Bersih-bersih

Qia sebenarnya merasa tidak memerlukan banyak baju. Namun demi menjalani peran yang akan di jalaninya, tanpa protes dan tanpa malu Qia menerimanya. Axel mengeluarkan semua tas belanjaan dan membawanya ke teras depan. Pak Samo yang datang menyambut langsung melihat dengan heran, begitu banyak barang belanjaan yang di bawa.

Pak Samo yakin itu bukan pakaian pria. Karena tuannya tidak suka membeli banyak pakaian. Real Arkana orang yang sederhana dalam berpenampilan. Meskipun begitu, visual seorang Real Arkana sudah sangat menawan. Jadi sedikit aksesoris saja mampu membuatnya mempesona.

Pak Samo mendekat membantu Axel membawa semua tas belanjaan.

"Maaf, Pak Samo merepotkan." Qia yang muncul belakangan membungkuk hormat kepada kepala pelayan yang sudah tua itu. Pak Samo hanya mengangguk. Pikiran Pak Samo melayang ke arah perempuan yang di anggap sebagai tamu kehormatan bagi tuan rumah. Melihat penampilan dan tingkahnya, Pak Samo yakin nona muda ini bukan penggila harta seperti kebanyakan perempuan yang berusaha mendekati tuannya.

Tapi mengapa begitu banyak barang seperti ini yang ada di dalam tas belanja ini? Apakah tuan sengaja membelikannya untuk nona muda itu. Sungguh mengherankan. Pak Samo yang sudah lama bekerja untuk laki-laki muda itu tidak pernah melihat Real Arkana bermurah hati kepada seorang perempuan. Lalu akhirnya Pak Samo tersenyum sendiri. Sebuah senyum kebapakan seperti sedang melihat anak laki-lakinya sendiri.

"Terima kasih ya, Pak Samo..." ujar Qia lagi merasa tidak enak saat semua barang belanjaan sudah sampai di dalam kamarnya.

"Ada yang bisa saya bantu lagi, nona?" tanya Pak Samo ramah.

"Tidak ada, Pak. Terima kasih..." Lalu pak Samo undur diri. Beliau mendapati tuannya sedang berdiri di dekat pintu kamar. Qia menatap semua barang belanjaannya yang banyak dengan menghela nafas.

"Sebaiknya kau memanggil Bik Inah kalau memang butuh bantuan," usul Real. Qia menengok dengan cepat tidak menyangka lelaki jangkung itu ada di sana. Melihat Qia yang hanya memandangi tas belanjaan dia mungkin berpikir terlalu banyak dan wanita itu merasa capek.

"Tidak perlu, aku bisa. Dan...Terima kasih." Qia mengucapkannya sambil membungkuk. Real memperhatikannya.

"Aku tidak suka gaya formalmu." Qia mendongak. Tuan di depannya mulai lagi. Apa lagi yang akan di cerca Real. Qia sudah siap.

"Terserah kau sajalah, kalau tidak mau di bantu," ujar Real sepertinya kesal. Ternyata Real tidak meneruskan cercaannya. Lelaki itu pergi meninggalkan Qia sendiri dengan semua tas belanjaannya.

***

Real memicingkan mata dan menutupinya dengan tangan, saat cahaya matahari yang sangat menyilaukan menerobos masuk dari jendela. Menunjukkan kepadanya bahwa mentari sudah sangat terang untuk terus saja berbaring di atas tempat tidur.

Real bergegas membersihkan diri karena hari ini dia harus bekerja. Setelah selesai, dia membuka pintu kamar. Cklek! Saat pintu di buka, Real kaget melihat Qia sudah muncul di sana. Bersandar dinding kamar sambil membawa penyedot debu. Dia yang menyadari Real sudah ada di depannya, menjauh dari dinding dan menyapa Real.

"Selamat pagi." Mata Real menatap perempuan ini menyeluruh.

"Sedang apa kau di sini?"

"Bukankah aku harus membersihkan kamar tidur ini?" Perempuan ini! Geram Real dalam hati.

