BAB Keduabelas

" Rafa, kenapa kamu setuju untuk menikahi Resha? Tolong kamu jawab dengan jujur Fa " tanya Resha masih memegang tanganku

" Iya oke oke, aku akan jawab jujur tapi tolong kamu lepaskan tanganku dulu Sha " kataku dengan nada agak tinggi

Resha melepaskan tanganku, mau tidak mau aku harus menjawab pertanyaannya dengan jujur.

" Karena Kak Rafi yang memintaku " hanya jawaban itu yang bisa kuberikan

" Tidak, kamu masih belum jujur. Sekarang lihat Resha, lihat mataku Rafa " kini Resha yang meninggikan suaranya

" Karena aku menyukaimu Sha " kataku mulai terpancing emosi

" Suka? Kamu bilang menyukaiku Fa? Resha juga suka dan sayang sama Rafa, tapi hanya sebagai sahabat dan rasa mana yang kamu bilang tadi? Jelaskan maksud dari perkataanmu Rafa " tanya Resha lagi

" Yang pasti bukan rasa sayang dan suka kepada sahabat, melainkan suka dan sayang pada seorang wanita. Dari dulu sudah berapa kali aku bilang kalau aku menyukaimu Sha, tapi kamu tidak pernah menanggapinya. Justru kamu malah berpacaran bahkan menikah dengan Kak Rafi, kakakku sendiri. Apa kamu tidak tau perasaanku Sha? Atau kamu justru pura-pura tidak tau dan tidak mau tau? " emosiku mulai meledak hingga mengatakan perasaan yang kupendam selama bertahun-tahun ini

Resha terlihat syok, dia seperti orang yang kebingungan tak tau arah.

" Tidak Rafa, ini tidak mungkin " bantah Resha

" Apa yang kamu maksud tidak mungkin Sha? Kamu meragukan perasaanku? Perasaan yang kupendam selama ini, perasaan yang kumiliki jauh sebelum kamu bertemu dengan Kak Rafi. Kamu tidak tau Sha betapa sakitnya aku selama ini, betapa sakitnya aku harus melihatmu dan Kak Rafi bersama. Dan kamu Resha, kamu justru berbahagia dengan Kak Rafi di pelaminan. Itulah sebabnya mengapa aku memutuskan pergi dari rumah, meninggalkan Orang tuaku. Hidup sendiri diluar sana, itu semua supaya aku tidak lagi melihat kebersamaanmu dan Kak Rafi setiap hari. Sekarang kamu puas Sha? " aku meninggalkan Resha yang masih sangat syok sendiri di kamarku dan turun kebawah

" Ah, kenapa aku sampai terpancing emosi. Kenapa aku harus mengatakan yang sebenarnya, seharusnya aku menahannya seperti yang kulakukan selama ini "

" Rafa, apa yang kamu lakukan sayang? " tanya Mami karena melihatku yang emosi sambil memukuli tembok

" Astaga Rafa, lihat tangan kamu sampai merah seperti ini. Sebenarnya apa yang kalian bicarakan diatas, kenapa kamu sampai emosi seperti ini Rafa? " tanya Mami merasa khawatir

" Rafa " panggil Resha dengan menuruni tangga

Kulihat Resha sudah terlihat biasa saja, dia jauh lebih baik dari yang kulihat tadi. Kini dia menghampiri dan menarik tanganku untuk mengikutinya pergi ke taman.

Tidak ada perlawanan yang kulakukan atas perlakuan Resha, aku hanya pasrah mengikutinya begitu saja. Aku tidak tau apalagi yang akan ia tanyakan, mungkin sudah saatnya aku mengatakan kebenarannya.

Resha menyuruhku duduk di bangku taman, sedangkan ia berdiri tidak jauh dariku seperti orang yang siap untuk menginterogasi tersangka.

Sudah sepuluh menit kami berada di taman, namun tidak ada percakapan sedikitpun. Aku bingung mengapa Resha diam saja, dia tidak menanyakan satu hal pun dan aku merasa bersalah sendiri jadinya. Aku tidak berani membuka mulut, hanya bisa menunggu Resha memulai percakapan.

