Aku dan Kak Rafi sudah siap untuk berangkat ke Korea, kami berpamitan kepada Papi dan Mami.
" Kami berangkat ya Mi, Pi " pamit Kak Rafi lalu mencium punggung tangan Papi dan Mami begitu juga denganku
" Selamat bersenang-senang ya sayang, hati-hati dijalan " sahut Mami
" Kemana Rafa Mi? Kenapa dia tidak kelihatan? " tanyaku yang tidak melihat Rafa sejak ia menyampaikan pesan di kamar tadi
" Iya, kemana anak itu? " tanya Mami juga yang tidak tau entah kemana perginya Rafa saat Kakak dan Kakak iparnya akan berpamitan
" Sudahlah, mungkin dia ada urusan. Berangkatlah Rafi, Resha nanti terlambat " suruh Papi yang tidak menggubris tidakberadaannya Rafa disana
" Iya Pi, kami berangkat ya " pamit Kak Rafi lagi
" Dah sayang, pulang bawa kabar baik ya " kata Mami setengah berteriak sambil terus melambaikan tangannya kearahku dan Kak Rafi yang sudah pergi menjauh
" Sudah Mi, ayo masuk " ajak Papi
****
****
~ RAFA POV ~
" Maafin Rafa Kak, tidak mengantar kepergian kakak dan Resha. Rafa tidak akan sanggup melihat kalian bahagia seperti itu " batinku sedih
Apa yang harus kulakukan sekarang, aku sama sekali tidak menyangka akan seperti ini. Kenapa aku begitu pengecut, tidak pernah bisa mengungkapkan perasaanku dari dulu. Sekarang kamu sudah menjadi milik orang lain, dia kakakku sendiri. Aku harus bagaimana?
" Aaaaaaaaaaakkhh " teriakku dengan kencang
Papi dan Mami langsung menuju ke kamarku karena mendengar teriakanku.
" Rafa, ada apa Nak? " tanya Mami setelah masuk ke kamar
" Rafa tidak apa-apa Mi, cuma bermimpi buruk " jawabku asal agar Papi dan Mami tidak bertanya lebih lanjut
" Ya sudah, itu cuma mimpi. Kamu lanjut tidur lagi ya " kata Mami menenangkanku
" Iya Mi, maaf mengganggu " kataku dengan raut sedih
" Tidak apa-apa sayang, kalau ada apa-apa kamu cerita sama Mami dan Papi ya, jangan dipendam sendiri " kata Mami lalu keluar dari kamarku
" Maafin Rafa Mi, Rafa tidak bisa cerita sama kalian " batinku
Akhirnya aku memutuskan keluar sebentar untuk mencari udara segar, terlalu banyak bayang-bayang kebersamaan antara Kak Rafi dan Resha yang kulihat semenjak mereka menikah beberapa hari yang lalu.
" Rafa " panggil seorang teman yang melihatku duduk ditepi jalan
Kudongakkan kepalaku untuk melihat siapa yang memanggilku barusan, ternyata dia adalah Rasya teman SMA-ku dulu. Kami tidak bertemu semenjak lulus SMA karena dia melanjutkan kuliahnya di Luar Negeri.
" Ini benar kamu Fa? " tanya Rasya masih tak percaya
" Iya Sya, ini aku Rafa. Kamu apa kabar? " tanyaku pada teman lamaku
" Aku baik Fa, kamu bagaimana? Baik-baik saja kan? " tanya Rasya balik
" Tidak sepenuhnya baik, kapan kamu balik kesini? " tanyaku lagi
" Aku baru balik kemarin, apa maksud kamu Fa? Memangnya ada apa denganmu? " tanya Rasya penasaran
Aku pun menceritakan tentang pertemananku dengan Resha, hingga ia menikah dengan kakakku. Aku merasa lega karena sudah menceritakannya pada orang yang kupercaya bisa menjaga rahasiaku. Kami berteman baik saat sekolah dulu, Rasya termasuk anak yang pintar, baik, dan mudah bergaul.
Awal pertemananku dengan Rasya yaitu ketika aku bolos sekolah dan bertemu Rasya yang saat itu baru mendaftar sebagai murid baru, dia bertanya padaku dimana sekolah yang akan dia masuki saat itu.
Dia mempunyai banyak teman, tapi yang selalu ia ajak bermain dan bercanda bersama hanya aku. Dia menyukaiku karena sifatku yang ceria di sekolah dan tak aneh-aneh. Waktu pertama kali aku bertemu Rasya adalah pertama kalinya juga aku bolos dari jam pelajaran. Entah kenapa saat itu aku merasa sangat bosan dan ingin sekali bolos kelas, mungkin ini yang namanya takdir sehingga aku dipertemukan dengan temanku Rasya yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri.
