Kitab Dewa Obat mencakup semua tentang medis. Baik itu tentang tumbuh-tumbuhan obat, cara meramu pil dan berbagai langkah yang harus dilakukan didalam dunia permedisan atau Alcemis.
"Kau baca dan pelajarilah macam-macam jenis tanaman herbal itu beserta kegunaannya. Usahakan hafal semuanya. Tak perlu terburu-buru,"
"Baik guru,"
"Oh iya Jamal. Tadi guru sudah minta izin ke Abah Yai mu untuk kamu tidak perlu kembali ke pesantren sementara waktu sampai kamu menguasai semua pelatihan ini,"
"Tapi guru..."
"Sudahlah. Tak apa. Palingan cuman satu minggu kok. Nggak lama,"
"Yaaa. Baiklah," pasrah Jamal.
"Sekarang perhatikan ini."
Pendekar Jibril membuat formasi tangan rumit hingga terbuatlah formasi yang menyerupai sebuah kuali. Kemudian mengeluarkan tiga buah tanaman obat dari cincin penyimpanan dan melemparkannya kedalam formasi berbentuk kuali tersebut.
"Perhatikan dengan seksama! Jangan sampai ada yang terlewat!" ucap Pendekar Jibril sembari membakar dengan api tenaga dalamnya.
"Suhu api harus selalu stabil. Tidak boleh terlalu panas. Proses pembuatan pil roh melalui empat tahapan yaitu peleburan, pembersihan, pemadatan dan yang terakhir pemurnian."
Jamal terus mendengar dan memperhatikan pemurnian pil roh tersebut hingga tanaman obat itu sudahlah mencair dalam waktu 10 menit.
"Nah, proses peleburan telah selesai. Selanjutnya adalah pembersihan. Yaitu membersihkan racun-racun yang ada didalam cairan itu. Kamu bisa lihat bukan? Ada titik-titik hitam?"
"Iya guru,"
"Kita harus membuangnya dengan cara menambah suhu panas api tenaga dalamnya. Semakin sedikit titik-titik hitam itu maka semakin bagus pula kualitas pil roh yang kita buat."
Jamal menganggukkan kepalanya pertanda dia memahaminya. Pendekar Jibril lalu menambahkan panas suhu apinya dan sangat terasa bagi Jamal bahwa panas udara semakin naik. Perhatian Jamal terfokus saat sedikit demi sedikit titik hitam itu menghilang. Cairan itu menjadi sangat bening dan bening.
"Proses selanjutnya ialah pemadatan. Namun sebelum itu, kita angkat cairan pil dengan kekuatan jiwa. Lalu kita buat cairan itu menjadi sebesar butiran kelereng" ucap Pendekar Jibril sembari mempraktekkan ucapannya.
"Mari mulai pemadatannya!"
Mula-mula Pendekar Jibril memadamkan api tenaga dalamnya. Kemudian dari tangan kirinya keluar hawa yang agak dingin. Ya, itu tenaga dalam yin!. Tak butuh waktu lama cairan pil pun memadat menjadi 5 pil sempurna berwarna kuning pucat.
"Yaa, tinggal proses penutup. Dalam hal ini seorang alcemis akan benar-benar diuji keahliannya. Dia harus memurnikan pil dengan api dari kekuatan jiwanya. Perhatikanlah!" kata Pendekar Jibril.
"Baik." jawab Jamal.
Lima pil yang masih melayang itu kemudian dimurnikan dengan kekuatan jiwa Pendekar Jibril sembari memejamkan matanya. Sinar terang menyilaukan tiba-tiba muncul dari pil tersebut, semakin dan semakin terang hingga Jamal memejamkan kedua matanya.
Perlahan cahaya meredup hingga terlihatlah 5 pil berwarna kuning cerah dengan satu garis menandakan kesempurnaan dan itu adalah pil tingkat satu.
"Hah. Akhirnya jadi juga. Pil ini adalah pil tingkat satu, namanya pil kultivasi. Jika ada orang menyerapnya maka tenaga dalam atau kultivasinya akan naik. Sekarang kamu berlatihlah. Ikuti tahap pertahap seperti yang guru lakukan. Jika masih ada yang kurang kamu faham, baca saja di kitab itu. Semua tata cara dan bahan-bahan untuk membuat pil tertulis disana,"
"Baik guru." semangat Jamal sebab dia akan mendapat pengetahuan baru lagi.
Pendekar Jibril juga mengatakan pada Jamal untuk mengambil semua tanaman atau ramuan obat di balik bukit dibelakangnya sebelum dia pergi. Sungguh tak disangka dan Jamal nyana bahwa ternyata di selama ini tak jauh dari tempat latihannya ada kebun obat. Ratusan, tidak! mungkin itu ribuan jenis tanaman obat tertanam rapi disana. Sungguh benar-benar pemandangan yang mengejutkan.
Jamal memetik tiga tanaman roh yaitu gingseng api 10 tahun, bunga lotus kuning, dan kunyit bintang putih. Ya, itu adalah bahan-bahan untuk membuat pil roh kultivasi.
Pertama-tama Jamal membuat formasi seperti yang dilakukan Pendekar Jibril atau gurunya itu. Kemudian melemparkan tiga jenis tanaman obat itu kedalamnya. Didalam Kitab Dewa Obat dijelaskan bahwa api tenaga dalam yang harus dikeluarkan tidak boleh melebihi seratus lima puluh derajat celcius.
