Pesta

Pesta di adakan di ballroom gedung Arkana. Semua sudah di persiapkan sesuai dengan yang di bicarakan Real dan Qia di ruang baca itu. Real memaksa Lexy untuk mewujudkan rancangan pesta pertunangan ini sama persis yang tertulis di catatan itu, karena itu adalah ide dia dan Qia. Lexy sangat paham bagaimana tuannya itu, jadi dia juga mendetail keseluruhan kebutuhan pesta secara rinci dan teliti. Dia tidak mau Tuannya kecewa.

Qia di rias di sebuah ruangan yang di sulap menjadi ruang merias. Qia memakai gaun yang sangat membuatnya tertarik saat di butik itu. Sebenarnya Real bisa membelikan gaun mahal yang di tempeli batu berlian. Namun itu bukan gaya Qia yang sederhana. Qia hanya menginginkan gaun yang hampir sama dengan yang dipakainya saat pesta perusahaan QQ dulu. Gaun yang punya arti khusus bagi Qia. Sebuah gaun peninggalan ibunya.

"Gaun ini mirip dengan gaun peninggalan ibuku.." Qia mengatakannya dengan mata menerawang jauh. Walaupun raut wajah Qia terlihat sayu, tapi bibirnya tersenyum. Gaun sederhana itu mampu membuat perempuan itu tersenyum. Jadi Real tidak perlu mendatangkan perancang khusus untuk membuatkan gaun pesta yang mewah dan mahal. Karena cukup dengan gaun itu, senyum Qia terlukis di bibirnya.

Real mendatangi ruangan itu untuk menemui 'calon tunangan'nya.

"Dia sudah siap?" tanya Real ke arah orang yang bertanggung jawab atas make-up Qia.

"Sudah tuan," jawabnya sambil menunduk.

Lalu menghampiri Qia dan mengajaknya keluar menemui Real. Bibir Real tersenyum saat melihat Qia muncul dengan sangat manis mengenakan gaun yang di pilihnya sendiri. Gaun itu sederhana, tapi perias menambahkan korsase bunga besar berwarna merah maroon di pinggangnya yang menambah penampilan Qia semakin manis. Juga choker berwarna senada dengan korsase, yang menempel di lehernya membuat keseluruhan tampilan Qia menyenangkan di mata Real. Mata Real menatap takjub wanita itu.

Set!

Qia menatap tangan yang di ulurkan Real di depannya. Dia belum paham maksud Real.

"Pegang tanganku, kita adalah pasangan bukan?" Qia mengerti. Sebagai orang yang akan melingkarkan cincin pada jari pasangan, memang seharusnya mereka tampak lebih mesra. Tangan Qia meremas-remas jarinya sebentar, seperti ingin melemas-lemaskan jarinya yang terasa kaku. Entah kenapa dia harus seperti itu. Lalu menerima uluran tangan Real.

Mereka berjalan menuju ballroom pesta dengan Qia yang memeluk lengan Real. Ini membuat ujung bibir Real terangkat. Kedua insan ini mulai terlihat lebih layak di  sebut pasangan. Walaupun raut wajah Qia tampak sedikit kaku.

"Tenangkan dirimu. Tegakkan tubuhmu." ujar Real yang menyadari Qia seperti mulai tertekan dengan banyaknya orang di dalam ballroom. Pengalaman ini berbeda dengan dirinya saat mencoba menemukan seorang Real Arkana.

"Bukankah kamu ingin berada di sampingku seperti yang kamu ucapkan dulu?" Ya. Qia memang ingin di samping lelaki kuat dan berpengaruh ini, tapi bukan dalam sebuah acara seperti ini. Kris muncul dengan sangat mendrama seperti biasa. Banyak wanita mendesis senang saat muncul playboy itu. Sudah pasti Kris akan melempar senyum mautnya ke segala penjuru arah.

Lalu tersenyum mendekati pasangan kaku yang akan segera melangsungkan pertunangan palsu mereka.

