" Sha, perkenalkan ini Rasya, dia teman SMA-ku sekaligus atasanku disini. Rasya, seperti yang kamu tau, dia adalah Resha " jelas Rafa memperkenalkan kami masing-masing
Kenapa Rafa tidak memperkenalkan ku sebagai istrinya di depan temannya ini? apa dia tidak benar-benar menganggap ku sebagai istrinya selama ini?
" Halo, saya Rasya teman sekaligus atasannya Rafa di Kantor ini " sapa Rasya memperkenalkan diri
" Iya, salam kenal, aku Resha " sapaku balik
" Rasya, apa yang kamu lakukan disini? " tanya Rafa setelah kami saling memperkenalkan diri
" Ah iya, aku kemari tadinya mau mengajak kamu makan siang Fa, tapi sepertinya sudah ada yang membawakan makan siang untukmu mulai hari ini " jelas Rasya terdengar sedikit kecewa namun rona bahagia yang terlukis dari raut wajahnya
" Kalian bisa memakannya bersama kalau mau, ada banyak makanan yang ku bawa disini " kataku lalu memperlihatkan kantong makan siang yang ku pegang sejak tadi
" Bolehkah? " tanya Rasya antusias
" Tidak boleh " jawab Rafa dan ia langsung mengambil kantong yang ku pegang tadi
" Kenapa tidak boleh Fa? " tanyaku
" Ini bekal yang sengaja kamu buat dan kamu mengantarkannya langsung untukku, jadi orang lain tidak boleh memakannya " balas Rafa
" Tega sekali kamu Rafa, aku kan bukan orang lain " bela Rasya
" Maaf Sya, walaupun kamu teman dan juga atasanku disini tetap saja tidak boleh. Kamu bisa makan siang di Kantin seperti yang biasa kamu lakukan " lanjut Rafa
Dua orang dewasa saling melempar argumen hanya karena bekal makan siang, astaga mereka ini. Hubungan mereka pasti sangat dekat dulu, tapi aku sama sekali tidak mendengar Rafa bercerita mengenai Rasya saat kuliah.
" Baiklah, aku akan pergi makan siang di Kantin. Tapi kalau besok-besok kamu minta makan siang di Kantin bareng, aku tidak akan mengajak kamu Rafa " balas Rasya dengan ketus
" Hahaha, iya iya. Sudah pergi sana, keburu jam makan siang habis nanti " suruh Rafa sambil mendorong Rasya keluar
" Rafa, selamat ya akhirnya hubungan kamu dan Resha kembali seperti dulu lagi " bisik Rasya setelah keluar dari ruangan
" Iya iya, pergi sana jangan ganggu aku dan Resha " Rafa balas berbisik
" Oke "
Rasya segera pergi meninggalkan ruangan Rafa dan turun ke Kantin.
Aku membuka bekal makan siang, menaruh sendok dan mengambilkan air minum yang ada diatas meja kerja Rafa. Aku dan Rafa duduk berhadapan di kursi tamu, ia segera memakan bekal yang ku bawa dengan lahapnya.
" Kamu tidak makan Sha? " tanya Rafa yang melihatku hanya memperhatikan dia makan sedari tadi
" Tidak Fa, buat kamu saja, tadi sebelum kesini aku sudah makan ko " balasku
" Ya baiklah " kata Rafa lalu melanjutkan acara makannya
****
" Aku kenyang sekali " gumam Rafa duduk bersandar di sofa sambil memegang perutnya
" Kamu suka dengan makanan yang ku buat Fa? " tanyaku kemudian
" Ya, aku sangat menyukainya. Sejak kapan kamu pintar memasak Sha? Kamu tidak pernah membuatkanku makanan saat kuliah dulu " tanya Rafa
" Aku mulai belajar memasak saat SMA, saat kuliah dulu kamu kan bukan suami atau pacarku. Dulu aku pernah berkata pada Ibu, kalau aku ingin belajar memasak agar kelak aku menikah nanti, aku bisa membuatkan makanan untuk suamiku setiap hari " jelasku
****
****
****
****
~ RAFA POV ~
Andai kamu tau perasaanku sedari dulu Sha, aku pasti bisa memakan makanan buatan kamu sejak dulu. Apa kamu juga membuatkan Kak Rafi makanan seperti ini Sha? Mungkin kamu membuatkan Kak Rafi makanan yang jauh lebih enak dari yang ku makan sekarang, saat keluar dari rumah aku tidak bisa mengetahui apapun tentang kamu Resha.
