Wilayah Real Arkana

"Apakah aku salah dengar? Aku, kamu... Sangat terasa asing di telingaku." Kris mengernyitkan alis. Sambil berpura-pura mengorek telinganya.

"Dia akan menjadi umpan untuk orang-orang yang ingin bermain-main dengan ku. Dia akan mengikuti skenario yang aku buat. Jadi mulutnya perlu di latih dengan baik. Untuk menunjukkan bahwa memang hubungan kita sesuai dengan skenario." Bik Inah datang untuk membereskan makanan di meja.

"Tuan Kris tidak makan dulu," tanya  Bik Inah.

"Biarkan saja, Bi. Dia pasti sudah makan di luar. Kita tidak perlu memberikan makanan kita padanya." sergah Real.

"Hei... aku juga ingin makan. Biarkan saja dulu Bi. Nanti akan saya panggil lagi kalau saya sudah selesai," kata Kris.

"Axel, duduk! Kau juga harus makan dengannya! Bik Inah, beri Axel piring." perintah Real.

"Baik." Bik Inah menuju meja dapur bersih di belakang untuk mengambil piring bersih.

"Saya tidak lapar." Axel bermaksud menolak.

"Lakukan saja. Aku sedang dalam mood tidak baik melihat Kris makan di depanku." Kris melotot mendengar Real berbicara seperti itu. Akhirnya Axel menurut. Dia juga duduk di kursi meja makan. Bik Inah datang membawa piring lalu menyodorkan ke Axel. Lalu Axel mulai mengambil nasi dan lauk pauknya.

"Saya membereskan saja yang kotor. Silahkan Anda sekalian makan dengan baik. Jangan sampai tersedak. Pelan-pelan saja," ingat Bik Inah ramah. Kris dan Axel mengangguk.

"Baik Bik Inah. Bagaimana bisa anda sebaik ini meskipun di dalam rumah pemilik yang tidak berhati." Kris membicarakan Real sambil mengambil nasi dan lauk. Bik Inah hanya tersenyum. Real tidak menggubris omongan Kris.

"Kenapa piring kotor hanya satu.." gumam Bik Inah pelan.

"Qia sudah membereskannya tadi, Bi. Dia sudah mencucinya sendiri." Real menjelaskan. Bik Inah terkejut, lalu melihat ke meja dapur di dinding sana. Memang ada satu piring tergeletak rapi. Benar, anak itu sudah mencucinya.

"Saya permisi, tuan." Real mengangguk pelan. Bik Inah membawa bekas piring kotor milik Real.

"Kau sedang mencuci otak wanita itu?" tanya Kris sambil menyuapkan nasi pada mulutnya.

"Apa maksudmu?"

"Kehangatan dalam rumah? Dia sedang bermimpi indah atau sedang mengigau?" Axel hanya mendengarkan.

"Mungkin saja. Itu terserah dia. Aku tidak punya hak untuk mengkoreksi kata-katanya." Real jadi teringat lagi soal kalimat Qia yang membuat bola matanya melebar. Real tidak mengkoreksi karena Qia mengatakan hal yang baik. Andai saja Qia mengatakan hal buruk, pasti dia akan tidak akan tinggal diam untuk menghukum wanita itu.

"Kau sedang bermain-main juga, Real?"

"Tentang?"

"Wanita itu. Tiba-tiba saja menjadikannya umpan. Skenario apa yang akan kau lakukan? Menjadikan dia tunanganmu? Akan di jadikan calon istri palsu?"

"Iya. Aku harus membiarkan musuh mengira memang begitu keadaan sebenarnya. Sesuai dengan yang mereka bicarakan di media. Jadi aku bisa mengecoh mereka," jawab Real senang.

"Benarkah? Seperti bukan dirimu saja menjadikan seorang wanita sebagai bidak dalam permainanmu."

