

#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!

"Senang bertemu kalian juga para fans, hahahaha... Ini menggelikan," kekeh Haz geli.

"Ini informasi yang saya dapat mengenai beberapa perusahaan percetakan online yang menyebarkan isu. Beberapa dari mereka adalah bagian dari Vinze's Company. Saham mereka yang berada di sana mencapai angka empat puluh lima persen. Juga, anak-anak pemilik perusahaan percetakan online dikabarkan kenal dekat dengan Tuan Muda Vinzeliuka. Saya yakin Nona pasti tahu hal-hal mendasar seperti ini. Saya juga mendapatkan informasi bahwa Tuan Muda Vinzeliuka menyewa pembunuh bayaran yang saya kenal. Kebetulan sekali orang tersebut ada di negara ini bahkan ada di ibukota. Saya bisa berbincang dengannya untuk mendapatkan informasi jika Tuan dan Nona menginginkannya," Andrian menjelaskan. Seperti kata Whisk dia sungguh cekatan. Selain itu, Whisk tahu bahwa Andrian adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya. Maka dari itu, Whisk pernah mengatakan kepada Andrian untuk menjadi asistennya, namun sampai sekarang, Andrian belum juga memberi sebuah kepastian. Dia ragu.

"Aku kenal beberapa dari mereka," celetuk Haz. "Mereka juga saat itu membantu Ric untuk mempermalukan diriku. Jadi, tak heran jika mereka begitu bersemangat menjalin kerjasama dengan pria sialan tersebut untuk membuat hoax."

"Whisk, kamu bisa membuat blog tanpa alamat IP kan?" tanya Haz seraya menatap pria yang tengah meneguk kopinya yang tak kunjung habis.

"Mudah sekali, Nona. Apa bayaranku?" canda Whisk.

"Di sekitaran akhir April sampai dengan pertengahan Mei, buku baruku akan dirilis. Tentu saja aku bisa memberikan 'tulisan mentah'-ku kepadamu dengan begitu kamu tidak perlu lagi membeli saat bukuku debut. Bagaimana?" Haz tersenyum jahil.

"Deal!" kata Whisk cepat. "Spoiler please!"

"Nu! Tidak boleh. Aku kan berjanji akan memberikannya padamu. Tentu saja aku tidak boleh sedikitpun spoiler tentang hal itu. Mengingat sesuatu yang menarik telah kutulis di dalam sana," Haz terkekeh geli membayangkan dirinya menuliskan Whisky Woods ke dalam ceritanya sebagai tokoh antagonis yang selalu beruntung.

"Hu... Hanya sedikit... Boleh ya?" Whisk memperlihatkan binar bola matanya yang mirip dengan bola mata kucing saat memohon untuk memberikannya sesuatu.

Astaga lucu sekali... batin Haz. Tidak boleh Haz! Kamu tidak boleh tergoda dengan hal imut dan lucu seperti ini. Kamu akan terlihat lemah!

"Nu! Cepat buatkan maka kamu akan mendapatkan hal ini," Haz menggoyangkan ponselnya. Di layar tertera judul dari novel yang akan dirilis sebentar lagi oleh Resplendent Nephila: The Lucky Kyzel Woods, dengan kategori drama dan misteri yang tentu saja membuat orang penasaran dengan isinya.

"Hei!" seru Whisk tidak terima dengan judul novel yang dibuat oleh Haz. "Kamu sengaja memakai nama belakangku ya?"

"Aku sudah spoiler judul. Kamu yakin tidak penasaran dengan isinya?" goda Haz.

Astaga, ini membuatku gila! Tentu saja aku sungguh penasaran dengan isi novel tersebut! seru Whisk dalam hatinya.

Sungguh gila aku! Untuk apa aku menggabungkan namaku dan Whisk agar terbentuk nama Kyzel?! tandas Haz dalam hati malu. Semoga saja dia tidak menyadari bahwa aku menggabungkan namaku dan namanya untuk menciptakan karakter utama pemeran antagonis di novel ini.