****
****
****
****
~ RESHA POV ~
Aku membereskan alat makan yang telah selesai Rafa gunakan, sedangkan Rafa kembali dengan kesibukannya.
" Rafa, aku pulang dulu ya " kataku berpamitan
" Iya, terima kasih atas makanannya Sha, kamu hati-hati di jalan " balas Rafa
Kucium punggung tangan Rafa sebelum akhirnya keluar dari ruangan. Saat aku turun aku berpapasan dengan Rasya di depan pintu lift, tidak banyak yang ia katakan. Rasya hanya mengatakan bahwa aku harus lebih baik lagi kepada Rafa. Apa maksudnya itu, aku juga tidak tau.
Saat sampai di lobi, aku mendengar beberapa karyawan sedang bergosip membicarakan ku dan Rafa. Mereka pikir Rafa menikahi ku karena aku hamil duluan, aku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan karena pada kenyataannya sampai detik ini Rafa belum menyentuhku sedikitpun.
" Taksi " aku segera memanggil taksi yang lewat
Aku memberikan alamat tujuanku dan meminta supir taksi segera mengantarku ke rumah dengan cepat.
Setengah jam kemudian aku sampai di depan gedung Apartment, membayar taksi dan naik keatas. Lalu ku nyalakan tv begitu sampai Apartment Rafa, duduk bersandar di sofa dengan memejamkan mata.
****
****
Aku terbangun karena mimpi buruk yang tiba-tiba hadir, dalam mimpi itu aku berada diatas tebing bersama dengan Rafa dan Kak Rafi. Entah apa yang kami bertiga lakukan disana dan apa yang kami bicarakan disana, tiba-tiba Kak Rafi mengucapkan kata maaf kepadaku dan Rafa, lalu ia melompat dari atas tebing menuju jurang yang sangat dalam. Mimpi apa ini? apa arti dari kata maaf yang Kak Rafi katakan? mengapa ia terjun ke jurang saat kami bertiga bisa selamat bersama-sama.
Aku tertidur dalam keadaan duduk bersandar, dan tv yang ku nyalakan tadi juga masih menyala. Ku ambil handphone didalam tas dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 3.45 sore. Astaga, aku ketiduran satu jam lebih di sofa, aku harus segera memasak untuk makan nanti.
Tidur di sofa membuat badanku terasa sakit dan pegal, aku masuk kedalam kamar dan kembali berbaring disana. Memang lebih nyaman kalau tidur itu harusnya di ranjang, aku teringat akan Rafa. Waktu itu dia tidur di sofa semalaman, apa yang Rafa rasakan? Dia pasti kesakitan, belum ada dua jam saja badanku sakit semua, sedangkan dia? Satu malam penuh, kasihan Rafa.
Setelah berbaring di ranjang aku kembali merasakan kantuk, tidak boleh, aku tidak boleh tidur lagi. Sadarlah Resha, bangun, sudah jam berapa sekarang.
Supaya rasa kantuk ini hilang ku putuskan untuk mandi dan keramas.
Lima belas menit berlalu, aku pun keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi dan handuk yang membelit rambut. Aku pergi ke dapur untuk mengambil air karena rasa haus dan aku tidak bisa menundanya lagi.
nit nit... nit nit
Kudengar seseorang memencet sandi pintu Apartment di tengah acaraku menghilangkan dahaga, pintu sudah terbuka saat aku berbalik menghadap keluar. Aku terkejut bahwa Rafa yang saat ini tengah berdiri di belakang pintu, aku menumpahkan sedikit air karena rasa terkejut tadi dan air itu mengalir dari dagu ke leher. Kulihat Rafa terbelalak dan menelan air liur saat melihatku.
Jujur, aku sedikit lega karena yang memencet sandi adalah Rafa bukan orang lain. Rafa? jam berapa ini dan dia sudah pulang?
****
*****
****
**Selamat membaca 🙂
Jangan lupakan like, rate dan vote-nya ya
Kritik dan saran juga boleh 🙂
Terima kasih 🙂**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
DeputiG_Rahma
jejak DEBU😁
2020-12-17
1
OP_PRO
like buat kakak semangat
jemari kakak harus tetap menggeliat
bila perlu harus bergulat
menata diksi di tempat yang tepat
salam manis Menanti Cinta Prajurit
2020-12-07
0
Ms. Violin
19 like+ 5 rate udah mendarat untukmu kaka author! Semangat selalu dalam berkarya! Di tunggu feedback nya di I Become Wife of the Atrocious Duke. Terimaksih 💕
2020-12-07
0