" Kenapa kau lakukan ini Rafa? Kita ini kan sudah bersahabat lama, lagipula aku adalah Kakak Iparmu Rafa. Kenapa kamu masih menikahiku juga Rafa? Kenapa? " Resha menangis meminta penjelasan dariku
" Sha, kamu tenang dulu Sha. Aku bisa jelasin sama kamu tapi kamu harus tenang, kita pulang dulu ya " aku berusaha menenangkan Resha tapi apa dayaku karena tidak bisa mengendalikan emosinya yang begitu kuat
Kami masih berada di pemakaman setelah mengunjungi Kak Rafi, disana Resha terus bertanya mengapa Kak Rafi harus pergi begitu cepat, mengapa ia tidak pernah menceritakan mengenai penyakitnya selama ini, dan mengapa ia harus menyuruhku menikahinya.
Aku sedih melihat Resha yang begitu terpukul setelah kepergian Kak Rafi, aku sedih karena belum bisa menjelaskan alasan kenapa aku setuju untuk menikahinya bukan hanya karena permintaan dari Kak Rafi. Tapi karena selama ini aku sudah mencintainya, aku berusaha untuk mengutarakan isi hatiku tapi tidak bisa, aku tidak sanggup, mengapa aku begitu pengecut ? Mengapa? aku menangisi diriku sendiri dalam hati
" Kenapa Rafa? " Resha masih tiada hentinya menginterogasi ku
" Resha, sekarang kita pulang dulu ya. Kasian Kak Rafi kalau kamu terus menerus menangisi kepergiannya, dia pasti tidak akan suka melihat kamu seperti ini diatas sana " bujukku sama seperti saat membujuk Mami untuk pulang
Resha diam seakan mengerti penjelasan yang baru saja ku katakan, dan menganggukkan kepalanya.
Aku segera membawa Resha meninggalkan makam Kak Rafi dan masuk kedalam mobil sebelum Resha berubah pikiran. Ditengah perjalanan kami Resha tertidur dengan pulasnya. Kasian Resha, dia terlihat lelah sekali. Aku tau dia tidak sanggup melewati hal ini, apalagi kalau sampai dia tau alasanku yang sebenarnya.
****
****
" Nak Rafa, Om minta tolong satu hal sama kamu. Kamu jangan dulu memberitahukan semuanya pada Resha, apalagi tentang surat dan video yang Nak Rafi tinggalkan, kasihan Resha. Dia tidak akan sanggup, mungkin untuk saat ini belum saatnya dia tau. Om hanya menceritakan mengenai penyakit Nak Rafi dan dia yang memintamu untuk menikahinya. Nak Rafa mengerti kan apa maksud Om? " Ayah Resha memintaku untuk diam sementara ini melihat keadaan Resha yang masih labil
" Baiklah Om, Rafa akan mengikuti apa yang Om katakan. Rafa tau Om pasti melakukan yang terbaik untuk Resha " jawabku menyetujui permintaan Ayah Resha
" Terima kasih Nak Rafa, mari kita temui Resha dan Ibunya di mobil " ajak Ayah Resha
" Iya, mari Om " jawabku singkat
****
****
****
" Resha, bangun Sha, kita sudah sampai rumah Sha " panggilku mencoba membangunkan Resha
Resha tidak menggubris panggilanku, mungkin dia benar-benar kelelahan. Lebih baik ku gendong saja Resha masuk ke rumah.
" Mi, Mami ini Rafa sudah pulang sama Resha Mi. Mami dimana? " panggilku pada Mami karena bingung harus merebahkan Resha di kamar siapa
" Astaga Rafa, Resha kenapa sayang? " tanya Mami dengan muka paniknya karena melihatku menggendong Resha
" Resha tidak apa-apa ko Mi, dia hanya ketiduran tadi di mobil. Sekarang Rafa harus membaringkan Resha dimana Mi? " tanyaku langsung karena sudah sangat lelah
" Tunggu tunggu, kamu harus bawa Resha keatas ya " kata Mami
" Apa Mi? " tanyaku mendengar jawaban Mami
" Keatas sayang " lanjut Mami sambil menunjukkan jari telunjuknya ke kamar atas
" Tidak Mi, Rafa tidak bisa " tanpa pikir panjang aku langsung membaringkan Resha di kamar Papi dan Mami di lantai satu
" Rafa " panggil Mami berusaha mencegahku
Aku sama sekali tidak menggubris panggilan Mami dan ku rebahkan Resha disana. Aku yang juga merasa sangat lelah karena belum beristirahat semalaman, ku baringkan tubuhku tepat disebelah Resha.