"Apa yang kau bicarakan? Ini adalah aku Real Arkana. Dan masih diriku. Qia hanya bidak yang kebetulan muncul di depan mata. Jadi kenapa aku harus membiarkannya begitu saja."

"Jadi Qia hanya bidakmu ya... " Kris manggut-manggut paham. Real menuangkan minuman lagi ke dalam gelasnya. Dan meminumnya pelan.

"Bagaimana kalau aku coba mendekatinya? Di lihat dari dekat dia manis juga. Sama seperti Dezka, ataupun wanita-wanitaku. Hanya saja dia masih polos belum di asah. Dan kemungkinan dengan kalimat-kalimatnya yang lugas dan tajam dia bahkan bisa menjadi wanita yang sangat keren. Lebih keren dari wanita yang kutemui selama ini," Mata playboy Kris merajalela membayangkan sesuatu yang indah.

"Kau sedang mengigau? Bila ingin selamat, jangan bertingkah keterlaluan di luar wilayahmu, Kris." kata Real dengan hawa gelap yang kental. Kris sempat terkejut dengan respon Real. Axel melirik ke arah tuannya. Tapi Kris tersenyum kemudian. Bahkan tertawa terbahak-bahak. Sampai mengeluarkan airmata. Kris bahagia dan sangat bahagia. Kris paham akan ada hal yang baru nantinya. Axel tidak berani berkomentar apapun. Diam. fokus pada makanan di depannya.

"Kamu memang yang terbaik, Real.." ucap Kris masih dengan tawanya. Real tidak paham.

***

Qia kembali ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Memejamkan mata. Menghela nafas. Mencoba menenangkan diri. Tempat tidur ini terasa sangat empuk. Qia bisa merasakan punggungnya beristirahat sejenak. Matanya terbuka menatap langit-langit kamar.

Kamar ini sama saja seperti kamar di rumah keluarga Qiandra. Sama besarnya. Sama luasnya. Sama mewahnya. Tapi... tidak sama hawanya. Bolehkah aku sedikit merasa lega berada di sini.

Tempat asing yang pertama kali di datangi Qia selain rumah Qiandra.

Tidak. Aku harus tetap bersikap waspada. Aku harus tetap belajar bertahan sendiri. Aku harus selalu kuat. Aku harus selalu....

Zzz.. zzz...

Qia tertidur tanpa sadar.

Setelah yakin Qia sudah tertidur, Bik Inah menutup pintu kamar. Cklek!

"Dia sudah tidur, Bik Inah?" tanya Real yang menunggu Bik Inah di dekat tangga.

"Iya, Tuan. Dia terlelap dengan sendirinya sepertinya tadi," kata Bik Inah yang tadi mengintip dari balik pintu yang lagi-lagi tidak tertutup dengan rapat. Qia belum terbiasa dengan rumah ini mungkin. Atau dia terlalu memikirkan banyak hal. Jadi tidak terlalu fokus dengan hal-hal di sekitarnya. Bahkan pintu kamarnya sendiri.

"Apakah dia tidur dengan selimut?"

"Tidak tuan. Karena sepertinya dia terlelap tanpa sadar. Apakah saya perlu kembali ke kamarnya untuk menyelimutinya?" Bik inah menangkap rasa khawatir dari majikannya.

"Tidak perlu bik. Biarkan saja. Dia bisa terganggu kalau bik Inah memasuki kamarnya."

"Ada yang lain, tuan?"

"Tidak. Bibik boleh pergi. Eh...sebentar," Bik inah tidak meneruskan langkahnya.

"Siapkan sarapan pagi untuknya. Langsung saja bik Inah bawakan ke kamarnya. Tidak perlu menyuruhnya ke ruang makan. Mungkin dia lebih nyaman makan sendiri di kamarnya."

"Baik, tuan. Saya permisi.."

Masih di bibir pagar di lantai dua. Real bersandar dan menatap ke arah pintu kamar Qia. Menghela nafas mengingat kejadian di meja makan. Ada apa dengan rasa sakit itu. Apa sebenarnya yang membuat dia tiba-tiba gemetar seperti itu. Apakah makanan? Apakah minuman?

