Dua minggu lamanya di Korea, akhirnya aku dan Kak Rafi pun pulang ke Indonesia. Kalau boleh jujur, sebenarnya dua minggu masih kurang untukku menjelajahi satu negara dengan julukan Negeri Ginseng itu, hanya saja aku tidak tahan dengan cuaca di sana yang begitu dingin karena sudah biasa bagiku tinggal di cuaca dengan iklim tropis sekarang harus beradaptasi dengan iklim yang begitu dingin.
Kami tiba di Bandara Indonesia sekitar jam 2 siang karena kami mengambil penerbangan pagi agar tidak terlalu malam di jalan seperti pada saat tiba di sana. Sebelum pulang aku dan Kak Rafi membeli oleh - oleh untuk Papi, Mami, Rafa juga Orang tuaku. Saat tiba, supir sudah menunggu kedatangan kami di Bandara. Langsung saja kulangkahkan kaki memasuki mobil untuk segera pulang ke rumah Mami, beliau pasti sudah menunggu kedatanganku dan putra sulungnya ini.
" Maaf, Tuan muda Rafi apa kita mau langsung ke rumah atau mampir dulu? " tanya supir sebelum menjalankan mobilnya
" Kita langsung pulang saja Pak " jawab Kak Rafi
" Baik Tuan Muda " balas Pak Supir
" Resha senang sekali Kak, akhirnya kita pulang juga ke Indonesia " kataku sambil memeluk lengan Kak Rafi dan menyenderkan kepalaku di bahunya
" Memangnya kemarin waktu di Korea tidak senang? " sindir Kak Rafi yang tau ekspresi senangku sewaktu di sana
" Bukan begitu Kak, habis di sana dingin sekali. Jauh berkali - kali lipat dinginnya kalau lagi musim hujan di sini " lanjutku lagi
" Ya iyalah, di sana dinginnya kan karena musim salju. Tapi bukannya kemarin Resha tidak kedinginan sama sekali ya " goda Kak Rafi lalu mencubit ujung hidungku
" Kak Rafi bicara apa sih, ini masih di jalan Kak malu tau sama Pak supir " bisikku tak enak kalau sampai di dengar oleh orang yang sedang mengemudi di depan
" Iya iya, nanti bicarain di kamar aja ya " bisik Kak Rafi balik sambil mengedipkan sebelah matanya
Memang benar apa yang di katakan oleh Kak Rafi, walaupun di Korea sedang musim dinginnya salju tapi aku sama sekali tidak merasa kedinginan karena Kak Rafi selalu memperlakukanku dengan baik. Kalau mengingat kejadian itu rasanya malu sendiri, aku sampai meminta lagi pada Kak Rafi. Ya memang benar dia suamiku sekarang, tapi yang aku lakukan waktu itu benar - benar membuatku tak ingin menunjukkan mukaku di depan Kak Rafi lagi.
*****
*****
*****
Flashback sebelum pulang ke Indonesia.
Malam hari saat bangun tidur setelah lelah menginjakkan kaki ke berbagai tempat destinasi wisata, ku langkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Belum juga semua baju terlepas tiba - tiba sepasang tangan melingkar di perutku, hembusan napas terasa di bahu dan sentuhan hangat terasa di leher yang membuatku merasa geli.
Ku lepaskan tangan itu dan berbalik menghadap ke arahnya, belum sempat ku layangkan protes terhadapnya tiba - tiba di kecupnya bibir ini, ia mainkan permainan yang membuatku di mabuk asmara akan kelembutannya. Ia memintanya, suamiku memintanya tapi berhasil ku cegah. Bagaimana mungkin kami melakukannya di dalam kamar mandi, ini pertama kalinya untukku pasti akan terasa tidak nyaman kalau harus di dalam kamar mandi. Lagi pula kami belum mandi setelah seharian jalan-jalan, ku putuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum permainan selanjutnya.
Di sela - sela kagiatan membersihkan diri, Kak Rafi tak henti - hentinya meninggalkan jejak di seluruh badanku ini. Di angkatnya badanku oleh sang suami sebelum sempat memakai handuk dan di rebahkannya di atas tempat tidur dengan amat perlahan.
