Jamal bingung hendak menjawab apa. Dia hanya diam tak bicara apa-apa. Dia benar-benar tak tau alasan apa dia dilatih berbagai macam ilmu bela diri oleh Pendekar Jibri.
Abah Yai masih menunggu jawaban dari Jamal. Sementara yang terjadi dengan Jamal terbalik 180° tak bisa berkata seperti biasanya dengan Pendekar Jibril dan bungkam seribu bahasa.
"Tch, Hey murid sialan, jawablah. Nggak usah sok kalem. Ciih." ejek Pendekar Jibril. Dia tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi Jamal yang tak bisa membalas ucapannya. Sementara Jamal berdecak dan mengutuk-ngutuk gurunya itu.
"Saya kurang tau Bah, saya hanya ikut saja apa yang diperintahkan Abah," jawab Jamal dengan santun.
"Puffff... Ahahahaha." Pendekar Jibril tertawa terbahak-bahak atas ucapan Jamal yang kaku dan sangat sopan itu. Dia telah lama bersama Jamal dan tau betul bagaimana tutur kata Jamal.
"Sudahlah bang. Jangan kau goda Jamal terus," kata Abah Yai.
"Baiklah baiklah.. Ehhm" desak Pendekar Jibril pada dirinya sendiri untuk tidak tertawa.
"Jadi kamu bener-bener nggak tau?" Tanya Abah Yai lagi.
"Tidak tau Bah,"
"Emmm... Jadi begini Mal..."
Abah Yai dan Pendekar Jibril menceritakan kronologinya mengapa Jamal harus dilatih ilmu beladiri. Abah Yai juga mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah supaya Jamal bisa mengetahui arti jiwa pendekar itu sendiri. Sebab menurut kedua gurunya itu seorang pemimpin atau tokoh haruslah punya jiwa pendekar sejati.
Jamal hanya terus mendengarkan ucapan demi ucapan dari kedua gurunya itu. Jamal juga sekarang tau bahwa latihan yang sebenarnya barulah akan segera dimulai. Dia akan dikirim ke dunia lain dan kembali dilahirkan disana.
Dia juga akan mendapat tugas untuk menjadi pemimpin tertinggi di alam dimensi tersebut dan juga harus memahami dulu arti jiwa pendekar. Barulah dia nanti akan dibawa kembali ke alam nyata.
Memang sungguh tak masuk di akal, namun begitulah kata mereka berdua. Jamal akan kembali dilahirkan di dunia yang penghuninya adalah para pendekar atau kultivator. Dia pun mengangguk dan percaya akan hal itu. Sebab berulang kali Jamal mengalami sendiri kejadian-kejadian tak masuk di akal menurut pandangan orang lain. Contoh kecilnya saja adanya dunia dimensi tempat dia berlatih. Siapa orang yang akan percaya akan hal tersebut dan bahkan waktu didalamnya jauh berbeda dengan dunia nyata! Bukankah itu hanya lelucon?.
Sekali lagi Jamal menganggukan kepala tanda dia telah faham akan semuanya.
"Jadi seperti itulah. Abah harap kamu betul-betul memahaminya,"
"Insyaallah saya faham Bah,"
"Oiya, nanti kamu disana bersikaplah seperti biasanya kamu dengan guru gagahmu ini," kata Pendekar Jibril dengan gaya sok cool.
'Tch. Nggak nyadar sama umur,' decak Jamal di batinnya lalu menjawab dengan senyum terpaksa.
"baik bah,"
"Baiklah Jamal, keluarkan semua bahan pembuatan dan senjata pusaka kecuali Pedang Samudera kegelapanmu," perintah Pendekar Jibril.
Jamal hanya menurut dan mengeluarkan semua bahan dan senjata pusaka hasil tempaannya dari cincin penyimpanan. Sebelas senjata pusaka terjajar rapi didepan mereka bertiga. Dua pusaka tingkat Saint, satu pusaka tingkat hitam, enam pusaka tingkat merah dan dua pusaka tingkat hijau.
Pusaka-pusaka itu terdiri dari pedang, tombak, cambuk, busur panah, belati, golok, shuriken boomerang, dan satu set jarum emas.
"Ambil satu set jarum emas itu dan kemarilah!" kata Pendekar Jibril lagi.
Jamal hanya menurut. Dia mengambil satu set jarum emas dan menyimpannya. Kemudian dia mendekat ke arah Pendekar Jibril.
"Ulurkan tanganmu yang ada cincin penyimpanannya!"
"Baik."
Jamal mengulurkan tangan kanannya. Jamal melihat sang guru atau Pendekar Jibril membuat gerakan-gerakan formasi ditangannya dengan sangat rumit. Bahkan Jamal yang merupakan ahli formasi tidak mengetahuinya.
Tiba-tiba cincin penyimpanan milik Jamal bersinar terang dan terasa sangat panas.
"Aaaaackkkhhh." teriak Jamal.
Namun tak berselang lama dengan meredupnya cahaya itu panasnya beransur-ansur menghilang. Jamal melihat cincin itu menghilang tergantikan sebuah cetakan melingkari jari manisnya seperti sebuah tato.