"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Kris muncul dari tangga lantai bawah. Setelah acara makan tadi dia belum beranjak pergi.

"Banyak. Kenapa kau belum pergi?"

"Aku hendak mengajakmu ke klub." Kris menawarkannya dengan mata nakalnya.

"Banyak wanita di sana." Real menipiskan bibir tak bersemangat.

"Aku tidak perlu kesana kalau hanya ingin mencari wanita."

"Kenapa? Karena sudah ada Qia di rumah?" tanya Kris langsung pada intinya. Karena Kris menangkap sudut mata Real yang melirik ke arah pintu kamar perempuan itu. Real tidak merespon.

"Kalau dia memang akan di jadikan umpan, sering-seringlah membawanya di depan publik. Dengan begitu musuhmu tahu dia memang dekat denganmu,"

"Akan aku lakukan. Pasti. Tapi setelah pesta pertunangan dulu."

"Begitu ya... Baiklah aku jadi merasa lelah setelah mendengar ceritamu. Sebaiknya aku tidur di sini." Kris berjalan menuju kamar Real.

"Menjauh dari kamarku! Pergi ke kamar lain, Kris!" Kris tidak jadi membuka pintu.

"Sungguh keterlaluan kau!" sungut Kris lalu melangkahkan kaki ke kamar lain di lantai dua. Lalu Real juga masuk ke kamarnya.

Terpopuler

Comments

🙃😉

🙃😉

masih nyimax

2021-12-29

0

Mogu

Mogu

teka teki bgt tpi suka bgt sm peran wanitanya
pinter,tangguh dan semngat

2021-09-02

0

할루 리니

할루 리니

nemu lg author top markotop... ini karya k 3 authornya yg aku baca dan semuanya bagus bingiiittttttssssss..... authornya hebat euy... 🥰🥰🥰

