BAB Keenam

Dua minggu lamanya di Korea, akhirnya aku dan Kak Rafi pun pulang ke Indonesia. Kalau boleh jujur, sebenarnya dua minggu masih kurang untukku menjelajahi satu negara dengan julukan Negeri Ginseng itu, hanya saja aku tidak tahan dengan cuaca di sana yang begitu dingin karena sudah biasa bagiku tinggal di cuaca dengan iklim tropis sekarang harus beradaptasi dengan iklim yang begitu dingin.

Kami tiba di Bandara Indonesia sekitar jam 2 siang karena kami mengambil penerbangan pagi agar tidak terlalu malam di jalan seperti pada saat tiba di sana. Sebelum pulang aku dan Kak Rafi membeli oleh - oleh untuk Papi, Mami, Rafa juga Orang tuaku. Saat tiba, supir sudah menunggu kedatangan kami di Bandara. Langsung saja kulangkahkan kaki memasuki mobil untuk segera pulang ke rumah Mami, beliau pasti sudah menunggu kedatanganku dan putra sulungnya ini.

" Maaf, Tuan muda Rafi apa kita mau langsung ke rumah atau mampir dulu? " tanya supir sebelum menjalankan mobilnya

" Kita langsung pulang saja Pak " jawab Kak Rafi

" Baik Tuan Muda " balas Pak Supir

" Resha senang sekali Kak, akhirnya kita pulang juga ke Indonesia " kataku sambil memeluk lengan Kak Rafi dan menyenderkan kepalaku di bahunya

" Memangnya kemarin waktu di Korea tidak senang? " sindir Kak Rafi yang tau ekspresi senangku sewaktu di sana

" Bukan begitu Kak, habis di sana dingin sekali. Jauh berkali - kali lipat dinginnya kalau lagi musim hujan di sini " lanjutku lagi

" Ya iyalah, di sana dinginnya kan karena musim salju. Tapi bukannya kemarin Resha tidak kedinginan sama sekali ya " goda Kak Rafi lalu mencubit ujung hidungku

" Kak Rafi bicara apa sih, ini masih di jalan Kak malu tau sama Pak supir " bisikku tak enak kalau sampai di dengar oleh orang yang sedang mengemudi di depan

" Iya iya, nanti bicarain di kamar aja ya " bisik Kak Rafi balik sambil mengedipkan sebelah matanya

Memang benar apa yang di katakan oleh Kak Rafi, walaupun di Korea sedang musim dinginnya salju tapi aku sama sekali tidak merasa kedinginan karena Kak Rafi selalu memperlakukanku dengan baik. Kalau mengingat kejadian itu rasanya malu sendiri, aku sampai meminta lagi pada Kak Rafi. Ya memang benar dia suamiku sekarang, tapi yang aku lakukan waktu itu benar - benar membuatku tak ingin menunjukkan mukaku di depan Kak Rafi lagi.

*****

*****

*****

Flashback sebelum pulang ke Indonesia.

Malam hari saat bangun tidur setelah lelah menginjakkan kaki ke berbagai tempat destinasi wisata, ku langkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Belum juga semua baju terlepas tiba - tiba sepasang tangan melingkar di perutku, hembusan napas terasa di bahu dan sentuhan hangat terasa di leher yang membuatku merasa geli.

Ku lepaskan tangan itu dan berbalik menghadap ke arahnya, belum sempat ku layangkan protes terhadapnya tiba - tiba di kecupnya bibir ini, ia mainkan permainan yang membuatku di mabuk asmara akan kelembutannya. Ia memintanya, suamiku memintanya tapi berhasil ku cegah. Bagaimana mungkin kami melakukannya di dalam kamar mandi, ini pertama kalinya untukku pasti akan terasa tidak nyaman kalau harus di dalam kamar mandi. Lagi pula kami belum mandi setelah seharian jalan-jalan, ku putuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum permainan selanjutnya.

Di sela - sela kagiatan membersihkan diri, Kak Rafi tak henti - hentinya meninggalkan jejak di seluruh badanku ini. Di angkatnya badanku oleh sang suami sebelum sempat memakai handuk dan di rebahkannya di atas tempat tidur dengan amat perlahan.