"Andrian, sedaritadi aku ingin bertanya padamu," kata Whisk kepada Andrian yang hanya mendengarkan dan memahami percakapan kedua insan yang berbeda gender tersebut.

"Ya, Tuan Muda?" Andrian memasang ekspresi bingung seraya menatap Whisk.

"Mengapa di tubuhmu tercium bau medis? Apakah kamu barusaja dari rumah sakit sebelum datang ke sini?" tanya Whisk penasaran.

Andrian terdiam. Wajahnya sedikit merona.

"Jawabannya mudah sekali. Sebagai seseorang yang jatuh cinta pada perawat di rumah sakit, tentu saja Andrian akan memgantarkan wanita tersebut ke sana. Bukankah begitu?" Haz bangkit dari duduknya. "Namanya Raphaela. Satu tempat kerja denganku. Oh ya, aku ingin membuat teh. Kamu punya teh kan, Whisk? Kamu sembunyikan dimana?"

"Kamarku, sebuah lemari," jawab Whisk singkat.

Haz langsung beranjak dari sana. Mencari lemari yang dimaksud oleh Whisk sebagai tempat penyimpanan teh-nya.

"Apakah Nona peramal?" tanya Andrian dengan ekspresi terkejutnya karena perkataan Haz benar tanpa meleset sedikitpun, sebelum Haz benar-benar menghilang dari sana.

"Menurutmu?" Haz bertanya balik kepada Andrian sambil melambaikan tangannya: Tidak perlu dipikirkan perkataanku. Semoga kamu dan dia cocok.

"Lalu, apa maksudmu dengan 'rutinitas pagi'-mu, Andrian Delwin?" Whisk memicingkan matanya menatap Andrian, menginterogasi.

"Ahahahaha... Itu... Aku melakukannya dengan wanita lain. Bukan Raphaela."

"Aku tidak menyangka ya..." Whisk menatap Andrian.

"Bukankah itu wajar bagi seorang pria?" tanya Andrian aneh.

"Ah... Ingin apa? Aku rasa aku ingin pergi menemui Haz. Aku menginginkan secangkir teh. Kamu ingin sesuatu?" Whisk mengalihkan pembicaraan antara pria dewasa dengan Andrian.

"Aku ingin Americano," jawab Andrian paham mengapa Whisk mengalihkan pembicaraan dewasa mereka. Karena Whisk tidak terlalu suka dengan hal tersebut.

"Baiklah. Aku akan membuatkannya," Whisk bergegas pergi dari sana meninggalkan Andrian seorang diri di balkon.

Tak lama kemudian, Alkaf dan Jel datang.

"Loh, dimana Hazelia dan Whisky Woods, Andrian?" tanya Alkaf. Tentu saja Alkaf tahu siapa Andrian. Dulunya merupakan mantan pembunuh bayaran. Namun sekarang dia berubah menjadi lebih manusiawi. Alkaf pernah mengunjungi sel pertahanan yang kebetulan sempat dihuni Andrian.

"Oh, Tuan Pendeta," kata Andrian. Andrian memang sering menyebut Alkaf dengan sebutan 'Tuan Pendeta'.

Jel yang berada di samping Alkaf menahan tawanya. "Pfttt... Tuan Pendeta," goda Jel berbisik pada Alkaf.

"Oh aku mengira kamu tidak mengenalku lagi," Alkaf berbasa-basi.

"Tuan dan Nona ada di dapur. Katanya akan membuat teh, kopi, dan beberapa camilan. Mereka sudah memikirkan apa yang akan dilakukan terhadap Tuan Muda Vinzeliuka," jawab Andrian. Andrian menatap Jel sesaat, lalu berpaling ke Alkaf. "Nona ini?"

"Dia Liulaika Jelkesya. Teman baik dari Hazelia," kata Alkaf memperkenalkan Jel kepada Andrian.

"Oh. Salam kenal, Nona Jelkesya," ujar Andrian.

"Aku akan ke dapur sejenak. Kalian berbincanglah di sini. Aku ingin melihat perkembangan keadaan mereka berdua," kekeh Jel membayangkan sesuatu yang jahat.

"Jel..."