****
*****
****
" Rafa, bangun sayang. Sudah jam berapa ini Nak? " panggil Mami dengan menggoyang-goyangkan badanku
" Aduh, apalagi sih Mi? Rafa lelah Mi pengin istirahat " rintihku masih dengan mata tertutup
" Bangun dulu, itu si Resha kenapa Fa? "
" Apa Mi? Resha? " aku terkejut mendengar nama Resha
" Iya, ayo makanya kamu bangun dulu " pinta Mami sambil menarik tanganku
Aku dan Mami menghampiri Resha yang tengah duduk di ruang tamu bersama dengan Papi. Aku berjalan dengan muka tertunduk lesu, aku masih mengantuk dan sekarang aku lapar. Ada apalagi sih ini? tanyaku dalam hati
Aku duduk di samping Mami dan berhadapan langsung dengan Resha, sekilas ku lirik wajah Resha ada sedikit kekesalan dan kemarahan disana.
" Rafa, apa yang kamu lakukan? " tanya Papi langsung to the point setelah aku duduk
" Apa yang aku lakuin? Maksud Papi? Memangnya Rafa melakukan apa? " tanyaku bingung
" Kenapa kamu membaringkan Resha di kamar Papi dan Mami? " satu pertanyaan Papi yang menurutku tidak masuk akal
" Apa? Papi memanggilku kemari hanya untuk menanyakan hal ini? " pikirku
" Jawab Rafa, kenapa diam saja? "
" Memang apa salahnya sih Pi? Rafa sudah sangat lelah karena tidak tidur semalaman, kesana kemari mengurus segala sesuatu dan Mami menyuruhku menggendong Resha ke kamar atas. Rafa tidak sanggup kalau harus menaiki tangga sambil menggendong Resha Pi, makanya Rafa membaringkan Resha di kamar Papi dan Mami " jelasku panjang lebar
" Lalu kenapa kamu juga ikut tidur disana? " lanjut Papi terus menginterogasi
" Tadi kan Rafa sudah bilang, Rafa lelah pengin istirahat lagipula Rafa dan Resha kan sudah menikah, apa salahnya sih Pi? " protesku balik bertanya pada Papi
Aku meninggalkan mereka bertiga dan naik ke kamarku di lantai atas, aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan. Intinya aku sudah menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan Papi dengan jawaban yang menurutku sudah sangat masuk akal.
Karena Papi sekarang rasa kantukku sudah hilang, padahal aku masih ingin tidur. Lebih baik aku mandi lalu makan malam, sejak tadi pagi aku belum makan apapun. Membayangkan baru rencana makan semakin membuatku kelaparan, ayo mandi dulu.
****
****
" Aaaa, Rafaa " teriak seorang wanita karena melihatku hanya memakai handuk
" Aaaa Reshaa " teriakku juga yang terkejut mendapati Resha ada didalam kamarku
Aku segera mengambil baju dan celana dengan kilat dan kembali masuk kedalam kamar mandi. Nafasku masih tak menentu karena kejutan tadi, kenapa Resha bisa ada disini? didalam kamarku? apa mungkin dia salah masuk kamar? dia seharusnya ingat letak kamarnya ada disebelah kiri, sedangkan kamarku kan disebelah kanan?
" Rafa " panggilan Resha membuatku tersadar kalau dia memang berada didalam kamarku saat ini
" Ya, ada apa? " teriakku spontan
" Kamu sudah selesai belum? " tanya Resha
" Selesai apa? " tanyaku balik
" Apalagi memangnya? Memakai baju. Kalau sudah selesai keluarlah Rafa, ada yang mau Resha tanyakan " jelas Resha
" Ya, sebentar "
Aku keluar dari kamar mandi dan mendapati Resha tengah mengamati setiap barang yang ada di kamarku seperti ada yang sedang ia cari.
" Ada apa Resha? Apa yang ingin kamu tanyakan? " tanyaku langsung
Resha segera berbalik karena terkejut mendengar suaraku.
" Rafa, kamu tau kan kita sudah lama saling mengenal. Aku menganggapmu sebagai sahabat, teman curhat, bahkan saudara. Bukankah kamu juga mengganggap Resha seperti itu? " pertanyaan Resha membuatku sedikit terkejut
" Apa maksudmu Sha? Tentu saja " jawabku spontan tanpa melihat kearahnya
" Rafa, lihat Resha " dia menarik tanganku dan memaksaku melihat matanya
Untuk beberapa detik pandangan kami saling bertemu, dan itu membuat perasaanku tak karuan. Ayo Rafa, kamu harus fokus dan tenang. Bagaimana kalau sampai Resha menanyakan mengenai Kak Rafi, pikirkan Rafa. Apa yang akan kamu katakan, bagaimana kamu menjelaskannya.
****
*****
****
**Selamat membaca 🙂
Jangan lupa like, rate, dan votenya ya 🙂
Terima kasih**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
penahitam (HIATUS)
Hadir Thor. ...👍
2021-04-18
1