"Wa'alaikumussalam masuk Mal!" sahut Pendekar Jibril.
Jamal pun segera masuk ke kediaman beliau. Seperti biasa, dia sungkem dan memberi hormat kepada sang guru.
"Ayo, mari kita masuk."
Kata sang guru sembari membuat segel tangan yang rumit seperti biasa. Pusaran angin segera terbentuk dan lorong spasial menuju dimensi latihan segera stabil. Jamal dan Pendekar Jibril pun memasukinya.
"Duduklah Jamal,"
"Baik guru,"
"Seperti yang kemaren guru bilang, kamu akan guru ajarkan cara membuat formasi dan segel. Formasi terbagi menjadi dua bagian. Pertama formasi pertahanan. Kedua formasi penyerangan. Yang kemaren kamu lihat itu adalah formasi pertahanan,"
Pendekar Jibril mengambil dua batu dan melemparkan satu ke Jamal.
"Perhatikan baik-baik,"
"Baik guru,"
"Pertama-tama alirkan tenaga dalammu ke tangan hingga jari-jarimu, lalu buatlah gerakan seperti kamu sedang mengukir batu itu. Gerakan-gerakan jari dan tangan itulah yang dinamakan teknik penyegelan."
Pendekar Jibril pun mempraktikkan penyegelan dan membuat formasi dengan sangat pelan sekali supaya Jamal segera bisa menghafal. Tak butuh waktu lama formasi pertahanan sederhana itu sudah jadi.
Samar-samar batu yang di pegang Gurunya seperti terlapisi cahaya putih transparan yang dilukisi huruf-huruf kuno yang Jamal tidaklah faham. Jamal kemudian memejamkan mata untuk menghafalnya.
"Sekarang kamu buatlah!"
"Baik."
Jamal mencoba menirukan gerakan-gerakan sang guru. Satu kali gagal. Dua kali gagal. Tiga kali gagal. Sepuluh kali terus gagal lagi
'Aiiih. Ternyata sulit juga membuatnya,' gumam Jamal dibenaknya.
"Hahaha. Kau fikir mudah membuatnya? Kamu salah besar muridmu. Teknik persegelan bukanlah sembarang ilmu. Hanya sedikit orang yang mampu menguasainya. Itu baru segel paling sederhana. Jadi teruslah berlatih!. Ini terimalah." ucap sang guru sembari melempar dua kitab yang terlihat lusuh dengan judul:
'KITAB 1000 SEGEL DAN FORMASI' dan 'KITAB FORMASI YIN DAN YANG'.
"Guru... Inii?"
"Ya, pelajarilah satu persatu secara perlahan,"
"Baik guru. Terima kasih,"
"Tak perlulah kamu berterima kasih padaku Jamal. Itu sudah kewajiban guru untuk mendidikmu. Teruslah berlatih dan semangatlah!"
"Baik."
Dengan bersemangat Jamal kembali berlatih formasi penyegelan. Dia terlebih dahulu membaca dan memahami bab per bab isi kitab yang menjelaskan formasi itu tanpa mempraktikkannya. Hingga dia menghafalnya dengan sangat mulailah dia praktek.
Setelah sekian kali berusaha dan banyak gagal akhirnya dia mampu membuat formasi seperti yang tadi gurunya buat. Meskipun belum terlalu sempurna sebab ini baru pelatihan pertamanya Jamal cukup puas dengan hasil tangannya.
'Bakat dan kejeniusannya benar-benar tinggi. Semoga kamu mampu memahami arti jiwa pendekar itu muridku.' gumam Pendekar Jibril yang menyaksikan keberhasilan pertama muridnya itu.
"Bagus-bagus. Akhirnya kamu berhasil membuatnya. Tapi kamu jangan berpuas diri dulu Jamal! Sebab itu barulah satu macam bentuk formasi yang paling sederhana. Teruslah berlatih!"
"Baik guru. Saya mengerti." ucap Jamal.
Waktu teruslah berlalu. Setiap malam Jamal selalu pergi pulang dari pesantren ke kediaman Pendekar Jibril untuk berlatih tentang segel dan formasi, hingga tiga bulan lagi telah terlewati. Kini genap sudah pelatihan Jamal di dunia dimensi selama enam tahun dan sekarang sudah mampu membuat bermacam-macam segel dan memecahkannya.
Tak lupa Jamal pun menyempurnakan jurus-jurus yang tertera didalam kitab bela diri yang ia simpan. Tenaga dalamnya kini sudah berada sedikit di bawah gurunya. Ya, itu sangat mengagumkan! Di usianya yang begitu muda, namun dia sangat berbakat dan kuat.
"Baiklah Jamal. Ini adalah pengetesan terakhir kamu tentang formasi yin dan yang. Jika kamu mampu membuat domain yin yang selebar dua puluh kilo meter maka kamu akan guru anggap selesai dipelajaran ini dan akan lanjut ke pelajaran dan pelatihan tabib atau alcemis. Sekarang cobalah!"
