Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa

Nadhira

Nadhira adalah anak yang berusia 8 tahun, memiliki kulit yang putih dan senyum yang tidak pernah hilang dari wajahnya. Dia adalah sosok yang periang dan pandai dalam kelasnya, hingga suatu kejadian yang tidak terduga telah merebut kebahagiaannya dan merubahnya secara drastis.

Nadhira tinggal bersama keluarga yang mampu, papanya bekerja disebuah perusahaan sedangkan mamanya hanya ibu rumah tangga. Awalnya mamanya adalah wanita karir tetapi setelah ia menikah, ia meninggalkan karirnya atas kemauan dari suaminya.

Keluarga mereka bisa dibilang keluarga yang harmonis, bahkan banyak yang iri dengan kebahagiaan keluarga mereka.

Lia adalah nama dari mama Nadhira, dan istri dari Rendi wijaya. Nama aslinya adalah Aulia Saraswati dan sering dipanggil dengan nama Lia agar mudah diingat.

Awalnya keluarganya sangat bahagia,hingga suatu ketika papanya ya berubah seratus delapan puluh derajad.

Hampir setiap hari ia selalu mendengarkan pertengkaran antara ibu dan ayahnya, seakan akan tiada habisnya. Pertengkaran itu semakin lama semakin besar, entah apa penyebabnya,nadhira hanya bisa masuk kedalam kamar dan mengunci pintu dari dalam.

Nadhira berbaring di tempat tidurnya dan menutup tubuh mungilnya menggunakan selimut dan menangis di dalamnya tanpa diketahui oleh siapapun.

*Awal kisah*

Sosok gadis kecil sedang sibuk mengerjakan tugas sekolah disuatu kelas, terlihat keseriusan dalam mengerjakannya.hingga ada sosok yang mengejutkannya.

"Dhira...". Teriak gadis tersebut.

"Aaaa... Susi kenapa kau mengejutkanku". Tanya Nadhira dengan mengelus dadanya.

"Sudahlah Dhira,kan ini waktunya istirahat kenapa masih aja belajar belajar dan belajar ngak bosan apa? apa kamu ngak mau kekantin?". Balasnya sambil memasukkan buku Nadhira keloker mejanya.

"Ehh... Ehh... Tapi kan aq ngak lapar"

"Ayolah, aku lapar nih" rayu gadis tersebut dengan wajah yang dibuat cemberut.

Tanpa menunggu jawaban dari nadhira gadis tersebut langsung menarik tangan nadhira kearah kantin sekolah.gadis itu bernama susi.

Susi adalah sahabat nadhira sejak dia memasukki sekolah playgrub, hingga sekarang. Hanya Susi lah yang mampu mengerti apapun kesukaan Nadhira

Sesampainya dikantin sekolah, mereka bertemu dengan teman temannya yang lain, yang sedang mengobrol. Nadhira adalah anak pringkat satu dikelasnya, sikapnya yang ramah membuat teman temannya sangat menyayanginya.

"Itu dia Dhira, akhirnya dia kesini juga.. hahaha ". Ucap salah satu seorang yang bernama Rifki, sambil menunjuk kearah Nadhira datang.

"Susi, rayuan apa yang kamu pakai untuk dia?" Ucap bayu

"Tau ngak kalian, hampir seluruh tenaga ku gerakkan untuk mengajakknya kemari". Ucap Susi sambil bergaya ala jagoan terhebat yang pernah ada.

Plok plok plok

"Wihhh.. hebat sekali kau si". Puji mereka sambil bertepuk tangan

"Eh.. emang ada apa?". Nadhira menatap mereka dengan tatapan polosnya

"Sudah sudah,, buruan kalian beli makanan keburu jamnya habis lo". ucap Rifki sambil melihat jam ditangannya.

Mereka akhirnya makan bersama berbagi cerita, bercanda bersama dan tertawa bersama. Sampai akhirnya jam istirahat pun habis, mereka bergegas menuju kekelasnya.

"Dhir, besok kan hari minggu, gimana kalo kita pergi berenang, udah lama aku ngak berang, terakhir kali waktu kita pergi tour di playgrub". Ajak susi

"Emm .. boleh sih, tapi nanti aku tanya dulu ya ke Mama, diizini atau ngaknya". Jawab Nadhira.

"Hih... Kalian mau pergi berenang ngak ajak ajak kami?". Tanya Bayu yang mendengar pembicaraan mereka berdua.

