Real Arkana

Qia kesulitan bernapas. Berkali-kali dia menghela napas. Akhirnya dia meneguk minuman di gelasnya dengan cepat.

"Kau mengikutiku?" tanya Real dengan hawa membunuh. Bibir Qia bergetar membuatnya kesulitan berbicara.

Bibir diamlah bergetar. Kalau begini aku akan di kira penguntit yang hendak mencelakainya.

"Maaf." Akhirnya Qia bisa mengeluarkan satu kata. Lelaki itu mengamati perempuan asing di depannya. Gaun itu bagus hanya saja terlihat usang.

"Aku tanya sekali lagi. Kau mengikutiku?!" tanya lelaki itu tidak sabar dan marah.

"Maaf. Iya. Saya mengikuti anda." Qia menunduk mengakui kesalahan. Lelaki itu mendekati Qia. Melihat itu Qia mundur, tapi langkahnya tertahan oleh bibir pagar. Dia sudah berada di tepi balkon. Tangannya mencekal leher Qia. Membuat mata Qia melebar dan nanar

Pyarr! Gelas di tangannya jatuh dan pecah.

"Mau apa kau mengikutiku?" tanya Real seraya mendesis.

Harus hari ini kapan lagi aku akan bertemu dengannya ...

"Saya ingin membuat penawaran," kata Qia dengan suara parau. Laki-laki itu menatap Qia lagi.

"Tawaran? Apa yang bisa kau tawarkan?" walaupun tangannya mencekal leher, tapi Qia tak merasa cengkeraman dari tangan yang kokoh itu. Jari itu hanya menempel pada leher. Suara Qia tercekat karena gugup. Sedikit salah ngomong, tangan itu akan mencekiknya tanpa ampun.

"Anda bisa memiliki saya."

"Hmmm..." Real tergelak meremehkan. "Ternyata hanya itu penawaranmu ... Tidak menarik. Membosankan." Setelah mengatakan itu, dia melepaskan tangannya dari leher Qia seperti membuang barang. Sengaja Qia membuang muka. Saat kedua mata lelaki itu memindai seluruh tubuhnya. Walaupun bukan pandangan mesum yang terlihat seperti Ferdie tadi, tapi Qia tidak suka. "Tidak perlu melakukan penawaran apapun aku akan bisa mendapatkan perempuan lain yang lebih baik darimu. Bahkan mereka sendiri yang akan datang kepadaku. Menyodorkan tubuhnya untuk bisa di tiduri olehku," kata Real dengan pongahnya. Itu bukan sesumbar. Itu kenyataan. Dengan reputasinya dia memang bisa mengundang wanita manapun semaunya.

Lalu dia beranjak pergi.

"Tolong ...," pinta Qia sambil menarik ujung setelan jas mahal Real dengan jarinya dari belakang. Real menghentikan langkahnya. Bukan karena dia jadi tertarik dengan perempuan itu, tapi kata tolong tadi membuat kakinya berhenti. Suara minta tolong ini menandakan keputusasaan yang sangat. Serasa menanggung beban yang berat.

Qia melepaskan pegangannya saat tubuh tegap, kuat dan bidang itu berbalik.

"Apa yang bisa kau tawarkan untukku selain dirimu?" tanya Real dengan nada yang menyiratkan bahwa dia tidak ingin perjanjian yang tidak menguntungkan. Karena sebagai orang berpengaruh di dalam kancah bisnis dunia, dia punya segalanya. Dia tidak kekurangan sesuatu apa pun. Ada siluet yang sangat di kenal Qia di balik pintu.

"Bisa kita bicarakan itu nanti? Sekarang Anda harus segera menolongku," ucapnya terburu-buru seperti akan kehabisan waktu.

"Soal apa?" tanya Real heran.

"Qia, dari mana saja kamu? Sejak tadi aku mencarimu kemana-mana." Tiba-tiba seorang pria berumur sekitar Lima puluh tahun muncul di balkon. Tangannya memegang wine merah. Jalannya agak sempoyongan. Dia di pastikan dalam keadaan mabuk walaupun tidak parah.

Jari jari Qia kembali menarik setelan jas hitam Real. Tangannya gemetar. Walaupun jari-jari itu tak sepenuhnya menempel pada jas, tapi Real tahu perempuan itu gemetar. Perempuan itu bukan ketakutan, hanya muak hingga membuat tubuhnya bergetar. Namun dia berusaha menghadapi dengan wajah tenang.

"Oh maaf, ada Tuan Real ternyata." Orang itu membungkuk hormat kepada Real. Matanya ternyata masih bisa membedakan dengan jelas. Karena saat ini Real sedang bersama Qia. Sementara Real hanya mengangkat gelas wine-nya sedikit dengan sikap kakunya menerima sapaan Ferdie.

