BAB Keenam Belas

" Kemana kita akan pergi Sha? " tanyaku setelah masuk mobil

" Terserah kamu saja Fa, Resha ikut " jawab Resha

" Apa kamu tidak ada tempat yang mau dikunjungi Sha? " tanyaku lagi

" Tidak ada, Resha tidak berpikir akan pergi jalan-jalan soalnya " jawabnya lagi

Ku lajukan mobil ke arah dimana aku dan Resha kuliah dulu, saat kuliah kami seringkali mengunjungi studio seni lukis didepan kampus. Resha sangat tertarik dengan seni lukis, dulu aku selalu menemaninya setiap ada pameran disana. Banyak karya-karya hasil lukisan tangan teman satu kampus kami yang di jadikan pameran disana, Resha suka sekali melihat lukisan tapi dia tidak pandai dalam hal menggambar ataupun melukis.

Beberapa kali Resha mengikuti acara belajar lukis yang diadakan disana, namun hasilnya amat jauh dari yang diharapkan, bahkan dengan gambar anak TK pun dia masih kalah jauh. Entahlah, mungkin bakatnya itu hanya dalam penglihatan dan penilaian tentang sebuah gambar.

" Rafa, bukankah ini jalan ke arah kampus kita dulu? " tanya Resha heran

" Iya Sha " kataku sambil memarkirkan mobil

" Kenapa kamu mengajakku kesini? Ini kan studio seni lukis yang sering kita kunjungi " tanya Resha penasaran setelah melihatku memarkirkan mobil didepan studio

" Iya Sha, aku bingung harus membawamu kemana dan kebetulan tempat ini yang terlintas di pikiranku. Kamu tidak suka aku membawamu kesini Sha? Atau kamu mau pergi ke tempat lain? " tanyaku kalau-kalau Resha tidak menyukai tempat yang kami tuju

" Tidak Fa, bukan begitu. Ya, kaget saja kamu tiba-tiba mengajakku ke studio ini " jawab Resha terdengar tidak enak hati

" Berarti kamu setuju kalau kita masuk kedalam Sha? " tanyaku memastikan

" Oke, kenapa tidak " balas Resha dengan percaya diri dan masuk kedalam studio lebih dulu

Aku tersenyum melihat Resha memasuki studio itu, aku sangat berharap hubunganku dan Resha bisa kembali seperti dulu lagi, ya minimal tidak secanggung seperti sekarang.

Aku menyusul Resha masuk ke studio, betapa terkejutnya aku akan pemandangan didalamnya. Sungguh indah tiap lukisan yang terpasang disana, mungkin para pelukisnya sudah jauh lebih jago dan lebih mahir dalam memainkan kuasnya, hingga menorehkan tinta yang membentuk sebuah karya seni lukis yang sangat indah. Ini indah sekali hingga membuatku takjub dan tak bisa berkata-kata lagi.

" Rafa, sini Fa " panggil Resha dengan melambaikan tangannya

Aku tak menjawab panggilannya, melainkan segera menghampiri Resha.

" Lihat deh, lukisan ini bagus kan Fa? " tanya Resha begitu aku berdiri disampingnya

Lukisan itu mungkin terlihat biasa, tapi makna didalam lukisan itu sendiri terlihat sangat dalam.

• Move on •

Itulah judul dalam lukisan tersebut, arti dalam kata itu sendiri adalah bahwa kita harus move on atau berpindah dari satu objek ke objek lain. Mengenai makna dari lukisan itu menandakan kita harus terus berjalan dan berlari untuk mencapai apa yang kita inginkan, dalam lukisan terlihat seorang anak tengah berlari namun tak terlihat awal dan akhir perjalanannya. Dan itu berarti apapun awal dan bagaimana akhirnya nanti, kita harus tetap berjuang dan berusaha keras dalam menjalani hidup.

Sepertinya lukisan ini sangat cocok dengan suasana yang terjadi saat ini, Resha harus move on dan terus menjalani hidup bersamaku untuk kedepannya. Aku akan bertanya apakah lukisan ini boleh kami bawa pulang atau tidak, dan kuharap pengelola studio mengizinkan kami untuk membawanya.

" Resha, kamu tunggu disini sebentar ya " pintaku pada Resha dan segera pergi mencari pengelola studio itu

****

" Permisi Pak " sapaku

" Ya, ada yang bisa Bapak bantu? " tanya Pak Irawan

" Saya mau tanya, apa Bapak masih mengenal saya? " tanyaku memastikan

Pak Irawan seperti tengah berpikir dan mengingat-ingat sesuatu.

