Permintaan

Di luar dugaan perempuan yang ada dalam berita menggemparkan muncul di depan kantor Arkana Corporation. Dia datang sendiri menjejakkan kaki di kantor megah milik Real Arkana. Padahal banyak wartawan yang gigih mengorek berita bagus ini mulai bermunculan di halaman depan kantor Arkana Corporation. Tapi karena wajah yang di samarkan di dalam infotainment, tidak ada seorang pun yang tahu dengan jelas siapa wanita itu.

Apalagi saat ini penampilannya berbeda dengan siluet tubuh yang di gambarkan dalam berita. Kalau di dalam berita mirip seorang puteri memakai gaun pesta yang meskipun usang tapi terlihat bagus dan pas di tubuhnya. Juga rambutnya yang panjang terurai dengan indah.

Sekarang dia hanya memakai sneakers warna putih. Skinny jeans warna abu-abu dan hobo bag warna mint dan juga rambut yang di konde dengan asal. Axel yang masih di dalam gedung hendak menuju pintu keluar berhenti. Axel menemukannya terlebih dahulu daripada para wartawan itu. Karena dia adalah orang yang pernah melihat wajah perempuan itu langsung selain Real. Kakinya melangkah mendekat dengan tenang tapi sigap.

Axel tak ingin mengundang perhatian seluruh orang. Karena keberadaanya saja sebagai salah satu tangan kanan Real sudah membuat orang melihat, apalagi jika harus bersikap berlebihan terhadap orang baru. Setelah memastikan bahwa perempuan itu adalah yang tadi malam, Axel mengambil ponsel dari sakunya.

"Dia ada disini, Tuan," kata Axel lewat ponselnya memberi tahu kepada Tuan Real.

"Kau sudah menyeretnya kesini?"

"Tidak. Perempuan itu sendiri yang datang kesini." Real mengernyitkan dahi.

...----------------...

...----------------...

"Saya datang tuan," sapa Axel yang sudah datang bersama seorang perempuan. Kedua mata perempuan itu melihat ke dalam ruang kerja besar yang hanya di isi oleh dua laki-laki tapi terasa penuh dan sesak karena aura kuat yang mereka pancarkan.

Kris membalikkan tubuh dan melongok dari dalam. Ingin segera melihat visual dari perempuan yang mampu membuat berita yang sangat menggemparkan tentang Real. Selama ini Real selalu di beritakan dekat dengan banyak wanita hebat dan cantik. Tapi tidak ada kabar yang memberitakan mereka adalah calon istri. Hanya wanita ini yang mampu membuat para gila gosip beranggapan dia adalah calon istri. Bukan hanya sekedar kekasih tetapi sudah pada tingkat sebagai calon istri.

Kris berdiri dan mengamati perempuan yang di ajak Axel ke ruangan Real. Perempuan yang berada dalam berita menggemparkan itu. Tubuhnya terlihat kurus. Rambut panjangnya di ikat ke atas. Wajahnya sedikit manis. Kesan pertama yang terlihat adalah kesederhanaannya. Matanya yang bulat beredar mengelilingi ruangan.

"Namamu siapa?" tanya Kris. Perhatiannya teralihkan oleh pertanyaan Kris. Dia menatap laki-laki di depannya.

"Anda juru bicara Tuan Real?"

Kris tertawa. "Haha... Anggap saja seperti itu." Kepala Kris mengangguk menerima sebutan juru bicara.

"Tutup mulutmu Kris." Real datang mendekat dan duduk di sofa. Kris otomatis mengatupkan rahangnya untuk berhenti tertawa. Lalu kembali duduk di sofa. Real menatap perempuan di depannya. Mengeluarkan hawa gelap dan kejam tanpa harus terlihat menakutkan. Axel yang mengikutinya dan berdiri di samping Real ikut merasakan hawa tidak bersahabat itu.

