#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
"Senang bertemu kalian juga para fans, hahahaha... Ini menggelikan," kekeh Haz geli.
"Ini informasi yang saya dapat mengenai beberapa perusahaan percetakan online yang menyebarkan isu. Beberapa dari mereka adalah bagian dari Vinze's Company. Saham mereka yang berada di sana mencapai angka empat puluh lima persen. Juga, anak-anak pemilik perusahaan percetakan online dikabarkan kenal dekat dengan Tuan Muda Vinzeliuka. Saya yakin Nona pasti tahu hal-hal mendasar seperti ini. Saya juga mendapatkan informasi bahwa Tuan Muda Vinzeliuka menyewa pembunuh bayaran yang saya kenal. Kebetulan sekali orang tersebut ada di negara ini bahkan ada di ibukota. Saya bisa berbincang dengannya untuk mendapatkan informasi jika Tuan dan Nona menginginkannya," Andrian menjelaskan. Seperti kata Whisk dia sungguh cekatan. Selain itu, Whisk tahu bahwa Andrian adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya. Maka dari itu, Whisk pernah mengatakan kepada Andrian untuk menjadi asistennya, namun sampai sekarang, Andrian belum juga memberi sebuah kepastian. Dia ragu.
"Aku kenal beberapa dari mereka," celetuk Haz. "Mereka juga saat itu membantu Ric untuk mempermalukan diriku. Jadi, tak heran jika mereka begitu bersemangat menjalin kerjasama dengan pria sialan tersebut untuk membuat hoax."
"Whisk, kamu bisa membuat blog tanpa alamat IP kan?" tanya Haz seraya menatap pria yang tengah meneguk kopinya yang tak kunjung habis.
"Mudah sekali, Nona. Apa bayaranku?" canda Whisk.
"Di sekitaran akhir April sampai dengan pertengahan Mei, buku baruku akan dirilis. Tentu saja aku bisa memberikan 'tulisan mentah'-ku kepadamu dengan begitu kamu tidak perlu lagi membeli saat bukuku debut. Bagaimana?" Haz tersenyum jahil.
"Deal!" kata Whisk cepat. "Spoiler please!"
"Nu! Tidak boleh. Aku kan berjanji akan memberikannya padamu. Tentu saja aku tidak boleh sedikitpun spoiler tentang hal itu. Mengingat sesuatu yang menarik telah kutulis di dalam sana," Haz terkekeh geli membayangkan dirinya menuliskan Whisky Woods ke dalam ceritanya sebagai tokoh antagonis yang selalu beruntung.
"Hu... Hanya sedikit... Boleh ya?" Whisk memperlihatkan binar bola matanya yang mirip dengan bola mata kucing saat memohon untuk memberikannya sesuatu.
Astaga lucu sekali... batin Haz. Tidak boleh Haz! Kamu tidak boleh tergoda dengan hal imut dan lucu seperti ini. Kamu akan terlihat lemah!
"Nu! Cepat buatkan maka kamu akan mendapatkan hal ini," Haz menggoyangkan ponselnya. Di layar tertera judul dari novel yang akan dirilis sebentar lagi oleh Resplendent Nephila: The Lucky Kyzel Woods, dengan kategori drama dan misteri yang tentu saja membuat orang penasaran dengan isinya.
"Hei!" seru Whisk tidak terima dengan judul novel yang dibuat oleh Haz. "Kamu sengaja memakai nama belakangku ya?"
"Aku sudah spoiler judul. Kamu yakin tidak penasaran dengan isinya?" goda Haz.
Astaga, ini membuatku gila! Tentu saja aku sungguh penasaran dengan isi novel tersebut! seru Whisk dalam hatinya.
Sungguh gila aku! Untuk apa aku menggabungkan namaku dan Whisk agar terbentuk nama Kyzel?! tandas Haz dalam hati malu. Semoga saja dia tidak menyadari bahwa aku menggabungkan namaku dan namanya untuk menciptakan karakter utama pemeran antagonis di novel ini.
