" Ibu dan Ayah pulang dulu ya Nak " pamit Ibuku sambil memelukku
" Iya Bu, hati-hati ya " kataku
" Resha, ingat pesan Ibu " lanjut Ibuku setelah melepaskan pelukannya
" Iya Bu, pasti akan Resha ingat selalu " kataku dengan tegas
" Nak Rafi, tolong jaga putri Ayah ya. Kalau dia nakal pukul saja pantatnya " kata Ayahku berpamitan dengan Kak Rafi
" Pasti Yah, Rafi akan selalu menjaga Resha sebaik mungkin selama Rafi masih hidup " kata Kak Rafi
" Jangan lupa, Nak Rafi harus terus berjuang dan berdo'a. Semangat 45 pokoknya " lanjut Ayahku dengan nasihatnya
" Ayah " cegahku
" Iya Yah, pasti. Semangat 45 " sahut Kak Rafi dengan mengepalkan tangannya tanda semangat
" Semangat " jawab Ayah
" Ayah, ngomong apa sih Yah " cegahku sebelum Ayah membahas kemana-mana
Ayahku hanya melihatku dengan senyum yang tidak kumengerti, apa yang dibicarakan Ayah dengan Kak Rafi sejak tadi? batinku
" Ayah, ayo " ajak Ibuku
" Iya Bu, ayo. Jangan lupa ya Nak Rafi " kata Ayah sambil berjalan meninggalkanku dan Kak Rafi didepan rumah Papi Mami
Aku masih berdiri ditempatku dan terus melambaikan tangan hingga Ayah Ibuku tidak terlihat lagi bayangannya. Aku meneteskan airmata, ini pertama kalinya aku jauh dari Ayah dan Ibu, aku pasti akan sangat merindukan mereka nantinya.
" Resha " panggil Kak Rafi lalu memelukku
" Resha pasti akan sangat rindu Ayah dan Ibu Kak " kataku tak kuat menahan airmata
Aku menangis dalam pelukan Kak Rafi, ini pertama kalinya Kak Rafi memelukku. Karena selama kami menjalin hubungan dulu, Kak Rafi hanya memegang tanganku saja. Aku bisa merasakan detak jantung Kak Rafi yang begitu cepat dan kencang, mungkin ia juga merasakan deg-degan seperti yang kualami sekarang.
" Resha, kamu tenang ya. Ada Kakak disini, Kakak akan selalu menjaga dan membuat Resha bahagia selamanya " kata Kak Rafi dengan hangatnya lalu mengusap airmata yang jatuh dipipiku
" Iya Kak " balasku singkat
" Kita masuk yuk " ajak Kak Rafi
Aku hanya mengangguk dan mengikuti Kak Rafi dari belakang. Kulihat Mami sedang menonton tv diruang tengah, aku dan Kak Rafi pun menghampiri dan menemani Mami.
" Eh ada kesayangan Mami, sini Nak " kata Mami setelah melihatku dan Kak Rafi mendekat
" Bagaimana? Kalian mau Honeymoon kemana? " tanya Mami setelah aku dan Kak Rafi duduk
" Mami, memang harus ya kita langsung Honeymoon? " tanya Kak Rafi balik
" Tentu saja sayang, kalian itu butuh waktu untuk berdua dulu. Jadi, kemana kalian akan pergi? " Mami terus bertanya
" Rafi belum memikirkannya Mi " jawab Kak Rafi
" Bagaimana kalau ke Korea saja? Disana banyak pemandangan bagus " kata Mami memberikan saran
" Boleh juga Mi, Resha juga pengin kesana dari dulu " kataku sambil tersenyum
" Tuh kan, Istri kamu juga pengin kesana " bujuk Mami
" Kamu benar mau kesana Sha? Bukan karena bujukan Mami kan? " tanya Kak Rafi serius
" Iya Kak, Resha benar-benar pengin ke Korea dari dulu " lanjutku lagi
" Baiklah, Rafi dan Resha akan pergi ke Korea. Mami yang urus semuanya ya " pinta Kak Rafi
" Iya sayang, kamu tenang saja. Mami akan urus semuanya langsung, lebih baik kalian pergi ke kamar untuk bersiap-siap " kata Mami dengan semangat
" Secepat itu Mi? " tanya Kak Rafi
" Tentu saja, hari ini juga kalian berangkat " jawab Mami dengan yakin
Aku dan Kak Rafi pergi ke kamar untuk bersiap-siap, tidak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa aku akan pergi berlibur ke Korea, dan yang menemaniku adalah Suamiku sendiri, Kak Rafi. Itu pasti akan menjadi kenangan yang sangat sangat indah, batinku tersenyum sendiri.