Resha terlihat menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan, dan mulai bertanya satu hal.

" Kamu menyukaiku Fa? " pertanyaan pertama Resha

Aku hanya menganggukan kepala tanda setuju.

" Kak Rafi tau kalau kamu suka sama Resha? " lanjutnya lagi dan ku jawab dengan anggukan pula

" Apa Kak Rafi pernah menceritakan tentang penyakitnya sama kamu? " lanjutnya Resha dan kali ini ku jawab dengan menggelengkan kepala

" Apa kamu tau, mengapa Kak Rafi menyembunyikan penyakitnya selama ini? Kali ini tolong berhenti menganggukkan kepala dan jawab Resha, Rafa " entah pertanyaan keberapa dia memintaku untuk menjawabnya

" Tidak ada yang tau di keluargaku Sha, seandainya tau Papi dan Mami pasti berusaha untuk menyembuhkannya Sha " kataku menundukkan kepala mengingat saat Kak Rafi dalam kondisi kritis membuatku sedih

" Kak Rafi pasti mulai mengalami sakit Leukimia akut saat kuliah di Luar Negeri dulu, mungkin karena tidak ada yang mengurusnya saat itu " lanjutku

" Tapi kenapa dia tidak menceritakannya saat kembali kesini kepada kita semua? " tanya Resha lagi

" Aku tidak tau, mungkin karena dia takut membuat kami semua khawatir Sha " jawabku spontan

" Tapi bagaimana dia tau kalau kamu menyukaiku Fa? " pertanyaan Resha kali ini membuatku mendongakkan kepala melihat kearahnya

" Aku tidak tau "

" Lalu apa yang kamu tau Rafa? Kenapa semua pertanyaan yang Resha ajukan, kamu tidak tau " kini Resha mulai emosi

" Lalu aku harus jawab apa Resha? Karena aku memang tidak tau jawaban yang kamu tanyakan sejak tadi " kataku yang juga terpancing emosi

Resha mendengus kesal, aku sendiri memang tidak tau. Bukan berarti aku tidak ingin menjawabnya atau mencoba menutup-nutupinya.

" Baiklah, terserah kamu saja. Kalau kamu memang benar-benar tidak mau jujur sama Resha tidak apa-apa. Resha akan tanya Papi dan Mami atau bahkan Ayah dan Ibu, semua orang akan coba Resha tanyai " Resha kesal karena tidak merasa puas atas jawabanku

Resha beranjak pergi meninggalkanku sendiri terpaku di teman. Aku merasa sedih juga kesal, emosi dan marah pada diriku sendiri. Kini terserah Resha saja, kalau dia memang mau menanyakannya kepada semua orang maka biarlah. Karena semua yang ditutup rapat pasti akan terlihat juga dan suatu saat Resha juga akan mengetahui apa yang di tinggalkan Kak Rafi sebelum kepergiannya.

Aku memutuskan pergi keluar mencari udara segar untuk menghilangkan bayang-bayang kekacauan yang terjadi di rumah.

****

****

~ RESHA POV ~

Harus darimana aku mulai bertanya kepada Papi dan Mami, aku merasa bingung dan sepertinya setiap jawaban yang Rafa katakan memang benar adanya.

Apa aku harus menanyakannya pada Ayah dan Ibu? Tapi apa mungkin mereka tau mengenai hal ini? Tapi bukankah mereka semua ada disana saat Kak Rafi pergi, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang harus aku tanyakan pada mereka?

****

*****

****

Selamat membaca 🙂

Jangan lupa like, rate dan votenya ya 🙂

Terima kasih...

Terpopuler

Comments

StrawCakes🍰

StrawCakes🍰

sampe sini dulu ya bacanya hehe nanti nyicil 😁😁😁 semangat kak Ranty..

salam dari Jodoh Takkan Kemana dan KELIRU 🤗

2021-04-02

1

DeputiG_Rahma

DeputiG_Rahma

like it like it.... semangat 😆🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

2020-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!