"Berani sekali kau membuat berita heboh seperti itu." Real langsung ke inti permasalahan. Kalimatnya kental dengan rasa marah tapi di ucapkan dengan nada rendah. Qia mengernyitkan dahinya.

Mencoba mencerna kalimat tuan berhati dingin itu. Axel melirik, bagaimana reaksi perempuan disana.

"Saya ... tidak paham," jawab Qia lambat di luar dugaan. Kris melongo.

Real mendesis geram sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Qia dengan tatapan mengancam, "Kau benar-benar ingin di cincang olehku..." Qia memundurkan tubuhnya kebelakang dengan napas berat. Jelas tuan di depannya itu sedang marah besar. Dan Qia merasa tidak tahu apa yang di maksudkan Real Arkana.

"Sebentar Real. Apa dia paham apa yang kau bicarakan?" tahan Kris. Karena raut wajah Qia seperti tidak sinkron dengan apa yang di bicarakan Real. Kemudian Real menarik tubuhnya, duduk sambil bersidekap. Diam menatap perempuan di depannya dengan menyipitkan mata.

"Panggil lexy," perintah Real. Axel langsung menghubungi Lexy. Sekretaris itu masuk dan membungkuk memberi hormat. Real memberi kode untuk mengurusi perempuan di depannya.

"Baik. Saya yang akan bicara," Lexy mengambil alih. Lalu berganti melihat Qia. "Anda tahu kenapa anda harus berada di sini?" tanya Lexy serius.

"Iya. Karena saya harus menyelesaikan tawaran saya dengan Tuan Real." Kris memegang dagunya sendiri berpikir. Tawaran?

"Kau ingin melakukan penawaran setelah menyebarkan berita itu, agar kau bisa memerasku?" tanya Real tidak sabar. Qia diam sejenak. Matanya melihat ke semua orang. Satu persatu.

"Soal apa ini?" tanya Qia bingung. Kris langsung tertawa tak tertahankan sambil membuka kacamatanya. Dan menyelipkan ke saku kemejanya yang sedikit terbuka. Real terdiam tidak menyangka. Lexy membenarkan letak kacamatanya. Axel hanya diam tak bereaksi.

"Anda benar tidak tahu apa yang telah Anda lakukan hingga akhirnya harus di bawa kesini?" selidik Lexy dengan dinginnya.

"Saya kesini atas keinginan saya sendiri. Bukan karena di paksa atau di perintah siapapun," katanya tegas. Semua menatap wanita itu.

"Apa yang ingin kau lakukan dengan datang ke sini sendiri?" Kali ini Kris yang bertanya. Karena dia merasa perempuan itu sedang membicarakan hal lain. Bukan soal berita di tv.

"Bantuan," jawabnya serius. Kali ini mereka yang mencoba mencerna kata-kata Qia.

"Dengan dasar apa anda meminta bantuan? Di sini korban adalah tuan Real, bukan anda," tanya Lexy kejam.

Lexy menyalakan tv yang berisikan rekaman berita menggemparkan soal Real. Qia melihat rekaman itu dengan tidak percaya. Berita yang menunjukkan siluet dirinya dan juga Real di atas balkon. Sepotong adegan tadi malam.

"Bukankah itu anda, yang menyebarkan berita seperti ini?" tanya Lexy.

"Tidak." Qia menoleh dengan cepat dan membantah. "Saya tidak pernah menghubungi media manapun. Dan berita itu juga tidak masuk akal," Qia mengatakannya dengan rasa marah yang tertahan karena di tuduh.

"Kau sangat berbelit-belit. Ini membuang waktu. Bawa dia keluar! Lexy, tutup semua akses bagi dia memasuki tempat manapun!" Real berdiri dan beranjak menuju meja kerjanya. Kris masih melihat perempuan itu dengan penasaran. Axel mendekati Qia untuk menyeretnya keluar dari ruangan.

