Hanya sandiwara

"Kau suka bunga?" tanya Real tiba-tiba.

"Kamu sedang membahas dekorasi pesta?" tanya Qia wajar. Mata Real menatap ragu.

"Bukan. Aku hanya menanyakan apa seorang Qia menyukai bunga." Mata bening Qia menatap heran.

"Kau sedang memandangi taman tadi," Real mengatakan alasannya berpikir demikian. Qia mengangguk paham.

"Sedikit. Bunga memang tampak indah. Tapi aku tidak terlalu menyukainya." katanya dengan antusias yang kurang.  Dugaan Real soal Qia menyukai bunga ternyata salah. Padahal dia begitu lama menatap taman bunga tadi.

"Kalian melupakan aku dalam pembahasan penting ini," Kris masuk seperti biasanya. Dengan cara menyerobot dalam daftar orang yang tidak di undang di dalam rapat. Real tidak pernah mengajak Kris dalam perundingan ini.

"Tidak ada pembahasan penting yang membutuhkan dirimu," kata Real dengan songong dan arrogan. Tapi Real juga tidak mengusirnya. Dia membiarkan play boy itu masuk ke dalam ruangannya dan bergabung. Kris meletakkan bokong seksinya di sofa di sebelah Real.

"Kau baru selesai makan?"

"Ya.. Makanan bik Inah sangat enak jadi aku ingin makan banyak. Perutku terlihat buncit," Kris mengusap perutnya karena kekenyangan.

"Lebih baik kau teruskan saja makanmu," desis Real. Kris terkekeh. Sebenarnya Kris sudah datang sejak tadi. Kris sempat membuka pintunya sedikit saat keduanya terlibat dalam perbincangan. Mereka tidak mendengar ada orang yang masuk. Real terlihat sangat bersemangat membicarakan pesta dengan Qia. Seperti layaknya seorang lelaki yang akan melakukan pesta pertunangan dengan wanita yang di cintainya.

Kris tidak ingin mengganggu suasana bagus itu. Sudah lama dia tidak melihat sahabatnya itu bersikap lunak seperti ini kepada orang lain. Terutama perempuan.

"Kau sangat senang dengan pesta pertunangan ini?" tanya Kris tiba-tiba kepada Qia. Real menatap Kris dengan heran. Tapi dia tetap membiarkan pertanyaan Kris meluncur dari mulutnya.

"Pendapat saya pribadi tentang senang atau tidaknya dalam pesta ini sangat tidak perlukan. Jadi saya rasa, saya tidak perlu menjawabnya," jawab Qia pasti.

"Jadi dalam perencanaan pesta pertunangan ini memang tidak mengandung perasaan pribadi?" tanya Kris sengaja memancing. Kris tahu Real terhenyak sekejap tadi. Tapi lelaki itu masih sanggup mengatur raut wajahnya dengan sedemikian rupa.

"Perasaan pribadi saya atau perasaan pribadi Tuan Real?" tanya Qia datar tapi sanggup membuat dua lelaki di depannya terhenyak kaget. Lalu Kris tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Qia dengan ekspresi datarnya. Real menatap perempuan itu.

"Memangnya Real punya perasaan?" ledeknya masih dengan tawa yang tersisa.  Real menatap tajam ke arah Kris. Lalu berganti melihat Qia. Perempuan itu hanya mendengarkan tanpa mengucapkan sepatah kata maupun berekspresi apa-apa. Dia lebih suka membaca rencana-rencana pesta yang akan di laksanakan yang tertulis di atas kertas. Entah kenapa Real merasa lega dengan keengganan Qia mendengarkan Kris.

"Kau sangat menarik sebagai seorang perempuan di mataku Qia," Real terusik dengan keseriusan mata Kris saat mengatakannya. Tapi Real tahu Kris sedang bermain-main.

"Jangan hiraukan ocehan Kris." pesan Real.

"Tidak. Aku paham tuan Kris bagaimana walaupun hanya beberapa kali bertemu. Aku tidak akan termakan dengan rayuannya," kata Qia dengan melihat ke arah Real. Mendengar itu Real tersenyum senang dengan jawaban Qia. Kalau bisa Real akan memberikan satu buah rumah untuk Qia karena tidak terkena sihir cinta, playboy itu. Ini sangat jarang. Kebanyakan mereka silau dengan ketampanan Kris. Tapi Qia bukan salah satu dari perempuan itu jadi dia pasti tidak memperdulikan soal harta.

"Kamu berbicara mengenaiku seperti sudah mengenal banyak pria seperti ku. Apakah kau sudah pernah menemukan lelaki pecinta wanita sepertiku sebelumnya?" selidik Real sekali lagi. Setiap pertanyaan yang muncul dari mulut Kris mampu membuat bahu Real menegang.

