"Yaa aneh. Soalnya dilatihanku ini dengan Pendekar Jibril itu nggak seperti biasanya orang latihan silat atau bela diri!"
"Maksudmu?"
"Tadi, sebelum aku latihan, aku di bai'at dan dimandiin dulu. Terus disuruh berdiri lamaaa pol. Ah pokoknya aneh,"
"Emmm. Mungkin itu metode pembelajaran khusus dari beliau kang?"
"Iya, mungkin,"
"Yassudahlah kang, jangan terlalu difikirkan cukup jalani saja,"
"Siap kang, itu pasti!"
Malam berlalu dengan cepat. Riuh para santri sudah terdengar jelas. Jamal sudah bersiap berangkat ke kelas. Hari ini jadwal Abah Yai masuk kelas. Semua santri putra-putri di haruskan memakai seragam putih dan rapi. Semua ini dilakukan dengan niat mengagungkan dan takdzim kepada Masyayikh (guru besar). Begitulah adab santri.
Didalam kelas, pelajaran berjalan dengan lancar. Namun kali ini Abah Yai hanya masuk disatu jam pelajaran disebabkan beliau hendak bepergian ke suatu tempat untuk mengisi acara pengajian rutin.
"Jamal. Nanti kamu ikut abah ya," kata Abah Yai setelah menutup pelajaran
"Saya? Iya bah."
Setelah bersiap-siap, Jamal segera kembali menghadap Abah Yai. Ia masih mengenakan seragam kelasnya. Abah Yai sudah ada didalam mobil bersama sopir.
"Masuk Mal!"
"Injeh Bah,"
"Abah berangkat dulu ya mii," pamit beliau dengan Umi.
"Iya bah, hati-hati!" sahut Umi.
Mobil melaju pelan-pelan pergi meninggalkan ndalem.
"Oh iya Mal, gimana latihanmu semalem sama Pendekar Jibril?"
"Alhamdulillah bah,"
"Kamu tau Mal? Beliau itu termasuk kakak Abah,"
"Iya Bah. Abah Jibril juga sudah mengatakan,"
"Beliau itu satu-satunya pendekar tak terkalahkan di Nusantara. Namun beliau tak pernah mau mempunyai murid bahkan mendirikan padepokan,"
"Pendekar tak terkalahkan se Nusantara?"
"Iya. Beliau telah menguasai hampir semua jurus dari jurus-jurus seni bela diri. Bahkan latihan beliau langsung dibimbing Datuk Ahmad Suryonetro!"
"Datuk Ahmad Suryonetro? Bukankan beliau datuk Abah dan Abah Jibril? Dan bukankan beliau sudah wafat?" Kaget Jamal.
"Iya. Beliau sedari kecil memang sudah dibekali ilmu kebatinan yang mumpuni. Hingga dapat melihat orang-orang yang sudah meninggal."
Jamal benar-benar tak bisa lagi berucap apa-apa.
'Di latih orang yang sudah wafat? Apa ini lelucon?'.
Jamal sungguh kehabisan akalnya. Ya, memang Jamal mengimani bahwa para wali-wali Alloh itu tetap hidup meski raga mereka telah mati dan sekarang Jamal menjadi semakin yakin akan keimanannya itu!. Tak ada lagi keraguan!. Dengan bukti adanya Pendekar Jibril yang mampu melihat dan bahkan berlatih ilmu beladiri dengan orang yang sudah wafat, itu sangat mengagumkan! sangat mengagumkan sekali!.
"Masyaallah sekali beliau Bah,"
"Yah begitulah. Beliau memang manusia unik nan antik. Abah harap kamu berlatih sungguh-sungguh dengan beliau! Itu semua juga demi kebaikanmu dimasa depan insyaallah,"
"Insyaallah, akan Jamal usahakan bah,"
"Baiklah."
Tak terasa obrolan demi obrolan terlewat dengan begitu saja, hingga ternyata rombongan Jamal dan Abah yai sudah sampai ditujuan.
Sambutan demi sambutan dilakukan oleh shohibul bait (pemilik acara). Hingga tibalah acara inti yaitu pengajian yang di isi oleh Abah Yai.
Jamal memperhatikan beliau dengan seksama. Jamal begitu kagum dengan beliau
'Sungguh abah memang sosok yang kharismatik! Cara penyampaiannya, kesederhanaannya, serta tutur katanya mudah dipahami oleh semua kalangan! Beliau juga tak pernah lupa selalu menyampaikan betapa pentingnya tata krama disetiap pidatonya. Ciri khas tersendiri! Semoga panjang umur selalu Abah... aamiin'.