" Bolehkah Kakak mulai sekarang? " tanyanya meminta izin

" Memangnya dari tadi belum mulai ya Kak? " tanyaku polos

" Belum Sha, itu baru pemanasan " jawab Kak Rafi tersenyum nakal

" Bolehkan Kakak minta yang itu " lanjutnya lagi meminta izin

" Kakaaaaakk " balasku malu dan menutup wajahku dengan kedua tangan

" Oke, sudah kamu izinkan ya... Jangan protes loh nanti " seru Kak Rafi

Kak Rafi menarik tanganku agar ia bisa melihat wajahku yang kemerahan di buat malu olehnya, mengusap tiap helai rambut yang menutupi wajah. Dikecupnya keningku dengan lembut turun ke pipi kanan lanjut ke pipi kiri dan berakhir di bibir merahku, ia mengecupnya dan lagi lagi memainkan permainan yang membuatku di mabuk asmara. Kak Rafi terus menuruni dan menjelajah tiap inci milik wanita yang ia nikahi beberapa waktu lalu, perlakuannya membuatku seakan melayang - layang merasakan nikmat dan indahnya dunia setelah sepasang insan memadukan cinta dan kasihnya dalam satu ikatan yang halal.

***

Tiga puluh menit permainannya membuatku kelelahan dan tak berdaya, kurasakan sedikit rasa perih pada pangkal paha akibat permainan tadi karena Kak Rafi yang terus menerus membuatku kewalahan dengan staminanya yang begitu kuat. Tapi karena staminanya itu yang membuatku meminta lagi dan lagi hingga kami berdua terkulai lemas. Kurebahkan kepalaku pada lengannya yang tengah memelukku lalu ku lingkarkan tangan kananku di atas dadanya di balik selimut.

" Terima kasih ya Sha, kamu sudah memberikan kebahagiaan buat Kakak. Semoga apa yang Kakak tanam tadi segera membuahkan hasil " kata Kak Rafi sambil mengusap - usap perutku berharap akan segera tumbuh buah cinta kami ini

*****

*****

*****

" Sha, Resha " panggil Kak Rafi melambai - lambaikan tangannya di hadapanku

" Resha " panggilnya lagi

" Iya Kak " balasku terkejut

" Kamu kenapa? Sejak tadi melamun terus, apa yang kamu pikirkan Sha? Kakak lihat kamu senyum - senyum sendiri " tanya Kak Rafi penasaran

" Tidak ada Kak " balasku singkat mengingat apa yang baru saja ku lamunkan pasti membuat Kak Rafi terus menggodaku kalau ku ceritakan padanya

" Ya sudah, kita sudah sampai di rumah Mami ayo turun Sha " ajak Kak Rafi lalu turun dari mobil

" Iya Kak " balasku mengikuti Kak Rafi turun

***

" Resha, Rafi " seru Mami saat keluar dari dalam kamar melihatku dan Kak Rafi sudah berada di rumah

Mami langsung memeluk putra sulungnya karena tidak bertemu selama dua minggu.

" Rafi, Resha, bagaimana kabar kalian? " tanya Mami setelah melepas pelukannya lalu berganti memelukku

" Kita baik Mi, Mami apa kabar? " tanya Kak Rafi balik

" Mami baik juga sayang, ayo sini duduk dulu duduk " ajak Mami begitu antusias

" Bagaimana honeymoon-nya? " tanya Mami lanjut

" Apanya Mi? " Kak Rafi balik bertanya

" Apa sudah ada berita baik? " lanjut Mami dengan ekspresi antusiasnya

" Mami, aku sama Resha menikah kan baru dua minggu lebih ya belum tau dong Mi " balas Kak Rafi

" O iya ya, ya sudah tidak apa - apa, tetap semangat dan berusaha terus ya " kata Mami dengan penuh semangat

" Rafa kemana Mi? Kenapa tidak keliatan? " tanyaku yang memang tidak melihat sosok adik iparku ini setelah aku dan Kak Rafi pulang

" Rafa? Sepertinya di kamar, sebentar ya Mami panggil " kata Mami

" Rafaaa, ini kakakmu sudah pulang, kamu tidak mau turun " panggil Mami dengan berteriak

Tidak lama kemudian muncullah sosok yang Mami panggil tadi.

" Ada apa Mi? " tanya Rafa dari depan kamar tanpa turun dan bertemu dengan kakaknya

" Ini kakakmu dan Resha sudah pulang, kamu tidak mau turun Nak? " tanya Mami lagi

" Tidak Mi " balas Rafi singkat lalu masuk ke dalam kamarnya lagi

Rafa? Setega itu kamu tidak mau menemuiku? Apa salahku Fa sampai kamu bersikap seperti ini terus? tanyaku dalam hati sedih

Terpopuler

Comments

TK

TK

menjejak kembali

2021-04-21

1

Ara Irza

Ara Irza

di tunggu lnjutannya.