Sementara itu Reno dan Desta melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka berpakaian layaknya tamu undangan, yaitu dengan setelan jas juga. Mereka berjalan mengelilingi ballroom ini untuk mengambil obyek. Tugas ini mungkin terasa menyenangkan, karena mereka hanya perlu mengambil foto apapun yang mereka sukai. Bebas tanpa tekanan untuk mendapatkan hasil yang bagus kecuali perintah untuk tidak curang itu. Saat itu mereka sungguh-sungguh merasakan tubuh mereka akan di potong-potong.

Banyak obyek pesta yang menarik mereka. Seperti Lampu kristal di langit-langit ballroom. Tamu-tamu yang masuk dari pintu juga tak luput dari bidikan kamera mereka. Para tamu itu berjalan layaknya di atas karpet merah pada sebuah penghargaan bergengsi. Gaun dan setelan mereka juga tampak indah dan dipilih dengan cermat karena ini pesta mewah milik Arkana.

"Angkat dagumu, Qia. Kamu seharusnya bisa berwajah angkuh, karena kamu adalah orang yang akan membuat semua wanita di negara ini patah hati." Kris mengatakannya setengah berbisik dan dengan memajukan tubuhnya ke Qia. Ini membuat Qia terkejut, tapi bisa mengatur raut wajahnya supaya tenang. Real mendengkus tidak senang.

"Singkirkan tubuhmu, Kris..." desis Real yang tentu saja di sambut dengan tawa renyah, juga setengah meledek. Kris selalu merasa bahagia saat tanduk Real muncul jika dia sedang mendekati Qia. Kris menemukan sisi lain seorang Real Arkana.

"Aku tidak menggigitnya. Jadi jangan keluarkan taringmu untuk menggigitku. Kau sudah cukup menakutkan dengan berdiri dan diam. Jika di tambah taringmu, aku yakin banyak orang menggigil dan gemetar, bahkan mati berdiri melihatnya." Mata Kris berkerling nakal ke Real. Bibir Real hanya tersenyum tipis menahan geram.

"Anda sendirian?" tanya Qia yang sedikit mulai bisa mengobrol dengan Kris. Karena selama ini dia tidak tertarik mengobrol dengan Kris jika bukan Kris sendiri yang mengajaknya berbincang.

"Yah... Kebetulan malam ini aku tidak ingin bersama seseorang. Aku hanya ingin sendirian menikmati pesta Real. Aku ingin menyaksikan Real melingkarkan cincin pada jari pasangan dengan penuh keseriusan." Kris melempar senyum menawan ke Real. Namun Real menangkisnya dengan tatapan dingin. Qia tidak merespon.

***

Berbagai macam komentar di bisikkan mereka saat cincin mulai di pasangkan di jari manis Qia. Semua mendengungkan siapa wanita yang ada di sana. Yang mampu membuat Real Arkana menjadikan tunangannya. Padahal selama ini Real sangat tidak suka melihat perempuan mendekatinya.

Sebenarnya kalau mereka cermat, orang-orang itu mampu menemukan setitik raut wajah bahagia dalam arti sesungguhnya dari Real. Bukan senyum palsu ala Real Arkana.

Laki-laki itu nampak sangat bahagia dengan pesta ini. Tapi itu Real. Lelaki yang punya wajah datar dan dingin. Mungkin satu-satunya orang yang mampu menemukan itu hanya Kris. Qia mungkin bisa menyadari kalau dia sungguh-sungguh memperhatikan lelaki di depannya.

Namun sepertinya Qia tidak memperdulikan hal semacam itu. Dia hanya merasa perlu menuntaskan cerita ini demi terwujudnya apa yang di harapkannya. Qia tidak memperdulikan sikap Real. Bagaimana pun, Qia hanya memandangnya sebagai orang yang mampu mewujudkan keinginannya untuk terlahir kembali sebagai orang baru. Bukan sebagai lelaki yang patut di cintai.

