" Rafa, kenapa kamu setuju untuk menikahi Resha? Tolong kamu jawab dengan jujur Fa " tanya Resha masih memegang tanganku
" Iya oke oke, aku akan jawab jujur tapi tolong kamu lepaskan tanganku dulu Sha " kataku dengan nada agak tinggi
Resha melepaskan tanganku, mau tidak mau aku harus menjawab pertanyaannya dengan jujur.
" Karena Kak Rafi yang memintaku " hanya jawaban itu yang bisa kuberikan
" Tidak, kamu masih belum jujur. Sekarang lihat Resha, lihat mataku Rafa " kini Resha yang meninggikan suaranya
" Karena aku menyukaimu Sha " kataku mulai terpancing emosi
" Suka? Kamu bilang menyukaiku Fa? Resha juga suka dan sayang sama Rafa, tapi hanya sebagai sahabat dan rasa mana yang kamu bilang tadi? Jelaskan maksud dari perkataanmu Rafa " tanya Resha lagi
" Yang pasti bukan rasa sayang dan suka kepada sahabat, melainkan suka dan sayang pada seorang wanita. Dari dulu sudah berapa kali aku bilang kalau aku menyukaimu Sha, tapi kamu tidak pernah menanggapinya. Justru kamu malah berpacaran bahkan menikah dengan Kak Rafi, kakakku sendiri. Apa kamu tidak tau perasaanku Sha? Atau kamu justru pura-pura tidak tau dan tidak mau tau? " emosiku mulai meledak hingga mengatakan perasaan yang kupendam selama bertahun-tahun ini
Resha terlihat syok, dia seperti orang yang kebingungan tak tau arah.
" Tidak Rafa, ini tidak mungkin " bantah Resha
" Apa yang kamu maksud tidak mungkin Sha? Kamu meragukan perasaanku? Perasaan yang kupendam selama ini, perasaan yang kumiliki jauh sebelum kamu bertemu dengan Kak Rafi. Kamu tidak tau Sha betapa sakitnya aku selama ini, betapa sakitnya aku harus melihatmu dan Kak Rafi bersama. Dan kamu Resha, kamu justru berbahagia dengan Kak Rafi di pelaminan. Itulah sebabnya mengapa aku memutuskan pergi dari rumah, meninggalkan Orang tuaku. Hidup sendiri diluar sana, itu semua supaya aku tidak lagi melihat kebersamaanmu dan Kak Rafi setiap hari. Sekarang kamu puas Sha? " aku meninggalkan Resha yang masih sangat syok sendiri di kamarku dan turun kebawah
" Ah, kenapa aku sampai terpancing emosi. Kenapa aku harus mengatakan yang sebenarnya, seharusnya aku menahannya seperti yang kulakukan selama ini "
" Rafa, apa yang kamu lakukan sayang? " tanya Mami karena melihatku yang emosi sambil memukuli tembok
" Astaga Rafa, lihat tangan kamu sampai merah seperti ini. Sebenarnya apa yang kalian bicarakan diatas, kenapa kamu sampai emosi seperti ini Rafa? " tanya Mami merasa khawatir
" Rafa " panggil Resha dengan menuruni tangga
Kulihat Resha sudah terlihat biasa saja, dia jauh lebih baik dari yang kulihat tadi. Kini dia menghampiri dan menarik tanganku untuk mengikutinya pergi ke taman.
Tidak ada perlawanan yang kulakukan atas perlakuan Resha, aku hanya pasrah mengikutinya begitu saja. Aku tidak tau apalagi yang akan ia tanyakan, mungkin sudah saatnya aku mengatakan kebenarannya.
Resha menyuruhku duduk di bangku taman, sedangkan ia berdiri tidak jauh dariku seperti orang yang siap untuk menginterogasi tersangka.
Sudah sepuluh menit kami berada di taman, namun tidak ada percakapan sedikitpun. Aku bingung mengapa Resha diam saja, dia tidak menanyakan satu hal pun dan aku merasa bersalah sendiri jadinya. Aku tidak berani membuka mulut, hanya bisa menunggu Resha memulai percakapan.