2020-11-10

1

Naoki Miki

Naoki Miki

haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkan prfil q aja yaa😍
vielen danke😘

2020-10-16

1

lihat semua
Episodes
1 BAB Kesatu
2 BAB Kedua
3 BAB Ketiga
4 BAB Keempat
5 BAB Kelima
6 BAB Keenam
7 BAB Ketujuh
8 BAB Kedelapan
9 BAB Kesembilan
10 BAB Kesepuluh
11 BAB Kesebelas
12 BAB Keduabelas
13 BAB Ketigabelas
14 BAB Keempat Belas
15 BAB Kelima Belas
16 BAB Keenam Belas
17 BAB Ketujuh Belas
18 BAB Kedelapan Belas
19 BAB Kesembilan Belas
20 BAB Keduapuluh
21 BAB Keduapuluh Satu
22 BAB Keduapuluh Dua
23 BAB Keduapuluh Tiga
24 BAB Keduapuluh Empat
25 BAB Keduapuluh Lima
26 BAB Keduapuluh Enam
27 BAB Keduapuluh Tujuh
28 BAB Keduapuluh Delapan
29 BAB Keduapuluh Sembilan
30 BAB Ketigapuluh
31 BAB Ketigapuluh Satu
32 BAB Ketigapuluh Dua
33 BAB Ketigapuluh Tiga
34 BAB Ketigapuluh Empat
35 BAB Ketigapuluh Lima
36 BAB Ketigapuluh Enam
37 BAB Ketigapuluh Tujuh
38 BAB Ketigapuluh Delapan
39 BAB Ketigapuluh Sembilan
40 BAB Keempat Puluh
41 BAB Keempat Puluh Satu
42 BAB Keempat Puluh Dua
43 BAB Keempat Puluh Tiga
44 BAB Keempat Puluh Empat
45 BAB Keempat Puluh Lima
46 BAB Keempat Puluh Enam
47 BAB Bonus
48 BAB Keempat Puluh Tujuh
49 BAB Keempat Puluh Delapan
50 BAB Keempat Puluh Sembilan
51 BAB Kelima Puluh
52 BAB Kelima Puluh Satu
53 BAB Kelima Puluh Dua
54 BAB Kelima Puluh Tiga
55 BAB Kelima Puluh Empat
56 BAB Kelima Puluh Lima
57 BAB Kelima Puluh Enam
58 BAB Kelima Puluh Tujuh
59 BAB Kelima Puluh Delapan
60 BAB Kelima Puluh Sembilan
61 BAB Keenam Puluh
62 BAB Keenam Puluh Satu
63 BAB Keenam Puluh Dua
64 BAB Keenam Puluh Tiga
65 BAB Keenam Puluh Empat
66 BAB Keenam Puluh Lima
67 BAB Keenam Puluh Enam
68 BAB Keenam Puluh Tujuh
69 BAB Keenam Puluh Delapan
70 BAB Keenam Puluh Sembilan
71 BAB Ketujuh Puluh
72 BAB Ketujuh Puluh Satu
73 BAB Ketujuh Puluh Dua
74 BAB Ketujuh Puluh Tiga
75 BAB Ketujuh Puluh Empat
76 BAB Ketujuh Puluh Lima
77 BAB Ketujuh Puluh Enam
78 BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79 BAB Ketujuh Puluh Delapan
80 BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81 BAB Kedelapan Puluh
82 BAB Kedelapan Puluh Satu
83 BAB Kedelapan Puluh Dua
84 BAB Kedelapan Puluh Tiga
85 BAB Kedelapan Puluh Empat
86 BAB Kedelapan Puluh Lima
87 BAB Kedelapan Puluh Enam
88 BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89 BAB Kedelapan Puluh Delapan
90 BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91 BAB Kesembilan Puluh
92 BAB Kesembilan Puluh Satu
93 BAB Kesembilan Puluh Dua
94 BAB Kesembilan Puluh Tiga
95 BAB Kesembilan Puluh Empat
96 Kesembilan Puluh Lima
97 BAB Kesembilan Puluh Enam
98 BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99 BAB Kesembilan Puluh Delapan