Walaupun dia tidak suka dengan pertanyaan Kris tentang Qia tapi Real merasa lega saat jawaban Qia sesuai dengan apa yang ada dalam benaknya.

"Saya tidak banyak bertemu orang. Jadi saya yakin belum pernah bertemu lelaki seperti anda," Matanya datar, pupilnya tidak membesar dia tidak berbohong. Walaupun Qia berbohong kenapa Real perlu mencemaskannya.

Setelah pembicaraan sudah selesai Qia pamit keluar ruangan, Real mengijinkannya.

"Sangat kuno dan tradisional," celetuk Kris saat Qia sudah tidak ada di dalam ruangan.

"Qia tidak begitu," sahut Real tidak sependapat.

"Aku bukan membicarakan Qia, tapi sedang membicarakanmu," Real yang sedang membaca lagi kertas rancangan pertunangan mendongak.

"Kenapa aku sangat kuno dan tradisional?"

"Mengapa harus merencanakan sendiri pesta pertunangan. Kau adalah Real yang tidak perlu melakukan hal-hal seperti ini." tunjuk Kris pada kertas dengan banyak catatan di sana.

"Apalagi catatan tangan seperti itu. Padahal kau bisa menyuruh Lexy sekretarismu untuk mempersiapkannya. Tapi kau sengaja mengajaknya berdiskusi hanya untuk berduaan dengannya. Dan punya cukup banyak waktu melihat wajahnya. Kau sangat licik."

"Aku hanya sedang membahas soal kesepakatan antara kita. Kenapa harus di sebut licik."

"Kau cukup lucu untuk beralasan seperti itu," ejek Kris.

"Oh ya," Real tidak terlalu menggubris ocehan Kris. Sambil meletakkan kertas-kertas tadi ke dalam sebuah lemari kabinet.

"Begitu menyenangkannya kah berbicara berdua dengan perempuan itu?" tanya Kris penasaran.

"Aku tidak tahu hal semacam itu. Aku pasti selalu senang jika membicarakan sesuatu yang menguntungkan bagiku."

Terus saja kau berkilah.

"Kau sudah seperti seorang lelaki yang sudah siap menikah. Merencanakan pesta berdua dengan pasangan," Kris mencibir.

"Itu hanya sandiwara. Aku sedang memerankan sosok yang seperti itu. Jangan terlalu di pikirkan," katanya dengan wajah senang yang tidak bisa di tutupi.

Bodohnya Real. Apakah dia tahu kalau wajahnya saat ini terlihat sangat berbeda dengan dirinya yang seperti biasanya Entah Real sadar atau tidak. Begitu mencolok rona bahagia yang terpancar dari raut wajah itu. Tapi dia beralasan semuanya hanya sandiwara? Aku tidak menyangka sahabatku selucu ini.

Kris terkikik.

Tapi Qia terlihat sangat membentengi dirinya. Hh.. itu apakah terlalu sulit, mengingat Qia bukan wanita seperti kebanyakan.

Tok, tok, tok, pintu di ketuk. Axel muncul.

"Lexy sedang menelepon anda sejak tadi. Karena anda tidak bisa di hubungi, dia memberitahu saya untuk menyampaikan kepada anda. Dia ingin memberitahukan bahwa butik langganan anda sudah siap di booking khusus untuk anda hari ini."

"Terima kasih, Axel." Axel keluar. Sejak tadi Real tidak menyentuh ponsel sama sekali

Dia membiarkan ponsel itu tergeletak begitu saja di atas meja. Walaupun begitu sungguh mengherankan bila Real tidak mendengar nada dering ponselnya.

Real melihat sepuluh daftar panggilan tidak terjawab dari Lexy, sekretarisnya. Ada juga pesan singkat yang di kirim Lexy. Isinya sama seperti yang di beritahu Axel tadi. Nada dering juga normal bukan mode diam. Tapi mengherankan jika Real tidak bisa mendengar.

Pembicaraan dengan Qia mungkin terlalu menyenangkan sehingga Real tanpa sadar mengabaikan dering ponselnya. Bibirnya tersenyum. Kris yang sedang memperhatikan sahabat kakunya itu menggelengkan kepala.

Kedepannya akan menjadi semakin menarik. Di dalam kepala Kris mulai bermunculan ide-ide cemerlang.

Terpopuler

Comments

Borahe 🍉🧡

Borahe 🍉🧡

masih misteri

2023-10-18

0

Andriani

Andriani

penasaran, siapa pria itu ya qia

2022-10-09

0

Tanti Riyadi

Tanti Riyadi

kenapa malah kris yg mempunyai ide2 cemerlang?