Rasya melihatku dengan tatapan merasa iba, aku tidak suka dengan tatapan itu. Karena itu hanya akan membuatku semakin terpuruk mengingat betapa pengecutnya aku selama ini.
" Tolong jangan melihatku seperti itu Sya " pintaku pada Rasya
" Maaf Fa, aku tidak bermaksud. Lalu bagaimana sekarang? Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? " tanya Rasya
" Aku harus mencari Apartement Sya, aku ingin tinggal sendiri " pintaku lagi
" Terus setelah kamu mendapat Apartement, apa yang akan lakukan? Bukankah sekarang kamu sudah lulus kuliah? " lanjut Rasya
" Aku belum tau, mungkin Orang tuaku akan memintaku bekerja di Perusahaan mereka, sedangkan disana ada Kakakku yang bekerja sebagai Direktur. Entahlah aku belum memikirkannya " kataku membuang napas
" Bagaimana kalau kamu bergabung denganku di Perusahaan? " tanya Rasya menawarkan pekerjaan untukku
" Aku tidak mau bekerja di Perusahaan Orang tuamu Sya " pintaku entah yang keberapa kali
" Siapa bilang itu Perusahaan Orang tuaku, itu Perusahaanku sendiri yang baru kurintis selama aku kuliah di Luar Negeri " lanjut Rasya menjelaskan
" Kamu merintis Perusahaan saat kamu kuliah di Luar Negeri? Bagaimana kamu mengaturnya? " tanyaku yang mulai tertarik
" Aku menyerahkannya kepada orang kepercayaanku disini, dia melaporkan setiap detail yang terjadi di Perusahaan dan kupantau terus dari sana " lanjut Rasya mulai meyakinkanku
" Pasti sekarang Perusahaanmu sudah besar ya? " tanyaku lagi
" Belum juga, kalau kamu tertarik kita bisa membaginya menjadi dua, masing-masing dari kita memegang saham Perusahaan 50%. Bagaimana Fa? Kamu setuju kan untuk bergabung denganku? " tanya Rasya penuh harap
" Akan kucoba membicarakannya dengan Orang tuaku dulu, semoga saja mereka mengizinkanku memegang setengah dari Perusahaanmu " kataku dengan harapan yang besar
" Oke, kabari aku kalau kamu sudah diizinkan ya. Aku pergi dulu kalau begitu " pamit Rasya lalu masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkanku yang masih duduk dibangku pinggir jalan
" Semoga Papi dan Mami mengizinkanku melakukan ini " batinku
****
****
~ RESHA POV ~
" Wah, pemandangannya indah sekali Kak dari sini " kataku setelah kami sampai di Hotel yang sudah dipesankan oleh Mami
" Iya Sha, kamu suka? " tanya Kak Rafi
" Suka banget Kak, makasih ya " kataku tak memalingkan pandanganku dari pemandangan yang kunikmati keindahannya
Kami sampai di Korea malam hari sekitar pukul 01.00 dini hari, lalu bergegas ke Hotel karena sudah sangat lelah. Kubaringkan badanku diatas tempat tidur disusul dengan Kak Rafi yang juga mengikuti berbaring disampingku.
" Mandi dulu Sha, setelah itu baru tidur " kata Kak Rafi lalu beranjak meninggalkanku ke kamar mandi duluan
" Iya, Kak Rafi dulu aja yang mandi. Resha masih pengin baring " kataku lalu memejamkan mata
****
" Sha, Resha, mandi dulu gih " suruh Kak Rafi sambil terus menggoyangkan badanku untuk segera beranjak dari tempat tidur
" Iya Kak, aduh Resha udah ngantuk banget Kak. Tidak usah mandi ya Kak, kan udah mandi di rumah " pintaku dengan alasan yang kubuat supaya diperbolehkan tidak mandi untuk malam ini
" Resha " panggil Kak Rafi lagi
" Ngantuk Kak "
" E e e e, kakak mau ngapain? " tanyaku pada Kak Rafi yang akan menggendongku dari tempat tidur
Kak Rafi menggendongku dan pergi ke kamar mandi, ia menurunkanku dengan pelan dan menyuruhku untuk segera mandi agar bisa segera beristirahat.
*****
*****
Selamat membaca kakak2 semua 😉
Jangan lupakan like, vote, dan rate-nya ya kak ☺️
Kasih komentar juga tidak apa-apa ☺️
Terima kasih 👍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
StrawCakes🍰
lanjut Thor
2021-04-02
1
Flo🌹
like like
2021-04-01
1
Firliana Safira
mampir punyaku juga ya kak, thank u. Semangat nulisnya
2020-04-01
1