BAB Kesembilan

" Tidaaak " aku terbangun dari tidurku karena mimpi yang sangat aneh

" Mimpi apa tadi? Bagaimana aku bisa memimpikan hal seperti itu? Resha, apa yang kamu pikirkan? Ayo sadar Resha, sadar " pikirku

tok tok tok

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Tunggu dulu, dimana aku? Bukankah ini rumah Mami dan sekarang aku ada didalam kamarku. Tapi seingatku, aku ada di Rumah Sakit. Kenapa tiba-tiba di rumah, apa yang terjadi? Berbagai pertanyaan memutari pikiranku

tok tok tok

" Ya, siapa? " tanyaku pada sumber ketukan

" Non Resha, ini bibi non " jawab sang sumber ketukan masih diseberang pintu

" Ya, masuk saja bi pintunya tidak dikunci ko " kataku

Dia adalah Asistent Rumah Tangga yang bekerja di Rumah Mami, namanya bi Yem. Dia sudah bekerja di tempat Papi Mami lebih dari 20 tahun, sejak Kak Rafi dan Rafa masih kecil. Tapi selama beberapa bulan kemarin bi Yem izin cuti untuk mengurus anaknya yang sakit parah, sehingga ia tidak hadir dalam pernikahanku dan Kak Rafi.

" Maaf non Resha, apa non Resha butuh sesuatu? biar bibi siapin " kata bi Yem menawarkan

" Tidak bi, terima kasih " lanjutku yang memang tidak membutuhkan apapun untuk saat ini

" Baiklah non, bibi permisi dulu. Nanti kalau non Resha perlu apa-apa panggil bibi saja ya non " lanjut bi Yem sebelum meninggalkan kamar

" Tunggu bi, Resha mau tanya yang bawa Resha pulang, siapa ya? " tanyaku penasaran karena bi Yem pasti tau jawabannya

" O, itu den Rafa yang bawa non Resha pulang tadi malam. Memangnya ada apa non? " tutur bi Yem

" Tidak ada apa-apa bi, terus Rafa ada bilang sesuatu tidak? " tanyaku lagi

" Den Rafa cuma bilang buat jagain non Resha, terus langsung pergi lagi " lanjut bi Yem

" O, ya sudah. Terima kasih bi " kataku menghentikan pertanyaan-pertanyaan yang ingin kutanyakan namun ku urungkan

" Baiklah non, bibi permisi kebelakang dulu " pamit bi Yem

" Iya bi " jawabku singkat

Rafa membawaku pulang tadi malam, tapi kenapa aku tidak ingat sama sekali, apa mungkin dia menggendongku saat aku tidur. Aku harus siap-siap pergi ke Rumah Sakit, siapa tau Kak Rafi sudah sadar.

Ditengah-tengah aku menyibukkan diri, aku merasakan dan mendengar sesuatu berbunyi. Astaga perutku, aku merasa lapar sekali. Sudah hampir dua hari aku belum makan, pantas saja aku seperti orang yang kelaparan.

Aku langsung turun ke bawah dan meminta bi Yem memasakkan sesuatu untukku. Tak butuh berapa lama, akhirnya cacing-cacing di perutku terasa damai tanpa adanya protes karena kelaparan.

Setelah selesai makan, aku memesan layanan taksi online untuk mengantarku ke Rumah Sakit. Di rumah ini tidak ada yang memakai jasa supir untuk mengantar kemana mereka pergi, karena setiap orang mengendarai mobil sendiri. Papi dan Mami selalu pergi bersama, Kak Rafi juga mengendarai mobil sendiri begitupula dengan Rafa. Rafa? Aku tidak mendengar kabar darinya selama hampir dua bulan, sampai pada saat Kak Rafi masuk Rumah Sakit.

Dia bagaikan ditelan bumi entah kemana, tak terdengar sedikitpun kabar darinya. Dimana ia tinggal, bagaimana keadaannya, dan apa yang ia lakukan selama ini. Aku sama sekali tidak mengerti kenapa Rafa memutuskan untuk pergi dari rumah dan hidup mandiri, dia tidak pernah memberitahuku apa alasan dia melakukan hal itu. Apa dia masih Rafa yang kukenal dulu atau bukan? Dia sudah banyak sekali melakukan perubahan, entah apa maksudnya aku sama sekali tidak bisa memahaminya. Seharusnya hubunganku dan Rafa semakin akrab karena kami tinggal di rumah yang sama dan bertemu hampir setiap hari, tapi dia berubah setelah aku dan Kak Rafi menikah.

