BAB Ketujuh

Mobil yang Papi kendarai melaju dengan kencangnya, membawa kami menuju ke Rumah Sakit terdekat.

" Bertahanlah Kak, sebentar lagi kita sampai " pintaku pada Kak Rafi yang tengah kesakitan

" Ayo Pi cepetan, kasihan Rafi " bujuk Mami yang tak sabar

" Sabar dong Mi, Papi juga berusaha agar cepat sampai, tapi kita harus berkendara dengan tidak melebihi batas maksimal Mi " jawab Papi

*****

Setelah 15 menit berpacu dengan kecepatan, akhirnya sampai juga di depan Rumah Sakit. Papi langsung bergegas turun dan membawa Kak Rafi untuk masuk kedalam.

" Dokter, Suster, tolong anak saya Dok " teriak Mami diiringi isak tangis

Dokter yang malam itu tengah berjaga menghampiri kami bersama para Suster dan langsung membawa Kak Rafi masuk kesebuah ruangan.

*****

Sudah hampir satu jam Kak Rafi didalam sana, tapi belum ada satu orang pun yang keluar untuk memberi tahu kami bagaimana kabar Kak Rafi.

" Ya Allah, sembuhkanlah Kak Rafi, berikanlah ia kekuatan " pintaku dalam doa kepada Yang Maha Kuasa

Bayang-bayang kenangan kami bersama terus melintas dalam fikiranku, aku sama sekali tidak menyangka Kak Rafi yang selama ini kukenal ceria, penuh semangat, sekarang terbaring lemah karena sebuah penyakit yang kami sekeluarga tidak ada yang tau.

" Kak Rafi berjuanglah, Kakak pasti bisa " pintaku dalam hati

" Resha, bagaimana keadaan Nak Rafi? " tanya Ayahku yang baru saja sampai bersama dengan Ibu

" Ibu, Kak Rafi bu " aku langsung memeluk Ibu

" Sabar ya sayang, kamu harus kuat " kata Ibu yang tengah memelukku sambil mengusap-usap belakang kepala dan punggungku

" Rafi masih didalam, kami juga belum tau bagaimana keadaannya " jawab Papi dengan lemah

Setelah memelukku Ibu menghampiri Mami yang tengah duduk termenung penuh lesu.

" Yang sabar ya Bu, semoga Nak Rafi baik-baik saja " kata Ibu pada Mami yang juga mengusap-usap pundak dan bahu Mami

" Iya, terima kasih ya Bu " jawab Mami

Tidak lama kemudian pintu ruangan terbuka dan keluarlah Dokter yang bertugas tadi.

" Bagaimana keadaan anak saya Dok? " tanya semua orang yang langsung menghampiri Dokter saat itu juga

" Kondisi pasien saat ini masih kritis, kami harus melakukan banyak pemeriksaan lagi kepada pasien. Bapak dan Ibu berdoa saja semoga anak Bapak dan Ibu bisa melewati masa kritisnya " jelas Dokter

" Rafiiiiii " teriak Mami terisak-isak

" Kak Rafi " batinku tak percaya dengan apa yang kudengar barusan

***

****

*****

~ RAFA POV ~

" Fa, tolong kamu periksa semua dokumen ini. Aku merasa sepertinya ada yang janggal didalamnya " pinta Rasya di ruanganku

Sudah hampir dua bulan aku bekerja bersama Rasya mengelola Perusahaan yang ia rintis. Sesuai janjinya, Rasya membantuku bekerja di Perusahaan dan memegang setengah saham dari Perusahaan tersebut.

Setelah Resha dan Kak Rafi pulang dari Korea, aku memutuskan untuk tinggal sendiri dengan menyewa sebuah Apartement. Rasya selalu menawarkan agar aku membeli Apartement dengan uang yang ia pinjamkan, tapi aku ingin membelinya dengan uang hasil kerja kerasku sendiri.

Setelah memutuskan pergi meninggalkan rumah, aku sama sekali belum mengunjungi rumah orang tuaku karena aku tidak mau melihat kemesraan Resha dan Kakakku. Sesekali setelah pulang kerja aku mampir sebentar untuk melihat keadaan Mami, dan sesuai dugaanku tidak ada orang lain selain Mami di rumah pada jam-jam itu.