"Kenapa kau terus mencariku?" kata Qia tegas. Real sempat melirik ke arah perempuan yang ada di sebelahnya. Menatap kedua mata perempuan itu. Walaupun tubuhnya terasa melemah karena ketakutan, matanya tetap tajam seperti tadi. Tidak ada keraguan saat dia mengutarakan semua pikirannya. Kalimatnya jelas dan padat.

"Kenapa kau menanyakan itu. Bukankah sudah jelas sebentar lagi kita akan menikah," kata Ferdie tersenyum menjengkelkan.

"Kenapa kau harus menikah denganku? Masih banyak perempuan yang seumuran denganmu. Bukan bermain-main dengan perempuan yang lebih pantas di sebut sebagai puteri olehmu," kata Qia kesal.

"Hei ... Apa yang kau bicarakan? Tidak peduli terpaut usia berapa tahun kalau sudah cinta, apa yang mau di kata," kata Ferdie menjijikkan. Menyeringai dengan mesum sambil memindai tubuh perempuan ini. Qia sangat tidak suka itu. Rasanya seperti sedang ditelanjangi.

"Anda yang sedang jatuh cinta, bukan saya." hardik Qia.

"Hei, kau terus-terusan mengatakan hal yang membuat amarahku melonjak. Sini!" Tuan itu marah menarik lengan Qia dengan paksa untuk menjauh dari Real Arkana. Karena jari Qia hanya menempel saja pada setelan jas, di tarik seperti itu jelas membuat tubuh Qia mengikuti dengan pasrah. Namun dengan sigap Real menarik lengan Qia. Hingga akhirnya Qia berada pada lingkaran lengan Real yang kokoh.

"Eh?" Tuan dengan wajah mesum itu kaget.  "Tuan Real, ada apa?" Beberapa tetes wine dari gelas itu tumpah ke tanah dan mengenai gaun usang milik Qia.

"Maaf, saya tidak bisa membiarkan calon saya di bawa oleh anda," kata Real dengan senyum manis palsunya.

"Calon?"

"Iya. Dia adalah calon isteri saya," kata Real sambil merengkuh pundak Qia. Perempuan ini mendongak ke atas. Menatap rahang kuat itu dari bawah dengan raut muka tidak setujunya.

Calon isteri? Sandiwaranya berlebihan. Bukankah cukup bilang jangan mengganggunya? Bagaimana bisa yang terpikir olehnya adalah calon isteri.

Padahal sedikit saja perkataan dari mulut Real Arkana, pasti akan membuat takut orang mesum tadi.

Sebenarnya Qia tidak suka sentuhan pada tubuhnya, tapi ini demi menolong nyawa dirinya sendiri. Jadi Qia mencoba diam. Dan mengikuti sandiwara Real Arkana yang sudah paham tentang permintaan tolongnya.

"Benarkah? Saya baru dengar kalau Tuan Real mempunyai calon isteri ... dan itu adalah dia." Ferdie tidak langsung percaya. Dia curiga.

"Apakah, Anda butuh bukti kalau dia memang calon isteri saya?" tanya Real dingin. Sesaat terasa hawa membunuh darinya. Ferdie gemetar. Tubuhnya beringsut mundur.

Tak ada niatan untuk meraih Qia. Bagaimana mungkin dia melawan laki-laki yang sangat berpengaruh di depannya ini. Bisa-bisa dia akan pulang dengan hanya tinggal mayat. Bukan hanya mayat, mungkin hanya serpihan daging yang sudah di cincang. Selain tatapannya yang dingin hatinya juga dingin. Walaupun senyum sering menghiasi bibirnya. Tetapi itu hanya senyum palsu yang dengan mudah dia buat untuk mengecoh lawannya.

"Ti-tidak. Sa-saya percaya pa-pada Tuan," jawab Orang tua itu gemetar. Ferdie melihat Qia sebentar yang masih menunduk dan diam. Kemudian perlahan berjalan mundur.

"Saya permisi, Tuan Real." Dia membungkuk hormat lalu pergi. Masih dengan jalannya yang terseok-terseok.

.......

.......

...B E R S A M B U N G...

Terpopuler

Comments

Citra Belawa Tehnik

Citra Belawa Tehnik

kayakx seru

2022-07-30

0

Markoneng

Markoneng

msh mencoba memahami alur ceritanya 😊

2021-12-29

0

Widuri

Widuri

oh lady tulisan tanganmu bagus2, aiiiih q jadi iri, kalo q bisa nulis bagus kayak kamu, sdh tak saingi kamu, trs buat kata2 bijak, wuaaaaaah pasti deh q terkenal, sayang cuma mimpi org stres deh rupanya, hehehehehe