"Aku sudah membersihkan kamar tidurku. Jadi sekarang aku harus membersihkan kamar tidurmu." seloroh Qia karena mata Real menatap ke arah kamarnya.

"Benarkah? Aku akan turun. Silahkan bersihkan semua sisi. Aku ingin semua terlihat bersih dan rapi. Dan... jangan melakukan hal lain selain bersih-bersih," ingat Real dengan tegas. Qia mengangguk. Real mulai turun ke lantai bawah. Baru beberapa anak tangga, Real ingat sesuatu. Saat menengok ke belakang, perempuan itu sudah masuk kamar.

"Bi, Qia sudah makan?" Yang selalu di ingat Real saat berada di dapur adalah... Apakah perempuan itu sudah makan atau belum. Untuk hal ini Real memang terlihat peduli. Dia masih berpikir kejadian di meja makan adalah karena kurang makan.

"Sudah Tuan. Tapi hanya setangkup roti dan minum susu." Real tidak habis pikir dengan cara pikir Qia soal makan. Apakah perempuan itu ingin diet? Untuk tubuhnya yang kurus dia tidak perlu melakukan penurunan berat badan. Melihat Tuannya seperti sedang berpikir soal nona Qia, Bik Inah melanjutkan bicaranya,

"Itu karena kondisi perutnya, Tuan. Dia masih merasa mual. Tapi saya rasa itu sudah lumayan lebih baik," Bik Inah menangkap ke khawatiran tuannya. Makanya dia berusaha menjelaskan bahwa Qia baik-baik saja. Real lupa perempuan itu punya masalah dengan perutnya.

Apa saja yang dilakukannya di rumahnya dulu.

"Tuan, Maaf.." Tiba-tiba Bik Inah menyatakan permintaan maaf. Real menatap Bik Inah heran.

"Ada apa, Bi?"

"Nona Qia ingin membersihkan kamar tidur anda, Tuan. Maaf saya tidak bisa mencegahnya..." Bik Inah merasa bersalah karena beliau tahu Tuan Real sangat tidak suka orang asing memasuki kamarnya. Yang boleh masuk hanya Bik Inah yang sudah bertahun-tahun membersihkan kamar tidurnya.

"Tidak apa-apa Bi. Aku yang menyuruhnya," ujar Real. Bik Inah sedikit terkejut tapi diam saja. Mata tuanya yang sudah keriput menatap lelaki muda yang sudah di menjadi tuannya sangat lama. Ini baru pertama kali Real mau menyuruh orang lain membersihkan kamar tidurnya. Sungguh mengherankan. Terlebih lagi karena Qia adalah orang asing.

"Mulai hari ini biarkan dia membersihkan kamarku. Karena kalau tidak, dia akan membersihkan seluruh rumah ini dengan tubuhnya yang kurus itu. Sangat menyedihkan melihat tubuhnya yang kurus tapi terus saja melakukan banyak pekerjaan." Bik Inah tersenyum hangat.

"Iya, tuan." Kris sudah menghilang sejak Real dan Qia ke butik. Dan Real tidak perduli itu. Kris memang seperti seperti jaelangkung, yang datang tak di undang dan pergi tak di antar.

Saat Qia pertama memasuki kamar Real Arkana, kesan pertama yang di dapatnya adalah bersih, rapi dan ... kaku. Mungkin persis seperti orangnya. Qia sampai berpikir bagian apalagi yang harus di bersihkan. Kesan lain yang lebih menonjol dari kamar ini adalah sederhana. Kamarnya tidak penuh dengan barang-barang pajangan. Hanya ada barang-barang yang di perlukan.

Dalam bayangan Qia, kamar seorang Real Arkana pasti mewah dan ambisius. Pasti banyak foto dirinya yang gagah di balut setelan jas mahal dan bermerk. Ternyata tidak. Tidak ada foto apapun dalam bingkai. Apakah karena Real tidak suka di foto? Oh, tidak. Ada satu bingkai foto di atas meja di depan tv itu. Tapi Qia tidak mendekat untuk melihat foto itu.