Pidato Abah Yai selesai dalam waktu tidak lama dan tidak pula sebentar, 1 jam lebih 15 menit. Setelah ditutup dengan do'a bersama, acara pun selesai. Jamal beserta Abah yai dan para tamu undangan khusus dipersilahkan menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Setelah semuanya selesai, satu-persatu tamu pun berpamit, begitu juga dengan Abah yai beserta Jamal yang statusnya hanya pendherek atau pengikut saja.
"Gimana pidato abah tadi Mal?"
tanya abah.
"Alhamdulillah sae bah,"
"Ahahaha... Abah itu tadi sebelum naik sudah nyiapin bekal-bekal serta rancangan buat di sampaikan ke jama'ah! Lha pas diatas kok nggak ada satupun yang abah inget.. Hahaha.. akhirnya abah ngomong aja ceplas-ceplos apa yg ada dan datang di fikiran abah. Haha,"
'Ceplas-ceplos? Ceplas-ceplos saja begitu mengagumkan dan berbobot. Apalagi yang nggak ceplas-ceplos? Inikah yang namanya ilmu laduniy?' gumam Jamal.
"Iya bah."
Mobil melaju dengan cepat, Rombongan sudah sampai di ndalem Abah.
"Ini Mal buat kamu!"
kata Abah sembari mengacungkan uang 100 ribu.
"Tapi bah?"
"Sudaah, terima saja!. Pemberian yang kita tidak minta itu rizqun minalloh! Jadi jangan sampai ditolak!"
"Injih bah." terima Jamal.
Waktu sudah hampir dzuhur. Sinar matahari terasa menyengat dan panas di ubun-ubun. Jamal berjalan kembali ke kamarnya. Banyak santri yang menyapa dan bertanya
"Abah mpun kundur?" (abah sudah pulang?).
Ya, itu semua maklum bagi Jamal. Sebab mereka juga sangat ingin di ajak Abah dan lagi nanti ingin jama'ah sholat dzuhur bersama.
Hari-hari terlewati, setiap malam pula Jalam selalu pergi berlatih dengan pendekar Jibril. Sedikit demi sedikit Jamal mampu mengetahui dan memperagakan jurus-jurus Pendekar Jibril.
Tak terasa pula sudah tiga bulan lamanya waktu bergulir dengan cepatnya. Jamal semakin lincah dalam bergerak di bidang bela diri nya. Begitu pula indra-indaranya pun semakin tajam!. Mungkin itu berkat didikan serta azimat yang dipakainya. Sorot mata, pendengaran, dan perasaan semakin tajam!. Begitu pula Mata batinnya. Terkadang Jamal mampu melihat sekelebat-sekelebat bayangan para jin yang lewat. Awal mulanya Jamal begitu terkaget dan ada rasa sedikit takut, namun lambat laun karena terlalu sering atau apa Jamal menjadi terbiasa.
Dan perlu diketahui pula bahwa latihan Jamal berada di dimensi lain. Entah bagaimana menjelaskannya. Nyatanya demikian dan hanya Pendekar Jibril yang bisa membuatnya. Tenaga dalam Jamal sendiri juga sudah sangat tinggi.
Waktu di dalam dimensi buatan Pendekar Jibril pun berbeda, yaitu satu hari di luar sama dengan satu minggu di dimensi, satu bulan sama dengan satu tahun!. Dalam arti sekarang Jamal sudah berlatih total tiga tahun di dunia dimensi.
Tiga kitab jurus inti telah Jamal kuasai yaitu:
-KITAB NAGA EMAS
-KITAB PEDANG AWAN dan
-KITAB TENDANGAN HALILINTAR
Di dalam Kitab Naga Emas ada 5 jurus yaitu:
-jurus cakar naga
-jurus semburan naga
-aura naga
-jurus auman naga
-jurus tubuh naga emas
Di dalam Kitab Pedang Awan ada 4 jurus yaitu:
-jurus tebasan awan
-jurus sayatan kematian
-jurus tarian pedang awan
-jurus pedang awan penebus dosa
Dan di dalam Kitab Tendangan Halilintar hanya ada dua jurus yaitu tendangan petir dan langkah kilat.
.
.
"Jamal!" panggil Pendekar Jibril.
"Iya Bah,"
"Ada yang mau abah omongin ke kamu! Kemarilah duduk!"
Jamal pun menurut.
"Sebelum kamu melanjutkan latihanmu ketahap sempurna, apa kamu tau kenapa kok kamu suruh berlatih sedemikian? Dan apa tujuannya?"
________&&&&
Jangan lupa like, komen, atau vote nya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
ciru
cakeepp
2023-12-11
0
Rahman Hartomo
nuansanya pesantren tpi jurus silatnya kok jurus2 umum
2023-11-04
3
nasrul
kok make jimat entar murtat loh Thor
2023-07-06
1