Rencana pesta pertunangan

"Kapan rencana pesta pertunangan akan di laksanakan?" tanya Kris.

"Aku harus bertanya dulu pada dia." Kris mendongak.

Dia? Real Arkana masih akan bertanya pada seseorang untuk sebuah keputusan? Sempurna! Wanita itu pendobrak kebiasaan Real yang sempurna. Sungguh mengesankan. Dia mampu dengan pasti mengubah sikap yang telah lekat pada diri Real.

Walaupun Kris terkejut, dia hanya melihat Real dari balik sendok makannya. Tetap bersikap wajar tanpa menunjukkan keterkejutannya.

"Tapi aku harap bisa secepatnya. Aku tidak ingin membiarkan seseorang di luar sana menunggu dengan lama," Ujar Real sambil menyeringai dengan senang. Wajah Real yang kejam saat akan menghadapi musuhnya mulai tampak lagi.

...----------------...

...----------------...

Hh... Qia membuang napas sebentar. Meski berkeringat tapi dia terlihat senang. Meletakkan penyedot debu di dekat dinding dan beristirahat sejenak. Walaupun Real sudah memperingatinya untuk tidak bersih-bersih tapi dia harus menyelesaikan apa yang sudah dia lakukan.

Qia mendekati jendela besar yang menghadap keluar. Dimana terdapat banyak pepohonan yang sengaja tumbuh dengan rapi karena telah di rawat sedemikian rupa. Banyak juga bunga warna warni bermekaran sangat indah. Melihat dedaunan di pagi hari memang sangat menyehatkan mata. Qia merasakan kesejukan pada mata saat memandang taman yang indah ini.

"Aku mencintaimu? Kau pikir sedang berbicara dengan siapa. Kau hanya berkhayal sedang mencintai seorang pangeran rupanya,"

Melihat taman itu mengingatkan Qia akan kalimat menyakitkan dari mulut seseorang. Terlintas lagi kenangan pahit kala itu. Qia mendengus merasa konyol dan menyedihkan dirinya saat itu. Sungguh naif. Dirinya terlalu polos.

Jari Qia menyentuh dinding kaca seakan sedang menyentuh wajah seseorang. Perlahan kemudian turun dan diam di sana. Mengetuk dinding kaca pelan dengan telunjuknya. Tuk, tuk, tuk. Matanya menerawang jauh.

Sungguh bodoh dirinya harus teringat lagi akan hal itu. Gelak tawa kecilnya menertawakan dirinya sendiri. Qia tidak sadar Real sedang ada di belakang. Lelaki itu sudah menyelesaikan sarapannya. Dia sendirian. Kris tidak sedang bersamanya. Mungkin Tuan playboy itu masih memakan sarapannya dengan tenang.

Apa yang sedang di lihatnya? Real penasaran dan akhirnya mendekat ke dekat jendela.

"Apa yang sedang kau lihat?" tanya Real tiba-tiba. Matanya ikut melihat keluar jendela. Qia berjingkat karena kaget.

"Taman. Aku sedang melihat taman bunga. Taman di rumahmu sangat indah."

Taman? Benarkah yang di lihatnya dengan dalam itu sebuah taman? Real melihat taman di luar seperti tidak ada yang istimewa. Hanya ada pepohonan rindang dan juga berbagai tanaman bunga. Dia bilang menyukai taman karena indah tetapi mengapa wajahnya sedih?

"Ikut aku. Kita harus berdiskusi membicarakan pesta pertunangan kita."

"Baik." Real memutar tubuhnya. Matanya sempat melirik ke alat penyedot debu.

"Kau masih ingat dengan perintahku soal bersih-bersih bukan?" tanya Real sambil melangkah menjauh dari jendela besar itu.

"Aku harus membersihkan kamarmu?" tanya Qia memastikan.

"Ya. Kamu hanya boleh membersihkan kamarku dan kamarmu saja. Tidak boleh lagi ada bersih-bersih rumah seperti tadi."

"Baik," jawab Qia pasrah. Kaki Qia melangkah mengikuti Real di belakang. Sebenarnya dia ingin melakukan banyak hal selama di rumah ini. Agar semua cerita selama dia hidup di rumah Qiandra hilang dan lenyap. Bruk! Karena melamun Qia tidak sadar tubuh besar dengan dada luas seluas samudera pasifik dan bidang itu berhenti.

"Aduh," rintih Qia sambil memegangi kepalanya. Real menengok kebelakang.

"Apa yang sedang kau pikirkan sampai tidak sadar aku yang berhenti berjalan?"

"Maaf." Qia melepas tangan dari kepalanya. Real diam sejenak lalu kembali berjalan. Entah apa yang membuatnya berhenti tadi. Kaki Real melangkah mengajak Qia memasuki ruangan yang ada tepat di bawah balkon. Pintu besar yang ada di seberang jendela besar tadi.