Entah mengapa, Qia lebih suka melihat kamar seperti ini. Qia memejamkan mata sebentar sambil berdiri di tengah ruang tidur. Damai. Hufftt... Qia membuka mata.

Sungguh konyol merasa damai dalam kamar orang lain. Juga sangat bodoh merasa tenang di dalam rumah orang asing.

"Aku pikir kau sedang membersihkan kamar tidurku, ternyata tidak," tegur Real yang sudah muncul di depan pintu kamarnya. Qia terkejut lalu segera menyentuh penyedot debunya dengan segera. Real sempat melihat perempuan ini memejamkan matanya sebentar. Itu membuatnya tidak jadi meneruskan langkahnya untuk masuk ke kamarnya. Namun Axel sudah menunggu di depan. Sementara Real harus kembali mengambil jasnya. Dia terpaksa masuk.

Qia diam sambil menggeser tubuhnya yang berdiri di tengah ruangan. Dia menghalangi jalan Real. Tak sengaja dia yang bergeser menyentuh satu-satunya bingkai foto di meja. Dan dengan mulus bingkai foto itu mendarat ke tanah.

Tap!

Beruntungnya, bingkai itu berhasil di tangkap. Namun rupanya tangan kecil Qia terlambat menangkap bingkai foto itu. Malah Qia menangkup tangan Real yang lebih dulu menangkap bingkai foto dari kaca itu. Saat itu Real yang ada di situ ternyata sudah berusaha menangkapnya lebih dulu. Qia terkejut melihat tangannya yang sedang menggenggam tangan kokoh itu.

"Maaf," ucap Qia yang cepat sadar. Lalu dia melepaskan tangannya dari tangan Real. Lelaki itu menghela nafas sesaat menahan getar menggelitik di hatinya saat tangan itu menyentuhnya.