"Aku tidak akan mengganggu mereka, aku janji," kata Jel. "Oh ya, Alkaf ingin apa?"

"Vanilla Latte," jawab Alkaf.

"Okay!"

Jel menghilang dari balik pintu kamar Whisk.

"Wanita yang peduli ya," oceh Andrian.

"Begitulah dia," balas Alkaf. "Jadi, bagaimana dengan crash ehem... Kamu tahu apa maksudku bukan? Sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke ibukota negara untuk melakukan konseling."

"Lumayan membaik. Ada seorang perawat yang membantu saya menetralkan crash di otak saya. Dia adalah seorang konselor yang baik meski hanya seorang perawat," Andrian berkata. Dia memainkan jari tangannya, tanda dia suka membicarakan perawat yang ia maksud.

"Oh, bagus sekali kalau begitu. Kamu menyukai perawat itu?" tanya Alkaf. Pria berkacamata adalah seorang psikiater yang baik. Dia bisa melihat perilaku seseorang melalui gerak-geriknya.

"Ah, ya, Anda benar. Saya menyukainya," ucap Andrian jujur. Seperti yang sudah dikatakan Whisk. Andrian adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya.

"Lalu, apakah kamu menceritakan masa lalumu kepadanya?" tanya Alkaf.

"Ya, saya menceritakannya. Dia adalah seorang pendengar yang baik. Dia juga mengerti tentang keadaan saya," balas Andrian.

"Ah... Begitu ya," Alkaf membuka ponselnya yang bergetar. Ada chat masuk dari Jelkesya.

~

Jel: Alkafff...

Jel: Tidak ada vanilla latte lagi!

Jel: Kamu lupa membelinya ya?

Jel: Ingin diganti dengan apa?

Jel: Atau kamu ingin jasmine tea?

Jel: Balas!

Alkaf: Americano?

Jel: Oh, ada.

Jel: Mau Americano?

Alkaf: Ya, itu saja.

Alkaf: Jangan terlalu banyak gula.

Alkaf: Kalau bisa pakai creamer saja.

Jel: Okay!

Pesan dibaca Alkaf.

~

"Oh ya, Tuan Pendeta," panggil Andrian. "Apakah saya boleh bertanya tentang sesuatu?"

"Ya, kamu ingin bertanya tentang apa?" Alkaf bertanya balik.

"Apakah Nona Hazelia seorang peramal?" Andrian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku tahu ini pertanyaan yang sedikit aneh. Tapi, bagaimana bisa dia tahu nama seseorang yang bahkan tidak dikenalnya?"

"Ah, itu..." Alkaf terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut. "Kamu harus bertanya sendiri padanya jika kamu benar-benar ingin mengetahui hal tersebut. Namun, dia tidak akan mengatakannya kepada orang-orang, karena mereka bisa saja menganggap dirinya gila. Itu adalah rahasianya, juga rahasia yang 'mungkin' akan menghancurkannya."

Terpopuler

Comments

Alvie wahyudi

Alvie wahyudi

syukaaa

2021-02-01

1

Veggy Ang

Veggy Ang

aku baru aja baca novel ini rasanya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama..

suka suka BANGET malah hehe
sebagus itu ini novel

2020-12-14

4

Kim Halia - Bye

Kim Halia - Bye

Keren, berkelas banget, aku benar-benar suka dengan penokohan kesemua karakter didalamnyanya. Menurutku ga mudah untuk menciptakan karakter yang hebat tanpa deskripsi yang sangat panjang. Dan cerita ini sukses menampilkan kehebatan itu dengan kemasan yang apik dan tidak keluar jalur, dan tentu saja tidak begitu panjang.