2021-07-24

1

lihat semua
Episodes
1 Pesta
2 Real Arkana
3 Kris
4 Permintaan
5 Manfaatkan aku
6 Kesepakatan terwujud
7 Keluarga Qiandra
8 Luka itu dan gertakan kecil
9 Mimpi buruk
10 Cemas
11 Wilayah Real Arkana
12 Perintah baru
13 Rencana pesta pertunangan
14 Hanya sandiwara
15 Berangkat ke butik
16 Pengintai
17 Hasil jepretan
18 Bersih-bersih
19 Kartu nama
20 Pesta
21 Kedatangan keluarga
22 Kabur
23 Beranda
24 Tamu di balkon kamar Arkana
25 Perempuan itu, Qia
26 Semburat merah
27 Wanita berdandan
28 Memenuhi janji pada Kris
29 Di dalam lift
30 Suara desing peluru
31 Kagum dan curiga
32 Rasa ajaib
33 Hujan deras
34 Qia kecil
35 Langkah pertama Real
36 Hanya aku
37 Khawatir
38 Tamu istimewa
39 Gerakan Valley
40 Teh
41 Meluapnya sebuah hasrat
42 Pikiran mengganggu
43 Aroma musk
44 Harapan bodoh
45 Menemani
46 Pria baik
47 Rasa sakit
48 Valley curiga
49 Rencana untuk Real
50 Berikan aku kebahagiaan
51 Ungkapan hati
52 Terlupa
53 River Rum
54 Blanc
55 Takut lupa
56 Bimbang
57 Dia adalah Real Arkana
58 Bagian masa lalu
59 Seperti Reina
60 Qia dan River
61 Qia dan River
62 Hal baru untuk Qia
63 Bertemu
64 Shiraz
65 Tertunda
66 Menjadi gila
67 Informasi
68 Tidak diam
69 Angel and Devil
70 Luka berdenyut
71 Meminta hak milik
72 Pengakuan
73 Pilihan
74 Qia dan River
75 Kepergiannya
76 Properti
77 Hadiah River
78 Terluka
79 Menemani
80 Mereka mengira...
81 Kejutan Valley
82 Pakaian dalam
83 Wanita terdahulu
84 Jangan bersikap manis
85 Getir
86 Aku siap, kau mau?
87 Perempuan tangguh
88 Perubahan sikap
89 Menahan diri
90 Selamat pagi, Qia
91 Hijau dan segar
92 Bukan boneka hidup
93 Kembali
94 Makan malam
95 Berkunjung
96 Berbincang
97 Mengantar pulang
98 Paman Shiraz
99 Malaikat penolong
100 Tersudut
101 Bersua
102 Kau tidak percaya?
103 Mewujudkan impian
104 Hasil
105 Dejavu?
106 Sadarlah Real....
107 Di balik semua itu
108 Ciuman berbeda
109 Pengkhianatan
110 Penyelamatan
111 Ingin membunuh
112 Menyesal
113 Jagger Qiandra
114 Pilihan
115 Tawaran Real
116 Usai
117 Berita luar biasa
118 Ancaman Real
119 Untuk yang pertama
120 Nasihat dokter
121 Berbincang
122 Upaya
123 Pria yang kalah
124 Ruangan Real
125 Pria gelisah
126 Nakal
127 Orang Qiandra
128 Rencana Felix
129 Night Club
130 Serangan
131 Rumah sakit
132 Ingatan
133 Cemburu
134 Pengakuan
135 Membuai
136 Muncul
137 Maksud kedatangan River
138 Daftar keinginan
139 Taman hiburan
140 Es Krim
141 Bahagiamu
142 Mencari kado
143 Musuh
144 Kesepakatan
145 Barter
146 Menggunakan tameng
147 Akhir kesabaran
148 Pilihan terbaik
149 Suasana normal
150 Shiraz takut
151 Shirazku
152 Bertemu dengan masa lalu
153 Kesal
154 Hai
155 Telepon tengah malam
156 Curiga
157 Selingkuh?
158 Ancaman penelepon
159 Dezka
160 Menghilang
161 Ada apa dengan kita?
162 Berdebat
163 Interogasi Real dan Qia
164 Cinta, hasrat, marah, dan benci
165 Hanya ingin di temukan olehmu
166 Shiraz dan Dezka
167 Keraguan Shiraz
168 Membuat adonan
169 Reporter busuk
170 Ada apa denganmu
171 Bertanya pada Liam
172 Hasil tes
173 Tersiksa
174 Sorot mata Real
175 Bagaikan bocah kecil
176 Underwear
177 Terserah
178 Dia saudaraku
179 Rencana Qia
180 Negoisasi
181 Hampir saja
182 Penjelasan sebenarnya
183 Rumah Qiandra
184 Luka
185 Hukuman
186 Terjun
187 Rumah sakit
188 Mulai sakit
189 Terhambat
190 Mengambil keputusan
191 Proses
192 Lega
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pesta