Ingin sekali rasanya aku melihat bagaimana kehidupan Resha setelah aku pergi, apakah ia bahagia atau tidak? " Tentu saja ia bahagia, bagaimana mungkin ia tidak bahagia hidup bersama orang yang ia cintai " pikirku menjelaskan tiap pertanyaan yang muncul dalam hatiku

Setiap aku memikirkan Resha, kenangan kebersamaan kami sewaktu kuliah dulu selalu bermunculan. Tawa Resha, jahilnya ia, bagaimana wajah fokusnya saat mencoba memecahkan sebuah pertanyaan yang menurutnya cukup rumit, dan senyum manis yang membuatku jatuh hati kepadanya. Memikirkannya saja sudah membuatku senang.

" Fa Rafa, hei Rafa " panggilan Resya yang setengah teriak membuyarkan lamunanku

" Hei Sya, ada apa? " tanyaku yang setengah terkejut

" Kamu lagi mikirin apa Fa sampai senyum-senyum sendiri? " tanya Rasya

" Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa " bantahku

" Jangan bohong deh Fa, kalau tidak sedang memikirkan sesuatu tidak mungkin kan aku masuk dan panggil beberapa kali kamu tidak dengar. Apa Fa? Apa yang kamu pikirkan? " tanya Rasya terus menginterogasi

" Iya oke oke, aku jawab. Aku penasaran bagaimana kehidupan Resha setelah aku keluar dari rumah Orang tuaku " kataku menjawab sedikit pertanyaan Rasya

" Astaga Fa, ngomong-ngomong soal Resha aku baru ingat. Tadi dia telfon nanyain kenapa nomor kamu tidak bisa dihubungi " kata Rasya

" Kenapa kamu baru bilang sekarang? Terus kamu jawab apa? " tanyaku balik menginterogasi Rasya

" Aku jawab kamu sudah ganti nomor " lanjut Rasya

" Terus dia nanya apa lagi? " tanyaku lagi

" Kenapa kamu ganti nomor kalau penasaran? " Rasya malah bertanya balik

" Rasya jawab saja pertanyaanku, Resha nanya apa lagi sama kamu? " tanyaku tak menggubris pertanyaan Rasya

" Dia hanya minta tolong untuk menyampaikan pesan kalau Kak Rafi katanya masuk Rumah Sakit dan kondisinya kritis " jelas Rasya

" Apa? Kak Rafi kritis? Kenapa dengan Kakakku Sya? " tanyaku tak percaya

" Aku juga tidak tau Fa, lebih baik kamu lihat sendiri keadaan Kakak kamu seperti apa " saran Rasya

Aku langsung bergegas meninggalkan ruanganku setelah mendengar perkataan Rasya tadi. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikiranku, " Kenapa Kak Rafi bisa kritis? Ada apa sebenarnya? " Selama aku kecil sampai sekarang, aku bahkan tidak pernah mendengar Kak Rafi sakit sedikitpun. Ia selalu sehat tapi kenapa Kak Rafi tiba-tiba dibawa ke Rumah Sakit bahkan kondisinya kritis. Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi selama dua bulan aku meninggalkan rumah?

****

*****

Setelah beberapa menit akhirnya aku sampai ditempat Kak Rafi berada, kutanyakan pada Resepsionis dimana ruangan Kak Rafi tepatnya. Setelah mencari, terlihatlah sosok yang sangat kukenal, sosok yang baru saja menghadiri pikiranku. Ya, dia adalah Resha, kulihat ia tengah duduk melamun memeluk sang Ibu yang juga tengah duduk disampingnya sembari mengusap-usap rambut Resha.

Pandanganku berkeliling melihat siapa saja yang tengah berada disana, semua sudah hadir kecuali aku. Wajah Mami yang tengah sembab, kebingungan Papi yang sedari tadi kulihat ia terus saja mondar-mandir, wajah Ayah dan Ibu Resha yang juga nampak bingung harus berbuat apa, serta wajah kesedihan Resha yang selama ini belum pernah kulihatnya.

Aku mencoba menghampiri mereka, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Kak Rafi?

" Mi, Pi " panggilku

Seketika mereka semua langsung beralih pandangan kearahku.

" Rafa " panggil Mami dan berjalan menghampiriku

Lalu kusambut Mami dengan pelukan, pelukan yang mungkin sedikit meredakan kesedihan Mami karena putranya yang lain juga berada disisinya.

Ingin rasanya aku bertanya namun kuurungkan melihat keadaan yang tidak memungkinkan ini, lebih baik kutanyakan langsung pada Dokter nanti.

*****

*****

*****

Halo Kakak2 semua 🙂 selamat membaca dan Terima kasih sudah membaca karyaku 🙂

Jangan lupakan like, vote dan rate-nya

Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!