Kalau aku bikin deskripsi karakter, pasti bakalan bertele-tele. 😥

Buat author jangan lupa jaga kesehatan. Nih cerita hampir update tiap hari, apa ga cape? Orang hebat mah beda yaa... 😂

2020-04-21

8

lihat semua
Episodes
1 1 : Hari Pertama
2 2 : Cerita Whisky Woods (1)
3 3 : Cerita Whisky Woods (End)
4 4 : Mengajak Dinner
5 5 : Hal yang Tak Terduga
6 6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7 7 : Perasaan Alkaf
8 8 : Apakah Haz...??
9 9 : Whisk Hacker Kelas S?
10 10. HOT NEWS : SKANDAL
11 11 : Resplendent Nephila
12 12 : Rahasia Hazelia Lify
13 13 : Flashback
14 14 : Skakmat, Andrian!
15 15 : Spy
16 16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17 17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18 18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19 19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20 20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21 21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22 22 : Berbalas Pesan
23 23 : Masalah Datang
24 24 : Whisky Woods Terluka
25 25 : Pertarungan
26 26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27 27 : Be Stronger Against The Obstacles
28 28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29 29 : Pengumuman, Bukan Update!
30 30 : Keanehan Peristiwa Itu
31 31 : Mademoiselle!
32 32 : Campur Aduk
33 33 : Haz Kecil
34 34 : Little Girl Met Her Relative
35 35 : His Name is Lazul
36 36 : The Clever Little Devil
37 37 : Ayo Berdrama!
38 38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39 39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40 40 : TAPI BO'ONK!
41 41 : Hampir Saja!
42 42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43 43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44 44 : Informan dan Rekan Terbaik
45 45 : Keributan Di Atas Kapal
46 46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47 47 : Argh! Aku ... Aku ....
48 48 : Kembalinya Si Spy
49 49 : Let The Hunt Begin!
50 50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51 51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52 52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53 53 : Pengumuman dan Hiatus
54 54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55 55 : Ide yang Buruk
56 56 : Nyaris
57 57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58 58 : Awas Saja!
59 59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60 60 : Canggung
61 61 : Ada Apa di Sewer?
62 62 : Greget dan Ternyata ....
63 63 : Cyan Vilmasyah
64 64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65 65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66 66 : Masih Bersedih
67 67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68 68 : Pengumuman
69 69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70 70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71 71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72 72 : Satu Masalah Clear!
73 73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74 74 : Pembunuhan Kedua
75 75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76 76 : Kukira Sudah Selesai ....
77 77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78 78 : Masalah yang Sama
79 79 : Filsafat
80 80 : Rencana Hari Ini
81 81 : Parkiran Shopping Mall
82 82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83 83 : Bertemu Iris
84 84 : Lantai 6
85 85 : Akhirnya Mengangkat
86 86 : Pengumuman
87 87 : Whisk dan Perasaan
88 88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89 89 : There's An Impostor!
90 90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91 91 : Permainan Kata dan Rasa
92 92 : Straight To The Point, Please!
93 93 : Semakin Memanas
94 94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95 95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96 96 : Keadaan Zenneth
97 97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98 98 : Memberitahu Cyan
99 99 : Wanita Paruh Baya
100 100 : Alter Ego
101 101 : Kegelisahan Cyan
102 102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103 103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104 104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105 105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106 106 : Untitled
