Diatas langit, petir terus menderu dengan keras. Kilatan cahaya menambah nuansa mengerikan untuk dilihat. Namun tidak terjadi buat Jamal, dia memegang erat pedang hasil tempaannya dan masih memandang langit dengan senyum tapi tatapan tajam. Tak ada rasa takut sedikitpun tersirat dimatanya.
Tiba-tiba kilatan sangat terang terjadi dibarengi dengan petir putih yang menyambar kearah Jamal.
Jdaaarrrrrrrrrr
Ledakan dahsyat terjadi saat menabrak formasi perlindungan buatan Jamal. Meskipun tidak terluka, namun Jamal bisa merasakan gonjangan besar didalam tenaga dalamnya saat menahan formasinya atas amukan petir surgawi.
Didalam kawah yang cukup luas dan dalam, Jamal terbang melayang keluar dengan penuh senyum kepuasan. Bagaimana tidak? Dia telah berhasil menempa senjata pusaka untuk pertama kalinya. Bahkan itu bukanlah pusaka sembarangan. Tidak ada dalam sejarah tertulis sebuah kalimat yang mengatakan hasil tempaan yang memanggil petir surgawi adalah pusaka lemah. Sungguh itu tak ada!
'Fiuuhhh.. Akhirnya.' hela nafas Jamal.
Jamal terduduk dan mulai menstabilkan energinya yang sempat goncang. Dia mengambil pil penambah energi dan menelannya. Setelah beberapa saat, dia membuka matanya.
'Ini baru perjuangan yang menantang,' kata batin Jamal. Bagaimana tidak? Dengan membuat pusaka berbahan kualitas rendah saja sudah sedemikian reaksinya. Bagaimana jika bahan berkualitas tinggi? Batu bintang pelangi misalnya! Jamal benar-benar tertantang.
'Berhubung pedang ini berwarna biru dan beraura gelap, maka aku menamainya Pedang Samudera Kegelapan!' gumamnya sambil tersenyum sendiri.
Dia kemudian berdiri bersiap mengayunkan pusaka pedang barunya. Dia berniat menguji coba seberapa kuat dan hebat pusaka itu. Jamal memulai kuda-kuda kuatnya, gerakan indah dilakukannya. Semakin lama gerakan itu semakin cepat, Jamal menebas-nebas pedangnya ke segala arah. Siluet angin biru kehitaman menabrak dan langsung menghancurkan banyak bebatuan.
Bommmm Bommmm Bommmm
Ledakan demi ledakan terdengar keras, bumi yang awalnya rata kini berubah menjadi kawah-kawan besar lengkap dengan kedalamannya. Jamal melihat satu titik fokus pada sebuah bukit yang agak jauh darinya, kemudian berteriak
"Gerakan Kesembilan Jurus Pedang Awan Penebus Dosa!!!"
Swiiiisssssshhhhhh
Siluet yang tadinya hanya berupa angin, kini berubah menjadi sosok burung legenda, Phoenix. Dengan warna biru berlapiskan aura kehitaman, burung itu tampak sangat cantik namun menakutkan. Siluet phoenix itu melesat dengan kecepatan melebihi kilat menyambar.
Booooommmmmmmmmm
Ledakan yang lebih besar kembali terjadi. Bukan lebih besar, tapi sangat dan sangat besar, 100 kali lipat dari ledakan-ledakan sebelumya. Bahkan seluruh dunia dimensi itu terasa bergetar hebat. Memang jurus yang Jamal gunakan adalah puncak jurus dalam Kitab Pedang Awan.
Setelah beberapa waktu, debu yang berhamburan dan asap hasil ledakan jurus sudah hilang. Jamal masih berdiri diatas udara dengan nafas yang memburu. Dia melihat betapa besar dan lebar serta dalamnya kawah dibawahnya. Dia tercengang sekali. Ternyata puncak jurus pedang yang dia pelajari begitu menakutkan. Andai saja jurus itu diarahkan ke sebuah kota di dunia nyata, pastilah kota itu akan hancur lebur tak tersisa.
'Mengerikan, jurus ini sangat mengerikan!' gumamnya sendiri. Dia berniat tidak akan lagi menggunakan jurus tersebut. Kecuali sangat terdesak.
"Hey murid bodoh. Apa yang telah kamu lakukan?" tiba-tiba suara gurunya terdengar.
Jamal memalingkan wajahnya ke sumber suara. Dia melihat gurunya melayang dan mengarah menujunya.
"Apa yang telah kamu lakukan murid bodoh!, kenapa bisa hancur begini?" tanyanya sambil melotot.
"Hehehe. Guru baik janganlah melotot begitu. Kau begitu terlihat menyeramkan dan sangat tua,"
"Apa katamu?!" marah Pendekar Jibril.
"Sekarang jawab pertanyaanku tadi, kenapa bisa hancur seperti ini hah!" lanjut sang guru.
"Ehehehe. Maaf guru, tadi Jamal agak kelewatan dan ingin tau seberapa dahsyatnya puncak jurus Pedang Awan, sekaligus uji coba ketahanan pusaka baruku ini," ucap Jamal sambil cengar-cengir canggung.