Jamal pun melakukan sesuai petunjuk. Namun karena baru pertama kalinya dia menggunakan apinya untuk meramu pil, api tenaga dalamnya terlalu kuat dikeluarkan. alhasil tanaman obat itu langsung gosong dan menjadi abu. Sungguh tersia-siakan!
Namun dia tak patah semangat dan mencoba lagi tanpa takut kehabisan tanaman roh nya. Dasar pemborosan!
Jamal terus mencobanya lagi dan lagi untuk menstabilkan api yang dia keluarkan. Pendekar Jibril yang diam-diam menyaksikan Jamal berlatih ikut tersenyum lembut
'Sungguh pekerja keras. Bib Saggaf benar-benar tepat memilihnya' gumam puas Pendekar Jibril.
Setelah berulang kali gagal dan gagal lagi akhirnya Jamal mampu menstabilkan api energinya dan bahkan kini sudah ditahap pembentukan. Hanya satu tahap lagi yang harus dia lewati.
Pendekar Jibril yang menyaksikannya hanya tersenyum- senyum penuh arti. 'Sungguh bakat yang menjanjikan!'.
"Fiuuuhhh.. Ternyata sulit juga hanya membuat butiran-butiran seperti ini" keluh Jamal.
Dia kini bersiap untuk langkah terakhir. Dia mengangkat butiran pil kuning pucat dengan energi spiritual dan mulai memurnikannya.
Kaget dan sungguh tak terduga yang Jamal rasakan. Ternyata pemurnian pil menyedot energi spiritualnya!
"Eehhh.... Ternyata nyedot energi spiritual to,"
Meskipun itu tidaklah mengapa bagi Jamal, tapi tetap saja itu pengalaman pertamanya.
Dia mempertahankan gelombang spiritualnya agar juga selalu stabil. Jamal menutup matanya untuk lebih berkonsentrasi dan fokus. Perlahan tiga butir pil buatannya bersinar. Dua diantaranya bersinar terang dan satu lagi agak redup.
Tak lama pil roh kultivasi ciptaan Jamal pun sukses di buat. Dia tersenyum puas melihatnya lalu mengambilnya. Aroma obat kuat terasa semerbak dihidungnya, begitu menenangkan!
"Hahaha... Akhirnya kau mampu membuat pil roh Jamal!" ucap Pendekar Jibril yang tiba-tiba muncul dihadapan Jamal.
"Aaah. Sial, guru mengagetkanku!" gerutu Jamal yang hampir terjatuh terjengkang ke belakang.
"Hahaha. itu salahmu sendiri tidak waspada setiap saat,"
"Fiuuuhhh. Muridmu ini sedang bahagia jadi harap maklumlah guru. Dan juga disini siapa juga yang mau menyerangku?"
"Aihh kau ini. Yasudahlah mana pil roh hasil ciptaanmu?"
"Ini guru." sembari memberikan tiga butir pil roh kultivasi.
Pendekar Jibril mengamati ketiganya dengan seksama. Dua pil berwarna kuning bening cerah dan satu agak pucat.
"Yayaya. Ini cukup bagus untuk hasil pelatihanmu yang pertama kalinya. Dua butir pil roh kultivasi tingkat tinggi dan satunya tingkat menengah. Bagus!"
"Guru!" panggil Jamal.
"Iya, kenapa?"
"Tadi pil buatan guru dikatakan tingkat sempurna. Lalu mengapa buatanku guru katakan tingkat tinggi? Padahal saya lihat tak berbeda sama sekali!"
"Ahahaha. Murid buta! Coba kau lihat betul-betul perbedaan pil buatanku dan punyamu,"
"Cih. tadi sudah kulihat dan nggk ada bedanya," sungut Jamal.
"Heh bocah songong, lihat dengan jeli! Atau matamu saja yang rabun!" balas Gurunya.
"Eh ehhhh kok ngejek kau guru tua! Mau ku dupak bokongmu hah!"
"Hahaha jadi kamu ingin bertarung? Ayo! Akan guru layani nanti. Tapi sekarang kau lihat sejeli mungkin perbedaan dua pil ini,"
"Cih, dasar orang tua bangka!"
Jamal menajamkan matanya memperhatikan perbedaan kedua pil buatannya dan buatan gurunya. Ternyata memang ada satu perbedaan!. Yaitu di pil buatan gurunya ada satu garis melintang didalam pilnya.
"Cih. Guru! Bedanya hanya punyamu ada garis didalam pil itu selainnya sama!"
"Ahahaha. Itulah bedanya murid buta! hahaha,"
"Hey guru tua! Itu hanya sebuah garis, apa masalahnya? Aku juga bisa membuatnya sendiri!"
"Ahahahaha dasar murid sableng. Coba saja kalau kau bisa. Asal kau tau saja, garis itu bukan guru yang menciptakan! Tapi tercipta sendiri!"
"Tercipta sendiri? Maksudnya?"
______&&&&
Tinggalkan like, komentar, atau votenya...
kata-kata hari ini:
"jika memilikimu adalah sebuah mimpi maka aku akan ingin selalu tidur"🤦🏻♂️😂😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
ciru
cakeepp
2023-12-11
1
anonim
mksi
2023-06-12
1
Raimon
Thoor...sepertinya ada yang perlu diperjelas.....Latar Belakang Jibril...siapa sebenarnya dan darimana asalnya.....terasa aneh...cerita fersi Indonesia kok ada pula Cincin Penyimpanan....
2023-05-04
1