2021-10-05

6

lihat semua
Episodes
1 Pesta
2 Real Arkana
3 Kris
4 Permintaan
5 Manfaatkan aku
6 Kesepakatan terwujud
7 Keluarga Qiandra
8 Luka itu dan gertakan kecil
9 Mimpi buruk
10 Cemas
11 Wilayah Real Arkana
12 Perintah baru
13 Rencana pesta pertunangan
14 Hanya sandiwara
15 Berangkat ke butik
16 Pengintai
17 Hasil jepretan
18 Bersih-bersih
19 Kartu nama
20 Pesta
21 Kedatangan keluarga
22 Kabur
23 Beranda
24 Tamu di balkon kamar Arkana
25 Perempuan itu, Qia
26 Semburat merah
27 Wanita berdandan
28 Memenuhi janji pada Kris
29 Di dalam lift
30 Suara desing peluru
31 Kagum dan curiga
32 Rasa ajaib
33 Hujan deras
34 Qia kecil
35 Langkah pertama Real
36 Hanya aku
37 Khawatir
38 Tamu istimewa
39 Gerakan Valley
40 Teh
41 Meluapnya sebuah hasrat
42 Pikiran mengganggu
43 Aroma musk
44 Harapan bodoh
45 Menemani
46 Pria baik
47 Rasa sakit
48 Valley curiga
49 Rencana untuk Real
50 Berikan aku kebahagiaan
51 Ungkapan hati
52 Terlupa
53 River Rum
54 Blanc
55 Takut lupa
56 Bimbang
57 Dia adalah Real Arkana
58 Bagian masa lalu
59 Seperti Reina
60 Qia dan River
61 Qia dan River
62 Hal baru untuk Qia
63 Bertemu
64 Shiraz
65 Tertunda
66 Menjadi gila
67 Informasi
68 Tidak diam
69 Angel and Devil
70 Luka berdenyut
71 Meminta hak milik
72 Pengakuan
73 Pilihan
74 Qia dan River
75 Kepergiannya
76 Properti
77 Hadiah River
78 Terluka
79 Menemani
80 Mereka mengira...
81 Kejutan Valley
82 Pakaian dalam
83 Wanita terdahulu
84 Jangan bersikap manis
85 Getir
86 Aku siap, kau mau?
87 Perempuan tangguh
88 Perubahan sikap
89 Menahan diri
90 Selamat pagi, Qia
91 Hijau dan segar
92 Bukan boneka hidup
93 Kembali
94 Makan malam
95 Berkunjung
96 Berbincang
97 Mengantar pulang
98 Paman Shiraz
99 Malaikat penolong
100 Tersudut
101 Bersua
102 Kau tidak percaya?
103 Mewujudkan impian
104 Hasil
105 Dejavu?
106 Sadarlah Real....
107 Di balik semua itu
108 Ciuman berbeda
109 Pengkhianatan
110 Penyelamatan
111 Ingin membunuh
112 Menyesal
113 Jagger Qiandra
114 Pilihan
115 Tawaran Real
116 Usai
117 Berita luar biasa
118 Ancaman Real
119 Untuk yang pertama
120 Nasihat dokter
121 Berbincang
122 Upaya
123 Pria yang kalah
124 Ruangan Real
125 Pria gelisah
126 Nakal
127 Orang Qiandra
128 Rencana Felix
129 Night Club
130 Serangan
131 Rumah sakit
132 Ingatan
133 Cemburu
134 Pengakuan
135 Membuai
136 Muncul
137 Maksud kedatangan River
138 Daftar keinginan
139 Taman hiburan
140 Es Krim
141 Bahagiamu
142 Mencari kado
143 Musuh
144 Kesepakatan
145 Barter
146 Menggunakan tameng
147 Akhir kesabaran
148 Pilihan terbaik
149 Suasana normal
150 Shiraz takut
151 Shirazku
152 Bertemu dengan masa lalu
153 Kesal
154 Hai
155 Telepon tengah malam
156 Curiga
157 Selingkuh?
158 Ancaman penelepon
159 Dezka
160 Menghilang
161 Ada apa dengan kita?
162 Berdebat
163 Interogasi Real dan Qia
164 Cinta, hasrat, marah, dan benci
165 Hanya ingin di temukan olehmu
166 Shiraz dan Dezka
167 Keraguan Shiraz
168 Membuat adonan
169 Reporter busuk
170 Ada apa denganmu
171 Bertanya pada Liam
172 Hasil tes
173 Tersiksa
174 Sorot mata Real
175 Bagaikan bocah kecil
176 Underwear
177 Terserah
178 Dia saudaraku
179 Rencana Qia
180 Negoisasi
181 Hampir saja
182 Penjelasan sebenarnya
183 Rumah Qiandra
184 Luka
185 Hukuman
186 Terjun
187 Rumah sakit
188 Mulai sakit
189 Terhambat
190 Mengambil keputusan
191 Proses
192 Lega
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pesta