"Andrian, sedaritadi aku ingin bertanya padamu," kata Whisk kepada Andrian yang hanya mendengarkan dan memahami percakapan kedua insan yang berbeda gender tersebut.
"Ya, Tuan Muda?" Andrian memasang ekspresi bingung seraya menatap Whisk.
"Mengapa di tubuhmu tercium bau medis? Apakah kamu barusaja dari rumah sakit sebelum datang ke sini?" tanya Whisk penasaran.
Andrian terdiam. Wajahnya sedikit merona.
"Jawabannya mudah sekali. Sebagai seseorang yang jatuh cinta pada perawat di rumah sakit, tentu saja Andrian akan memgantarkan wanita tersebut ke sana. Bukankah begitu?" Haz bangkit dari duduknya. "Namanya Raphaela. Satu tempat kerja denganku. Oh ya, aku ingin membuat teh. Kamu punya teh kan, Whisk? Kamu sembunyikan dimana?"
"Kamarku, sebuah lemari," jawab Whisk singkat.
Haz langsung beranjak dari sana. Mencari lemari yang dimaksud oleh Whisk sebagai tempat penyimpanan teh-nya.
"Apakah Nona peramal?" tanya Andrian dengan ekspresi terkejutnya karena perkataan Haz benar tanpa meleset sedikitpun, sebelum Haz benar-benar menghilang dari sana.
"Menurutmu?" Haz bertanya balik kepada Andrian sambil melambaikan tangannya: Tidak perlu dipikirkan perkataanku. Semoga kamu dan dia cocok.
"Lalu, apa maksudmu dengan 'rutinitas pagi'-mu, Andrian Delwin?" Whisk memicingkan matanya menatap Andrian, menginterogasi.
"Ahahahaha... Itu... Aku melakukannya dengan wanita lain. Bukan Raphaela."
"Aku tidak menyangka ya..." Whisk menatap Andrian.
"Bukankah itu wajar bagi seorang pria?" tanya Andrian aneh.
"Ah... Ingin apa? Aku rasa aku ingin pergi menemui Haz. Aku menginginkan secangkir teh. Kamu ingin sesuatu?" Whisk mengalihkan pembicaraan antara pria dewasa dengan Andrian.
"Aku ingin Americano," jawab Andrian paham mengapa Whisk mengalihkan pembicaraan dewasa mereka. Karena Whisk tidak terlalu suka dengan hal tersebut.
"Baiklah. Aku akan membuatkannya," Whisk bergegas pergi dari sana meninggalkan Andrian seorang diri di balkon.
Tak lama kemudian, Alkaf dan Jel datang.
"Loh, dimana Hazelia dan Whisky Woods, Andrian?" tanya Alkaf. Tentu saja Alkaf tahu siapa Andrian. Dulunya merupakan mantan pembunuh bayaran. Namun sekarang dia berubah menjadi lebih manusiawi. Alkaf pernah mengunjungi sel pertahanan yang kebetulan sempat dihuni Andrian.
"Oh, Tuan Pendeta," kata Andrian. Andrian memang sering menyebut Alkaf dengan sebutan 'Tuan Pendeta'.
Jel yang berada di samping Alkaf menahan tawanya. "Pfttt... Tuan Pendeta," goda Jel berbisik pada Alkaf.
"Oh aku mengira kamu tidak mengenalku lagi," Alkaf berbasa-basi.
"Tuan dan Nona ada di dapur. Katanya akan membuat teh, kopi, dan beberapa camilan. Mereka sudah memikirkan apa yang akan dilakukan terhadap Tuan Muda Vinzeliuka," jawab Andrian. Andrian menatap Jel sesaat, lalu berpaling ke Alkaf. "Nona ini?"
"Dia Liulaika Jelkesya. Teman baik dari Hazelia," kata Alkaf memperkenalkan Jel kepada Andrian.
"Oh. Salam kenal, Nona Jelkesya," ujar Andrian.
