BAB Kesebelas

" Kenapa kau lakukan ini Rafa? Kita ini kan sudah bersahabat lama, lagipula aku adalah Kakak Iparmu Rafa. Kenapa kamu masih menikahiku juga Rafa? Kenapa? " Resha menangis meminta penjelasan dariku

" Sha, kamu tenang dulu Sha. Aku bisa jelasin sama kamu tapi kamu harus tenang, kita pulang dulu ya " aku berusaha menenangkan Resha tapi apa dayaku karena tidak bisa mengendalikan emosinya yang begitu kuat

Kami masih berada di pemakaman setelah mengunjungi Kak Rafi, disana Resha terus bertanya mengapa Kak Rafi harus pergi begitu cepat, mengapa ia tidak pernah menceritakan mengenai penyakitnya selama ini, dan mengapa ia harus menyuruhku menikahinya.

Aku sedih melihat Resha yang begitu terpukul setelah kepergian Kak Rafi, aku sedih karena belum bisa menjelaskan alasan kenapa aku setuju untuk menikahinya bukan hanya karena permintaan dari Kak Rafi. Tapi karena selama ini aku sudah mencintainya, aku berusaha untuk mengutarakan isi hatiku tapi tidak bisa, aku tidak sanggup, mengapa aku begitu pengecut ? Mengapa? aku menangisi diriku sendiri dalam hati

" Kenapa Rafa? " Resha masih tiada hentinya menginterogasi ku

" Resha, sekarang kita pulang dulu ya. Kasian Kak Rafi kalau kamu terus menerus menangisi kepergiannya, dia pasti tidak akan suka melihat kamu seperti ini diatas sana " bujukku sama seperti saat membujuk Mami untuk pulang

Resha diam seakan mengerti penjelasan yang baru saja ku katakan, dan menganggukkan kepalanya.

Aku segera membawa Resha meninggalkan makam Kak Rafi dan masuk kedalam mobil sebelum Resha berubah pikiran. Ditengah perjalanan kami Resha tertidur dengan pulasnya. Kasian Resha, dia terlihat lelah sekali. Aku tau dia tidak sanggup melewati hal ini, apalagi kalau sampai dia tau alasanku yang sebenarnya.

****

****

" Nak Rafa, Om minta tolong satu hal sama kamu. Kamu jangan dulu memberitahukan semuanya pada Resha, apalagi tentang surat dan video yang Nak Rafi tinggalkan, kasihan Resha. Dia tidak akan sanggup, mungkin untuk saat ini belum saatnya dia tau. Om hanya menceritakan mengenai penyakit Nak Rafi dan dia yang memintamu untuk menikahinya. Nak Rafa mengerti kan apa maksud Om? " Ayah Resha memintaku untuk diam sementara ini melihat keadaan Resha yang masih labil

" Baiklah Om, Rafa akan mengikuti apa yang Om katakan. Rafa tau Om pasti melakukan yang terbaik untuk Resha " jawabku menyetujui permintaan Ayah Resha

" Terima kasih Nak Rafa, mari kita temui Resha dan Ibunya di mobil " ajak Ayah Resha

" Iya, mari Om " jawabku singkat

****

****

****

" Resha, bangun Sha, kita sudah sampai rumah Sha " panggilku mencoba membangunkan Resha

Resha tidak menggubris panggilanku, mungkin dia benar-benar kelelahan. Lebih baik ku gendong saja Resha masuk ke rumah.

" Mi, Mami ini Rafa sudah pulang sama Resha Mi. Mami dimana? " panggilku pada Mami karena bingung harus merebahkan Resha di kamar siapa

" Astaga Rafa, Resha kenapa sayang? " tanya Mami dengan muka paniknya karena melihatku menggendong Resha

" Resha tidak apa-apa ko Mi, dia hanya ketiduran tadi di mobil. Sekarang Rafa harus membaringkan Resha dimana Mi? " tanyaku langsung karena sudah sangat lelah

" Tunggu tunggu, kamu harus bawa Resha keatas ya " kata Mami

" Apa Mi? " tanyaku mendengar jawaban Mami

" Keatas sayang " lanjut Mami sambil menunjukkan jari telunjuknya ke kamar atas

" Tidak Mi, Rafa tidak bisa " tanpa pikir panjang aku langsung membaringkan Resha di kamar Papi dan Mami di lantai satu

" Rafa " panggil Mami berusaha mencegahku

Aku sama sekali tidak menggubris panggilan Mami dan ku rebahkan Resha disana. Aku yang juga merasa sangat lelah karena belum beristirahat semalaman, ku baringkan tubuhku tepat disebelah Resha.

