BAB Ketigabelas

Aku akhirnya pergi ke rumah Orangtuaku dan mencoba menanyakan segala pertanyaan yang belum terjawab, dalam perjalanan aku memikirkan dan memilah-milah apa yang harus kutanyakan pada mereka nanti.

tok tok tok

" Assalamu'alaikum, Ayah Ibu " ku ketuk pintu dan ku ucap salam pada Ayah dan Ibu

Kini setelah menikah aku sudah tidak bisa seperti dulu lagi, tidak perlu mengetuk pintu hanya mengucapkan salam dan langsung masuk begitu saja karena aku masih berstatus putri mereka. Namun sekarang, aku harus menunggu mereka menjawab salam dan membukakan pintunya untukku karena statusku sekarang sudah berganti menjadi istri dan menantu di rumah orang lain.

" Wa'alaikumsalam sebentar ya " teriak Ibu di belakang sana seperti sedang melakukan suatu hal yang sibuk

" Resha, astaga putri Ibu disini, Ibu kangen sekali Nak " Ibu terkejut setelah membuka pintu dan melihatku yang mengetuk pintu tadi

" Iya Ibu, Resha juga kangen " aku membalas pelukan Ibu dengan erat

Ini adalah hari pertama aku bertemu dengan Ibu, setelah beberapa hari melewati kejadian yang tidak terbayangkan dalam keluarga kami kemarin.

" Ayo kita masuk Nak, Ibu sedang membuat kue di dapur " ajak Ibu

" Membuat kue Bu? Buat siapa? " tanyaku sedikit penasaran

" Buat kamu dan Pak Handoko sekeluarga dong, tadinya setelah kuenya selesai di buat Ibu dan Ayah berencana pergi kesana. Tapi karena sekarang Resha ada disini, nanti biar Resha yang bawa saja sekalian " jelas Ibu

" Kenapa Ayah dan Ibu tidak ikut Resha kesana saja Bu? " tanyaku

" Tidak apa-apa Resha, kamu saja yang bawa. Ayah dan Ibu harus pergi keluar kota sebentar " jelas Ibu lagi

" Keluar kota? Kemana Bu? Ke rumah siapa? " tanyaku bertubi-tubi

" Ke rumah teman Ayah di Semarang, dia mau mengadakan acara dan mengundang kami untuk datang kesana " lanjut Ibu

" Oh " kataku singkat

" O ternyata kuenya sudah matang. Semoga rasanya enak " kata Ibu sambil mengeluarkan kue dari oven

" Tentu saja dong Bu, kue buatan Ibu kan selalu enak " pujiku tersenyum lebar

Setelah kue yang Ibu buat sudah agak dingin, aku mencoba beberapa dan seperti yang kukatakan tadi kue buatan Ibuku memang selalu enak hingga membuatku ketagihan.

Ditengah acara makan kue, aku baru ingat apa tujuanku datang kesini.

" Ibu, Ayah dimana? Kenapa Resha tidak melihat Ayah dari tadi? " tanyaku mulai membuka percakapan serius

" Ayah sedang keluar untuk membeli barang yang akan dibawa ke Semarang nanti, memangnya ada apa Nak? " tanya Ibu yang masih sibuk sendiri dengan kuenya sejak tadi

" Tidak apa-apa "

" O iya Bu, boleh Resha tanya sesuatu sama Ibu? " sambungku

" Iya boleh, memangnya Resha mau tanya apa Nak? " kata Ibu menyetujui

" Begini Bu, Resha mau tanya saat sebelum Kak Rafi pergi Ibu dan Ayah ada disana kan? " aku berusaha sedikit memberanikan diri bertanya pada Ibu

Untuk sesaat Ibu menghentikan kegiatannya setelah mendengar pertanyaanku kali ini, sepertinya Ibu sedikit terkejut dan tidak menyangka aku akan bertanya tentang hal itu secepat ini. Dan Ibu hanya menganggukan kepala tanda setuju bahwa mereka memang ada disana saat itu.

" Lalu apa yang Kak Rafi katakan Bu? " lanjutku to the point

Ibu diam sejenak seperti tengah berfikir sebelum akhirnya menjawab pertanyaanku.

" Saat itu Nak Rafi hanya mengatakan dan meminta satu hal kepada kami semua, yaitu menikahkanmu dengan Rafa " jawaban Ibu membuatku tersadar bahwa yang dikatakan Rafa ternyata benar, karena Ibu tidak pernah berbohong kepadaku

" Lalu apa lagi yang Kak Rafi katakan Bu? " tanyaku mulai menggali-gali

" Nak Rafi tidak mengatakan apa-apa, hanya meminta kami semua agar hidup bahagia dan sehat selalu " jawaban Ibu membuatku sedikit kecewa

" Benar Bu? Hanya itu yang Kak Rafi katakan? " desakku

" Iya Resha, hanya itu " jawaban Ibu kembali membuatku kecewa

" Tapi tunggu sebentar, sepertinya saat itu Nak Rafi memberikan sebuah surat pada Nak Rafa tapi Ibu tidak mengetahui apa isinya karena Nak Rafa segera menyimpannya " kali ini perkataan Ibu membuatku bersemangat

Sepertinya ada harapan atas pertanyaanku dibalik surat itu, aku harus segera mencarinya.

