BAB Kedelapan

" Kak Rafi, ayo cepetan Kak " ajakku tak sabar pada Kak Rafi

" Tunggu sebentar Rafa, Kakak harus menyelesaikan tugas sekolah dulu " kata Kak Rafi

" Tugas sekolahnya nanti saja Kak, sekarang Kak Rafi harus main sama Rafa dulu " pintaku yang terus merengek

" Iya iya, ya sudah ayo kita main " ajak Kak Rafi yang langsung mengambil mainan robot-robotan yang ada ditanganku

" Kak Rafi curang, Rafa kan belum siap " rengekku

Kak Rafi hampir selalu menuruti perkataanku, mungkin karena perbedaan usia kami yang tidak terlalu jauh. Papi, Mami selalu sibuk sepanjang waktu saat kami kecil. Mereka jarang menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, hingga sekarang kami hampir memiliki segalanya berkat kerja keras mereka siang dan malam.

Sebagai putra tertua Kak Rafi memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjaga, mengawasi dan melindungiku selama Papi dan Mami tidak dirumah. Mungkin itu juga menjadi salah satu penyebab hubungan kami sedekat ini, karena biasanya dua orang anak lelaki yang usianya tidak terlalu jauh akan selalu bertengkar.

" Aduh Kak, sakit " rintihku kesakitan

" Rafa, kamu kenapa? " tanya Kak Rafi saat menghampiriku

Kak Rafi segera menggendongku dipunggungnya dan masuk kedalam Rumah, ia tampak sibuk dalam sesaat kesana kemari mencari sesuatu.

" Kak Rafi cari apa? " tanyaku polos

" Kakak cari kotak P3K Fa, kamu tau dimana tidak? Seingat Kakak ada didalam sini, tapi kenapa tidak ada ya " jawab Kak Rafi merasa bingung

" Kakak lupa ya, kemarin kan kita main Dokter bohongan di kamar Kak " jelasku memberitahu

" Astaga Kakak lupa, sebentar ya Kakak ambil dulu kotaknya " kata Kak Rafi yang langsung berlari menuju kamar

***

****

*****

" Rafa, bangun sayang " panggil Mami sembari sedikit menggoyang-goyangkan badanku

Aku tersentak bangun dari mimpiku karena guncangan Mami.

" Mami, ada apa Mi? " tanyaku setelah membuka mata

" Kamu tolong temani Resha sebentar ya, Mami sama Papi keluar dulu ada sedikit urusan " lanjut Mami

" O, iya Mi " kataku yang masih setengah mengantuk

Orang tuaku pergi untuk mengurus sesuatu, Ayah dan Ibu Resha juga tidak ada, mungkin mereka pergi saat aku tertidur semalam.

Dalam mimpiku tadi Kak Rafi selalu menjadi Dokter saat aku terluka, sekarang Kak Rafi terbaring tak sadarkan diri didepanku sementara aku sama sekali tidak bisa menjadi Dokter sungguhan untuk mengobatinya.

Kulihat Resha masih duduk disamping ranjang Kak Rafi, masih memegang erat tangannya sejak semalam. Apa yang Resha lakukan? Apa ia sama sekali tidak tidur tadi malam?

Ingin sekali rasanya aku menghibur dan menenangkan Resha seperti dulu, entah kenapa waktu yang kita jalani sekarang sudah tidak bisa kembali lagi. Mungkin hubunganku dan Resha bisa seperti saat kami masih kuliah, berteman baik bahkan lebih karena sekarang aku dan Resha menjadi Saudara Ipar. Tapi perasaanku menolak dan tidak bisa menerimanya sedikit pun.

Kuberanikan diri mendekati Resha untuk membujuknya beristirahat di sofa.

" Sha, lebih baik kamu beristirahat sebentar di sofa, biar aku yang menjaga Kak Rafi " bujukku pada Resha

" Tidak Fa, aku ingin ada disamping Kak Rafi saat ia sadar nanti " jawab Resha yang secara halus menolak bujukanku

" Ya sudah terserah kamu, aku keluar sebentar membeli sarapan dulu kalau begitu " kataku langsung pergi keluar meninggalkan Resha

****

****

Aku membeli bubur ayam kesukaan Resha agar ia mau sedikit makan, karena sejak semalam Resha menolak semua makanan yang kami berikan padanya. Semoga saja ia mau makan

setelah melihat salah satu makanan favoritnya, pikirku.

Saat aku masuk ruangan kulihat Resha masih dalam posisi duduknya tak berpindah sedikitpun, kusiapkan sarapan yang kubeli tadi untuknya.

" Sha " panggilku lirih

Resha sama sekali tidak menengok atau menjawab panggilanku.