"Guru, ini?"
"Ya, guru telah memasangkan cincinmu pada jiwamu. Sekarang duduk berbalik badanlah, guru akan meningkatkan kekuatan tubuhmu dan menurunkan kualitas tulangmu,"
"Eh! Kok diturunkan Guru?"
"Untuk meningkatkan kekuatan tubuhmu maka harus mengorbankan kekuatan tulangmu." kata Abah Yai secara tiba-tiba.
Jamal terkaget mendengarnya, ternyata gurunya yang satunya juga faham tentang pendekar.
"Ya, itu benar! Tubuhmu sekarang hanyalah tubuh pendekar biasa, sementara tulangmu sudah mencapai kekuatan tertinggi. Aku akan mengubah tubuhmu menjadi Tubuh Kaisar Naga Bayangan,"
"Tubuh Kaisar Naga Bayangan?"
"Benar, Tubuh Kaisar Naga Bayangan adalah jenis tubuh legendaris terkuat yang mempunyai banyak kelebihan. Sudahlah, mari kita mulai. Mungkin kualitas tulangmu akan menurun menjadi tulang serigala tua,"
"Baik guru."
Setelah Jamal duduk membelakangi, Pendekar Jibril membuat formasi perlindungan, ruang waktu dan kedap suara mengelilingi Jamal. Kemudian sang guru mengeluarkan cahaya kehitaman dari kedua tangannya. Cahaya itu berbentuk bola kecil yang kemudian membesar seukuran bola.
"Bertahanlah dan jaga kesadaranmu!"
Seru Pendekar Jibril.
Kemudian secara perlahan memasukkan bola cahaya hitam itu kedalam tubuh Jamal. Awalnya yang dirasa oleh Jamal hanyalah perasaan hangat yang begitu nyaman, namun selang beberapa waktu, rasa hangat itu berubah menjadi panas dan terus memanas sampai Jamal tak bisa mengukur panas itu.
"Aaaaackkkhhhhhhhhhh."
Teriakan menyayat hati keluar dari mulutnya. Jamal hampir saja kehilangan kesadarannya karena tak kuat dengan rasa panas yang didera didalam tubuhnya. Namun dia tak menyerah ketika teringat pesan gurunya untuk selalu mempertahankan kesadaran.
Didalam ruang formasi itu waktu lebih cepat empat kali lipat dibanding diluar. Berarti satu hari di luar sama dengan empat hari di dalam formasi.
Dari luar formasi Abah Yai memandang melas Jamal yang terlihat masih berteriak menahan sakit, lalu berkata:
"Kau harapan kami Jamal! Bertahanlah,"
"Tenanglah, dia pasti bisa bertahan. Aku yakin itu," ucap Pendekar Jibril.
"Ya, semoga saja ucapanmu benar bang,"
"Sagaf, kamu tau? Dari sekian banyak manusia yang ingin menjadi muridku yang kutemui. Hanya Jamal lah satu-satunya yang membuatku terpukau,"
"Iya bang, aku bisa melihatnya dari tatapan kasih sayang dan kekaguman di matamu,"
"Haaah, mata ini memang tidaklah bisa membohongimu adik," lemas Pendekar Jibril.
Keduanya masih terus menunggu Jamal selesai meningkatkan kekuatan tubuh dengan mengobrol. Terkadang canda tawa menyelingi obrolan tersebut. Tak terasa setengah hari telah berlalu, dan didalam formasi sudahlah dua hari. Jamal sudah mulai terbiasa dengan panas tersebut. Bahkan kini dia tidaklah berteriak lagi.
Jamal terus berfokus didalam meditasinya. Hingga suhu tubuhnya kembali stabil, Jamal perlahan membuka kedua kelopak matanya. Dia merasakan tubuhnya menjadi sangat kuat berkali-kali lipat, namun kekuatan tulangnya menurun hingga ke level tulang serigala tua.
"Fiuuuuuhhhhh."
Jamal menghela nafas panjang, siksaan itu begitu mengerikan baginya, namun kini sangat setimpal dengan hasilnya. Masalah tulang masih bisa ditingkatkan lagi, jadi dia tak perlu bingung.
**Level-level Tulang
- Tulang Manusia Biasa
- Tulang Serigala (muda-tua)
- Tulang Harimau (muda-tua)
- Tulang Naga (muda-tua)
- Tulang Naga Bumi
- Tulang Naga Awan
- Tulang Naga Langit
**Macam-macam Tubuh
- Tubuh Biasa (manusia tanpa kultivasi)
- Tubuh Pendekar (berkultivasi)
- Tubuh Yin (tubuh dewi es)
- Tubuh Yang (tubuh dewa api)
- Tubuh Rubah Penggoda
- Tubuh Naga
- Tubuh Kaisar Naga Bayangan
______&&&&
Tinggalkan like, komentar, atau votenya...
Kata-kata hari ini:
"hasil takkan menghianati perjuangan"... (ah, udah sering denger)😑😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
ImaFatima Latief
wowwww
2023-07-21
2
ela hidayat
hebat seru banget thor semngt...
2023-06-15
2
Oelong
lanjutkan Thor tambah seru
2023-06-10
1