Kris memahami itu dari tatapan datar Qia ke Real. Padahal laki-laki di depannya adalah orang hebat. Dia sangat di puja dan di damba banyak perempuan meskipun tanpa tersenyum, tanpa merayu. Keberadaan Real saja mampu menyihir banyak perempuan. Apalagi perhatian kecil yang tak sengaja ia tunjukkan di depan Qia. Semua pasti sanggup berwajah sombong bahwa dia sudah menaklukan Real Arkana. Tapi ini Qia, bukan wanita-wanita itu.

Mungkin agak miris. Real yang tidak pernah menaruh perhatian pada makhluk bernama perempuan, kini justru ingin mencurahkan perhatian itu pada seorang perempuan yang tidak bersimpati akan hal semacam itu.

Cincin telah di sematkan pada jari masing-masing. Mereka telah resmi menjadi 'pasangan' di depan khalayak umum.

"Tersenyumlah untuk tujuanmu yang akan semakin dekat dengan di mulainya cincin ini di sematkan," bisik Real tanpa melihat ke Qia.

Ya... Aku akan menuju kebebasan yang sebenarnya meskipun perlahan. Jadi aku patut berbahagia atas itu. Oke Qia, tersenyumlah..

Ujung bibir Qia mulai tertarik perlahan dan kemudian terlukis senyum indah dari bibirnya. Real menatapnya dari samping. Senyum Qia ternyata sangat indah. Tanpa sadar membuat bibir Real juga tersenyum indah.

Kris mendengus lucu sambil menggelengkan kepala. Real tampak sangat amatir soal wanita. Dia seperti bocah yang sedang berbahagia di beri permen oleh seorang teman. Kris sangat tidak menyangka bisa melihat pemandangan menggemaskan seperti ini. Padahal Real dulu adalah orang yang benar-benar berdarah dingin.

Axel dan Lexy yang sedang berdiri tak jauh dari mereka masih saja memandang Real dengan datar. Raut wajah mereka tidak berubah. Datar dan tidak manusiawi. Bagaimana bisa mereka melihat interaksi cute dari Real hanya dengan bibir terkatup dan mata kosong seperti robot.

HHaaahh... Sebenarnya mereka itu terbuat dari apa?