Terpopuler

Comments

Hesti Ariani

Hesti Ariani

mbak lady..setiap baca tulisanmu, pasti ada kupu2 melayang di perutku🤪🤪🤣

2021-12-31

0

🙃😉

🙃😉

yuhuuuu...makin seruuuu

2021-12-29

0

Rina Siti Mυɳҽҽყ☪️💟⨀⃝⃟⃞☯

Rina Siti Mυɳҽҽყ☪️💟⨀⃝⃟⃞☯

d mulai dari pegangan tangan ga sengaja nih🤭

2021-08-28

0

lihat semua
Episodes
1 Pesta
2 Real Arkana
3 Kris
4 Permintaan
5 Manfaatkan aku
6 Kesepakatan terwujud
7 Keluarga Qiandra
8 Luka itu dan gertakan kecil
9 Mimpi buruk
10 Cemas
11 Wilayah Real Arkana
12 Perintah baru
13 Rencana pesta pertunangan
14 Hanya sandiwara
15 Berangkat ke butik
16 Pengintai
17 Hasil jepretan
18 Bersih-bersih
19 Kartu nama
20 Pesta
21 Kedatangan keluarga
22 Kabur
23 Beranda
24 Tamu di balkon kamar Arkana
25 Perempuan itu, Qia
26 Semburat merah
27 Wanita berdandan
28 Memenuhi janji pada Kris
29 Di dalam lift
30 Suara desing peluru
31 Kagum dan curiga
32 Rasa ajaib
33 Hujan deras
34 Qia kecil
35 Langkah pertama Real
36 Hanya aku
37 Khawatir
38 Tamu istimewa
39 Gerakan Valley
40 Teh
41 Meluapnya sebuah hasrat
42 Pikiran mengganggu
43 Aroma musk
44 Harapan bodoh
45 Menemani
46 Pria baik
47 Rasa sakit
48 Valley curiga
49 Rencana untuk Real
50 Berikan aku kebahagiaan
51 Ungkapan hati
52 Terlupa
53 River Rum
54 Blanc
55 Takut lupa
56 Bimbang
57 Dia adalah Real Arkana
58 Bagian masa lalu
59 Seperti Reina
60 Qia dan River
61 Qia dan River
62 Hal baru untuk Qia
63 Bertemu
64 Shiraz
65 Tertunda
66 Menjadi gila
67 Informasi
68 Tidak diam
69 Angel and Devil
70 Luka berdenyut
71 Meminta hak milik
72 Pengakuan
73 Pilihan
74 Qia dan River
75 Kepergiannya
76 Properti
77 Hadiah River
78 Terluka
79 Menemani
80 Mereka mengira...
81 Kejutan Valley
82 Pakaian dalam
83 Wanita terdahulu
84 Jangan bersikap manis
85 Getir
86 Aku siap, kau mau?
87 Perempuan tangguh
88 Perubahan sikap
89 Menahan diri
90 Selamat pagi, Qia
91 Hijau dan segar
92 Bukan boneka hidup
93 Kembali
94 Makan malam
95 Berkunjung
96 Berbincang
97 Mengantar pulang
98 Paman Shiraz
99 Malaikat penolong
100 Tersudut
101 Bersua
102 Kau tidak percaya?
103 Mewujudkan impian
104 Hasil
105 Dejavu?
106 Sadarlah Real....
107 Di balik semua itu
108 Ciuman berbeda
109 Pengkhianatan
110 Penyelamatan
111 Ingin membunuh
112 Menyesal
113 Jagger Qiandra
114 Pilihan
115 Tawaran Real
116 Usai
117 Berita luar biasa
118 Ancaman Real
119 Untuk yang pertama
120 Nasihat dokter
121 Berbincang
122 Upaya
123 Pria yang kalah
124 Ruangan Real
125 Pria gelisah
126 Nakal
127 Orang Qiandra
128 Rencana Felix
129 Night Club
130 Serangan
131 Rumah sakit
132 Ingatan
133 Cemburu
134 Pengakuan
135 Membuai
136 Muncul
137 Maksud kedatangan River
138 Daftar keinginan
139 Taman hiburan
140 Es Krim
141 Bahagiamu
142 Mencari kado
143 Musuh
144 Kesepakatan
145 Barter
146 Menggunakan tameng
147 Akhir kesabaran
148 Pilihan terbaik
149 Suasana normal
150 Shiraz takut
151 Shirazku
152 Bertemu dengan masa lalu
153 Kesal
154 Hai
155 Telepon tengah malam
156 Curiga
157 Selingkuh?
158 Ancaman penelepon
159 Dezka
160 Menghilang
161 Ada apa dengan kita?
162 Berdebat
163 Interogasi Real dan Qia
164 Cinta, hasrat, marah, dan benci
165 Hanya ingin di temukan olehmu
166 Shiraz dan Dezka
167 Keraguan Shiraz
168 Membuat adonan
169 Reporter busuk
170 Ada apa denganmu
171 Bertanya pada Liam
172 Hasil tes
173 Tersiksa
174 Sorot mata Real
175 Bagaikan bocah kecil
176 Underwear
177 Terserah
178 Dia saudaraku
179 Rencana Qia
180 Negoisasi
181 Hampir saja
182 Penjelasan sebenarnya
183 Rumah Qiandra
184 Luka