" Resha, tunggu dulu Nak. Kamu mau kemana? " tanya Ibu yang terkejut melihatku pergi dengan tiba-tiba

Aku menghentikan langkah dan berbalik menghadap Ibu.

" Resha ada urusan sebentar Bu, Resha pergi dulu ya " pamitku

" Tunggu dulu Nak, Resha duduk dulu disini " cegah Ibu

" Kenapa Bu? Resha kan bilang ada urusan sebentar " rintihku

" Iya Ibu tau tapi kamu duduk dulu sebentar, tunggu Ibu menyiapkan ini Nak. Tadi Ibu kan sudah bilang kamu harus membawa ini untuk keluarga Nak Rafa disana " lanjut Ibu sambil memasukkan kue kedalam kotak

" Iya iya, Resha tunggu " kataku kembali memakan kue

" Ini dia kuenya, tolong berikan kepada Ibu mertuamu ya dan Ibu titip salam buat keluarga disana " kata Ibu

" Iya Ibu, kalau begitu Resha pamit ya Bu Assalamu'alaikum " kataku mencium punggung tangan Ibu dan mengucap salam

" Iya Resha, hati-hati di jalan ya Nak, Wa'alaikum salam " jawab Ibu membalas salamku

Dalam perjalanan pulang ke rumah Mami aku terus berfikir, dimana aku harus mencari surat yang diberikan Kak Rafi kepada Rafa. Pasti ada didalam kamar Rafa, tapi bagaimana caraku untuk bisa masuk kesana?

****

*****

****

~ RAFA POV ~

" Bagaimana Sya keadaan Perusahaan beberapa hari ini? " tanyaku pada Rasya setelah beberapa hari aku cuti

" Aman Fa, sudah aku urus semuanya. Bagaimana keadaan keluargamu sekarang Fa? " tanya Rasya penasaran setelah bertemu mereka terakhir kali di pemakaman Kak Rafi

" Sudah lebih baik, mereka sudah mengikhlaskan kepergian Kak Rafi dan mulai menata hidup mereka kembali " jelasku

" Syukurlah kalau begitu, aku khawatir sekali saat melihat keadaan Ibumu saat itu. Lalu bagaimana dengan Resha, bukankah kamu bilang bahwa kamu sudah menikahinya? Apa itu benar Fa? " tanya Rasya yang selalu penasaran dengan kisahku dan Resha

Aku mulai menceritakan dan menjelaskan semuanya kepada Rasya, termasuk mengenai surat dan video itu. Hanya dengan menceritakannya kepada seseorang yang kupercaya membuatku sedikit lebih tenang dan nyaman. Aku meminta sedikit solusinya, apa yang harus aku lakukan saat ini untuk menghadapi Resha.

****

****

Tidak terasa waktu pun berlalu dengan cepat dan berganti malam, aku tidak menyangka pekerjaanku akan sebanyak ini akibat cuti kemarin. Kulihat jam dinding di ruanganku sudah menunjukkan pukul 7.30 malam dan kuputuskan untuk segera pulang. Pulang? aku harus pulang kemana malam ini? ke Apartment atau ke rumah Papi Mami?

Kurasakan sesuatu bergetar dalam saku celanaku, dan kulihat nama Mami tertera didalamnya.

" Halo Mi " kataku setelah mengangkat telfon dari Mami

" Rafa, kamu pulang ke rumah Mami kan sayang? Mami sudah meminta bi Yem memasakkan makanan kesukaan kamu, kamu pulang kesini ya Fa " pertanyaan Mami yang menurutku sudah dipaksakan jawabannya sama Mami dan mau tidak mau aku harus menurutinya

" Iya Mi, Rafa pulang ke rumah Mami sekarang " kataku mengiyakan permintaan Mami

" Baiklah, Mami tunggu di rumah ya sayang. Hati-hati bawa mobilnya " lanjut Mami

" Iya Mi " kataku sebelum menutup telfon

****

****

****

****

**Selamat membaca 🙂

Jangan lupa like, rate dan votenya ya

Terima kasih 🙂**

Terpopuler

Comments

DeputiG_Rahma

DeputiG_Rahma

likee

2020-12-12

1

Imelda Nurrahmah

Imelda Nurrahmah

jujur ya aja babang Rafa. supaya hidup damai

2020-11-29

5

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!