Terpopuler

Comments

Hesti Ariani

Hesti Ariani

lexy dan axel berjodoh kali yaa🤣

2021-12-31

1

Widuri

Widuri

terbuat dari lady vermouth, benarkah tulisannya

2021-10-05

1

shanum

shanum

1 kata lg deh thor untuk karya mu "KEREN" 👍

2021-07-27

2

lihat semua
Episodes
1 Pesta
2 Real Arkana
3 Kris
4 Permintaan
5 Manfaatkan aku
6 Kesepakatan terwujud
7 Keluarga Qiandra
8 Luka itu dan gertakan kecil
9 Mimpi buruk
10 Cemas
11 Wilayah Real Arkana
12 Perintah baru
13 Rencana pesta pertunangan
14 Hanya sandiwara
15 Berangkat ke butik
16 Pengintai
17 Hasil jepretan
18 Bersih-bersih
19 Kartu nama
20 Pesta
21 Kedatangan keluarga
22 Kabur
23 Beranda
24 Tamu di balkon kamar Arkana
25 Perempuan itu, Qia
26 Semburat merah
27 Wanita berdandan
28 Memenuhi janji pada Kris
29 Di dalam lift
30 Suara desing peluru
31 Kagum dan curiga
32 Rasa ajaib
33 Hujan deras
34 Qia kecil
35 Langkah pertama Real
36 Hanya aku
37 Khawatir
38 Tamu istimewa
39 Gerakan Valley
40 Teh
41 Meluapnya sebuah hasrat
42 Pikiran mengganggu
43 Aroma musk
44 Harapan bodoh
45 Menemani
46 Pria baik
47 Rasa sakit
48 Valley curiga
49 Rencana untuk Real
50 Berikan aku kebahagiaan
51 Ungkapan hati
52 Terlupa
53 River Rum
54 Blanc
55 Takut lupa
56 Bimbang
57 Dia adalah Real Arkana
58 Bagian masa lalu
59 Seperti Reina
60 Qia dan River
61 Qia dan River
62 Hal baru untuk Qia
63 Bertemu
64 Shiraz
65 Tertunda
66 Menjadi gila
67 Informasi
68 Tidak diam
69 Angel and Devil
70 Luka berdenyut
71 Meminta hak milik
72 Pengakuan
73 Pilihan
74 Qia dan River
75 Kepergiannya
76 Properti
77 Hadiah River
78 Terluka
79 Menemani
80 Mereka mengira...
81 Kejutan Valley
82 Pakaian dalam
83 Wanita terdahulu
84 Jangan bersikap manis
85 Getir
86 Aku siap, kau mau?
87 Perempuan tangguh
88 Perubahan sikap
89 Menahan diri
90 Selamat pagi, Qia
91 Hijau dan segar
92 Bukan boneka hidup
93 Kembali
94 Makan malam
95 Berkunjung
96 Berbincang
97 Mengantar pulang
98 Paman Shiraz
99 Malaikat penolong
100 Tersudut
101 Bersua
102 Kau tidak percaya?
103 Mewujudkan impian
104 Hasil
105 Dejavu?
106 Sadarlah Real....
107 Di balik semua itu
108 Ciuman berbeda
109 Pengkhianatan
110 Penyelamatan
111 Ingin membunuh
112 Menyesal
113 Jagger Qiandra
114 Pilihan
115 Tawaran Real
116 Usai
117 Berita luar biasa
118 Ancaman Real
119 Untuk yang pertama
120 Nasihat dokter
121 Berbincang
122 Upaya
123 Pria yang kalah
124 Ruangan Real
125 Pria gelisah
126 Nakal
127 Orang Qiandra
128 Rencana Felix
129 Night Club
130 Serangan
131 Rumah sakit
132 Ingatan
133 Cemburu
134 Pengakuan
135 Membuai
136 Muncul
137 Maksud kedatangan River
138 Daftar keinginan
139 Taman hiburan
140 Es Krim
141 Bahagiamu
142 Mencari kado
143 Musuh
144 Kesepakatan
145 Barter
146 Menggunakan tameng
147 Akhir kesabaran
148 Pilihan terbaik
149 Suasana normal
150 Shiraz takut
151 Shirazku
152 Bertemu dengan masa lalu
153 Kesal
154 Hai
155 Telepon tengah malam
156 Curiga
157 Selingkuh?
158 Ancaman penelepon
159 Dezka
160 Menghilang
161 Ada apa dengan kita?
162 Berdebat
163 Interogasi Real dan Qia
164 Cinta, hasrat, marah, dan benci
165 Hanya ingin di temukan olehmu
166 Shiraz dan Dezka
167 Keraguan Shiraz
168 Membuat adonan
169 Reporter busuk
170 Ada apa denganmu
171 Bertanya pada Liam
172 Hasil tes
173 Tersiksa
174 Sorot mata Real
175 Bagaikan bocah kecil
176 Underwear
177 Terserah
178 Dia saudaraku
179 Rencana Qia
180 Negoisasi
181 Hampir saja
182 Penjelasan sebenarnya
183 Rumah Qiandra
184 Luka
185 Hukuman
186 Terjun
187 Rumah sakit
188 Mulai sakit
189 Terhambat
190 Mengambil keputusan
191 Proses
192 Lega
Episodes