****

*****

****

" Rafa, bangun sayang. Sudah jam berapa ini Nak? " panggil Mami dengan menggoyang-goyangkan badanku

" Aduh, apalagi sih Mi? Rafa lelah Mi pengin istirahat " rintihku masih dengan mata tertutup

" Bangun dulu, itu si Resha kenapa Fa? "

" Apa Mi? Resha? " aku terkejut mendengar nama Resha

" Iya, ayo makanya kamu bangun dulu " pinta Mami sambil menarik tanganku

Aku dan Mami menghampiri Resha yang tengah duduk di ruang tamu bersama dengan Papi. Aku berjalan dengan muka tertunduk lesu, aku masih mengantuk dan sekarang aku lapar. Ada apalagi sih ini? tanyaku dalam hati

Aku duduk di samping Mami dan berhadapan langsung dengan Resha, sekilas ku lirik wajah Resha ada sedikit kekesalan dan kemarahan disana.

" Rafa, apa yang kamu lakukan? " tanya Papi langsung to the point setelah aku duduk

" Apa yang aku lakuin? Maksud Papi? Memangnya Rafa melakukan apa? " tanyaku bingung

" Kenapa kamu membaringkan Resha di kamar Papi dan Mami? " satu pertanyaan Papi yang menurutku tidak masuk akal

" Apa? Papi memanggilku kemari hanya untuk menanyakan hal ini? " pikirku

" Jawab Rafa, kenapa diam saja? "

" Memang apa salahnya sih Pi? Rafa sudah sangat lelah karena tidak tidur semalaman, kesana kemari mengurus segala sesuatu dan Mami menyuruhku menggendong Resha ke kamar atas. Rafa tidak sanggup kalau harus menaiki tangga sambil menggendong Resha Pi, makanya Rafa membaringkan Resha di kamar Papi dan Mami " jelasku panjang lebar

" Lalu kenapa kamu juga ikut tidur disana? " lanjut Papi terus menginterogasi

" Tadi kan Rafa sudah bilang, Rafa lelah pengin istirahat lagipula Rafa dan Resha kan sudah menikah, apa salahnya sih Pi? " protesku balik bertanya pada Papi

Aku meninggalkan mereka bertiga dan naik ke kamarku di lantai atas, aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan. Intinya aku sudah menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan Papi dengan jawaban yang menurutku sudah sangat masuk akal.

Karena Papi sekarang rasa kantukku sudah hilang, padahal aku masih ingin tidur. Lebih baik aku mandi lalu makan malam, sejak tadi pagi aku belum makan apapun. Membayangkan baru rencana makan semakin membuatku kelaparan, ayo mandi dulu.

****

****

" Aaaa, Rafaa " teriak seorang wanita karena melihatku hanya memakai handuk

" Aaaa Reshaa " teriakku juga yang terkejut mendapati Resha ada didalam kamarku

Aku segera mengambil baju dan celana dengan kilat dan kembali masuk kedalam kamar mandi. Nafasku masih tak menentu karena kejutan tadi, kenapa Resha bisa ada disini? didalam kamarku? apa mungkin dia salah masuk kamar? dia seharusnya ingat letak kamarnya ada disebelah kiri, sedangkan kamarku kan disebelah kanan?

" Rafa " panggilan Resha membuatku tersadar kalau dia memang berada didalam kamarku saat ini

" Ya, ada apa? " teriakku spontan

" Kamu sudah selesai belum? " tanya Resha

" Selesai apa? " tanyaku balik

" Apalagi memangnya? Memakai baju. Kalau sudah selesai keluarlah Rafa, ada yang mau Resha tanyakan " jelas Resha

" Ya, sebentar "

Aku keluar dari kamar mandi dan mendapati Resha tengah mengamati setiap barang yang ada di kamarku seperti ada yang sedang ia cari.

" Ada apa Resha? Apa yang ingin kamu tanyakan? " tanyaku langsung

Resha segera berbalik karena terkejut mendengar suaraku.

" Rafa, kamu tau kan kita sudah lama saling mengenal. Aku menganggapmu sebagai sahabat, teman curhat, bahkan saudara. Bukankah kamu juga mengganggap Resha seperti itu? " pertanyaan Resha membuatku sedikit terkejut

" Apa maksudmu Sha? Tentu saja " jawabku spontan tanpa melihat kearahnya

" Rafa, lihat Resha " dia menarik tanganku dan memaksaku melihat matanya

Untuk beberapa detik pandangan kami saling bertemu, dan itu membuat perasaanku tak karuan. Ayo Rafa, kamu harus fokus dan tenang. Bagaimana kalau sampai Resha menanyakan mengenai Kak Rafi, pikirkan Rafa. Apa yang akan kamu katakan, bagaimana kamu menjelaskannya.

****

*****

****

**Selamat membaca 🙂

Jangan lupa like, rate, dan votenya ya 🙂

Terima kasih**

Terpopuler

Comments

penahitam (HIATUS)

penahitam (HIATUS)

Hadir Thor. ...👍

2021-04-18

1

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!