2
Real Arkana
3
Kris
4
Permintaan
5
Manfaatkan aku
6
Kesepakatan terwujud
7
Keluarga Qiandra
8
Luka itu dan gertakan kecil
9
Mimpi buruk
10
Cemas
11
Wilayah Real Arkana
12
Perintah baru
13
Rencana pesta pertunangan
14
Hanya sandiwara
15
Berangkat ke butik
16
Pengintai
17
Hasil jepretan
18
Bersih-bersih
19
Kartu nama
20
Pesta
21
Kedatangan keluarga
22
Kabur
23
Beranda
24
Tamu di balkon kamar Arkana
25
Perempuan itu, Qia
26
Semburat merah
27
Wanita berdandan
28
Memenuhi janji pada Kris
29
Di dalam lift
30
Suara desing peluru
31
Kagum dan curiga
32
Rasa ajaib
33
Hujan deras
34
Qia kecil
35
Langkah pertama Real
36
Hanya aku
37
Khawatir
38
Tamu istimewa
39
Gerakan Valley
40
Teh
41
Meluapnya sebuah hasrat
42
Pikiran mengganggu
43
Aroma musk
44
Harapan bodoh
45
Menemani
46
Pria baik
47
Rasa sakit
48
Valley curiga
49
Rencana untuk Real
50
Berikan aku kebahagiaan
51
Ungkapan hati
52
Terlupa
53
River Rum
54
Blanc
55
Takut lupa
56
Bimbang
57
Dia adalah Real Arkana
58
Bagian masa lalu
59
Seperti Reina
60
Qia dan River
61
Qia dan River
62
Hal baru untuk Qia
63
Bertemu
64
Shiraz
65
Tertunda
66
Menjadi gila
67
Informasi
68
Tidak diam
69
Angel and Devil
70
Luka berdenyut
71
Meminta hak milik
72
Pengakuan
73
Pilihan
74
Qia dan River
75
Kepergiannya
76
Properti
77
Hadiah River
78
Terluka
79
Menemani
80
Mereka mengira...
81
Kejutan Valley
82
Pakaian dalam
83
Wanita terdahulu
84
Jangan bersikap manis
85
Getir
86
Aku siap, kau mau?
87
Perempuan tangguh
88
Perubahan sikap
89
Menahan diri
90
Selamat pagi, Qia
91
Hijau dan segar
92
Bukan boneka hidup
93
Kembali
94
Makan malam
95
Berkunjung
96
Berbincang
97
Mengantar pulang
98
Paman Shiraz
99
Malaikat penolong
100
Tersudut
101
Bersua
102
Kau tidak percaya?
103
Mewujudkan impian
104
Hasil
105
Dejavu?
106
Sadarlah Real....
107
Di balik semua itu
108
Ciuman berbeda
109
Pengkhianatan
110
Penyelamatan
111
Ingin membunuh
112
Menyesal
113
Jagger Qiandra
114
Pilihan
115
Tawaran Real
116
Usai
117
Berita luar biasa
118
Ancaman Real
119
Untuk yang pertama
120
Nasihat dokter
121
Berbincang
122
Upaya
123
Pria yang kalah
124
Ruangan Real
125
Pria gelisah
126
Nakal
127
Orang Qiandra
128
Rencana Felix
129
Night Club
130
Serangan
131
Rumah sakit
132
Ingatan
133
Cemburu
134
Pengakuan
135
Membuai
136
Muncul
137
Maksud kedatangan River
138
Daftar keinginan
139
Taman hiburan
140
Es Krim
141
Bahagiamu
142
Mencari kado
143
Musuh
144
Kesepakatan
145
Barter
146
Menggunakan tameng
147
Akhir kesabaran
148
Pilihan terbaik
149
Suasana normal
150
Shiraz takut
151
Shirazku
152
Bertemu dengan masa lalu
153
Kesal
154
Hai
155
Telepon tengah malam
156
Curiga
157
Selingkuh?
158
Ancaman penelepon
159
Dezka
160
Menghilang
161
Ada apa dengan kita?
162
Berdebat
163
Interogasi Real dan Qia
164
Cinta, hasrat, marah, dan benci
165
Hanya ingin di temukan olehmu
166
Shiraz dan Dezka
167
Keraguan Shiraz
168
Membuat adonan
169
Reporter busuk
170
Ada apa denganmu
171
Bertanya pada Liam
172
Hasil tes
173
Tersiksa
174
Sorot mata Real
175
Bagaikan bocah kecil
176
Underwear
177
Terserah
178
Dia saudaraku
179
Rencana Qia
180
Negoisasi
181
Hampir saja
182
Penjelasan sebenarnya
183
Rumah Qiandra
184
Luka
185
Hukuman
186
Terjun
187
Rumah sakit
188
Mulai sakit
189
Terhambat
190
Mengambil keputusan
191
Proses
192
Lega

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!