"Apaaaa!" kaget Pendekar Jibril lalu melanjutkan:
"Kau gila yaa, puncak jurus Pedang Awan tidak boleh dilakukan disembarang tempat! Apalagi jika menggunakan senjata pusaka!"
"Sebelumnya saya minta maaf guru, saya tidak tau itu,"
"Aiiiih, untung saja aku sudah melapisi kebun obatku dengan formasi yang cukup kuat. Jika tidak? Aiiiih," lemas Pendekar Jibril. membayangkan jika tanaman obatnya semua hancur. Betapa menyakitkannya.
"Sekali lagi maaf guru, saya tidak akan mengulanginya lagi," pasrah Jamal.
"Yasudahlah, semua sudah terjadi,"
"Terima kasih guru,"
"Baiklah. Mana? Katanya kamu berhasil membuat pusaka?" tanya sang guru.
"Ini guru." kata Jamal sembari mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan dan memberikan kepada gurunya.
'Hmm, pusaka pedang yang cukup kuat, kualitasnya juga cukup lumayan, ini pusaka tingkat merah. Bakat yang sangat hebat! Bahkan ini pertama kalinya dia menempa' gumam Pendekar Jibril sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kau beri nama apa pedang pusakamu ini?" tanya sang guru.
"Pedang Samudera Kegelapan guru," jawab Jamal.
"Nama yang bagus. Baiklah Jamal dengan ini kamu sudah guru anggap berhasil dalam latihan penempaan senjata. Namun jangan puas diri dulu, kamu harus bisa meningkatkan lagi senjata buatanmu itu, setidaknya hingga masuk senjata tingkat saint!"
"Baik guru, saya mengerti,"
"Bagus, sekarang teteskan sedikit darahmu ke pusaka pedangmu ini, supaya pedang ini dan juga roh yang didalamnya benar-benar mengakuimu sebagai tuannya."
Jamal mengangguk, kemudian menggores sedikit di ujung jarinya sehingga mengeluarkan darah dan meneteskannya ke pusaka pedang itu. Darah itu terserap!
Jamal kaget melihatnya.
"Biasa saja, tak perlu keheranan. Dengan begitu, sekarang hanya kamu yang bisa menggunakan pedang itu dan mengeluarkan seluruh kekuatannya,"
"Maksud guru?"
"Yaa hanya kamu saja yang bisa memakai pedang itu. Jika ada orang lain yang mencobanya maka akan sia-sia belaka sebelum kamu mati atau menghapus tanda ketuananmu atasnya,"
"Oowh." faham Jamal.
***Tingkatan Senjata Pusaka:
- senjata tingkat satu
- senjata tingkat dua
- senjata tingkat tiga
- senjata pusaka tingkat putih
- senjata pusaka tingkat hijau
- senjata pusaka tingkat merah
- senjata pusaka tingkat hitam
- senjata pusaka tingkat saint
- senjata pusaka tingkat dewa**
***Tingkatan Penempa Senjata:
1). Penempa Awal
Tingkat sang penempa ini mampu menempa senjata tingkat satu hingga sampai senjata pusaka tingkat putih.
2). Penempa Senior
Tingkat sang penempa ini mampu menempa senjata pusaka hingga tingkat hijau sampai pusaka tingkat merah.
3). Master Penempa
Tingkat sang penempa ini mampu menempa senjata pusaka hingga tingkat hitam.
4). Lord Penempa
Tingkat sang penempa ini mampu menempa senjata pusaka hingga tingkat saint.
5). Dewa Penempa
Tingkat sang penempa ini mampu menempa semua jenis pusaka dan segala tingkatan hingga di tingkat pusaka dewa.
______________________________
**Hallo para readers.ku semuanya... Apa kabar kalian semua,? Author harap kalian baik-baik saja dan sehat wal afiyat selalu.
Pertama-tama, Author mengucapkan banyak terima kasih untuk semuanya yang telah sudi membaca, like, komen serta memberi vote ke karya receh Author ini.
Kedua kalinya, Author meminta maaf bilamana ada banyak salah kata atau kata-kata kurang sopan dalam karya tulis Author ini.
Disini Author akan sedikit menjelaskan, sebenernya rencana awal pembuatan novel ini hanya fokus ke bidang keislaman saja layaknya novel-novel genre santri lainnya. Namun itu hanya sebuah rencana yang ternyata berubah kesemuanya hingga berbalik 180° 😅. Entahlah, Author sendiri bingung. Tapi Author harap kalian tidaklah kecewa. Sebab**, jika seseorang akan menjadi tokoh, maka hendaknya dia memiliki suatu jiwa seorang pendekar.
**Naah, dari situlah Author akhirnya merubah genre serta alur ceritanya.
Dan terakhir, perjalanan kehidupan Jamal saat ini akan mulai berubah. Dia akan hidup dan terlahir kembali di dunia lain... Bagaimana kelanjutannya?? teruslah simak episode berikutnya...................
wassalam**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 539 Episodes
Comments
ciru
cakep
2023-12-12
2
ciru
cakeep. novel ini memang beda dg yg lainnya
2023-12-12
4
bear641
authornya mur*****
2023-10-13
4