Satu jam sebelum aku pulang ke Apartment.
" Rafa, apa yang kamu lakukan? " tanya Rasya begitu sampai di ruanganku lagi
" Apa maksud kamu Sya, tentu saja bekerja " balasku
" Tidak boleh, berikan padaku Fa " pinta Rasya
" Berikan apa? " tanyaku bingung dengan perkataan Rasya yang mulai ngelantur
" Berikan semua dokumen, aku yang akan menghandle dan mengerjakan semuanya " lanjut Rasya dan segera mengambil beberapa berkas dokumen-dokumen penting yang tengah aku kerjakan
" Rasya, apa maksud kamu? Kenapa kamu mengambil semua pekerjaanku? Dan apa yang sebenarnya coba kamu katakan sejak tadi? " tanyaku pada Rasya dengan bertubi-tubi pertanyaan
" Hehe, tenang Fa, tenang. Biar ku jelaskan dulu " balas Rasya
" Memang seharusnya kamu menjelaskan maksud dari perkataan dan tindakanmu itu Rasya " kataku dengan nada yang sedikit ku naikkan
" Iya baiklah, maksudku itu kamu seharusnya pulang ke Apartment dan mengambil cuti untuk melakukan acara bulan madu Rafa, bukan sibuk di Kantor mengerjakan semua ini " jelas Rasya
" Mengambil cuti? Bulan madu? Tidak ada yang bisa ku lakukan untuk hal itu sekarang ini " bantahku
" Rafa, dengarkan temanmu ini. Bukankah kamu tadi sudah melihat bahwa Resha datang ke Kantor hanya untuk mengantarkan bekal makan siang untukmu? Seharusnya kamu bisa melihat bahwa hubunganmu dan Resha menjadi lebih baik, dan yang perlu kamu lakukan sekarang adalah mengambil cuti, pulang ke rumah Apartment agar hubungan kalian berdua kembali seperti dulu dan menjadi lebih dekat lagi " lanjut Rasya menjelaskan dengan begitu detail
" Apa aku perlu melakukan semua itu? " tanyaku memastikan
" Tentu saja " jawab Rasya dengan penuh percaya diri
" Baiklah aku pulang sekarang, tapi aku tidak akan mengambil cuti. Kamu kan tau aku baru beberapa bulan bergabung denganmu di Perusahaan ini, tidak mungkin bagiku untuk mengambil cuti sekarang ini " jelasku
" Ya oke oke, terserah kamu. Yang penting sekarang kamu harus pulang " balas Rasya penuh penekanan
****
****
Waktu menunjukkan pukul 3.40 sore saat aku meninggalkan Kantor. Aku segera menuju tempat parkir dimana mobilku terparkir, ku lajukan mobil untuk pulang ke rumah Apartment tanpa ragu.
Saat setengah perjalanan, aku melambatkan laju mobil dan berpikir..... Apa yang aku katakan saat Resha bertanya, mengapa aku pulang begitu cepat dan apa yang harus kubicarakan dengannya saat di rumah nanti?
Ini semua gara-gara Rasya, dia menyuruhku segera pulang tapi dia tidak memberiku saran sedikitpun.
Sudahlah, akan ku pikirkan nanti begitu sampai di rumah.
****
Hanya butuh dua puluh menit untuk aku sampai di Apartment, aku terus berpikir ditengah perjalananku menaiki lift. Apa yang Resha lakukan? apa aku tidak menganggu kegiatannya dengan pulang lebih cepat dari biasanya?
nit nit.. nit nit
Aku menekan sandi pintu rumah, begitu aku membuka pintu kulihat Resha tengah berdiri membelakangiku hanya dengan memakai jubah mandi dan handuk yang membungkus rambutnya. Segera ku tutup pintu agar tidak ada orang yang melihat, dan saat itu juga Resha berbalik menghadap ke arahku.
Resha tampak terkejut melihat ada orang yang masuk ke rumah jam segini dan orang itu adalah aku, Rafa, suami yang baru seminggu menikahinya. Aku semakin terkejut saat ku lihat tetesan air mengalir melewati lehernya, dan itu membuatku sedikit menelan ludah.
Aku akui Resha memang jauh lebih cantik dan lebih fresh saat ia baru selesai mandi dengan handuk yang bertengger diatas kepalanya itu, belum pernah ku lihat Resha secantik ini sebelumnya. Meskipun ia memakai riasan saat menikah dengan Kak Rafi dulu, namun Resha tak secantik seperti sekarang ini.