"Aku akan ke dapur sejenak. Kalian berbincanglah di sini. Aku ingin melihat perkembangan keadaan mereka berdua," kekeh Jel membayangkan sesuatu yang jahat.
"Jel..."
"Aku tidak akan mengganggu mereka, aku janji," kata Jel. "Oh ya, Alkaf ingin apa?"
"Vanilla Latte," jawab Alkaf.
"Okay!"
Jel menghilang dari balik pintu kamar Whisk.
"Wanita yang peduli ya," oceh Andrian.
"Begitulah dia," balas Alkaf. "Jadi, bagaimana dengan crash ehem... Kamu tahu apa maksudku bukan? Sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke ibukota negara untuk melakukan konseling."
"Lumayan membaik. Ada seorang perawat yang membantu saya menetralkan crash di otak saya. Dia adalah seorang konselor yang baik meski hanya seorang perawat," Andrian berkata. Dia memainkan jari tangannya, tanda dia suka membicarakan perawat yang ia maksud.
"Oh, bagus sekali kalau begitu. Kamu menyukai perawat itu?" tanya Alkaf. Pria berkacamata adalah seorang psikiater yang baik. Dia bisa melihat perilaku seseorang melalui gerak-geriknya.
"Ah, ya, Anda benar. Saya menyukainya," ucap Andrian jujur. Seperti yang sudah dikatakan Whisk. Andrian adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya.
"Lalu, apakah kamu menceritakan masa lalumu kepadanya?" tanya Alkaf.
"Ya, saya menceritakannya. Dia adalah seorang pendengar yang baik. Dia juga mengerti tentang keadaan saya," balas Andrian.
"Ah... Begitu ya," Alkaf membuka ponselnya yang bergetar. Ada chat masuk dari Jelkesya.
~
Jel: Alkafff...
Jel: Tidak ada vanilla latte lagi!
Jel: Kamu lupa membelinya ya?
Jel: Ingin diganti dengan apa?
Jel: Atau kamu ingin jasmine tea?
Jel: Balas!
Alkaf: Americano?
Jel: Oh, ada.
Jel: Mau Americano?
Alkaf: Ya, itu saja.
Alkaf: Jangan terlalu banyak gula.
Alkaf: Kalau bisa pakai creamer saja.
Jel: Okay!
Pesan dibaca Alkaf.
~
"Oh ya, Tuan Pendeta," panggil Andrian. "Apakah saya boleh bertanya tentang sesuatu?"
"Ya, kamu ingin bertanya tentang apa?" Alkaf bertanya balik.
"Apakah Nona Hazelia seorang peramal?" Andrian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku tahu ini pertanyaan yang sedikit aneh. Tapi, bagaimana bisa dia tahu nama seseorang yang bahkan tidak dikenalnya?"
"Ah, itu..." Alkaf terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut. "Kamu harus bertanya sendiri padanya jika kamu benar-benar ingin mengetahui hal tersebut. Namun, dia tidak akan mengatakannya kepada orang-orang, karena mereka bisa saja menganggap dirinya gila. Itu adalah rahasianya, juga rahasia yang 'mungkin' akan menghancurkannya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
Alvie wahyudi
syukaaa
2021-02-01
1
Veggy Ang
aku baru aja baca novel ini rasanya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama..
suka suka BANGET malah hehe
sebagus itu ini novel
2020-12-14
4
Kim Halia - Bye
Keren, berkelas banget, aku benar-benar suka dengan penokohan kesemua karakter didalamnyanya. Menurutku ga mudah untuk menciptakan karakter yang hebat tanpa deskripsi yang sangat panjang. Dan cerita ini sukses menampilkan kehebatan itu dengan kemasan yang apik dan tidak keluar jalur, dan tentu saja tidak begitu panjang.
Kalau aku bikin deskripsi karakter, pasti bakalan bertele-tele. 😥
Buat author jangan lupa jaga kesehatan. Nih cerita hampir update tiap hari, apa ga cape? Orang hebat mah beda yaa... 😂
2020-04-21
8