Real membuka pintu. Qia ikut masuk ke dalamnya. Sebuah ruangan yang penuh dengan buku. Qia menatap takjub melihatnya. Matanya berbinar dengan indah. Perempuan ini sangat menyukai buku. Kakinya tanpa sadar langsung bergerak mendekati rak-rak itu. Keingintahuannya mengenai buku apa saja yang ada di sana membuatnya tergugah.

Real yang sudah duduk di kursi kerjanya memandang perempuan itu. Dia sedang menyusuri rak-rak penuh buku.

"Kau sangat menyukai buku?"

"Aku mencintai mereka," itu sangat terlihat jelas di matanya. Dia memperlakukan buku itu dengan tatapan hangat. Lebih hangat dari menatap manusia siapapun. Sorot matanya hidup.

"Itu kata kata yang sangat mencolok di ungkapkan hanya untuk sebuah buku. Karena kamu lebih memperlakukan buku dengan cinta daripada seorang manusia," Real mengatakannya karena mata Qia lebih hangat daripada saat memandang seluruh manusia yang ada di dalam rumah.

"Karena buku lebih memanusiakan manusia daripada manusia itu sendiri." Qia berganti menatap Real.

"Hanya buku yang menemaniku selama ini. Dia benda mati yang tidak menyakiti tapi memberi kita banyak pengetahuan yang berguna. Manusia memang lebih pintar, karena jiwa dan hati mereka bisa berkembang menjadi apa saja. Tapi justru itu yang membuat manusia terlihat tampak menakutkan." Real memperhatikan dan mendengarkan kalimat yang meluncur dari bibir Qia dengan penuh perhatian. Dia tidak menyangka ada pandangan yang berbeda dari manusia kebanyakan selama ini tentang sebuah buku.

"Seperti aku. Yang awalnya meminta tolong padamu mungkin saja berubah menjadi orang yang akan menerkammu. Karena hati manusia itu mudah berubah. Jadi berhati-hatilah." Mata itu sungguh-sungguh saat mengatakannya. Hingga membuat Real tidak bisa berpaling bahkan saat Qia sudah kembali lagi larut dalam rak-rak buku yang berjajar rapi dan bersih.

"Bisakah kamu berhenti bergelut dengan buku? Aku akan membicarakan hal penting." Qia tidak sadar posisinya lagi. Dia lupa. Setelah meletakkan buku di tempat semula dia menuju sofa. Meletakkan pantatnya di sana.

Hal penting apa yang akan di bicarakannya.

"Soal pesta pertunangan." Real mengemukakan topik pembicaraan yang akan di bahas. Tanpa sadar Qia menipiskan bibir sambil mengangguk anggukkan kepala pelan. Seraya berkata, 'Oh itu... Aku kira hal penting apa'.

"Raut wajahmu mengatakan tidak suka membicarakan hal ini. Apakah benar?" Real membahas ekspresi enggan Qia barusan. Dia bisa melihatnya.

"Ini kesepakatan yang sudah di buat. Suka atau tidak suka tentang hal ini tidak perlu di masukkan dalam pembahasan perjanjian. Abaikan saja aku yang terlihat tidak suka. Aku tidak punya hak untuk berkata suka atau tidak suka dengan kesepakatan ini. Maafkan aku.." Qia menunduk. Real perlu mengambil nafas. Lalu kembali membahas soal kesepakatan.

"Aku ingin segera melaksanakan pesta pertunangan di depan publik secepatnya." jelas Real.

"Agar musuhmu mulai menunjukkan ekornya?" tanya Qia paham maksud Real. Rupanya Qia perempuan yang cerdas. Yah.. mengingat kecintaannya pada buku, mungkin benar otaknya terasah dengan baik.

Pembahasan berlanjut sangat intens. Dimana lokasi pesta, undangan dan media mana yang di beri hak untuk menyiarkan secara khusus. Tidak hanya sekali Real menanyakan pendapat Qia. Dia benar-benar bertanya banyak hal kepada Qia. Dia tidak langsung membuat keputusan seperti biasa. Dia sungguh sangat ingin Qia terlibat dalam perencanaan pesta pertunangan palsu ini. Matanya menatap takjub saat Qia sangat aktif di ajak berdiskusi. Meskipun dia terlihat enggan tadi tapi dia mulai serius saat di ajak bicara.

