Kulajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju tempat dimana aku dan Rasya janjian, dulu sewaktu SMA kami suka nongkrong di Cafe saat bosan dan memiliki waktu senggang. Aku mulai diperbolehkan mengendarai mobil sendiri satu tahun sebelum lulus kuliah, karena pasti akan sangat sibuk mengurus skripsi. Papi dan Mami tidak mau membuat supir di rumah harus bolak-balik dari Rumah - Kantor - Kampus, karena biasanya aku selalu berangkat bersama Papi lalu pulang naik taksi atau bis.
Sekitar 15 menit berkendara, aku pun sampai di Cafe.
Setelah memarkirkan mobil aku segera masuk dan mencari keberadaan Rasya. Kulihat Rasta tengah duduk didekat jendela sambil menikmati minumannya, aku pun segera menghampiri Rasya dan duduk didepannya.
" Hai Sya maaf, sudah menunggu lama ya? " tanyaku yang merasa telat lima menit dari waktu yang kami janjikan
" Tidak apa-apa Fa, aku juga baru sampai. Kamu mau pesan apa? " tanya Rasya lalu memanggil pelayan
" Aku pesan Cappuccino aja Mba " kataku pada pelayan yang baru datang
" Iya Pak, ditunggu sebentar ya " jawab pelayan tadi
Setelah pelayan pergi aku memajukan kursiku sedikit, lalu kutanyakan maksud dari Rasya memintaku untuk bertemu. Ditengah percakapan kami, pelayan datang memberikan pesananku.
" Akh " aku berteriak kesal
Aku memesan Cappuccino, itu adalah minuman yang biasa ku pesan saat kuliah dulu bersama Resha. Kenapa aku bisa lupa? Minuman itu mengingatkanku lagi dengan kebersamaanku dan Resha. Dulu aku tidak menyukai Cappuccino, namun Resha selalu memesankanku minuman itu tanpa menanyakanku apa yang ingin ku pesan. Karena terlalu sering dicekoki Cappuccino oleh Resha, lama-kelamaan aku pun menyukainya bahkan mungkin lebih dari Resha menyukai minuman itu.
" Kenapa Fa? " tanya Rasya yang terkejut dengan teriakanku
Pertanyaan Rasya membuatku tersadar, seharusnya aku tidak perlu mengingat kenangan-kenangan itu lagi. Semua itu hanya akan melukaiku terus menerus, tanpa bisa ku obati.
" Maaf Sya, aku tidak apa-apa. Aku ke toilet sebentar ya " pamitku pergi ke toilet sekedar untuk membasuh muka
" Iya iya, silahkan Fa " jawab Rasya
Kubasuh mukaku langsung begitu sampai di sana, kupejamkan mataku didepan cermin. Lalu kulihat pantulan diriku dicermin, " Aku harus bisa dan aku pasti bisa " kataku dalam hati memberi semangat pada diriku sendiri.
Setelah selesai dengan urusanku, aku pun kembali ketempat dimana aku dan Rasya berbincang. Kulihat dia tengah memegang sebuah map, entah berisi apa.
" Maaf Sya " kataku untuk yang kesekian kali setelah kembali dari toilet
" Tidak apa-apa Fa, ini. Baca di rumah saja, sepertinya kamu tidak sedang dalam kondisi baik " timpal Rasya sambil menyodorkan map yang ia pegang tadi
" Apa ini? " tanyaku penasaran
" Sudah, sebaiknya kamu pulang dan istirahat. Aku pergi dulu ya " pamit Rasya setelah menyuruhku untuk pulang
Belum sempat kujawab, Rasya sudah berjalan meninggalkanku. Kulihat ia masuk kedalam mobil dan melajukannya dari balik jendela. Akhirnya aku juga memutuskan untuk pulang ke rumah.
*****
*****
~ RESHA POV ~
" Kita mau kemana Kak? " tanyaku pada Kak Rafi yang tengah bersiap
" Rahasia " jawab Kak Rafi berbisik ditelingaku lalu mencium pipiku
Aku mendengus kesal karena Kak Rafi tidak mau memberitahukannya padaku kita akan kemana. Kulipat tanganku didada dan duduk ditepi ranjang masih dengan wajahku yang cemberut.
