Aku terbangun karena mencium aroma masakan yang sangat harum, aku terkesiap melihat cahaya masuk kedalam kamar melalui celah gorden. Astaga sudah pagi, jam berapa ini? Kulihat jam weker yang bertengger diatas meja menunjukkan pukul 6.30 pagi.
Aku bergegas turun dari atas tempat tidur yang membuatku terlelap dengan nyaman tadi malam, lalu kubuka pintu kamar dan berjalan keluar dari lingkaran kamar menuju ruang tamu dan nampak lah sesosok pria yang kukenal tengah berdiri membelakangiku dengan sikap gesitnya membuat masakan yang membuatku terbangun dari mimipi.
" Rafa " panggilku
Dia seperti terkejut akan panggilanku karena terlihat dari bahunya yang sedikit bergerak sebelum berbalik kearahku.
" Resha, kamu sudah bangun? " sapa Rafa
" Seharusnya kamu membangunkan ku Rafa " protesku karena kegiatan memasak sudah menjadi tugas seorang istri
" Tidak apa-apa, sepertinya kamu lelah setelah membereskan pakaian tadi malam " jelas Rafa
Kami sampai di Apartment pukul 5.30 sore kemarin, setelah itu aku sibuk membereskan pakaian dan memasukkannya kedalam lemari. Entah jam berapa aku selesai dengan kegiatanku, aku bahkan tidak keluar kamar dan bertemu Rafa tadi malam.
" Resha, ayo sarapan, setelah makan aku harus berangkat bekerja " ajak Rafa
" Tapi Resha belum mandi, Resha temani sarapan saja ya " kataku
" Tidak apa-apa Sha, kamu ikut sarapan saja nanti makanannya keburu dingin kalau harus mandi dulu " bujuk Rafa
Aku hanya mengangguk dan menuruti perkataan Rafa untuk duduk sarapan bersamanya. Aku sangat menikmati makanan yang Rafa buat, entah sejak kapan dia pandai memasak. Seharusnya masakan buatanku yang kami makan sekarang, tapi ini justru...... Sudahlah, kali ini saja, besok tugas memasak harus dilakukan olehku.
" Sha " panggil Rafa karena melihatku tengah melamun
" Resha " panggil Rafa lagi dengan melambaikan tangan didepan mukaku
" Ya " aku terkejut akan tindakan Rafa
" Ada apa Fa? " tanyaku polos
" Apa yang kamu pikirkan Sha? Makanannya tidak enak ya? " tanya Rafa
" Tidak tidak, Resha tidak memikirkan apa-apa, makanannya enak ko " balasku
" Ya sudah, kalau begitu kamu habiskan sarapannya, aku berangkat ke kantor dulu " pamit Rafa
" Iya " kataku singkat lalu kucium punggung tangan Rafa seperti yang dilakukan istri kepada suaminya yang akan pergi bekerja
Rafa berangkat bekerja pukul 7 pagi, karena dia bukan seorang CEO di Perusahaan maka Rafa harus masuk kerja seperti karyawan lainnya.
Aku kembali dengan acara makan pagi dan menghabiskan sarapan yang Rafa buat tadi. Setelah mencuci piring aku kembali ke kamar untuk mandi, sebelum sampai kedalam kamar aku melewati kamar Rafa yang berada di sebelah kiri dan kulihat pintunya sedikit terbuka.
Masuk atau tidak ya?
Tapi ini belum sehari aku tinggal di Apartment Rafa, tidak baik kalau harus masuk kedalam kamarnya walaupun itu kamar suamiku sendiri.
Bagaimana ini? tapi kemarin Rafa bilang dia tidak akan masuk kedalam kamar dan mengganggu privasiku, sekarang bagaimana bisa aku masuk kedalam kamarnya setelah Rafa mengatakan hal itu. Tapi aku sangat penasaran dengan isi suratnya.
Ah sudahlah, lebih baik sekarang aku mandi dulu.