" Yaa Bapak ingat, kamu salah satu mahasiswa di Universitas itu kan? " tanya si Bapak setelah mengingatku

" Iya Pak, ini saya Rafa mahasiswa lulusan dari Universitas Harapan Bangsa. Syukurlah kalau Bapak masih mengingatku " kataku merasa lega

" Tentu saja Bapak ingat, kamu dulu kan sering sekali datang kesini. Ada apa Nak? Apa yang sedang kamu cari? " tanya Pak Irawan lagi

" Begini Pak, saya kesini bersama istri saya dan dia juga lulusan dari Universitas yang sama dengan saya, bahkan kami satu angkatan. Kami datang kemari untuk mengenang saat-saat kami kuliah dulu, kami berdua sedang melihat-lihat dan sepertinya istri saya tertarik dan suka dengan lukisan yang ada dipojok sana. Apa boleh kami membawanya pulang Pak? Kebetulan saya dan istri saya baru beberapa hari menikah dan saya ingin memberikan lukisan itu sebagai hadiah pernikahan, bagaimana Pak Irawan? Apa Bapak mengizinkannya? " tanyaku setelah panjang lebar menjelaskan tentang hubunganku dan Resha

Pak Irawan kembali berpikir sebelum dia melanjutkan perkataannya.

" Sebentar Nak Rafa, lukisan yang mana ya? " tanya Pak Irawan

" Lukisan yang dipojok sana, nama lukisannya Move on. Kami boleh membawanya kan Pak? " tanyaku lagi

Pak Irawan berjalan menghampiri lukisan tersebut, dan melihat Resha berdiri didepannya dengan serius.

" O lukisan ini? Ya boleh-boleh, tentu saja boleh Nak Rafa " ungkap Pak Irawan setelah melihat lukisannya dan membuat Resha terkejut karena tiba-tiba berdiri disampingnya dan berkata seperti itu

Pak Irawan kembali ke tempat duduknya didepan, dan mengatakan bahwa pelukisnya memang mengizinkan lukisan tersebut untuk dibawa pulang kalau ada peminatnya. Tentu saja dengan biaya yang lumayan agar bisa membawanya.

Aku memanggil Resha dan menyuruhnya duduk di kursi depan agar Pak Irawan bisa membungkus lukisan itu. Panjang lukisannya 1 m sedangkan tingginya mungkin sekitar 70/80 cm dan beratnya lumayanlah.

Aku meminta Pak Irawan memasukkan lukisan kedalam mobil saat kami tengah minum kopi di cafe sebelah. Aku ingin lukisan itu menjadi hadiah pertama pernikahan untuk Resha, dan memajangnya di Apartmentku nanti.

" Bagaimana Sha, ada tempat yang mau kamu kunjungi setelah ini? " tanyaku membuka percakapan

" Apa aku boleh pergi ke Apartment kamu sebelum kita pulang? " tanya Resha sedikit ragu-ragu

" Aku ingin melihat-lihat dulu keadaan Apartment sebelum mengemas barang dan pindah kesana, boleh kan Fa? " lanjut Resha

" Tentu saja boleh, toh nantinya kamu juga akan tinggal disana " balasku

" Baiklah, ayo kita pergi sekarang " kata Resha penuh semangat dengan senyum yang tersungging dibibirnya

Astaga, senyum itu. Senyum yang sudah cukup lama tak kulihat kini kembali mewarnai hidupku. Senyum yang membuatku jatuh hati, senyum yang membuatku bersemangat untuk pergi kuliah, senyum yang selalu hadir di setiap mimpiku kini kulihat lagi. Terima kasih Resha, kamu telah kembali memberiku senyuman itu.

Butuh waktu cukup lama untuk kami sampai di Apartment, lagu yang mengiringi perjalanan kami pun berhenti. Aku membawa Resha naik ke Apartmentku dilantai 22 dengan nomor 22-11.

" Ini Apartment kamu Fa? " tanya Resha setelah kami masuk

" Iya Sha, memang tidak begitu besar tapi cukup untuk kita berdua tinggal " balasku

Aku berjalan menuju kamar yang akan di tempati Resha dan memastikan bahwa kamar itu pas untuknya.

" Ini kamar kamu Sha " kataku

" Kamar? Aku pikir yang itu kamar kita "

" Tidak Sha, kita tidak akan tinggal dalam satu kamar. Aku tau bahwa kita berdua sudah menikah, tapi aku tidak mau kalau kamu sampai terpaksa untuk tidur dalam satu kamar denganku " sambungku memotong perkataan Resha

" Baiklah kalau itu keputusanmu " balas Resha dengan wajah sedikit kecewa

Resha, kenapa kamu setuju dengan perkataanku? harusnya kamu menolak dan tetap meminta kita tidur dalam satu kamar dengan alasan pernikahan. Atau kamu memang tidak bersedia tidur satu kamar denganku karena kamu tidak menyukaiku Sha?

****

*****

****

**Selamat membaca 🙂

Jangan lupakan like, vote dan rate-nya ya

Kasih kritik dan sarannya juga boleh

Terima kasih 🙂**

Terpopuler

Comments

DeputiG_Rahma

DeputiG_Rahma

jejak DEBU datang lagi❤❤😁

2020-12-14

1

Imelda Nurrahmah

Imelda Nurrahmah

perjuangan babang Rafa...

2020-12-02

1

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!