" Rafa pulang Mi " sapaku setelah membuka pintu
" Akhirnya kamu pulang juga Rafa " sahut Mami
" Iya Mi, bagaimana kabar Mami hari ini? " tanyaku setelah mencium tangan Mami
" Mami sudah merasa lebih baik ko Fa, kamu pasti sudah lapar. Lebih baik sekarang kita makan malam dulu ya " ajak Mami
" Iya Mi, o iya dimana Papi? " tanyaku karena tak melihat Papi saat aku pulang tadi
" Papi kamu ada di kamar mungkin, sebentar Mami panggil dulu ya. Bi Yem, tolong siapkan makan malamnya ya dan panggilkan Resha sekalian suruh turun " pinta Mami
" Baik Bu " jawab bi Yem
Aku duduk di ruang makan dan melihat ada beberapa kue disana, aku memutuskan untuk makan beberapa kue sambil menunggu Papi dan Resha makan bersama.
****
****
" Rafa, kenapa kamu makan kuenya? " tanya Mami lalu mengambil kotek kue yang ku pegang dan ternyata hanya tinggal setengahnya saja
" Memangnya kenapa Mi? Kue kan untuk di makan, apa yang salah? " tanyaku bingung melihat Mami mengambil kotak kue yang membuatku ketagihan
" Iya, tapi kita semua baru mau makan malam, nanti kamu kenyang duluan Rafa " jelas Mami
" Iya, maaf Mi. Habis kuenya enak, Mami beli kue dimana sih? Sepertinya baru kali ini Rafa memakan kue seenak ini " kataku membela diri
" Resha sudah turun, ayo kita makan dulu sayang " Mami mengalihkan pembicaraan setelah melihat Resha
" Iya Mi " jawab Resha singkat
Resha duduk disebelah Mami dan kulihat sekilas wajahnya seperti tengah memikirkan sesuatu. " Apalagi yang dipikirkan Resha kali ini? aku harus bersiap kalau dia tiba-tiba menanyakan sesuatu " pikirku
Tidak ada suara sedikitpun, semuanya tampak sunyi. Hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu diatas piring. Kami semua diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing, Papi pasti memikirkan pekerjaan karena sekarang posisi Direktur Utama di Kantor sedang kosong sedangkan Mami biasanya memikirkan tentang jadwal hariannya dan Resha? aku tidak tau apa yang dia pikirkan, sementara aku sendiri mencoba menebak apa yang sebenarnya Resha pikirkan saat ini.
Aku segera menyelesaikan acara makanku dan berniat naik ke kamar untuk mandi, sebelum akhirnya Papi memanggilku.
" Rafa " panggil Papi macam tau saja kalau aku berniat pergi ke kamar
" Iya Pi, ada apa? " kataku
" Kamu berniat kembali ke rumah ini atau tidak? " tanya Papi to the point
" Memangnya ada apa Pi? " tanyaku penasaran
" Kamu tau kan kalau sekarang posisi Direktur Utama di Kantor sedang kosong, kalau kamu berniat kembali ke rumah kamu harus meninggalkan pekerjaanmu dan mengisi posisi itu " jelas Papi
" Tidak Pi, saat Rafa meninggalkan rumah Rafa sudah bertekad, Rafa baru akan kembali ke rumah ini kalau Rafa sudah bisa hidup mandiri dan berhasil dalam karir. Sekarang Rafa juga sudah mempunyai Apartment, walaupun masih sewa tapi Rafa akan membelinya dengan hasil kerja keras Rafa sendiri " jelasku dengan penuh semangat dan percaya diri
" Baiklah, kalau memang itu keputusanmu Papi tidak akan melarang. Tapi Papi minta satu hal sama kamu Rafa, tolong kamu bawa Resha juga karena sekarang dia adalah istrimu dan menjadi tanggung jawabmu " lanjut Papi
Resha? astaga aku lupa kalau sekarang dia sudah menjadi tanggung jawabku, apa yang harus aku katakan. Tidak mungkin kan aku menolaknya, tidak mungkin juga aku membatalkan untuk tinggal di Apartment dan kembali ke rumah. Rafa, ayo berpikirlah Rafa.