2022-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 Pesta
2 Real Arkana
3 Kris
4 Permintaan
5 Manfaatkan aku
6 Kesepakatan terwujud
7 Keluarga Qiandra
8 Luka itu dan gertakan kecil
9 Mimpi buruk
10 Cemas
11 Wilayah Real Arkana
12 Perintah baru
13 Rencana pesta pertunangan
14 Hanya sandiwara
15 Berangkat ke butik
16 Pengintai
17 Hasil jepretan
18 Bersih-bersih
19 Kartu nama
20 Pesta
21 Kedatangan keluarga
22 Kabur
23 Beranda
24 Tamu di balkon kamar Arkana
25 Perempuan itu, Qia
26 Semburat merah
27 Wanita berdandan
28 Memenuhi janji pada Kris
29 Di dalam lift
30 Suara desing peluru
31 Kagum dan curiga
32 Rasa ajaib
33 Hujan deras
34 Qia kecil
35 Langkah pertama Real
36 Hanya aku
37 Khawatir
38 Tamu istimewa
39 Gerakan Valley
40 Teh
41 Meluapnya sebuah hasrat
42 Pikiran mengganggu
43 Aroma musk
44 Harapan bodoh
45 Menemani
46 Pria baik
47 Rasa sakit
48 Valley curiga
49 Rencana untuk Real
50 Berikan aku kebahagiaan
51 Ungkapan hati
52 Terlupa
53 River Rum
54 Blanc
55 Takut lupa
56 Bimbang
57 Dia adalah Real Arkana
58 Bagian masa lalu
59 Seperti Reina
60 Qia dan River
61 Qia dan River
62 Hal baru untuk Qia
63 Bertemu
64 Shiraz
65 Tertunda
66 Menjadi gila
67 Informasi
68 Tidak diam
69 Angel and Devil
70 Luka berdenyut
71 Meminta hak milik
72 Pengakuan
73 Pilihan
74 Qia dan River
75 Kepergiannya
76 Properti
77 Hadiah River
78 Terluka
79 Menemani
80 Mereka mengira...
81 Kejutan Valley
82 Pakaian dalam
83 Wanita terdahulu
84 Jangan bersikap manis
85 Getir
86 Aku siap, kau mau?
87 Perempuan tangguh
88 Perubahan sikap
89 Menahan diri
90 Selamat pagi, Qia
91 Hijau dan segar
92 Bukan boneka hidup
93 Kembali
94 Makan malam
95 Berkunjung
96 Berbincang
97 Mengantar pulang
98 Paman Shiraz
99 Malaikat penolong
100 Tersudut
101 Bersua
102 Kau tidak percaya?
103 Mewujudkan impian
104 Hasil
105 Dejavu?
106 Sadarlah Real....
107 Di balik semua itu
108 Ciuman berbeda
109 Pengkhianatan
110 Penyelamatan
111 Ingin membunuh
112 Menyesal
113 Jagger Qiandra
114 Pilihan
115 Tawaran Real
116 Usai
117 Berita luar biasa
118 Ancaman Real
119 Untuk yang pertama
120 Nasihat dokter
121 Berbincang
122 Upaya
123 Pria yang kalah
124 Ruangan Real
125 Pria gelisah
126 Nakal
127 Orang Qiandra
128 Rencana Felix
129 Night Club
130 Serangan
131 Rumah sakit
132 Ingatan
133 Cemburu
134 Pengakuan
135 Membuai
136 Muncul
137 Maksud kedatangan River
138 Daftar keinginan
139 Taman hiburan
140 Es Krim
141 Bahagiamu
142 Mencari kado
143 Musuh
144 Kesepakatan
145 Barter
146 Menggunakan tameng
147 Akhir kesabaran
148 Pilihan terbaik
149 Suasana normal
150 Shiraz takut
151 Shirazku
152 Bertemu dengan masa lalu
153 Kesal
154 Hai
155 Telepon tengah malam
156 Curiga
157 Selingkuh?
158 Ancaman penelepon
159 Dezka
160 Menghilang
161 Ada apa dengan kita?
162 Berdebat
163 Interogasi Real dan Qia
164 Cinta, hasrat, marah, dan benci
165 Hanya ingin di temukan olehmu
166 Shiraz dan Dezka
167 Keraguan Shiraz
168 Membuat adonan
169 Reporter busuk
170 Ada apa denganmu
171 Bertanya pada Liam
172 Hasil tes
173 Tersiksa
174 Sorot mata Real
175 Bagaikan bocah kecil
176 Underwear
177 Terserah
178 Dia saudaraku
179 Rencana Qia
180 Negoisasi
181 Hampir saja
182 Penjelasan sebenarnya
183 Rumah Qiandra
184 Luka
185 Hukuman
186 Terjun
187 Rumah sakit
188 Mulai sakit
189 Terhambat
190 Mengambil keputusan
191 Proses
192 Lega