100 BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101 BAB Keseratus
102 BAB Keseratus Satu
103 BAB Keseratus Dua
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BAB Kesatu
2
BAB Kedua
3
BAB Ketiga
4
BAB Keempat
5
BAB Kelima
6
BAB Keenam
7
BAB Ketujuh
8
BAB Kedelapan
9
BAB Kesembilan
10
BAB Kesepuluh
11
BAB Kesebelas
12
BAB Keduabelas
13
BAB Ketigabelas
14
BAB Keempat Belas
15
BAB Kelima Belas
16
BAB Keenam Belas
17
BAB Ketujuh Belas
18
BAB Kedelapan Belas
19
BAB Kesembilan Belas
20
BAB Keduapuluh
21
BAB Keduapuluh Satu
22
BAB Keduapuluh Dua
23
BAB Keduapuluh Tiga
24
BAB Keduapuluh Empat
25
BAB Keduapuluh Lima
26
BAB Keduapuluh Enam
27
BAB Keduapuluh Tujuh
28
BAB Keduapuluh Delapan
29
BAB Keduapuluh Sembilan
30
BAB Ketigapuluh
31
BAB Ketigapuluh Satu
32
BAB Ketigapuluh Dua
33
BAB Ketigapuluh Tiga
34
BAB Ketigapuluh Empat
35
BAB Ketigapuluh Lima
36
BAB Ketigapuluh Enam
37
BAB Ketigapuluh Tujuh
38
BAB Ketigapuluh Delapan
39
BAB Ketigapuluh Sembilan
40
BAB Keempat Puluh
41
BAB Keempat Puluh Satu
42
BAB Keempat Puluh Dua
43
BAB Keempat Puluh Tiga
44
BAB Keempat Puluh Empat
45
BAB Keempat Puluh Lima
46
BAB Keempat Puluh Enam
47
BAB Bonus
48
BAB Keempat Puluh Tujuh
49
BAB Keempat Puluh Delapan
50
BAB Keempat Puluh Sembilan
51
BAB Kelima Puluh
52
BAB Kelima Puluh Satu
53
BAB Kelima Puluh Dua
54
BAB Kelima Puluh Tiga
55
BAB Kelima Puluh Empat
56
BAB Kelima Puluh Lima
57
BAB Kelima Puluh Enam
58
BAB Kelima Puluh Tujuh
59
BAB Kelima Puluh Delapan
60
BAB Kelima Puluh Sembilan
61
BAB Keenam Puluh
62
BAB Keenam Puluh Satu
63
BAB Keenam Puluh Dua
64
BAB Keenam Puluh Tiga
65
BAB Keenam Puluh Empat
66
BAB Keenam Puluh Lima
67
BAB Keenam Puluh Enam
68
BAB Keenam Puluh Tujuh
69
BAB Keenam Puluh Delapan
70
BAB Keenam Puluh Sembilan
71
BAB Ketujuh Puluh
72
BAB Ketujuh Puluh Satu
73
BAB Ketujuh Puluh Dua
74
BAB Ketujuh Puluh Tiga
75
BAB Ketujuh Puluh Empat
76
BAB Ketujuh Puluh Lima
77
BAB Ketujuh Puluh Enam
78
BAB Ketujuh Puluh Tujuh
79
BAB Ketujuh Puluh Delapan
80
BAB Ketujuh Puluh Sembilan
81
BAB Kedelapan Puluh
82
BAB Kedelapan Puluh Satu
83
BAB Kedelapan Puluh Dua
84
BAB Kedelapan Puluh Tiga
85
BAB Kedelapan Puluh Empat
86
BAB Kedelapan Puluh Lima
87
BAB Kedelapan Puluh Enam
88
BAB Kedelapan Puluh Tujuh
89
BAB Kedelapan Puluh Delapan
90
BAB Kedelapan Puluh Sembilan
91
BAB Kesembilan Puluh
92
BAB Kesembilan Puluh Satu
93
BAB Kesembilan Puluh Dua
94
BAB Kesembilan Puluh Tiga
95
BAB Kesembilan Puluh Empat
96
Kesembilan Puluh Lima
97
BAB Kesembilan Puluh Enam
98
BAB Kesembilan Puluh Tujuh
99
BAB Kesembilan Puluh Delapan
100
BAB Kesembilan Puluh Sembilan
101
BAB Keseratus
102
BAB Keseratus Satu
103
BAB Keseratus Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!