107 107 : Mencari Anjing Pelacak
108 108 : Dua Wraith Asal Kuba
109 109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110 110 : Percakapan Haz dan Waikit
111 111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112 112 : Cerita Yudel
113 113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114 114 : Untitled
115 115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116 116 : Cyan Siuman
117 117 : Ban Mobil
118 118 : Apakah Whisky Woods ...?
119 119 : Fokus, Hazelia Lify!
120 120 : Transaksi
121 121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122 122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123 123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124 124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125 125 : Pembahasan Dewasa
126 126 : Mencari Tahu
127 127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128 128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129 129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130 130 : Berada di Posisi Serba Salah
131 131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132 132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133 133 : Perusak Suasana Datang!
134 134 : Gagal
135 135 : Keanehan
136 136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137 137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138 138 : Kepribadian Qerza
139 139 : Meminta Tolong
140 140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141 141 : Rencana Penyamaran
142 142 : Laporan Hasil Analisis
143 143 : Titik Terang yang Membingungkan
144 144 : Bagaimana Jika ...?
145 145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146 146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147 147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148 148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149 149 : Romantisme
150 150 : Romantisme (Bagian 2)
151 151 : Romantisme (Bagian 3)
152 152 : Kejadian Lain yang Aneh
153 153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154 154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155 155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156 156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157 157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158 158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159 159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160 160 : Krisis Kepercayaan
161 161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162 162 : Cinta Itu....
163 163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1 : Hari Pertama
2
2 : Cerita Whisky Woods (1)
3
3 : Cerita Whisky Woods (End)
4
4 : Mengajak Dinner
5
5 : Hal yang Tak Terduga
6
6 : Suara Nyanyian Whisky Woods
7
7 : Perasaan Alkaf
8
8 : Apakah Haz...??
9
9 : Whisk Hacker Kelas S?
10
10. HOT NEWS : SKANDAL
11
11 : Resplendent Nephila
12
12 : Rahasia Hazelia Lify
13
13 : Flashback
14
14 : Skakmat, Andrian!
15
15 : Spy
16
16 : Mustahil Tapi Ada dan Nyata
17
17 : Blog Pribadi Resplendent Nephila
18
18 : Hubungan Rumit Jel dan Alkaf
19
19 : Haz yang Tidak Peduli Terhadap Berita Kedua
20
20 : Calon Perusak Hubungan Alkaf dan Jel
21
21 : Keraguan Alkaf Dalam Memilih
22
22 : Berbalas Pesan
23
23 : Masalah Datang
24
24 : Whisky Woods Terluka
25
25 : Pertarungan
26
26 : Kencan Alkaf dan Jel yang Terganggu
27
27 : Be Stronger Against The Obstacles
28
28 : James Stetson dan Whitney Carmilla Walker
29
29 : Pengumuman, Bukan Update!
30
30 : Keanehan Peristiwa Itu
31
31 : Mademoiselle!
32
32 : Campur Aduk
33
33 : Haz Kecil
34
34 : Little Girl Met Her Relative
35
35 : His Name is Lazul
36
36 : The Clever Little Devil
37
37 : Ayo Berdrama!
38
38 : Be The Hunter or Be The Hunted
39
39 : Berani Ganggu Aku? Lihat Orang-Orang Itu!
40
40 : TAPI BO'ONK!
41
41 : Hampir Saja!
42
42 : Apakah Hazelia Lify Masih Manusia?
43
43 : Tidak Mengingat, Tapi Merasakan
44
44 : Informan dan Rekan Terbaik
45
45 : Keributan Di Atas Kapal
46
46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz
47
47 : Argh! Aku ... Aku ....
48
48 : Kembalinya Si Spy
49
49 : Let The Hunt Begin!
50
50. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 1)
51
51. Hunt : Whisky Woods Ver. (Bagian 2)
52
52. Hunt : Hazelia Lify Ver.
53
53 : Pengumuman dan Hiatus
54
54 : Lebih Rumit Dari Labirin
55
55 : Ide yang Buruk
56
56 : Nyaris
57
57 : Teka-Teki Keinginan Zenneth
58
58 : Awas Saja!
59
59 : Suasana Makan Malam di Kafe
60
60 : Canggung
61
61 : Ada Apa di Sewer?
62
62 : Greget dan Ternyata ....
63
63 : Cyan Vilmasyah
64
64 : Kemarahan Alkaf di Telepon
65
65 : Drama Kecil di Dalam Hubungan Pertemanan
66
66 : Masih Bersedih
67
67 : Perdebatan Kecil yang Cukup Memusingkan
68
68 : Pengumuman
69
69 : Rencana dan Pernyataan Jelkesya
70
70 : Kepergian Saksi Satu-Satunya
71
71 : Asumsi Zenneth dan Mencari Seorang Perawat
72
72 : Satu Masalah Clear!
73
73 : Semakin Rumit dengan Kemungkinan yang Semakin Banyak
74
74 : Pembunuhan Kedua
75
75 : Teka-Teki yang Semakin Jelas
76
76 : Kukira Sudah Selesai ....
77
77 : Kesan Pertama Terhadap Nirvana Kenziro
78
78 : Masalah yang Sama
79
79 : Filsafat
80
80 : Rencana Hari Ini
81
81 : Parkiran Shopping Mall
82
82 : Maaf, Aku Tidak Sengaja
83
83 : Bertemu Iris
84
84 : Lantai 6
85
85 : Akhirnya Mengangkat
86
86 : Pengumuman
87
87 : Whisk dan Perasaan
88
88 : Whisk dan Perasaan (Bagian 2)
89
89 : There's An Impostor!
90
90 : Ego dan Libido yang Tertahan
91
91 : Permainan Kata dan Rasa
92
92 : Straight To The Point, Please!
93
93 : Semakin Memanas
94
94 : Penyesalan Selalu Datang Terlambat
95
95 : Memperebutkan Satu Sosok yang Sama
96
96 : Keadaan Zenneth
97
97 : Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Hazelia Lify
98
98 : Memberitahu Cyan
99
99 : Wanita Paruh Baya
100
100 : Alter Ego
101
101 : Kegelisahan Cyan
102
102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi
103
103 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 2)
104
104 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi (Bagian 3)
105
105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza
106
106 : Untitled
107
107 : Mencari Anjing Pelacak
108
108 : Dua Wraith Asal Kuba
109
109 : Dua Wraith Asal Kuba (Bagian 2)
110
110 : Percakapan Haz dan Waikit
111
111 : Percakapan Haz dan Waikit (Bagian 2)
112
112 : Cerita Yudel
113
113 : Cerita Yudel (Bagian 2)
114
114 : Untitled
115
115 : Sudah Kubilang, Aku Bukan Cenayang!
116
116 : Cyan Siuman
117
117 : Ban Mobil
118
118 : Apakah Whisky Woods ...?
119
119 : Fokus, Hazelia Lify!
120
120 : Transaksi
121
121 : Penculikan Cyan dan Zenneth
122
122 : Perasaan Bersalah yang Menghantui
123
123 : You Know How To Make Me Feel Better, Whisky Woods!
124
124 : Pribadi Mana yang Dikorbankan?
125
125 : Pembahasan Dewasa
126
126 : Mencari Tahu
127
127 : Aku Tidak Terlalu Suka Dipuji ....
128
128 : Kembali ke Cafe yang Pernah Dikunjungi
129
129. Akhirnya Aku Bertemu Denganmu : Liulaika Jelkesya Version
130
130 : Berada di Posisi Serba Salah
131
131 : Keluh Kesah Liulaika Jelkesya
132
132 : Kekacauan Menjadi Semakin Parah
133
133 : Perusak Suasana Datang!
134
134 : Gagal
135
135 : Keanehan
136
136 : Gelud! Gelud! Gelud!
137
137 : Ternyata Dia Bukan Orang Sebaik Itu
138
138 : Kepribadian Qerza
139
139 : Meminta Tolong
140
140 : Masalah yang Lebih Besar Datang
141
141 : Rencana Penyamaran
142
142 : Laporan Hasil Analisis
143
143 : Titik Terang yang Membingungkan
144
144 : Bagaimana Jika ...?
145
145 : Sudah Mengantongi Bukti, Kami Buntu
146
146 : Banyak Penjahat di Keluarga Hassan
147
147 : Sifat Haz yang Kekanak-kanakan
148
148 : Menyusun Rencana untuk Memberikan Barang Bukti
149
149 : Romantisme
150
150 : Romantisme (Bagian 2)
151
151 : Romantisme (Bagian 3)
152
152 : Kejadian Lain yang Aneh
153
153 : Menemukan Cyan dan Zenneth, serta Menghadapi Sesuatu yang Menyeramkan
154
154 : Potongan Puzzle yang Tidak Lengkap
155
155 : Kapan Ini Akan Berakhir?
156
156 : Alasan Mengapa Nich Terlihat Aneh?
157
157 : Drama Macam Apa Lagi Ini?
158
158 : Ingin Membuat Keputusan yang Tidak Mengecewakan
159
159 : Aku Harap Aku Mengambil Keputusan yang Benar
160
160 : Krisis Kepercayaan
161
161 : Nicholas Qet Farnaz Dalam Bahaya?!
162
162 : Cinta Itu....
163
163 : Percakapan Tiga Hari yang Lalu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!