" Ada apa Sha? Kenapa senyum-senyum sendiri? Sedang memikirkan apa hayooo " tanya Kak Rafi menggoda
" Kak Rafi, tidak kok Kak. Resha cuma tidak menyangka akan pergi berlibur ke Korea bersama Kak Rafi " jawabku dengan senyum yang tidak bisa kutahan
" Sepertinya Resha benar-benar pengin pergi ke Korea ya? " tanya Kak Rafi
" Tentu saja, memangnya Kakak tidak melihat senyum bahagia diwajahku ini? " tanyaku sambil mendekat kearah Kak Rafi
" Kakak lihat Resha sangat bahagia setelah mendengar Mami bilang kita akan Korea tadi " kata Kak Rafi
" Iya " kataku singkat lalu menyibukkan diri dengan mempersiapkan apa saja yang harus kami bawa ke Korea nanti
" Resha " panggil Kak Rafi lalu mendekat kearahku
" Iya Kak? " tanyaku yang tengah sibuk dengan urusanku
" Sha " kata Kak Rafi lalu memegang pundakku dan ia hadapkan badanku didepannya
" Iya Kak, ada apa? " tanyaku bingung melihat tingkah Kak Rafi
Kak Rafi memegang daguku, lalu ia pun mencium bibir merahku dan menarikku hingga kepelukannya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuatku dan Kak Rafi terkejut, aku reflek mendorong tubuh Kak Rafi menjauh.
" Rafi, Resha, ini Mami sayang " kata Mami dari balik pintu
" Ada apa Mi? " tanya Kak Rafi
" Boleh Mami masuk Nak? " tanya Mami meminta izin untuk masuk
" Iya Mi boleh, masuk saja " jawab Kak Rafi mencoba santai
Aku yang masih syok dengan apa yang Kak Rafi lakukan tadi membuatku berdiri mematung, sampai Mami menyadarkanku dari apa yang aku pikirkan tadi.
" Resha, kamu kenapa Nak? " tanya Mami membuatku sadar
" Ah, tidak apa-apa Mi " jawabku mencoba menyantaikan diri
" Resha tidak apa-apa kok Mi, dia hanya merasa sangat senang akan berlibur ke Korea " jawab Kak Rafi dengan santai lalu ia mengedipkan satu matanya kepadaku
Aku yang mendengar perkataan Kak Rafi dan melihatnya mengedipkan satu matanya padaku, membuatku tersipu malu. Kak Rafi bikin aku malu saja, batinku.
" Ya sudah kalau begitu, ini tiket kalian ke Korea. Kalian berangkat pukul 5 sore nanti " kata Mami sambil memberikan kami tiketnya
" Iya, terima kasih Mi " kata Kak Rafi
" Terima kasih ya Mi, Mami sudah repot-repot mengurus semuanya untuk Resha dan Kak Rafi " kataku lalu memeluk Mami
" Iya, sama-sama sayang. Kalian senang-senang ya disana, terus pulang bawa berita gembira untuk Mami dan Papi " sahut Mami membalas pelukanku
" Mami " cegah Kak Rafi
" Kenapa sayang? Kalian itu harus segera memberikan Mami cucu, Mami kan sudah tidak sabar " kata Mami dengan wajah memelas
" Iya Mami, Rafi dan Resha pasti pulang dengan membawa berita bahagia " kata Kak Rafi dengan pasti
" Kakak " kataku dengan wajah malu
Mami dan Kak Rafi tertawa bersama, melihat wajahku yang tersipu malu. Aku juga ikut bahagia melihat Suami dan Ibu Mertuaku tertawa bahagia seperti itu. Semoga saja aku dan Kak Rafi tidak mengecewakan Mami dan Papi, untuk segera memberikan mereka cucu.
" Mami " panggil Rafa dari depan pintu membuyarkan tawa kami
" Iya Nak, ada apa? " tanya Mami
" Ada telfon buat Mami " kata Rafa singkat
Lalu Rafa langsung meninggalkan kami semua yang masih berdiri mematung. Raut wajahnya semakin tidak enak dilihat, apa ada sih sebenarnya dengan Rafa? tanyaku dalam hati.
*****
*****
Selamat membaca kakak2 semua, semoga suka ya 😉
Jangan lupakan like, vote, dan rate-nya ya kak ☺️
Kasih komentar juga tidak apa-apa ☺️
Terima kasih 👍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
StrawCakes🍰
semangat Up kak 🤗
2021-04-02
1
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
Nice thor, semangat terus yah kk
2021-03-31
1
vyrentia
Kak Rannty aku hadir ni udh boomlike
seru ya kak ke Korea
2020-03-28
3