Updated 192 Episodes

1
Pesta
2
Real Arkana
3
Kris
4
Permintaan
5
Manfaatkan aku
6
Kesepakatan terwujud
7
Keluarga Qiandra
8
Luka itu dan gertakan kecil
9
Mimpi buruk
10
Cemas
11
Wilayah Real Arkana
12
Perintah baru
13
Rencana pesta pertunangan
14
Hanya sandiwara
15
Berangkat ke butik
16
Pengintai
17
Hasil jepretan
18
Bersih-bersih
19
Kartu nama
20
Pesta
21
Kedatangan keluarga
22
Kabur
23
Beranda
24
Tamu di balkon kamar Arkana
25
Perempuan itu, Qia
26
Semburat merah
27
Wanita berdandan
28
Memenuhi janji pada Kris
29
Di dalam lift
30
Suara desing peluru
31
Kagum dan curiga
32
Rasa ajaib
33
Hujan deras
34
Qia kecil
35
Langkah pertama Real
36
Hanya aku
37
Khawatir
38
Tamu istimewa
39
Gerakan Valley
40
Teh
41
Meluapnya sebuah hasrat
42
Pikiran mengganggu
43
Aroma musk
44
Harapan bodoh
45
Menemani
46
Pria baik
47
Rasa sakit
48
Valley curiga
49
Rencana untuk Real
50
Berikan aku kebahagiaan
51
Ungkapan hati
52
Terlupa
53
River Rum
54
Blanc
55
Takut lupa
56
Bimbang
57
Dia adalah Real Arkana
58
Bagian masa lalu
59
Seperti Reina
60
Qia dan River
61
Qia dan River
62
Hal baru untuk Qia
63
Bertemu
64
Shiraz
65
Tertunda
66
Menjadi gila
67
Informasi
68
Tidak diam
69
Angel and Devil
70
Luka berdenyut
71
Meminta hak milik
72
Pengakuan
73
Pilihan
74
Qia dan River
75
Kepergiannya
76
Properti
77
Hadiah River
78
Terluka
79
Menemani
80
Mereka mengira...
81
Kejutan Valley
82
Pakaian dalam
83
Wanita terdahulu
84
Jangan bersikap manis
85
Getir
86
Aku siap, kau mau?
87
Perempuan tangguh
88
Perubahan sikap
89
Menahan diri
90
Selamat pagi, Qia
91
Hijau dan segar
92
Bukan boneka hidup
93
Kembali
94
Makan malam
95
Berkunjung
96
Berbincang
97
Mengantar pulang
98
Paman Shiraz
99
Malaikat penolong
100
Tersudut
101
Bersua
102
Kau tidak percaya?
103
Mewujudkan impian
104
Hasil
105
Dejavu?
106
Sadarlah Real....
107
Di balik semua itu
108
Ciuman berbeda
109
Pengkhianatan
110
Penyelamatan
111
Ingin membunuh
112
Menyesal
113
Jagger Qiandra
114
Pilihan
115
Tawaran Real
116
Usai
117
Berita luar biasa
118
Ancaman Real
119
Untuk yang pertama
120
Nasihat dokter
121
Berbincang
122
Upaya
123
Pria yang kalah
124
Ruangan Real
125
Pria gelisah
126
Nakal
127
Orang Qiandra
128
Rencana Felix
129
Night Club
130
Serangan
131
Rumah sakit
132
Ingatan
133
Cemburu
134
Pengakuan
135
Membuai
136
Muncul
137
Maksud kedatangan River
138
Daftar keinginan
139
Taman hiburan
140
Es Krim
141
Bahagiamu
142
Mencari kado
143
Musuh
144
Kesepakatan
145
Barter
146
Menggunakan tameng
147
Akhir kesabaran
148
Pilihan terbaik
149
Suasana normal
150
Shiraz takut
151
Shirazku
152
Bertemu dengan masa lalu
153
Kesal
154
Hai
155
Telepon tengah malam
156
Curiga
157
Selingkuh?
158
Ancaman penelepon
159
Dezka
160
Menghilang
161
Ada apa dengan kita?
162
Berdebat
163
Interogasi Real dan Qia
164
Cinta, hasrat, marah, dan benci
165
Hanya ingin di temukan olehmu
166
Shiraz dan Dezka
167
Keraguan Shiraz
168
Membuat adonan
169
Reporter busuk
170
Ada apa denganmu
171
Bertanya pada Liam
172
Hasil tes
173
Tersiksa
174
Sorot mata Real
175
Bagaikan bocah kecil
176
Underwear
177
Terserah
178
Dia saudaraku
179
Rencana Qia
180
Negoisasi
181
Hampir saja
182
Penjelasan sebenarnya
183
Rumah Qiandra
184
Luka
185
Hukuman
186
Terjun
187
Rumah sakit
188
Mulai sakit
189
Terhambat
190
Mengambil keputusan
191
Proses
192
Lega

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!