BAB Keempat

Aku terbangun dari tidurku dan mendapati bahwa Kak Rafi sudah tidak ada disampingku, kemana Kak Rafi pergi pagi-pagi begini? Kusingkapkan selimut yang menutupi tubuhku semalam, lalu kulangkahkan kaki ke kamar mandi siapa tau Kak Rafi memang sedang mandi. Namun ternyata dia tidak ada disana.

" Kak Rafi, kakak dimana? " tanyaku sebelum melihat sosok yang kukenal tengah berdiri di balkon sedang menikmati indahnya pemandangan pagi ini

" Resha " jawabnya memanggil namaku

" Kakak sedang apa? " tanyaku penasaran dan mendekat

" Sini deh, kamu lihat " ajak Kak Rafi untuk segera pergi kearahnya

" Ada apa Kak? " tanyaku lagi

" Woooaaaah, indah sekali Kak " kagumku setelah melihat pemandangan yang terpampang didepanku saat ini

" Cantik bukan? "

" Iya Kak, cantik sekali " kataku dengan mulut masih menganga karena takjub

" Iya Sha, cantik seperti kamu " puji Kak Rafi lalu memelukku dari belakang

Seketika wajahku langsung merah merona karena perlakuan Kak Rafi pagi ini, membuat jantungku dag dig dug dengan kencangnya.

" Resha, kamu tau tidak? "

" Tidak Kak " jawabku langsung sebelum Kak Rafi menyelesaikan perkataannya barusan

" Hei, dengarkan dulu " protes Kak Rafi karena perkataannya yang kupotong sebelum ia meyelesaikan apa yang ingin ia katakan

" Iya Kak, Kak Rafi mau bicara apa? " aku bertanya balik

" Kamu tau tidak, sekarang Kakak tengah menjadi apa? " tanya Kak Rafi yang sukses membuatku penasaran

" Menjadi apa? Maksud Kakak, Resha tidak mengerti " jawabku polos yang memang tidak mengerti maksud dari perkataannya tadi

" Sekarang Kakak tengah menjadi laki-laki yang paling bahagia dan paling beruntung Sejagat Raya " lanjut Kak Rafi dengan senyum yang merekah lebar diwajahnya

" Kenapa memangnya? " tanyaku masih belum mengerti

" Karena Kakak akhirnya bisa menjadikanmu pendamping hidup Kakak yang sah dan memilikimu sepenuhnya " sambung Kak Rafi membuatku kembali tersenyum

" Kakak beruntung sekali bisa memiliki pendamping yang baik hati, sholehah, pengertian, plus cantik sepertimu " sambung Kak Rafi lagi yang juga sukses membuatku merah merona dan ikut tersenyum karenanya

" Kak Rafi bisa aja " jawabku sambil tersenyum malu dipelukan Kak Rafi

" Tapi Sha, ada satu yang Kakak sesali " kata Kak Rafi dan membuatku bertanya-tanya

" Apa Kak? " tanyaku penasaran

" Kenapa Kakak sekarang memeluk Resha, Resha kan belum mandi " lanjut Kak Rafi dengan nada menyindir langsung

Aku terkejut, sontak pergi menjauh kearah samping. Apa yang baru saja Kak Rafi katakan benar-benar membuatku malu setengah mati, selama ini aku selalu mandi dan berusaha perfect didepannya, dan sekarang? Aaaaaaa, tidak... Teriakku dalam hati

" Kenapa Sha? " tanya Kak Rafi yang seolah-olah lupa dengan apa yang ia katakan tadi

" Kakak " kataku pelan sambil memasang wajah cemberut

" Haha, Resha Resha. Kakak hanya bercanda, sekarang kamu adalah Istriku. Bagaimanapun penampilanmu, kamu akan selalu cantik bagiku. Karena apa Sha? " Kak Rafi mencoba bertanya agar perhatianku teralihkan

" Apa Kak? " kutanyakan balik pada Kak Rafi yang memang tidak kuketahui apa yang akan ia katakan lagi selanjutnya

" Karena, cintaku kepadamu mengalahkan pandanganku. Ayo kita mandi " ajak Kak Rafi yang juga menggendongku untuk kedua kalinya sambil tersenyum nakal

" Kakaaaaakk " teriakku sambil memukul-mukul kecil pundaknya

****

****

~ RAFA POV ~

Aku bangun sedikit lebih pagi, agar bisa berbicara kepada Papi sebelum akhirnya ia pergi ke Kantor. Selesai mandi dan berpakaian, aku langsung turun kebawah, dan benar juga Papi belum berangkat kerja.

" Pagi Pi " sapaku pada Papi yang tengah membaca koran sambil menikmati secangkir kopi

" Iya Fa, ada apa? Tumben kamu bangun pagi " jawab Papi yang setengah menyindir

" Eh Rafa sudah bangun, ayo sayang kita sarapan bersama " ajak Mami yang baru datang setelah menyiapkan sarapan

" Pagi Mi " sapaku pada Mami

Aku bingung harus mulai darimana untuk mengatakannya, melihatku yang tengah kebingungan akhirnya Mami bertanya padaku.