Apa karena sekarang dia terlihat lebih fresh dan lebih natural, mungkin itu yang membuatnya berbeda dari biasanya.
Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku saat ini, begitu juga dengan Resha. Kami berdua hanya saling memandang dan sibuk dengan argument dalam pikiran masing-masing.
****
****
****
****
~ RESHA POV ~
Rafa nampak terkejut melihatku hanya memakai jubah mandi, dan itu terlihat dari ekspresinya. Aku juga sama terkejutnya melihat Rafa sudah berdiri di depanku saat ini. Rafa sudah pulang? mengapa tiba-tiba? dan apa yang akan dia pikirkan saat melihatku seperti ini?
" Resha " panggil Rafa lirih
Aku tersentak dan segera berlari menuju kamar, aku menyalahkan kebodohan atas apa yang ku lakukan sekarang, bisa-bisanya aku keluar kamar hanya dengan jubah mandi yang tidak pernah aku lakukan selama hidupku. Dan kenapa pula Rafa harus pulang di saat seperti ini?
tok tok tok
Aku kembali terkejut dengan suara ketukan di pintu kamarku.
" Sha, kamu tidak apa-apa? " tanya Rafa
" Tidak Fa, aku tidak apa-apa. Ada apa? tanyaku balik pada Rafa
" Aku hanya ingin tanya sesuatu, bisa kamu keluar sebentar " pinta Rafa
" Iya, tunggu sebentar " aku segera mengambil pakaian dan bergegas memakainya
Aku membuka pintu, namun tidak melihat Rafa disana. Dimana Rafa? Lalu ku cari ke ruang tengah dan ternyata dia sedang duduk dan membaca sebuah majalah di sofa.
" Ada apa Fa? Apa yang ingin kamu tanyakan? " tanyaku lagi
" Apa kamu tidak mengecek bahan makanan di kulkas Sha? " tanya Rafa kemudian
" Bahan makanan? Astaga, aku lupa kalau bahan makanan di kulkas sudah habis ku masak tadi siang. Aku akan bersiap untuk pergi belanja sekarang juga " kataku
" Tunggu Sha, apa kamu tau dimana harus membeli semua bahan makanan? " tanya Rafa lagi
Aku hampir lupa bahwa aku belum ada sehari tinggal di Apartment ini, aku sama sekali tidak mengetahui daerah sini. Saat tiba di Apartment aku baru pergi ke tempat kerjanya Rafa, itu juga aku hanya tinggal naik taksi di depan dan memberikan alamatnya kepada Pak Supir.
Rafa seperti melihat kebingungan dari wajahku.
" Aku akan ikut denganmu " kata Rafa
" Apa? " tanyaku tidak percaya
" Kamu tidak tau daerah sini dan tempat dimana harus berbelanja, makanya aku akan ikut dan menunjukkan beberapa tempat yang perlu kamu ketahui. Sekarang kamu bersiap, kita berangkat sekarang juga " lanjut Rafa
" I iya iya, aku akan bersiap dengan cepat " balasku dan langsung masuk kembali ke dalam kamar untuk berganti pakaian
****
Beberapa menit kemudian, aku keluar dari kamar dan bertemu Rafa di depan yang juga telah berganti pakaian dengan baju biasanya.
" Kamu sudah siap? " tanya Rafa memastikan
" Iya " jawabku singkat
" Baiklah, ayo kita berangkat untuk belanja kebutuhan sehari-hari " ajak Rafa
*Ada apa denganku? mengapa aku merasa sedikit gugup? ini bukan pertama kalinya aku pergi berdua dengan Rafa. Padahal kami dulu juga sering pergi berdua, pergi makan, lihat pameran, nonton bioskop dan yang lainnya.
Tenanglah Resha, tenangkan dirimu. Ini hanyalah pergi belanja kebutuhan sehari-hari, apa yang kamu gugupkan*?
" Resha " panggil Rafa setelah sampai di depan mobil
" Ya, ada apa? " tanyaku polos
" Kamu tidak akan naik ke mobil? " tanya Rafa
" Oh, iya iya. Aku naik ko " balasku
Aku dan Rafa naik ke mobil dan pergi belanja di supermarket terdekat.
****
*****
****
**Selamat membaca 🙂
Jangan lupa like, vote dan rate-nya ya
Kasih kritik dan sarannya juga tidak apa-apa
Terima kasih 🙂**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
TK
lanjut bommm
2021-04-23
1
Imelda Nurrahmah
semoga mereka makin dekat dan mesra yaaaa
kasian babang rafa
2020-12-08
1