Entahlah, aku tidak mau memikirkan hal yang aku sendiri tidak bisa menebak apa jawabannya. Lebih baik aku menunggu taksi online saja didepan.

ting tong, ting tong

Belum sampai aku didepan rumah, ternyata sang supir taksi sudah memencet bel dan menungguku di balik gerbang. Aku mempercepat langkah kakiku dan bergegas masuk kedalam taksi.

Didalam perjalananku, pemikiran tentang Rafa terus saja menggangguku. Aku pun meminta Pak Supir mempercepat laju kendaraannya, aku ingin segera sampai dan bertemu Kak Rafi.

Lima belas menit kemudian, barulah taksi yang aku tumpangi sampai didepan Rumah Sakit karena jalanan yang sedikit macet. Ku langkahkan kaki menuju ruangan dimana Kak Rafi berada, dan betapa terkejutnya aku akan pemandangan yang kulihat saat ini.

Selang infus yang dipakai Kak Rafi dilepaskan, wajah yang baru kemarin siang kulihat masih baik-baik saja, sekarang pucat pasi. Apa yang terjadi? Kenapa semua orang tampak sedih? Mami menangis histeris memanggil nama Kak Rafi, ada apa ini? Apa yang terjadi selama aku dirumah?

Aku melangkahkan kaki mendekati Kak Rafi, kulihat wajahnya yang pucat pasi, ku raih tangannya dan ku genggam erat.

" Kak Rafi " panggilku lirih

" Kak Rafi sudah sadar kan Kak? Kenapa Kakak diam saja? Kak Rafi " panggilku terus

" Mami, kenapa Kak Rafi diam saja Mi? " tanyaku beralih pada Mami yang sudah sedikit meredakan tangisnya

" Ayah, Ibu ada apa dengan Kak Rafi? Kenapa selang infusnya dilepas Bu? Kenapa Kak Rafi diam saja? " aku beralih bertanya pada Orangtuaku karena tak mendapat jawaban dari Mami

" Resha, kamu harus kuat ya sayang " jawab Ibuku

" Kuat? Apa maksud Ibu? Tolong jawab Bu, ada apa dengan Kak Rafi? " aku terus memaksakan pertanyaanku pada Ibuku sendiri

" Nak Rafi, dia " perkataan Ibu terpotong tak kuat menahan tangis

" Kak Rafi kenapa? Kenapa Ibu menangis? Ibu tolong jawab pertanyaan Resha Bu " aku yang sedari tadi mencoba menahan airmata kini sudah tak bisa menahannya lagi

Aku menangis duduk bersimpuh dihadapan Ibu yang tak kunjung menjawab pertanyaanku, aku tak kuat menahannya hingga tiap tetes airmata mengalir dengan sendirinya.

" Resha, Nak Rafi sudah tiada "

Aku diam seribu bahasa mendengar jawaban yang dikatakan Ayahku, aku tidak percaya dengan apa yang kudengar barusan. Aku bangkit dan berdiri menghampiri Ayahku.

" Apa yang Ayah katakan? " tanyaku tak percaya

" Iya Resha, Nak Rafi sudah meninggal. Dia meninggalkan kita semua tadi pagi sebelum kamu sampai disini " jelas Ayah

" Meninggal? " aku kembali duduk bersimpuh merasa lemah tak berdaya

Untuk beberapa saat aku terpaku diam membisu, aku berusaha berdiri dan menghampiri Kak Rafi yang tengah terbujur kaku. Ku usap wajah lelaki yang baru beberapa bulan ku nikahi itu, kulit wajahnya kini menjadi dingin dan tak sehangat dulu lagi.

" Kak Rafii " airmata kembali membasahi pipiku

" Kenapa Kak? Kenapa Kak Rafi tega melakukan hal ini sama Resha? Apa salah Resha Kak? Kenapa Kakak pergi meninggalkan Resha begitu saja? Kenapa? " pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulutku

" Resha " teriak semua orang yang terkejut melihatku kembali jatuh pingsan

****

*****

****

Selamat membaca 🙂 dan terima kasih

Maaf baru update setelah beberapa bulan istirahat

Jangan lupa like, rate, dan votenya ya 🙂

Terpopuler

Comments

Ara Irza

Ara Irza

ko rafi meninggal sh,, thorrr

2020-11-25

5

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!