" Mi, ayo kita pulang " ajak Papi
Sudah dua jam lebih kami berada di pemakaman menemani Mami yang masih belum siap melepaskan kepergian Kak Rafi, Orang tua Resha sudah berpamitan sejak tadi karena kondisi Resha yang belum sadarkan diri dan masih berada di Rumah Sakit.
" Tunggu sebentar Pi, Mami masih ingin disini menemani Rafi, kasian dia Pi sendirian " pinta Mami dengan suaranya yang sudah serak
" Tolong Mami jangan seperti ini, kasian Rafi disana Mi " jelas Papi terus berusaha membujuk
" Iya Mi, kasian Kak Rafi kalau Mami seperti ini terus. Kak Rafi tidak akan tenang diatas sana, Mami seharusnya mendoakan Kak Rafi supaya dia tenang di alam sana. Mami harus ingat pesan Kak Rafi, kalau ia akan selalu ada bersama kita dimana pun kita berada. Oke Mi, sekarang kita pulang ya " pintaku pada Mami dengan segala macam bujukan
" Oke Rafa, seperti yang kamu katakan Mami akan pulang sekarang " jawab Mami mengiyakan bujukanku
Akhirnya Mami mau pulang juga setelah berbagai macam jurus yang aku dan Papi lakukan, tidak sia-sia usaha kami berdua.
Setelah dari pemakaman, ku lajukan mobil menuju rumah Orangtuaku agar Mami bisa segera beristirahat di rumah. Aku membersihkan diri sebentar sebelum pergi ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi Resha. Aku tidak tau apakah dia sudah sadar atau belum, kalau sampai dia sudah sadar apa yang harus ku katakan kepadanya. Cepat atau lambat dia akan tau kalau aku dan dia telah menikah saat dia pingsan kemarin.
****
****
" Rafa, Kakak punya satu permintaan sama kamu. Kamu tidak boleh bertanya apalagi sampai menolak permintaan Kakak, ini satu-satu nya permintaan Kakak supaya Kakak bisa pergi dengan tenang dan tidak merasa bersalah " kata Kak Rafi dengan wajah sangat serius sambil menggenggam kedua tanganku
" Tapi Kak "
" Hussstt, kamu tidak boleh menolaknya Rafa " Kak Rafi memotong pembicaraanku yang berusaha menolak permintaan tidak masuk akalnya itu
Aku menoleh kearah Papi, Mami, juga Orangtua Resha dan mereka menganggukkan kepala dengan kompaknya tanda aku harus menyetujui permintaan Kakakku tadi. Kutarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab perkataan Kak Rafi.
" Oke, Rafa akan menyetujui semua permintaan Kak Rafi " kataku dengan wajah masih di penuhi beribu pertanyaan
" Tidak Rafa, Kakak hanya punya satu permintaan saja " jelas Kak Rafi yang lagi-lagi memotong perkataanku
" Iya oke oke, satu permintaan Kak Rafi ini akan aku turuti " lanjutku
" Terima kasih Fa "
Ucapan terima kasih adalah kata terakhir yang Kak Rafi ucapkan, ia tersenyum bahagia sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Kasian Kak Rafi, ia pasti menahan sakit yang teramat sakit saat berusaha membujukku untuk menikahi Resha.
Mataku berkaca-kaca saat mengingat perkataan terakhir Kak Rafi, andai saja aku tau bahwa itu adalah saat terakhirnya, aku tidak akan mengulur-ulur waktu dan segera menyetujui permintaannya. Agar Kak Rafi tidak menahan rasa sakit yang ia derita terlalu lama.
Aku segera tersadar saat airmataku jatuh membasahi pipi, aku harus segera ke Rumah Sakit.
***
****
*****
~ RESHA POV ~
" Kak Rafi " aku bangun setelah pingsan hampir tiga jam lebih
" Resha, kamu sudah bangun sayang " panggil Ibu yang tengah duduk di sebelahku
" Ibu, Resha dimana? " tanyaku bingung
" Kamu di Rumah Sakit sayang, tadi pagi kamu pingsan. Yah, Ayah, Resha sudah bangun Yah " panggil Ibu yang membangunkan Ayah dari tidur karena lelah berjaga semalaman
" Ya, Resha sudah bangun Bu? " tanya Ayah tak percaya dan segera menghampiriku
" Alhamdulillah, kamu sudah bangun Nak " lanjut Ayah mengucap syukur
" Ayah, Ibu, apa yang terjadi? " ku beranikan diri bertanya pada mereka
Ayah dan Ibu hanya diam dan saling memandang satu sama lain, saling melempar jawaban yang harus mereka jelaskan kepadaku mengenai Kak Rafi. Ayah mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan sebelum akhirnya membuka mulut.