185 Hukuman
186 Terjun
187 Rumah sakit
188 Mulai sakit
189 Terhambat
190 Mengambil keputusan
191 Proses
192 Lega
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pesta
2
Real Arkana
3
Kris
4
Permintaan
5
Manfaatkan aku
6
Kesepakatan terwujud
7
Keluarga Qiandra
8
Luka itu dan gertakan kecil
9
Mimpi buruk
10
Cemas
11
Wilayah Real Arkana
12
Perintah baru
13
Rencana pesta pertunangan
14
Hanya sandiwara
15
Berangkat ke butik
16
Pengintai
17
Hasil jepretan
18
Bersih-bersih
19
Kartu nama
20
Pesta
21
Kedatangan keluarga
22
Kabur
23
Beranda
24
Tamu di balkon kamar Arkana
25
Perempuan itu, Qia
26
Semburat merah
27
Wanita berdandan
28
Memenuhi janji pada Kris
29
Di dalam lift
30
Suara desing peluru
31
Kagum dan curiga
32
Rasa ajaib
33
Hujan deras
34
Qia kecil
35
Langkah pertama Real
36
Hanya aku
37
Khawatir
38
Tamu istimewa
39
Gerakan Valley
40
Teh
41
Meluapnya sebuah hasrat
42
Pikiran mengganggu
43
Aroma musk
44
Harapan bodoh
45
Menemani
46
Pria baik
47
Rasa sakit
48
Valley curiga
49
Rencana untuk Real
50
Berikan aku kebahagiaan
51
Ungkapan hati
52
Terlupa
53
River Rum
54
Blanc
55
Takut lupa
56
Bimbang
57
Dia adalah Real Arkana
58
Bagian masa lalu
59
Seperti Reina
60
Qia dan River
61
Qia dan River
62
Hal baru untuk Qia
63
Bertemu
64
Shiraz
65
Tertunda
66
Menjadi gila
67
Informasi
68
Tidak diam
69
Angel and Devil
70
Luka berdenyut
71
Meminta hak milik
72
Pengakuan
73
Pilihan
74
Qia dan River
75
Kepergiannya
76
Properti
77
Hadiah River
78
Terluka
79
Menemani
80
Mereka mengira...
81
Kejutan Valley
82
Pakaian dalam
83
Wanita terdahulu
84
Jangan bersikap manis
85
Getir
86
Aku siap, kau mau?
87
Perempuan tangguh
88
Perubahan sikap
89
Menahan diri
90
Selamat pagi, Qia
91
Hijau dan segar
92
Bukan boneka hidup
93
Kembali
94
Makan malam
95
Berkunjung
96
Berbincang
97
Mengantar pulang
98
Paman Shiraz
99
Malaikat penolong
100
Tersudut
101
Bersua
102
Kau tidak percaya?
103
Mewujudkan impian
104
Hasil
105
Dejavu?
106
Sadarlah Real....
107
Di balik semua itu
108
Ciuman berbeda
109
Pengkhianatan
110
Penyelamatan
111
Ingin membunuh
112
Menyesal
113
Jagger Qiandra
114
Pilihan
115
Tawaran Real
116
Usai
117
Berita luar biasa
118
Ancaman Real
119
Untuk yang pertama
120
Nasihat dokter
121
Berbincang
122
Upaya
123
Pria yang kalah
124
Ruangan Real
125
Pria gelisah
126
Nakal
127
Orang Qiandra
128
Rencana Felix
129
Night Club
130
Serangan
131
Rumah sakit
132
Ingatan
133
Cemburu
134
Pengakuan
135
Membuai
136
Muncul
137
Maksud kedatangan River
138
Daftar keinginan
139
Taman hiburan
140
Es Krim
141
Bahagiamu
142
Mencari kado
143
Musuh
144
Kesepakatan
145
Barter
146
Menggunakan tameng
147
Akhir kesabaran
148
Pilihan terbaik
149
Suasana normal
150
Shiraz takut
151
Shirazku
152
Bertemu dengan masa lalu
153
Kesal
154
Hai
155
Telepon tengah malam
156
Curiga
157
Selingkuh?
158
Ancaman penelepon
159
Dezka
160
Menghilang
161
Ada apa dengan kita?
162
Berdebat
163
Interogasi Real dan Qia
164
Cinta, hasrat, marah, dan benci
165
Hanya ingin di temukan olehmu
166
Shiraz dan Dezka
167
Keraguan Shiraz
168
Membuat adonan
169
Reporter busuk
170
Ada apa denganmu
171
Bertanya pada Liam
172
Hasil tes
173
Tersiksa
174
Sorot mata Real
175
Bagaikan bocah kecil
176
Underwear
177
Terserah
178
Dia saudaraku
179
Rencana Qia
180
Negoisasi
181
Hampir saja
182
Penjelasan sebenarnya
183
Rumah Qiandra
184
Luka
185
Hukuman
186
Terjun
187
Rumah sakit
188
Mulai sakit
189
Terhambat
190
Mengambil keputusan
191
Proses
192
Lega

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!