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pesta
2
Real Arkana
3
Kris
4
Permintaan
5
Manfaatkan aku
6
Kesepakatan terwujud
7
Keluarga Qiandra
8
Luka itu dan gertakan kecil
9
Mimpi buruk
10
Cemas
11
Wilayah Real Arkana
12
Perintah baru
13
Rencana pesta pertunangan
14
Hanya sandiwara
15
Berangkat ke butik
16
Pengintai
17
Hasil jepretan
18
Bersih-bersih
19
Kartu nama
20
Pesta
21
Kedatangan keluarga
22
Kabur
23
Beranda
24
Tamu di balkon kamar Arkana
25
Perempuan itu, Qia
26
Semburat merah
27
Wanita berdandan
28
Memenuhi janji pada Kris
29
Di dalam lift
30
Suara desing peluru
31
Kagum dan curiga
32
Rasa ajaib
33
Hujan deras
34
Qia kecil
35
Langkah pertama Real
36
Hanya aku
37
Khawatir
38
Tamu istimewa
39
Gerakan Valley
40
Teh
41
Meluapnya sebuah hasrat
42
Pikiran mengganggu
43
Aroma musk
44
Harapan bodoh
45
Menemani
46
Pria baik
47
Rasa sakit
48
Valley curiga
49
Rencana untuk Real
50
Berikan aku kebahagiaan
51
Ungkapan hati
52
Terlupa
53
River Rum
54
Blanc
55
Takut lupa
56
Bimbang
57
Dia adalah Real Arkana
58
Bagian masa lalu
59
Seperti Reina
60
Qia dan River
61
Qia dan River
62
Hal baru untuk Qia
63
Bertemu
64
Shiraz
65
Tertunda
66
Menjadi gila
67
Informasi
68
Tidak diam
69
Angel and Devil
70
Luka berdenyut
71
Meminta hak milik
72
Pengakuan
73
Pilihan
74
Qia dan River
75
Kepergiannya
76
Properti
77
Hadiah River
78
Terluka
79
Menemani
80
Mereka mengira...
81
Kejutan Valley
82
Pakaian dalam
83
Wanita terdahulu
84
Jangan bersikap manis
85
Getir
86
Aku siap, kau mau?
87
Perempuan tangguh
88
Perubahan sikap
89
Menahan diri
90
Selamat pagi, Qia
91
Hijau dan segar
92
Bukan boneka hidup
93
Kembali
94
Makan malam
95
Berkunjung
96
Berbincang
97
Mengantar pulang
98
Paman Shiraz
99
Malaikat penolong
100
Tersudut
101
Bersua
102
Kau tidak percaya?
103
Mewujudkan impian
104
Hasil
105
Dejavu?
106
Sadarlah Real....
107
Di balik semua itu
108
Ciuman berbeda
109
Pengkhianatan
110
Penyelamatan
111
Ingin membunuh
112
Menyesal
113
Jagger Qiandra
114
Pilihan
115
Tawaran Real
116
Usai
117
Berita luar biasa
118
Ancaman Real
119
Untuk yang pertama
120
Nasihat dokter
121
Berbincang
122
Upaya
123
Pria yang kalah
124
Ruangan Real
125
Pria gelisah
126
Nakal
127
Orang Qiandra
128
Rencana Felix
129
Night Club
130
Serangan
131
Rumah sakit
132
Ingatan
133
Cemburu
134
Pengakuan
135
Membuai
136
Muncul
137
Maksud kedatangan River
138
Daftar keinginan
139
Taman hiburan
140
Es Krim
141
Bahagiamu
142
Mencari kado
143
Musuh
144
Kesepakatan
145
Barter
146
Menggunakan tameng
147
Akhir kesabaran
148
Pilihan terbaik
149
Suasana normal
150
Shiraz takut
151
Shirazku
152
Bertemu dengan masa lalu
153
Kesal
154
Hai
155
Telepon tengah malam
156
Curiga
157
Selingkuh?
158
Ancaman penelepon
159
Dezka
160
Menghilang
161
Ada apa dengan kita?
162
Berdebat
163
Interogasi Real dan Qia
164
Cinta, hasrat, marah, dan benci
165
Hanya ingin di temukan olehmu
166
Shiraz dan Dezka
167
Keraguan Shiraz
168
Membuat adonan
169
Reporter busuk
170
Ada apa denganmu
171
Bertanya pada Liam
172
Hasil tes
173
Tersiksa
174
Sorot mata Real
175
Bagaikan bocah kecil
176
Underwear
177
Terserah
178
Dia saudaraku
179
Rencana Qia
180
Negoisasi
181
Hampir saja
182
Penjelasan sebenarnya
183
Rumah Qiandra
184
Luka
185
Hukuman
186
Terjun
187
Rumah sakit
188
Mulai sakit
189
Terhambat
190
Mengambil keputusan
191
Proses
192
Lega

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!