"Baik," jawab Lexy. Qia berdiri menahan Axel yang hendak membawanya keluar dengan tangan di depan Axel. Kris menatap Qia yang mencoba mengatur napas karena marah.

"Tidak perlu Anda menutup semua akses untuk saya. Karena memang sejak awal saya tidak pernah punya akses kemanapun." Tiba-tiba Qia berjalan mendekati dan menghadang jalan Real dengan cepat. "Anda pikir saya menyukai berita itu? Saya bahagia mendengarnya? Tidak. Dan saya kesini bukan untuk memeras anda. Tidak penting bagi saya untuk memeras siapapun. Saya hanya ingin meminta bantuan kepada anda." Qia sangat kesal hingga itu terlihat di raut wajahnya saat ini.

"Kau bermain-main denganku?" tanya Real marah.

"Tidak. Tidak mungkin saya bermain-main dengan anda. Saya tahu persis bagaimana reputasi anda. Dan karena saya tahu reputasi anda maka saya sengaja mendatangi anda." Tidak ada yang menghentikan Qia.

"Saya datang kesini bukan karena berita kecil seperti itu. Saya datang karena kepentingan saya sendiri..." Qia menghela napas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Dengan mendatangi anda, saya berharap saya bisa menghilang dari kehidupan ini dengan cepat," imbuhnya dengan wajah pasrah dan putus asa. Semua mata langsung tertuju ke arah Qia yang berbicara tepat di depan Real. Bibir mereka semua terdiam. Tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Baik itu Real Arkana ataupun Kris yang banyak bicara. Semua tertegun.

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

masih g jelas dg maunya qia

2023-03-31

0

KimYoona

KimYoona

seru jalan ceritanya.. sampek sini langsung tak like lah.. bagus soalnya bikin penasaran.. dan berasa masak banget dalem ceritanya