Terpopuler

Comments

Andriani

Andriani

lanjut baca

2022-10-09

0

Pe_fina

Pe_fina

pengennya sih bisa dpt buku novel ini..😁

2022-05-07

0

🙃😉

🙃😉

bagus👍👍👍mpe lupa comment...
sangking semangat &pinisirin☺😊😉🙊✌✌

2021-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Pesta
2 Real Arkana
3 Kris
4 Permintaan
5 Manfaatkan aku
6 Kesepakatan terwujud
7 Keluarga Qiandra
8 Luka itu dan gertakan kecil
9 Mimpi buruk
10 Cemas
11 Wilayah Real Arkana
12 Perintah baru
13 Rencana pesta pertunangan
14 Hanya sandiwara
15 Berangkat ke butik
16 Pengintai
17 Hasil jepretan
18 Bersih-bersih
19 Kartu nama
20 Pesta
21 Kedatangan keluarga
22 Kabur
23 Beranda
24 Tamu di balkon kamar Arkana
25 Perempuan itu, Qia
26 Semburat merah
27 Wanita berdandan
28 Memenuhi janji pada Kris
29 Di dalam lift
30 Suara desing peluru
31 Kagum dan curiga
32 Rasa ajaib
33 Hujan deras
34 Qia kecil
35 Langkah pertama Real
36 Hanya aku
37 Khawatir
38 Tamu istimewa
39 Gerakan Valley
40 Teh
41 Meluapnya sebuah hasrat
42 Pikiran mengganggu
43 Aroma musk
44 Harapan bodoh
45 Menemani
46 Pria baik
47 Rasa sakit
48 Valley curiga
49 Rencana untuk Real
50 Berikan aku kebahagiaan
51 Ungkapan hati
52 Terlupa
53 River Rum
54 Blanc
55 Takut lupa
56 Bimbang
57 Dia adalah Real Arkana
58 Bagian masa lalu
59 Seperti Reina
60 Qia dan River
61 Qia dan River
62 Hal baru untuk Qia
63 Bertemu
64 Shiraz
65 Tertunda
66 Menjadi gila
67 Informasi
68 Tidak diam
69 Angel and Devil
70 Luka berdenyut
71 Meminta hak milik
72 Pengakuan
73 Pilihan
74 Qia dan River
75 Kepergiannya
76 Properti
77 Hadiah River
78 Terluka
79 Menemani
80 Mereka mengira...
81 Kejutan Valley
82 Pakaian dalam
83 Wanita terdahulu
84 Jangan bersikap manis
85 Getir
86 Aku siap, kau mau?
87 Perempuan tangguh
88 Perubahan sikap
89 Menahan diri
90 Selamat pagi, Qia
91 Hijau dan segar
92 Bukan boneka hidup
93 Kembali
94 Makan malam
95 Berkunjung
96 Berbincang
97 Mengantar pulang
98 Paman Shiraz
99 Malaikat penolong
100 Tersudut
101 Bersua
102 Kau tidak percaya?
103 Mewujudkan impian
104 Hasil
105 Dejavu?
106 Sadarlah Real....
107 Di balik semua itu
108 Ciuman berbeda
109 Pengkhianatan
110 Penyelamatan
111 Ingin membunuh
112 Menyesal
113 Jagger Qiandra
114 Pilihan
115 Tawaran Real
116 Usai
117 Berita luar biasa
118 Ancaman Real
119 Untuk yang pertama
120 Nasihat dokter
121 Berbincang
122 Upaya
123 Pria yang kalah
124 Ruangan Real
125 Pria gelisah
126 Nakal
127 Orang Qiandra
128 Rencana Felix
129 Night Club
130 Serangan
131 Rumah sakit
132 Ingatan
133 Cemburu
134 Pengakuan
135 Membuai
136 Muncul
137 Maksud kedatangan River
138 Daftar keinginan
139 Taman hiburan
140 Es Krim
141 Bahagiamu
142 Mencari kado
143 Musuh
144 Kesepakatan
145 Barter
146 Menggunakan tameng
147 Akhir kesabaran
148 Pilihan terbaik
149 Suasana normal
150 Shiraz takut
151 Shirazku
152 Bertemu dengan masa lalu
153 Kesal
154 Hai
155 Telepon tengah malam
156 Curiga
157 Selingkuh?
158 Ancaman penelepon
159 Dezka
160 Menghilang
161 Ada apa dengan kita?
162 Berdebat
163 Interogasi Real dan Qia
164 Cinta, hasrat, marah, dan benci
165 Hanya ingin di temukan olehmu
166 Shiraz dan Dezka
167 Keraguan Shiraz
168 Membuat adonan
169 Reporter busuk
170 Ada apa denganmu
171 Bertanya pada Liam
172 Hasil tes
173 Tersiksa
174 Sorot mata Real
175 Bagaikan bocah kecil
176 Underwear
177 Terserah
178 Dia saudaraku
179 Rencana Qia
180 Negoisasi
181 Hampir saja
182 Penjelasan sebenarnya
183 Rumah Qiandra
184 Luka
185 Hukuman
186 Terjun