2
Real Arkana
3
Kris
4
Permintaan
5
Manfaatkan aku
6
Kesepakatan terwujud
7
Keluarga Qiandra
8
Luka itu dan gertakan kecil
9
Mimpi buruk
10
Cemas
11
Wilayah Real Arkana
12
Perintah baru
13
Rencana pesta pertunangan
14
Hanya sandiwara
15
Berangkat ke butik
16
Pengintai
17
Hasil jepretan
18
Bersih-bersih
19
Kartu nama
20
Pesta
21
Kedatangan keluarga
22
Kabur
23
Beranda
24
Tamu di balkon kamar Arkana
25
Perempuan itu, Qia
26
Semburat merah
27
Wanita berdandan
28
Memenuhi janji pada Kris
29
Di dalam lift
30
Suara desing peluru
31
Kagum dan curiga
32
Rasa ajaib
33
Hujan deras
34
Qia kecil
35
Langkah pertama Real
36
Hanya aku
37
Khawatir
38
Tamu istimewa
39
Gerakan Valley
40
Teh
41
Meluapnya sebuah hasrat
42
Pikiran mengganggu
43
Aroma musk
44
Harapan bodoh
45
Menemani
46
Pria baik
47
Rasa sakit
48
Valley curiga
49
Rencana untuk Real
50
Berikan aku kebahagiaan
51
Ungkapan hati
52
Terlupa
53
River Rum
54
Blanc
55
Takut lupa
56
Bimbang
57
Dia adalah Real Arkana
58
Bagian masa lalu
59
Seperti Reina
60
Qia dan River
61
Qia dan River
62
Hal baru untuk Qia
63
Bertemu
64
Shiraz
65
Tertunda
66
Menjadi gila
67
Informasi
68
Tidak diam
69
Angel and Devil
70
Luka berdenyut
71
Meminta hak milik
72
Pengakuan
73
Pilihan
74
Qia dan River
75
Kepergiannya
76
Properti
77
Hadiah River
78
Terluka
79
Menemani
80
Mereka mengira...
81
Kejutan Valley
82
Pakaian dalam
83
Wanita terdahulu
84
Jangan bersikap manis
85
Getir
86
Aku siap, kau mau?
87
Perempuan tangguh
88
Perubahan sikap
89
Menahan diri
90
Selamat pagi, Qia
91
Hijau dan segar
92
Bukan boneka hidup
93
Kembali
94
Makan malam
95
Berkunjung
96
Berbincang
97
Mengantar pulang
98
Paman Shiraz
99
Malaikat penolong
100
Tersudut
101
Bersua
102
Kau tidak percaya?
103
Mewujudkan impian
104
Hasil
105
Dejavu?
106
Sadarlah Real....
107
Di balik semua itu
108
Ciuman berbeda
109
Pengkhianatan
110
Penyelamatan
111
Ingin membunuh
112
Menyesal
113
Jagger Qiandra
114
Pilihan
115
Tawaran Real
116
Usai
117
Berita luar biasa
118
Ancaman Real
119
Untuk yang pertama
120
Nasihat dokter
121
Berbincang
122
Upaya
123
Pria yang kalah
124
Ruangan Real
125
Pria gelisah
126
Nakal
127
Orang Qiandra
128
Rencana Felix
129
Night Club
130
Serangan
131
Rumah sakit
132
Ingatan
133
Cemburu
134
Pengakuan
135
Membuai
136
Muncul
137
Maksud kedatangan River
138
Daftar keinginan
139
Taman hiburan
140
Es Krim
141
Bahagiamu
142
Mencari kado
143
Musuh
144
Kesepakatan
145
Barter
146
Menggunakan tameng
147
Akhir kesabaran
148
Pilihan terbaik
149
Suasana normal
150
Shiraz takut
151
Shirazku
152
Bertemu dengan masa lalu
153
Kesal
154
Hai
155
Telepon tengah malam
156
Curiga
157
Selingkuh?
158
Ancaman penelepon
159
Dezka
160
Menghilang
161
Ada apa dengan kita?
162
Berdebat
163
Interogasi Real dan Qia
164
Cinta, hasrat, marah, dan benci
165
Hanya ingin di temukan olehmu
166
Shiraz dan Dezka
167
Keraguan Shiraz
168
Membuat adonan
169
Reporter busuk
170
Ada apa denganmu
171
Bertanya pada Liam
172
Hasil tes
173
Tersiksa
174
Sorot mata Real
175
Bagaikan bocah kecil
176
Underwear
177
Terserah
178
Dia saudaraku
179
Rencana Qia
180
Negoisasi
181
Hampir saja
182
Penjelasan sebenarnya
183
Rumah Qiandra
184
Luka
185
Hukuman
186
Terjun
187
Rumah sakit
188
Mulai sakit
189
Terhambat
190
Mengambil keputusan
191
Proses
192
Lega

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!