" Resha, sebelumnya Ayah mau menanyakan satu hal sama kamu, apa kamu sudah benar-benar siap mendengarnya? " Pertanyaan adalah salah satu cara pertama Ayah dalam menjelaskan segala hal yang serius
" Ya Ayah, Resha siap apapun yang Ayah katakan Resha akan mendengarkan baik-baik penjelasan dari Ayah " kataku meyakinkan Ayah
" Baiklah, Ayah akan menjelaskan semuanya. Tapi Ayah minta kamu jangan terlalu memikirkannya " sambung Ayah lagi
" Ya baiklah, apa yang ingin Ayah katakan katakanlah. Resha ingin mendengar semuanya, jangan sampai ada yang Ayah tutup-tutupi lagi " pintaku pada Ayah
Ayah menjelaskan semuanya, semua hal mengenai Kak Rafi. Tentang penyakit Kak Rafi, mengapa ia bisa sampai meninggal dan keinginan terakhirnya.
Bak disambar petir di siang bolong, aku terkejut setelah mendengarnya. Kak Rafi? Dia meminta Rafa untuk melakukan hal itu? Aku tidak bisa memahaminya, sama sekali tidak. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kak Rafi? Aku harus pergi ke makamnya, aku harus menanyakan mengapa dia meminta hal ini.
" Ayah, Resha mau pergi ke makam Kak Rafi. Dimana Yah? " aku segera menanyakannya pada Ayah agar aku bisa pergi dan bertanya pada Kak Rafi
" Tapi Nak, kamu masih belum sepenuhnya pulih sayang " cegah Ibu merasa khawatir
" Ibu, Resha sama sekali tidak sakit Bu. Resha harus segera pergi, Ibu tolong berikan dimana alamatnya ya " pintaku sedikit memohon
Ibu melihat kearah Ayah untuk meminta pendapatnya dan Ayah langsung mengangguk menyetujui permintaanku ini.
" Baiklah sayang, tapi kamu tidak boleh pergi sendiri. Ibu dan Ayah akan pergi menemanimu " pinta Ibu memberikan syarat
" Iya, terima kasih Bu " kataku lalu memeluknya
Aku pergi bersama Ayah dan Ibu ke pemakaman Kak Rafi, ketika baru sampai di lobi kami bertemu dengan Rafa yang mungkin mau melihat keadaanku.
" O, itu Nak Rafa Bu " kata Ayah saat melihat Rafa di lobi
" Om dan Tante mau kemana? Resha? Bukankah kamu harus istirahat didalam ya? " tanya Rafa yang terkejut melihatku pergi bersama Ayah dan Ibu
" Ini Nak Rafa, Resha mau pergi ke makamnya Nak Rafi jadi kami mau mengantarnya kesana " jawab Ibuku
" Ke makamnya Kak Rafi? Apa Resha sudah... " Rafa menghentikan pertanyaannya karena takut kalau-kalau ia sampai salah bicara
" Iya, Om sudah menceritakan semuanya pada Resha karena dia terus memaksa kami untuk memberitahukan semua tentang Nak Rafi " jelas Ayah
" Baiklah, kalau begitu izinkan Rafa untuk mengantar Resha kesana. Om dan Tante pasti lelah dan ingin membersihkan diri setelah dari pemakaman tadi karena belum sempat pulang " pinta Rafa menawarkan diri
" Iya Nak Rafa, Tante juga sedikit lelah. Ayah, biarkan Nak Rafa mengantar Resha ya " kata Ibu mencoba membiarkanku pergi berdua dengan Rafa
" Iya Bu, ayo ajak Resha naik ke mobil dulu. Ayah mau bicara sebentar dengan Nak Rafa " pinta Ayah
Aku dan Ibu naik kedalam mobil Rafa lebih dulu, sementara Ayah dan Rafa entah pergi kemana setelah meminta izin untuk berbicara sebentar.
****
*****
****
Selamat membaca 🙂 terima kasih
Jangan lupa like, rate dan votenya ya 🙂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
cf°DeĢan
aku baru nyampe sini kmrn2 ntar lanjut lagi sayang klo kgk dibaca
2021-04-19
2
Little Peony
Semangat selalu Thor 🌸
2021-03-26
1
DeputiG_Rahma
10 like awalku padamu kk, salam kenal ya dari DEBU ORBIT
2020-12-11
1