" Rafa, apa yang kamu pikirkan? " pertanyaan Papi membubarkan kegundahan dalam pikiranku
" Pi, kenapa Papi bertanya seperti itu? Harusnya kan Papi menyuruh Rafa mengisi posisi itu agar dia kembali ke rumah ini lagi Pi " rintih Mami
" Tidak Mi, Rafa akan tetap tinggal di Apartment dan membawa Resha pergi bersama Rafa " kataku penuh keyakinan
" Tapi Rafa "
" Sudahlah Mi, biarkan Rafa belajar hidup mandiri. Toh disana ada Resha yang akan menemani dan mengurusnya. Iyakan Resha? " kali ini topik pembicaraan Papi dialihkan kepada Resha
" I i iya Pi, Mami tenang saja ada Resha yang akan mengurus Rafa, Mami jangan khawatir ya " jawab Resha yang terdengar ragu untuk mengiyakan perkataan Papi
" Lihat kan Mi, sudahlah Mami jangan khawatir " lanjut Papi lagi
" Baiklah, Mami percaya Resha akan mengurus Rafa dengan baik. Terima kasih ya sayang " puji Mami kepada menantu satu-satunya itu
" Ya sudah kalau begitu, Rafa naik ke kamar dulu ya Pi, Mi " kataku berpamitan
" Resha juga pamit ke kamar ya Pi, Mi " kata Resha yang juga mengikutiku berpamitan naik keatas
" Ya.. (Ya) " jawab Papi dan Mami hampir bersamaan
Aku masuk ke kamar dan segera mandi, aku merasa sangat lelah setelah seharian berjibaku dengan dokumen-dokumen pekerjaan di Kantor.
****
*****
****
~ RESHA POV ~
Aku membaringkan badanku ke tempat tidur dan berpikir bahwa ini adalah kesempatanku untuk mencari surat itu, atau kucari saja sekarang surat itu?
Aku berdiri di depan kamar Rafa, sepertinya Rafa sudah tidur karena tidak ada suara dari dalam sana. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? langsung masuk atau....
" Resha " panggil seseorang dan sepertinya itu suara Mami
Aku berbalik dan kulihat ternyata memang benar suara Mami yang memanggilku tadi.
" Ma Mami, Mami belum tidur Mi? " sapaku diikuti senyum yang ku buat-buat
" Kamu sedang apa Resha? " tanya Mami dan langsung membuatku bingung setengah mati harus menjawab apa
" Tidak ada Mi, kalau begitu Resha masuk kamar dulu ya Mi " aku langsung berlari kecil menuju kamarku di seberang kamar Rafa
" Tunggu Resha " cegah Mami
" Astaga Resha, kenapa tidak berpikir dulu sebelum pergi ke kamar Rafa? Sekarang apa yang harus aku katakan sama Mami, alasan apalagi kali ini? " pikirku sambil terus berusaha mencari alasan lain
" Resha " panggil Mami lagi karena melihatku masih berdiri mematung di depan kamarku
" Iya Mi " aku menjawab dan berbalik menghadap Mami dengan sedikit senyum
" Apa yang kamu lakukan sayang? Kemari Resha " kata Mami sambil mengayunkan jari jemarinya menyuruhku untuk mendekatinya
"Ada apa Mi? " tanyaku polos
" Loh ko ada apa, ayo kamu masuk ke dalam " kata Mami menyuruhku untuk masuk ke dalam kamar Rafa
" Tapi Mi "
" Sudah sana masuk, jangan malu-malu " potong Mami
" Iya, tapi pintunya di kunci " jawabku semakin polos
" Astaga Resha, kenapa kamu seperti ini? kenapa juga kamu harus bertingkah seperti ini di depan Ibu Mertuamu? bagaimana kalau Mami memanggil Rafa dan menyuruhnya membukakan pintu untukku. Tidak tidak, sekarang apa lagi yang kamu pikirkan Resha. Ayo berpikirlah Resha, bagaimana caranya supaya kamu bisa keluar dari situasi canggung ini.
ceklek, ceklek
" Itu seperti suara kunci pintu yang terbuka, astaga Rafa membuka pintunya, bagaimana ini? bagaimana? aku harus kemana? aku harus segera bersembunyi. Dimana? dimana aku harus bersembunyi ? "
" Mami? Resha? " panggil Rafa setelah membuka pintu
*****
*****
*****
*****
*****
Selamat membaca 🙂
Jangan lupa like, rate dan votenya 🙂
Terima kasih 🙂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Ara Irza
ditunggu lnjutanya thorrr
2020-11-30
1