" Rafa, ada apa Nak? "

" Tidak apa-apa Mi " jawabku tidak mengatakannya dengan jujur

" Ya sudah, kita sarapan dulu saja. Baru nanti kamu bicarakan sama Papi dan Mami " kata Mami yang seakan tau bahwa aku akan mengatakan sesuatu yang penting

Aku mengikuti perkataan Mami untuk sarapan dulu, sebelum mengatakan apa yang sudah kujanjikan kepada sahabatku semalam.

" Rafa, sekarang kamu sudah lulus. Sebaiknya kamu bekerja di Kantor dengan Papi " saran Papi langsung disela-sela waktu makan

" Iya Fa, benar kata Papi. Kuliahmu kan Bisnis Management, kamu harus langsung turun ke Perusahaan untuk mengasah bakatmu " sambung Mami menyetujui perkataan Papi

" Maaf Pi, Mi, bisakah Rafa tidak bekerja di Perusahaan Papi? " tanyaku memberanikan diri

" Papi sama Mami ingat Rasya tidak teman SMA-ku dulu? Dia sedang membuka usaha baru, dan dia menawarkan Rafa untuk bekerjasama membangun Bisnisnya itu " lanjutku menjelaskan sebelum Papi dan Mami melarangku untuk bekerja selain di Perusahaan Papi

Papi dan Mami tampak terkejut, lalu kulihat mereka saling pandang sebelum memutuskan untuk memulai pembicaraannya.

" Memangnya sudah jelas Perusahaan apa yang akan kamu kelola itu? " tanya Papi yang terdengar seperti meragukanku

" Sudah Pi " jawabku singkat

" Emm, begini Rafa. Bukannya Papi sama Mami tidak mengijinkan kamu untuk belajar mengelola Perusahaan sendiri, tapi kamu itu sama sekali belum pernah turun langsung ke Perusahaan. Alangkah baiknya kalau kamu bekerja di Kantor Papi dulu untuk mengasah bakatmu " kata Mami menjelaskan panjang lebar yang intinya bahwa aku tidak diperbolehkan untuk mencoba bekerja diluar sana

" Tapi Mi " protesku karena memang aku tidak mau dan tidak tertarik kalau harus bekerja di Kantor Papi

" Tidak ada tapi Rafa, kalau kamu memang benar-benar mau mengelola bisnis sendiri kamu harus belajar di Kantor Papi dulu " sanggah Papi memotong perkataanku tadi

" Papi sudah selesai sarapan, Papi berangkat dulu Mi " pamit Papi

" Iya Pi, hati-hati " jawab Mami lalu mencium punggung tangan Papi begitu juga denganku

" Iya Pi " jawaban singkat yang kuberikan saat Papi pamit untuk ke Kantor

" Rafa sudah selesai Mi " lanjutku lagi lalu menaiki tangga untuk pergi ke kamar

" Rafa " panggil Mami merasa kasihan atas penolakan yang kuterima dari Papi tadi

Aku tidak menghiraukan panggilan Mami dan tetap menuju ke kamarku. Sesampainya di kamar kurebahkan lagi badanku diatas tempat tidur, aku terus berpikir kenapa nasibku seperti ini.

Ditengah lamunan tiba-tiba handphone-ku berdering, siapa yang menelfonku pagi-pagi? Aku bangkit dan kuambil sumber suara yang berbunyi tadi yang tergeletak dimeja samping tempat tidur. " Nomor baru? Siapa? " tanyaku dalam hati

" Halo Fa, ini aku Rasya " sapa seorang laki-laki diseberang sana yang ternyata adalah sahabatku yang tidak sengaja bertemu tadi malam

" Oh Rasya, darimana kamu tau nomorku Sya? " tanyaku mengingat semalam sepertinya aku belum memberikan nomorku

" Tentu saja aku tau, ini kan nomor kamu sewaktu kita SMA dulu " jawab Rasya membuatku kaget karena ia masih memiliki nomor handphone-ku

Sejak lulus SMA memang aku tidak mengganti nomorku seperti teman-temanku yang lain, aku tidak terlalu suka gonta-ganti nomor. Saat aku memiliki sesuatu, apapun itu aku tidak akan pernah menggantinya. Begitu juga saat aku menyukai suatu hal aku akan tetap dan selalu menyukai hal itu, tanpa terkecuali.

" Ada apa Sya? " tanyaku langsung paham bahwa Rasya pasti menelfonku karena ada sesuatu yang penting sementara kami baru saja bertemu tadi malam

" Aku mau mengajakmu bertemu di Cafe biasa jam 10 siang ini " jawab Rasya langsung

" Oke, aku akan menemuimu nanti " kataku menyetujui ajakan Rasya lalu kututup telfonnya

*****

*****

Selamat membaca kakak2 semua 😉

Jangan lupakan like, vote, dan rate-nya ya kak ☺️

Kasih komentar juga tidak apa-apa ☺️

Terima kasih 👍

Terpopuler

Comments

StrawCakes🍰

StrawCakes🍰

like ❤

2021-04-02

1

Dandeliond⭑ᵉᶥᶠ

Dandeliond⭑ᵉᶥᶠ

hayooo Rasya ada apa. ..

semangat mba 😍😍

2020-03-31

1

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!