" Resha, ini kubelikan bubur ayam kesukaanmu. Kamu makan dulu ya, sejak semalam kamu kan belum makan apa-apa Sha " kusodorkan bubur ayam didepannya agar ia sedikit melirik dan merasa tergugah untuk memakannya

" Tidak Fa terima kasih, aku tidak lapar " jawaban itu yang selalu Resha katakan

" Ya sudah, aku letakan diatas meja ya. Nanti kamu harus memakannya walaupun hanya sedikit " pintaku sambil meletakan bubur tersebut

Kuletakkan bubur ayam diatas meja samping Resha duduk, aku keluar ruangan agar Resha mau memakannya. Jujur saja, kalau keadaanku sama seperti saat kuliah dulu aku pasti akan memaksanya makan bahkan menyuapinya.

Aku duduk diruang tunggu membiarkan Resha berdua saja dengan Kak Rafi, suara panggilan masuk seketika membuatku tersadar.

" Halo Sya " sapaku pada Rasya dibalik telfon

" Kak Rafi masih belum sadar, mungkin hari ini aku tidak masuk ke Kantor Sya " kataku memberitahu Rasya

Setelah beberapa menit melakukan panggilan telfon dengan Rasya, aku memutuskan masuk kedalam ruangan untuk melihat kondisi Resha.

" Resha " teriakku segera menghampirinya

Saat membuka pintu kulihat Resha jatuh pingsan di lantai, kubaringkan Resha di sofa dan bergegas memanggil Dokter untuk memeriksa keadaannya.

****

" Bagaimana keadaannya Dok? " tanyaku khawatir

" Pasien jatuh pingsan karena kekurangan cairan dan kelelahan, saya akan meminta suster untuk menginfusnya " kata Dokter menjelaskan

" Baik Dok, lalu kapan Resha siuman Dok? " tanyaku lagi

" Pasien akan segera siuman setelah kondisi tubuhnya sudah kembali normal " lanjut Dokter

" Baik Dok, terima kasih "

Aku segera memberitahukan keadaan Resha kepada Mami dan Papi, juga kepada Ayah dan Ibunya.

****

Setelah mereka tiba di Rumah Sakit aku menjelaskan keadaan Resha kepada semua orang. Sekarang ia terbaring tak sadarkan diri disebelah Kak Rafi karena aku meminta suster menyiapkan satu ranjang lagi untuk Resha agar kami lebih mudah melihat kondisi mereka berdua.

Saat kami tengah khawatir dengan keadaan Resha, Kak Rafi tiba-tiba sadar dan memanggil kami. Semua orang menanyakan bagaimana keadaan Kak Rafi, akan tetapi ia mengatakan dan meminta sesuatu hal yang menurut kami sangat tidak masuk akal.

Karena Kak Rafi menjelaskan dan berusaha sekuat tenaga meyakinkan kami semua akan permintaannya itu. Maka Papi, Mami, Ayah dan Ibu Resha entah bagaimana akhirnya menyetujui permintaan Kak Rafi dan langsung menyiapkannya saat itu juga.

****

****

" Saya terima nikah dan kawinnya Naresha Permata Putri binti Bapak Syahputra dengan maskawin uang senilai dua juta dua ratus sebelas ribu rupiah dibayar tunai " kataku melafalkan ijab qabul dengan perasaan tak karuan

" Bagaimana para saksi? Sah? " tanya Pak Penghulu

" Sah " jawab semua orang yang ada diruangan

Aku sama sekali tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang, bagaimana ini bisa terjadi? Apa ini semua hanya mimpiku saja? tanyaku dalam hati

Kalau memang benar ini semua hanyalah mimpi dan harapanku semata, aku harus segera bangun dari tidurku, aku tidak boleh membiarkan hal seperti ini terjadi walaupun hanya dalam mimpi.

" Fa, Rafa " panggil Mami yang melihatku terus melamun setelah ijab qabul selesai

Kali ini sedikit goyangan yang Mami lakukan di pundakku bukan untuk membangunkanku dari tidur melainkan menyadarkanku dari lamunan.

" Iya Mi, maaf Rafa ketiduran lagi ya, Resha.... " aku menghentikan perkatanku saat melihat dan menyadari keadaan sekeliling

" Kamu kenapa Fa dari tadi melamun terus? " tanya Mami

" Apa? Jadi ini sama sekali bukan mimpi? Dan yang terjadi barusan adalah.... Tidak mungkin, ini sama sekali tidak mungkin " batinku

****

****

****

Terima kasih, selamat membaca 🙂

Terpopuler

Comments

Imelda Nurrahmah

Imelda Nurrahmah

kenapa rafi thor.... kok jadi raga nikah

2020-11-23

1

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!