2022-06-03

0

Markoneng

Markoneng

aku adalah Kris yang kepo 🤣

2021-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Pesta
2 Real Arkana
3 Kris
4 Permintaan
5 Manfaatkan aku
6 Kesepakatan terwujud
7 Keluarga Qiandra
8 Luka itu dan gertakan kecil
9 Mimpi buruk
10 Cemas
11 Wilayah Real Arkana
12 Perintah baru
13 Rencana pesta pertunangan
14 Hanya sandiwara
15 Berangkat ke butik
16 Pengintai
17 Hasil jepretan
18 Bersih-bersih
19 Kartu nama
20 Pesta
21 Kedatangan keluarga
22 Kabur
23 Beranda
24 Tamu di balkon kamar Arkana
25 Perempuan itu, Qia
26 Semburat merah
27 Wanita berdandan
28 Memenuhi janji pada Kris
29 Di dalam lift
30 Suara desing peluru
31 Kagum dan curiga
32 Rasa ajaib
33 Hujan deras
34 Qia kecil
35 Langkah pertama Real
36 Hanya aku
37 Khawatir
38 Tamu istimewa
39 Gerakan Valley
40 Teh
41 Meluapnya sebuah hasrat
42 Pikiran mengganggu
43 Aroma musk
44 Harapan bodoh
45 Menemani
46 Pria baik
47 Rasa sakit
48 Valley curiga
49 Rencana untuk Real
50 Berikan aku kebahagiaan
51 Ungkapan hati
52 Terlupa
53 River Rum
54 Blanc
55 Takut lupa
56 Bimbang
57 Dia adalah Real Arkana
58 Bagian masa lalu
59 Seperti Reina
60 Qia dan River
61 Qia dan River
62 Hal baru untuk Qia
63 Bertemu
64 Shiraz
65 Tertunda
66 Menjadi gila
67 Informasi
68 Tidak diam
69 Angel and Devil
70 Luka berdenyut
71 Meminta hak milik
72 Pengakuan
73 Pilihan
74 Qia dan River
75 Kepergiannya
76 Properti
77 Hadiah River
78 Terluka
79 Menemani
80 Mereka mengira...
81 Kejutan Valley
82 Pakaian dalam
83 Wanita terdahulu
84 Jangan bersikap manis
85 Getir
86 Aku siap, kau mau?
87 Perempuan tangguh
88 Perubahan sikap
89 Menahan diri
90 Selamat pagi, Qia
91 Hijau dan segar
92 Bukan boneka hidup
93 Kembali
94 Makan malam
95 Berkunjung
96 Berbincang
97 Mengantar pulang
98 Paman Shiraz
99 Malaikat penolong
100 Tersudut
101 Bersua
102 Kau tidak percaya?
103 Mewujudkan impian
104 Hasil
105 Dejavu?
106 Sadarlah Real....
107 Di balik semua itu
108 Ciuman berbeda
109 Pengkhianatan
110 Penyelamatan
111 Ingin membunuh
112 Menyesal
113 Jagger Qiandra
114 Pilihan
115 Tawaran Real
116 Usai
117 Berita luar biasa
118 Ancaman Real
119 Untuk yang pertama
120 Nasihat dokter
121 Berbincang
122 Upaya
123 Pria yang kalah
124 Ruangan Real
125 Pria gelisah
126 Nakal
127 Orang Qiandra
128 Rencana Felix
129 Night Club
130 Serangan
131 Rumah sakit
132 Ingatan
133 Cemburu
134 Pengakuan
135 Membuai
136 Muncul
137 Maksud kedatangan River
138 Daftar keinginan
139 Taman hiburan
140 Es Krim
141 Bahagiamu
142 Mencari kado
143 Musuh
144 Kesepakatan
145 Barter
146 Menggunakan tameng
147 Akhir kesabaran
148 Pilihan terbaik
149 Suasana normal
150 Shiraz takut
151 Shirazku
152 Bertemu dengan masa lalu
153 Kesal
154 Hai
155 Telepon tengah malam
156 Curiga
157 Selingkuh?
158 Ancaman penelepon
159 Dezka
160 Menghilang
161 Ada apa dengan kita?
162 Berdebat
163 Interogasi Real dan Qia
164 Cinta, hasrat, marah, dan benci
165 Hanya ingin di temukan olehmu
166 Shiraz dan Dezka
167 Keraguan Shiraz
168 Membuat adonan
169 Reporter busuk
170 Ada apa denganmu
171 Bertanya pada Liam
172 Hasil tes
173 Tersiksa
174 Sorot mata Real
175 Bagaikan bocah kecil
176 Underwear
177 Terserah
178 Dia saudaraku
179 Rencana Qia
180 Negoisasi
181 Hampir saja
182 Penjelasan sebenarnya
183 Rumah Qiandra
184 Luka
185 Hukuman
186 Terjun
187 Rumah sakit
188 Mulai sakit
189 Terhambat
190 Mengambil keputusan
191 Proses