187 Rumah sakit
188 Mulai sakit
189 Terhambat
190 Mengambil keputusan
191 Proses
192 Lega
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pesta
2
Real Arkana
3
Kris
4
Permintaan
5
Manfaatkan aku
6
Kesepakatan terwujud
7
Keluarga Qiandra
8
Luka itu dan gertakan kecil
9
Mimpi buruk
10
Cemas
11
Wilayah Real Arkana
12
Perintah baru
13
Rencana pesta pertunangan
14
Hanya sandiwara
15
Berangkat ke butik
16
Pengintai
17
Hasil jepretan
18
Bersih-bersih
19
Kartu nama
20
Pesta
21
Kedatangan keluarga
22
Kabur
23
Beranda
24
Tamu di balkon kamar Arkana
25
Perempuan itu, Qia
26
Semburat merah
27
Wanita berdandan
28
Memenuhi janji pada Kris
29
Di dalam lift
30
Suara desing peluru
31
Kagum dan curiga
32
Rasa ajaib
33
Hujan deras
34
Qia kecil
35
Langkah pertama Real
36
Hanya aku
37
Khawatir
38
Tamu istimewa
39
Gerakan Valley
40
Teh
41
Meluapnya sebuah hasrat
42
Pikiran mengganggu
43
Aroma musk
44
Harapan bodoh
45
Menemani
46
Pria baik
47
Rasa sakit
48
Valley curiga
49
Rencana untuk Real
50
Berikan aku kebahagiaan
51
Ungkapan hati
52
Terlupa
53
River Rum
54
Blanc
55
Takut lupa
56
Bimbang
57
Dia adalah Real Arkana
58
Bagian masa lalu
59
Seperti Reina
60
Qia dan River
61
Qia dan River
62
Hal baru untuk Qia
63
Bertemu
64
Shiraz
65
Tertunda
66
Menjadi gila
67
Informasi
68
Tidak diam
69
Angel and Devil
70
Luka berdenyut
71
Meminta hak milik
72
Pengakuan
73
Pilihan
74
Qia dan River
75
Kepergiannya
76
Properti
77
Hadiah River
78
Terluka
79
Menemani
80
Mereka mengira...
81
Kejutan Valley
82
Pakaian dalam
83
Wanita terdahulu
84
Jangan bersikap manis
85
Getir
86
Aku siap, kau mau?
87
Perempuan tangguh
88
Perubahan sikap
89
Menahan diri
90
Selamat pagi, Qia
91
Hijau dan segar
92
Bukan boneka hidup
93
Kembali
94
Makan malam
95
Berkunjung
96
Berbincang
97
Mengantar pulang
98
Paman Shiraz
99
Malaikat penolong
100
Tersudut
101
Bersua
102
Kau tidak percaya?
103
Mewujudkan impian
104
Hasil
105
Dejavu?
106
Sadarlah Real....
107
Di balik semua itu
108
Ciuman berbeda
109
Pengkhianatan
110
Penyelamatan
111
Ingin membunuh
112
Menyesal
113
Jagger Qiandra
114
Pilihan
115
Tawaran Real
116
Usai
117
Berita luar biasa
118
Ancaman Real
119
Untuk yang pertama
120
Nasihat dokter
121
Berbincang
122
Upaya
123
Pria yang kalah
124
Ruangan Real
125
Pria gelisah
126
Nakal
127
Orang Qiandra
128
Rencana Felix
129
Night Club
130
Serangan
131
Rumah sakit
132
Ingatan
133
Cemburu
134
Pengakuan
135
Membuai
136
Muncul
137
Maksud kedatangan River
138
Daftar keinginan
139
Taman hiburan
140
Es Krim
141
Bahagiamu
142
Mencari kado
143
Musuh
144
Kesepakatan
145
Barter
146
Menggunakan tameng
147
Akhir kesabaran
148
Pilihan terbaik
149
Suasana normal
150
Shiraz takut
151
Shirazku
152
Bertemu dengan masa lalu
153
Kesal
154
Hai
155
Telepon tengah malam
156
Curiga
157
Selingkuh?
158
Ancaman penelepon
159
Dezka
160
Menghilang
161
Ada apa dengan kita?
162
Berdebat
163
Interogasi Real dan Qia
164
Cinta, hasrat, marah, dan benci
165
Hanya ingin di temukan olehmu
166
Shiraz dan Dezka
167
Keraguan Shiraz
168
Membuat adonan
169
Reporter busuk
170
Ada apa denganmu
171
Bertanya pada Liam
172
Hasil tes
173
Tersiksa
174
Sorot mata Real
175
Bagaikan bocah kecil
176
Underwear
177
Terserah
178
Dia saudaraku
179
Rencana Qia
180
Negoisasi
181
Hampir saja
182
Penjelasan sebenarnya
183
Rumah Qiandra
184
Luka
185
Hukuman
186
Terjun
187
Rumah sakit
188
Mulai sakit
189
Terhambat
190
Mengambil keputusan
191
Proses
192
Lega

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!