"Baik guru."
Jamal mulai membuat gerakan rumit di jarinya. Perlahan dari tangannya yang sebelah kanan muncullah energi merah berupa api yang sangat panas dan tangan yang sebelah kiri muncul energi biru dengan hawa yang sangat dingin.
Dia menarik nafasnya dalam-dalam dan tubuhnya pun mulai terangkat ke atas udara. Setelah mengambang hampir seratus lima puluhan meter dari tanah, Jamal mulai menyatukan kedua tangannya
"Domain.. yin .. dan yang!.." teriak Jamal dengan kerasnya.
"Ahahaha bagus muridku. Akhirnya kamu berhasil membuat domain ini untukmu sendiri. Kamu pasti tahu bukan apa guna domain seperti ini?"
"Iya guru,"
"Bagus. Dengan bertarung dan kau berada di domainmu sendiri maka bertambahlah tiga puluh persen peluang untuk kemenanganmu,"
"Faham guru. terima kasih untuk semuanya,"
"Aiish.. kamu ini Jamal. sudah berapa kali guru bilang tak usahlah berterima kasih. Ini semua sudah tugas seorang guru. Kamu mengerti?"
"Iya guru. Maafkan murid,"
"Yasudahlah. Kamu tarik kembali domain ini dan ikut guru,"
"Baik."
Jamal kembali menarik domain buatan itu ke tangannya. Sekarang dia sudah diakui kelulusannya oleh sang guru dan berhasil dengan sangat memuaskan. Dia berjalan mengikuti gurunya memasuki gubuk kecil satu-satunya yang ada di dimensi buatan itu.
"Kemarilah dan duduklah Jamal," ucap sang guru.
"Iya guru,"
"Jamal . guru hendak berpesan sesuatu denganmu,"
"Apa itu guru?"
"Kamu tau bukan tentang begitu dahsyatnya kekuatan hukum domain serta hukum ruang dan waktu?"
"Kya guru,"
"Tapi sebenarnya ada satu lagi kekuatan hukum yang kuat selain kedua itu,"
"benarkah?"
"Ya, hukum itu adalah kekuatan hukum melahap,"
"Kekuatan hukum melahap? Nama yang aneh!"
"Begitulah. Tapi kekuatan itu bukalah sembarang kekuatan. Seseorang yang menguasai hukum tersebut akan mampu melahap dan melenyapkan seluruh kekuatan serangan lawan dan bahkan mampu menyerap esensi kehidupan serta kekuatan lawan untuk menjadi kekuatannya,"
"Waaaaah... bukannya itu sangat hebat guru!. Sekuat apapun lawannya akan dengan mudah dikalahkannya! apalagi jika diserap kekuatannya, pasti akan bertambah kuat lagi si pengguna,"
"Kamu benar. Tapi setiap ilmu atau teknik jurus pastilah punyai kelemahan masing-masing,"
"Iya guru,"
"Begitupun dengan ilmu hukum melahap! Disaat si empunya menyerap esensi kehidupan dan kekuatan lawannya maka bayangan-bayangan dendam si lawan yang telah binasa akan masuk ke dalam jiwanya. Maka lambat laun karena seringnya dia menambah kekuatan dengan menyerap, dia akan berubah gila sebab bertumpuknya bayangan dendam para musuhnya itu. Kamu faham bukan?"
"Murid faham guru,"
"Oleh karena itu, maka biasanya pemilik hukum melahap akan hanya menggunakannya untuk melahap serangan musuh! Bukan menyerap dan untuk menambah kekuatan. Sudahlah itu hanya sekedar info saja. Mari kita mulai membahas pelajaran dan pelatihanmu yang selanjutnya!"
Jamal mengerutkan keningnya. Dia terheran dengan gurunya.
'Mengapa beliau tiba-tiba membicarakan kekuatan hukum melahap dan tiba-tiba pula menghentikan bahasannya?' gumam Jamal
"Baiklah guru."
Pendekar Jibril hanya tersenyum melihat ekspresi Jamal. Entah mengapa dan bertujuan apa dia memberi tahu tentang hukum melahap, hanya dia yang tau. Pendekar Jibril lalu ngambil satu kitab lagi yang lumayan tebal dan sangat usang dari cincin penyimpanannya. Dia melemparkannya kepada Jamal.
"KITAB DEWA OBAT"
______&&&&
Tinggalkan like, komentar, atau votenya...
teruslah tersenyum kawan😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
Hary
NGENTOOOOOOT... IKLAN BANGSAAAT
2025-02-06
1
ciru
cakeep
2023-12-11
0
ciru
cakeep dah ada cincin ruang
2023-12-11
2