BAB Kesembilan Belas

" Sha, perkenalkan ini Rasya, dia teman SMA-ku sekaligus atasanku disini. Rasya, seperti yang kamu tau, dia adalah Resha " jelas Rafa memperkenalkan kami masing-masing

Kenapa Rafa tidak memperkenalkan ku sebagai istrinya di depan temannya ini? apa dia tidak benar-benar menganggap ku sebagai istrinya selama ini?

" Halo, saya Rasya teman sekaligus atasannya Rafa di Kantor ini " sapa Rasya memperkenalkan diri

" Iya, salam kenal, aku Resha " sapaku balik

" Rasya, apa yang kamu lakukan disini? " tanya Rafa setelah kami saling memperkenalkan diri

" Ah iya, aku kemari tadinya mau mengajak kamu makan siang Fa, tapi sepertinya sudah ada yang membawakan makan siang untukmu mulai hari ini " jelas Rasya terdengar sedikit kecewa namun rona bahagia yang terlukis dari raut wajahnya

" Kalian bisa memakannya bersama kalau mau, ada banyak makanan yang ku bawa disini " kataku lalu memperlihatkan kantong makan siang yang ku pegang sejak tadi

" Bolehkah? " tanya Rasya antusias

" Tidak boleh " jawab Rafa dan ia langsung mengambil kantong yang ku pegang tadi

" Kenapa tidak boleh Fa? " tanyaku

" Ini bekal yang sengaja kamu buat dan kamu mengantarkannya langsung untukku, jadi orang lain tidak boleh memakannya " balas Rafa

" Tega sekali kamu Rafa, aku kan bukan orang lain " bela Rasya

" Maaf Sya, walaupun kamu teman dan juga atasanku disini tetap saja tidak boleh. Kamu bisa makan siang di Kantin seperti yang biasa kamu lakukan " lanjut Rafa

Dua orang dewasa saling melempar argumen hanya karena bekal makan siang, astaga mereka ini. Hubungan mereka pasti sangat dekat dulu, tapi aku sama sekali tidak mendengar Rafa bercerita mengenai Rasya saat kuliah.

" Baiklah, aku akan pergi makan siang di Kantin. Tapi kalau besok-besok kamu minta makan siang di Kantin bareng, aku tidak akan mengajak kamu Rafa " balas Rasya dengan ketus

" Hahaha, iya iya. Sudah pergi sana, keburu jam makan siang habis nanti " suruh Rafa sambil mendorong Rasya keluar

" Rafa, selamat ya akhirnya hubungan kamu dan Resha kembali seperti dulu lagi " bisik Rasya setelah keluar dari ruangan

" Iya iya, pergi sana jangan ganggu aku dan Resha " Rafa balas berbisik

" Oke "

Rasya segera pergi meninggalkan ruangan Rafa dan turun ke Kantin.

Aku membuka bekal makan siang, menaruh sendok dan mengambilkan air minum yang ada diatas meja kerja Rafa. Aku dan Rafa duduk berhadapan di kursi tamu, ia segera memakan bekal yang ku bawa dengan lahapnya.

" Kamu tidak makan Sha? " tanya Rafa yang melihatku hanya memperhatikan dia makan sedari tadi

" Tidak Fa, buat kamu saja, tadi sebelum kesini aku sudah makan ko " balasku

" Ya baiklah " kata Rafa lalu melanjutkan acara makannya

****

" Aku kenyang sekali " gumam Rafa duduk bersandar di sofa sambil memegang perutnya

" Kamu suka dengan makanan yang ku buat Fa? " tanyaku kemudian

" Ya, aku sangat menyukainya. Sejak kapan kamu pintar memasak Sha? Kamu tidak pernah membuatkanku makanan saat kuliah dulu " tanya Rafa

" Aku mulai belajar memasak saat SMA, saat kuliah dulu kamu kan bukan suami atau pacarku. Dulu aku pernah berkata pada Ibu, kalau aku ingin belajar memasak agar kelak aku menikah nanti, aku bisa membuatkan makanan untuk suamiku setiap hari " jelasku

****

****

****

****

~ RAFA POV ~

Andai kamu tau perasaanku sedari dulu Sha, aku pasti bisa memakan makanan buatan kamu sejak dulu. Apa kamu juga membuatkan Kak Rafi makanan seperti ini Sha? Mungkin kamu membuatkan Kak Rafi makanan yang jauh lebih enak dari yang ku makan sekarang, saat keluar dari rumah aku tidak bisa mengetahui apapun tentang kamu Resha.