192 Lega
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pesta
2
Real Arkana
3
Kris
4
Permintaan
5
Manfaatkan aku
6
Kesepakatan terwujud
7
Keluarga Qiandra
8
Luka itu dan gertakan kecil
9
Mimpi buruk
10
Cemas
11
Wilayah Real Arkana
12
Perintah baru
13
Rencana pesta pertunangan
14
Hanya sandiwara
15
Berangkat ke butik
16
Pengintai
17
Hasil jepretan
18
Bersih-bersih
19
Kartu nama
20
Pesta
21
Kedatangan keluarga
22
Kabur
23
Beranda
24
Tamu di balkon kamar Arkana
25
Perempuan itu, Qia
26
Semburat merah
27
Wanita berdandan
28
Memenuhi janji pada Kris
29
Di dalam lift
30
Suara desing peluru
31
Kagum dan curiga
32
Rasa ajaib
33
Hujan deras
34
Qia kecil
35
Langkah pertama Real
36
Hanya aku
37
Khawatir
38
Tamu istimewa
39
Gerakan Valley
40
Teh
41
Meluapnya sebuah hasrat
42
Pikiran mengganggu
43
Aroma musk
44
Harapan bodoh
45
Menemani
46
Pria baik
47
Rasa sakit
48
Valley curiga
49
Rencana untuk Real
50
Berikan aku kebahagiaan
51
Ungkapan hati
52
Terlupa
53
River Rum
54
Blanc
55
Takut lupa
56
Bimbang
57
Dia adalah Real Arkana
58
Bagian masa lalu
59
Seperti Reina
60
Qia dan River
61
Qia dan River
62
Hal baru untuk Qia
63
Bertemu
64
Shiraz
65
Tertunda
66
Menjadi gila
67
Informasi
68
Tidak diam
69
Angel and Devil
70
Luka berdenyut
71
Meminta hak milik
72
Pengakuan
73
Pilihan
74
Qia dan River
75
Kepergiannya
76
Properti
77
Hadiah River
78
Terluka
79
Menemani
80
Mereka mengira...
81
Kejutan Valley
82
Pakaian dalam
83
Wanita terdahulu
84
Jangan bersikap manis
85
Getir
86
Aku siap, kau mau?
87
Perempuan tangguh
88
Perubahan sikap
89
Menahan diri
90
Selamat pagi, Qia
91
Hijau dan segar
92
Bukan boneka hidup
93
Kembali
94
Makan malam
95
Berkunjung
96
Berbincang
97
Mengantar pulang
98
Paman Shiraz
99
Malaikat penolong
100
Tersudut
101
Bersua
102
Kau tidak percaya?
103
Mewujudkan impian
104
Hasil
105
Dejavu?
106
Sadarlah Real....
107
Di balik semua itu
108
Ciuman berbeda
109
Pengkhianatan
110
Penyelamatan
111
Ingin membunuh
112
Menyesal
113
Jagger Qiandra
114
Pilihan
115
Tawaran Real
116
Usai
117
Berita luar biasa
118
Ancaman Real
119
Untuk yang pertama
120
Nasihat dokter
121
Berbincang
122
Upaya
123
Pria yang kalah
124
Ruangan Real
125
Pria gelisah
126
Nakal
127
Orang Qiandra
128
Rencana Felix
129
Night Club
130
Serangan
131
Rumah sakit
132
Ingatan
133
Cemburu
134
Pengakuan
135
Membuai
136
Muncul
137
Maksud kedatangan River
138
Daftar keinginan
139
Taman hiburan
140
Es Krim
141
Bahagiamu
142
Mencari kado
143
Musuh
144
Kesepakatan
145
Barter
146
Menggunakan tameng
147
Akhir kesabaran
148
Pilihan terbaik
149
Suasana normal
150
Shiraz takut
151
Shirazku
152
Bertemu dengan masa lalu
153
Kesal
154
Hai
155
Telepon tengah malam
156
Curiga
157
Selingkuh?
158
Ancaman penelepon
159
Dezka
160
Menghilang
161
Ada apa dengan kita?
162
Berdebat
163
Interogasi Real dan Qia
164
Cinta, hasrat, marah, dan benci
165
Hanya ingin di temukan olehmu
166
Shiraz dan Dezka
167
Keraguan Shiraz
168
Membuat adonan
169
Reporter busuk
170
Ada apa denganmu
171
Bertanya pada Liam
172
Hasil tes
173
Tersiksa
174
Sorot mata Real
175
Bagaikan bocah kecil
176
Underwear
177
Terserah
178
Dia saudaraku
179
Rencana Qia
180
Negoisasi
181
Hampir saja
182
Penjelasan sebenarnya
183
Rumah Qiandra
184
Luka
185
Hukuman
186
Terjun
187
Rumah sakit
188
Mulai sakit
189
Terhambat
190
Mengambil keputusan
191
Proses
192
Lega

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!