" Resha sayang, masih mau jalan-jalan tidak? " tanya Kak Rafi setelah selesai bersiap
" Kalau tidak jadi jalan-jalan, lebih baik kita tidur lagi aja yuuu " goda Kak Rafi dengan mengedipkan sebelah matanya
Harus kuakui kalau aku dan Kak Rafi belum melakukan sesuatu seperti pengantin baru pada umumnya, karena terlalu lelah setelah perjalanan panjang. Semalam ketika aku selesai mandi Kak Rafi sudah tertidur dengan pulasnya dan aku tidak akan tega membangunkannya karena ia terlihat sangat lelah. Begitu juga saat kami selesai acara pesta kemarin, belum ada yang terjadi dan alasannya masih sama yaitu karena terlalu lelah dengan pesta, dimana kami harus terjaga seharian untuk menyambut para tamu dan keluarga.
Kami hanya tidur bersama sambil memeluk tubuh pasangan layaknya bantal guling, sejauh yang kualami kami baru sampai tahap pelukan dan ciuman dibibir dan itu juga diganggu oleh Mami mertuaku. Tapi hal itu sudah membuatku dag dig dug tak karuan, merah dipipi, dan bahagia tentunya.
" Eh iya iya jadi Kak, ayo buruan " jawabku langsung
****
Karena sudah ada di Korea, aku meminta Kak Rafi untuk mengajakku jalan-jalan keliling ke tempat wisata tercantik yang ada di Korea untuk beberapa hari kedepan.
Aku tidak mau melewatkan kesempatan ini tentunya, kami pergi kebeberapa tempat indah hampir seharian. Hingga melupakan waktu makan siang, karena sekarang sudah masuk waktu sore.
" Aduh Kak, aku kelaparan sekarang " rintihku pada Kak Rafi sambil memegangi perut
" Kamu sih dibilang suruh makan siang dulu, kita kan cuma makan sedikit waktu sarapan di Hotel tadi pagi " jawab Kak Rafi seperti menyalahkanku
" Iya Kak, maaf. Habisnya aku kan masih menikmati waktu jalan-jalan, menikmati indahnya sudut-sudut Korea " kataku dengan menundukkan kepala merasa bersalah
" Ya sudah, ayo kita makan dulu. Kamu mau makan apa? " tanya Kak Rafi sambil mencari Restoran terdekat
" Apa saja Kak yang penting halal " jawabku sambil tersenyum lebar
" Ya sudah, ayo " ajak Kak Rafi memegang tanganku lalu berjalan menuju ke Restoran terdekat
****
Setelah sampai di Restoran Kak Rafi memesan makanan khas Korea Selatan tentunya, Ia memesan beberapa menu untuk memanjakan lidah Istrinya ini. Makanan yang Kak Rafi pesan adalah Dakgalbi, Jjangmyeong, Sup Samgyetang dan Kimchi beserta minumannya.
Akhirnya setelah menunggu beberapa menit pesanan kami pun sampai, " Waaahh, sepertinya ini enak sekali " kataku dalam hati sambil menelan ludah tanda tak sabar ingin segera menikmati makanan lezat ini.
" Ayo makan Sha " ajak Kak Rafi yang melihatku sudah tidak sabar ingin segera melahap semua makanannya
" Iya Kak " sahutku dan mulai kumasukkan makanan kemulutku
" Waaaahh, ini enak sekali Kak " seruku kegirangan seperti anak kecik yang mendapat permen
" Kalau enak cepat habiskan, setelah itu kita pulang ke Hotel ya " pinta Kak Rafi karena sudah cukup lelah jalan-jalan hampir seharian
" Oke Kak " sahutku dengan memasukkan makanan kemulutku lagi
****
Hanya beberapa menit, ritual makan siang menjelang sore kami pun selesai. Aku dan Kak Rafi segera pulang ke Hotel karena hari juga sudah menjelang sore.
Begitu sampai di Hotel Kak Rafi langsung menjatuhkan dirinya ke ranjang, aku mengikuti Kak Rafi dan memeluknya sebagai tanda bahwa aku senang sekali hari ini. Aku dan Kak Rafi berbincang-bincang sejenak hingga akhirnya kami tertidur tanpa sadar dalam pelukan masing-masing karena kekenyangan dan terlalu lelah berwisata seharian.
*****
*****
🍒 Bagi yang penasaran dengan sosok Pemeran utama wanita, author menggambarkannya seperti ini ☺️
( Naresha Permata Putri )
****
****
Hai kakak-kakak semua jangan lupakan like, vote dan rate-nya ya ☺️ mau komen juga tidak apa-apa ☺️
Terima kasih 😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
kathy °𝐍𝐍᭄ ♛⃟⃝𓆊
aku mampir kak 💗😘
2021-04-15
1
ɳσҽɾ
Semangat terus author terlove, Like hadir today.
Salam sweet dari 🌹 Dilema 🌹
Think u ❤️❤️❤️
2021-04-04
2
StrawCakes🍰
lanjut 👍🏻
2021-04-02
1