****
****
****
****
~ RAFA POV ~
" Rafa " panggil seseorang setelah aku sampai di Kantor dan masuk kedalam ruangan
" Ada apa Sya? " tanyaku pada Rasya yang memanggilku tadi
" Bukankah kamu bilang mau pindah ke Apartment lagi? Kenapa sekarang sudah ada di Kantor? " tanya Rasya bingung
" Aku memang pindah ke Apartment dan sudah kulakukan kemarin sore, makanya sekarang aku harus masuk Kantor " jawabku
" Memangnya tidak ada yang kalian lakukan setelah pindah? " tanya Rasya lagi
" Maksud kamu? " tanyaku bingung
" Rafa Rafa, kalian kan baru pindah ke Apartment lagipula kalian ini pasutri yang baru seminggu menikah. Memangnya kalian tidak akan bulan madu? " tanya Rasya
" Kalau kamu tanya hal itu kepadaku, tentu aku sangat ingin melakukannya. Tapi coba sekarang kamu tanyakan pada Resha, apa dia mau melakukan perjalanan bulan madu bersamaku? Dia sama sekali tidak mencintaiku Rasya, dia bahkan mungkin belum siap menerimaku sebagai suaminya " jelasku panjang lebar
" Kenapa kamu bisa mengatakan hal itu Rafa? Kamu bahkan tidak tau apa yang Resha pikirkan bukan? " tanya Rasya lagi
" Aku memang tidak tau apa yang Resha pikirkan tentangku, tapi dia setuju begitu saja untuk tidur terpisah denganku dan itu sudah membuktikan bahwa Resha memang belum siap menerimaku sebagai suaminya " jelasku lagi
" Resha setuju dengan saranmu itu? Bagaimana mungkin? " tanya Rasya heran
" Itu sangat mungkin Sya, karena kami memang tidur di kamar yang berbeda tadi malam " balasku
" Apa? Kalian benar-benar tidur terpisah? " tanya Rasya lagi
" Ya, sudahlah Sya. Tidak perlu dilanjutkan lagi, lebih baik sekarang kamu kembali ke ruanganmu. Tidak baik seorang CEO bergosip didalam Kantor " kataku mendorong Rasya untuk keluar ruangan
Rasya berjalan keluar dari ruanganku dengan pertanyaan yang mungkin masih mengitari pikirannya, dia orang yang sangat antusias kalau sudah berurusan mengenai hubunganku dan Resha.
Aku sendiri masih tidak habis pikir, kenapa Resha setuju begitu saja untuk tidur beda kamar denganku. Memikirkan hal itu membuatku pusing karena tidak menemukan jawabannya.
****
****
tok tok tok
" Masuk " kataku mempersilahkan orang yang mengetuk pintu
" Maaf Pak Rafa, sekarang sudah waktu makan siang dan Recepsionist bilang ada yang menunggu Bapak di lobi sejak tadi " jelas Mira, Sekretarisku
" Menungguku? Siapa? " tanyaku bingung
" Saya tidak tau Pak, tapi Recepsionist bilang dia seorang wanita yang masih muda dan mengatakan bahwa dia istrinya Pak Rafa " lanjut Mira
" Istriku? Resha? " kataku dan bergegas turun ke lobi untuk melihatnya
Resha datang ke Kantor? darimana dia tau alamat Kantor ini? dan apa yang Resha lakukan disini?
Berbagai pertanyaan muncul di pikiranku dalam perjalanan menuju lobi.
Setelah sampai di lobi, ternyata memang benar yang Mira katakan bahwa yang menungguku adalah istriku. Kulihat Resha tengah duduk dengan memegang sebuah kantong berisi kotak makan.
" Resha " aku memanggilnya begitu sampai di tempat ia duduk
" Rafa " sapa Resha dengan senyum yang tersungging dibibirnya
" Ada apa Sha? Kenapa kamu datang kesini? " tanyaku to the point
" Aku hanya mau mengantarkan makan siang untuk kamu Fa " balas Resha
" Makan siang? Kamu tidak perlu repot-repot melakukan hal ini Sha " kataku
" Tidak apa-apa, lagipula tidak ada yang kulakukan di rumah. Sekarang sudah waktunya istirahat makan siang bukan? " lanjut Resha
" Iya, kita pergi ke ruanganku saja kalau begitu " aku mengajak Resha untuk naik keatas
" Iya " balas Resha dan mengikutiku masuk kedalam lift
****
" Rafa, kenapa kamu pergi makan siang tidak mengajakku sih? " gerutu Rasya setelah aku sampai di ruanganku
" Rasya, kenapa kamu ada disini? " tanyaku melihat Rasya ada di ruanganku pada jam istirahat makan siang
Rasya terkejut saat melihatku masuk ruangan bersama dengan Resha.
" Resha " gumam Rasya
****
*****
****
Selamat membaca 🙂
Jangan lupa like, rate dan votenya 🙂
Terima kasih 🙂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Imelda Nurrahmah
bagaimana hubungan mereka nanti yaaaaa jadi penasaran
2020-12-05
1