Resha terlihat menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan, dan mulai bertanya satu hal.
" Kamu menyukaiku Fa? " pertanyaan pertama Resha
Aku hanya menganggukan kepala tanda setuju.
" Kak Rafi tau kalau kamu suka sama Resha? " lanjutnya lagi dan ku jawab dengan anggukan pula
" Apa Kak Rafi pernah menceritakan tentang penyakitnya sama kamu? " lanjutnya Resha dan kali ini ku jawab dengan menggelengkan kepala
" Apa kamu tau, mengapa Kak Rafi menyembunyikan penyakitnya selama ini? Kali ini tolong berhenti menganggukkan kepala dan jawab Resha, Rafa " entah pertanyaan keberapa dia memintaku untuk menjawabnya
" Tidak ada yang tau di keluargaku Sha, seandainya tau Papi dan Mami pasti berusaha untuk menyembuhkannya Sha " kataku menundukkan kepala mengingat saat Kak Rafi dalam kondisi kritis membuatku sedih
" Kak Rafi pasti mulai mengalami sakit Leukimia akut saat kuliah di Luar Negeri dulu, mungkin karena tidak ada yang mengurusnya saat itu " lanjutku
" Tapi kenapa dia tidak menceritakannya saat kembali kesini kepada kita semua? " tanya Resha lagi
" Aku tidak tau, mungkin karena dia takut membuat kami semua khawatir Sha " jawabku spontan
" Tapi bagaimana dia tau kalau kamu menyukaiku Fa? " pertanyaan Resha kali ini membuatku mendongakkan kepala melihat kearahnya
" Aku tidak tau "
" Lalu apa yang kamu tau Rafa? Kenapa semua pertanyaan yang Resha ajukan, kamu tidak tau " kini Resha mulai emosi
" Lalu aku harus jawab apa Resha? Karena aku memang tidak tau jawaban yang kamu tanyakan sejak tadi " kataku yang juga terpancing emosi
Resha mendengus kesal, aku sendiri memang tidak tau. Bukan berarti aku tidak ingin menjawabnya atau mencoba menutup-nutupinya.
" Baiklah, terserah kamu saja. Kalau kamu memang benar-benar tidak mau jujur sama Resha tidak apa-apa. Resha akan tanya Papi dan Mami atau bahkan Ayah dan Ibu, semua orang akan coba Resha tanyai " Resha kesal karena tidak merasa puas atas jawabanku
Resha beranjak pergi meninggalkanku sendiri terpaku di teman. Aku merasa sedih juga kesal, emosi dan marah pada diriku sendiri. Kini terserah Resha saja, kalau dia memang mau menanyakannya kepada semua orang maka biarlah. Karena semua yang ditutup rapat pasti akan terlihat juga dan suatu saat Resha juga akan mengetahui apa yang di tinggalkan Kak Rafi sebelum kepergiannya.
Aku memutuskan pergi keluar mencari udara segar untuk menghilangkan bayang-bayang kekacauan yang terjadi di rumah.
****
****
~ RESHA POV ~
Harus darimana aku mulai bertanya kepada Papi dan Mami, aku merasa bingung dan sepertinya setiap jawaban yang Rafa katakan memang benar adanya.
Apa aku harus menanyakannya pada Ayah dan Ibu? Tapi apa mungkin mereka tau mengenai hal ini? Tapi bukankah mereka semua ada disana saat Kak Rafi pergi, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang harus aku tanyakan pada mereka?
****
*****
****
Selamat membaca 🙂
Jangan lupa like, rate dan votenya ya 🙂
Terima kasih...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
StrawCakes🍰
sampe sini dulu ya bacanya hehe nanti nyicil 😁😁😁 semangat kak Ranty..
salam dari Jodoh Takkan Kemana dan KELIRU 🤗
2021-04-02
1
DeputiG_Rahma
like it like it.... semangat 😆🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
2020-12-12
1