" Bolehkah Kakak mulai sekarang? " tanyanya meminta izin
" Memangnya dari tadi belum mulai ya Kak? " tanyaku polos
" Belum Sha, itu baru pemanasan " jawab Kak Rafi tersenyum nakal
" Bolehkan Kakak minta yang itu " lanjutnya lagi meminta izin
" Kakaaaaakk " balasku malu dan menutup wajahku dengan kedua tangan
" Oke, sudah kamu izinkan ya... Jangan protes loh nanti " seru Kak Rafi
Kak Rafi menarik tanganku agar ia bisa melihat wajahku yang kemerahan di buat malu olehnya, mengusap tiap helai rambut yang menutupi wajah. Dikecupnya keningku dengan lembut turun ke pipi kanan lanjut ke pipi kiri dan berakhir di bibir merahku, ia mengecupnya dan lagi lagi memainkan permainan yang membuatku di mabuk asmara. Kak Rafi terus menuruni dan menjelajah tiap inci milik wanita yang ia nikahi beberapa waktu lalu, perlakuannya membuatku seakan melayang - layang merasakan nikmat dan indahnya dunia setelah sepasang insan memadukan cinta dan kasihnya dalam satu ikatan yang halal.
***
Tiga puluh menit permainannya membuatku kelelahan dan tak berdaya, kurasakan sedikit rasa perih pada pangkal paha akibat permainan tadi karena Kak Rafi yang terus menerus membuatku kewalahan dengan staminanya yang begitu kuat. Tapi karena staminanya itu yang membuatku meminta lagi dan lagi hingga kami berdua terkulai lemas. Kurebahkan kepalaku pada lengannya yang tengah memelukku lalu ku lingkarkan tangan kananku di atas dadanya di balik selimut.
" Terima kasih ya Sha, kamu sudah memberikan kebahagiaan buat Kakak. Semoga apa yang Kakak tanam tadi segera membuahkan hasil " kata Kak Rafi sambil mengusap - usap perutku berharap akan segera tumbuh buah cinta kami ini
*****
*****
*****
" Sha, Resha " panggil Kak Rafi melambai - lambaikan tangannya di hadapanku
" Resha " panggilnya lagi
" Iya Kak " balasku terkejut
" Kamu kenapa? Sejak tadi melamun terus, apa yang kamu pikirkan Sha? Kakak lihat kamu senyum - senyum sendiri " tanya Kak Rafi penasaran
" Tidak ada Kak " balasku singkat mengingat apa yang baru saja ku lamunkan pasti membuat Kak Rafi terus menggodaku kalau ku ceritakan padanya
" Ya sudah, kita sudah sampai di rumah Mami ayo turun Sha " ajak Kak Rafi lalu turun dari mobil
" Iya Kak " balasku mengikuti Kak Rafi turun
***
" Resha, Rafi " seru Mami saat keluar dari dalam kamar melihatku dan Kak Rafi sudah berada di rumah
Mami langsung memeluk putra sulungnya karena tidak bertemu selama dua minggu.
" Rafi, Resha, bagaimana kabar kalian? " tanya Mami setelah melepas pelukannya lalu berganti memelukku
" Kita baik Mi, Mami apa kabar? " tanya Kak Rafi balik
" Mami baik juga sayang, ayo sini duduk dulu duduk " ajak Mami begitu antusias
" Bagaimana honeymoon-nya? " tanya Mami lanjut
" Apanya Mi? " Kak Rafi balik bertanya
" Apa sudah ada berita baik? " lanjut Mami dengan ekspresi antusiasnya
" Mami, aku sama Resha menikah kan baru dua minggu lebih ya belum tau dong Mi " balas Kak Rafi
" O iya ya, ya sudah tidak apa - apa, tetap semangat dan berusaha terus ya " kata Mami dengan penuh semangat
" Rafa kemana Mi? Kenapa tidak keliatan? " tanyaku yang memang tidak melihat sosok adik iparku ini setelah aku dan Kak Rafi pulang
" Rafa? Sepertinya di kamar, sebentar ya Mami panggil " kata Mami
" Rafaaa, ini kakakmu sudah pulang, kamu tidak mau turun " panggil Mami dengan berteriak
Tidak lama kemudian muncullah sosok yang Mami panggil tadi.
" Ada apa Mi? " tanya Rafa dari depan kamar tanpa turun dan bertemu dengan kakaknya
" Ini kakakmu dan Resha sudah pulang, kamu tidak mau turun Nak? " tanya Mami lagi
" Tidak Mi " balas Rafi singkat lalu masuk ke dalam kamarnya lagi
Rafa? Setega itu kamu tidak mau menemuiku? Apa salahku Fa sampai kamu bersikap seperti ini terus? tanyaku dalam hati sedih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
TK
menjejak kembali
2021-04-21
1
Ara Irza
di tunggu lnjutannya.
2020-11-10
1
Naoki Miki
haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkan prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
2020-10-16
1