****

****

****

****

~ RESHA POV ~

Aku membereskan alat makan yang telah selesai Rafa gunakan, sedangkan Rafa kembali dengan kesibukannya.

" Rafa, aku pulang dulu ya " kataku berpamitan

" Iya, terima kasih atas makanannya Sha, kamu hati-hati di jalan " balas Rafa

Kucium punggung tangan Rafa sebelum akhirnya keluar dari ruangan. Saat aku turun aku berpapasan dengan Rasya di depan pintu lift, tidak banyak yang ia katakan. Rasya hanya mengatakan bahwa aku harus lebih baik lagi kepada Rafa. Apa maksudnya itu, aku juga tidak tau.

Saat sampai di lobi, aku mendengar beberapa karyawan sedang bergosip membicarakan ku dan Rafa. Mereka pikir Rafa menikahi ku karena aku hamil duluan, aku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan karena pada kenyataannya sampai detik ini Rafa belum menyentuhku sedikitpun.

" Taksi " aku segera memanggil taksi yang lewat

Aku memberikan alamat tujuanku dan meminta supir taksi segera mengantarku ke rumah dengan cepat.

Setengah jam kemudian aku sampai di depan gedung Apartment, membayar taksi dan naik keatas. Lalu ku nyalakan tv begitu sampai Apartment Rafa, duduk bersandar di sofa dengan memejamkan mata.

****

****

Aku terbangun karena mimpi buruk yang tiba-tiba hadir, dalam mimpi itu aku berada diatas tebing bersama dengan Rafa dan Kak Rafi. Entah apa yang kami bertiga lakukan disana dan apa yang kami bicarakan disana, tiba-tiba Kak Rafi mengucapkan kata maaf kepadaku dan Rafa, lalu ia melompat dari atas tebing menuju jurang yang sangat dalam. Mimpi apa ini? apa arti dari kata maaf yang Kak Rafi katakan? mengapa ia terjun ke jurang saat kami bertiga bisa selamat bersama-sama.

Aku tertidur dalam keadaan duduk bersandar, dan tv yang ku nyalakan tadi juga masih menyala. Ku ambil handphone didalam tas dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 3.45 sore. Astaga, aku ketiduran satu jam lebih di sofa, aku harus segera memasak untuk makan nanti.

Tidur di sofa membuat badanku terasa sakit dan pegal, aku masuk kedalam kamar dan kembali berbaring disana. Memang lebih nyaman kalau tidur itu harusnya di ranjang, aku teringat akan Rafa. Waktu itu dia tidur di sofa semalaman, apa yang Rafa rasakan? Dia pasti kesakitan, belum ada dua jam saja badanku sakit semua, sedangkan dia? Satu malam penuh, kasihan Rafa.

Setelah berbaring di ranjang aku kembali merasakan kantuk, tidak boleh, aku tidak boleh tidur lagi. Sadarlah Resha, bangun, sudah jam berapa sekarang.

Supaya rasa kantuk ini hilang ku putuskan untuk mandi dan keramas.

Lima belas menit berlalu, aku pun keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi dan handuk yang membelit rambut. Aku pergi ke dapur untuk mengambil air karena rasa haus dan aku tidak bisa menundanya lagi.

nit nit... nit nit

Kudengar seseorang memencet sandi pintu Apartment di tengah acaraku menghilangkan dahaga, pintu sudah terbuka saat aku berbalik menghadap keluar. Aku terkejut bahwa Rafa yang saat ini tengah berdiri di belakang pintu, aku menumpahkan sedikit air karena rasa terkejut tadi dan air itu mengalir dari dagu ke leher. Kulihat Rafa terbelalak dan menelan air liur saat melihatku.

Jujur, aku sedikit lega karena yang memencet sandi adalah Rafa bukan orang lain. Rafa? jam berapa ini dan dia sudah pulang?

****

*****

****

**Selamat membaca 🙂

Jangan lupakan like, rate dan vote-nya ya

Kritik dan saran juga boleh 🙂

Terima kasih 🙂**

Terpopuler

Comments

DeputiG_Rahma

DeputiG_Rahma

jejak DEBU😁

2020-12-17

1

OP_PRO

OP_PRO

like buat kakak semangat
jemari kakak harus tetap menggeliat
bila perlu harus bergulat
menata diksi di tempat yang tepat

salam manis Menanti Cinta Prajurit

2020-12-07

0

Ms. Violin

Ms. Violin

19 like+ 5 rate udah mendarat untukmu kaka author! Semangat selalu dalam berkarya! Di tunggu feedback nya di I Become Wife of the Atrocious Duke. Terimaksih 💕

2020-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!