"Hehehe... Aku ngajak Nadhira bukan kamu", jawab Susi sambil mengalihkan pandangan.

"Awas ya kalian". Ucap Bayu sambil memasang ekspresi mengancam.

"Eh apa an ini, APA!! Berenang, wah kayaknya seru tuh". Rifki yang tadinya serius dengan tugasnya mulai terganggu karena mereka bertiga.

"Halah percuma Rif, kita berdua kan ngak diajak kok". Balas Bayu dengan malas.

"Pffff..hahaha,aku suka ekspresi itu,haduh perut ku sakit lihat kalian berdua"

Ctak

Sebuah jitakan mendarat dengan mulus dikepala Susi, dan pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Bayu.

"Auhh... Sakit tau Bay, emang ini apaan, seenaknya aja lu jitak jitak". Keluh Susi sambil mengusap kepalanya yang sakit dan hampir saja benjol.

"Eh itu kepala? Ku kira tadi semangka, hahaha,, habisnya mirip, kan kayak di youtube youtube gitu lo Si, sekali jitakan langsung terbelah jadi dua". Jawab Bayu dengan tertawa keras tanpa rasa bersalah.

"Enak aja lu bilang, dipasar kagak ada lagi tau,kalo ini terbelah mah ngak ada gantinya". Sewot Susi karena ucapan Bayu

"Kali aja, pake kepala ayam kan banyak". Kini giliran Nadhira yang menyahuti

"Hahahaha". Ketawa mereka bertiga, yang berhasil mengukir wajah cemberut diwajah Susi dan seketika membuat wajahnya memerah bagaikan tomat. Raut wajah Susi seakan akan tidak bersahabat.

Cttarr

Sebuah penggaris panjang, sepanjang 1 meter memukul meja mereka, dan membuat mereka menoleh kearah penggaris itu dan menemukan sosok pria berbadan besar dan kumis melengkung, membuat sosok itu menyeramkan

Deg.. deg.. deg..

Jantung mereka terasa hampir copot ketika melihat sosok yang ada didepan mereka yang sedang memasang wajah menahan marah.

"Matilah kita", guman Rifki

Sosok tersebut adalah salah satu guru yang paling ditakuti disekolah mereka, Pak Agus. Dan membuat mereka berhenti tertawa seketika.

Sepulang sekolah seperti biasa Nadhira selalu membersihkan diri dan membantu Mamanya. Tapi kali ini mamanya akan masak makanan yang banyak, katanya akan ada tamu kerumah , Nadhira pun menghampirinya.

"Siapa yang datang Ma?kok banyak banget masaknya?". Tanya Nadhira

"Oh ini,temannya papamu mau berkunjung nanti malam kesini" jawab Mamanya tanpa mengalihkan perhatian dari memotong sayuran

"Boleh Dhira bantu?"

"Boleh, ambilkan bahan bahan lainnya dikulkas"

"Baik Ma". Nadhira segera bergegas untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Mamanya. "Ini Ma, mau ditaruh dimana?" Ucap Nadhira sambil memberikan sayur sayuran kepada Mamanya.

"Taruh atas meja situ aja Dhir, sambil kamu potong kecil kecil"

"Beres Mama bos,, eh iya Ma, besok teman teman mau ngajak berenang, boleh ngak Ma?"

"Berenang dimana? Ngak usah Dhir, nanti ngak ada yang ngawasi"

"Tapi Ma.."

"Lain kali aja sama Papa, ajak teman temanmu juga"

Mereka belum mengambil pembantu rumah tangga, jadi Lia sendiri lah yang melakukan pekerjaan rumah setiap hari, ketika Lia meminta pasti suaminya hanya menjawab "Sudahlah Dek, jangan aneh aneh, mending uangnya ditabung". Begitulah jawabnya

Mereka pun mulai memasak dan sesekali berbincang bincang sambil bercanda, tak lama kemudian satu makanan telah selesai dan mereka melanjutkan memasak yang lainnya.

Setelah mereka berdua selesai memasak, ternyata waktunya sudah sore, Nadhira bergegas menuju kamarnya dan hendak mandi untuk membersihkan diri dari keringat yang membasahi tubuhnya karena habis memasak.

Malam pun akhirnya tiba, suasana dirumah sangat rapi, dilangit bintang bintang tak terlihat karena tertutup oleh awan, hanya cahaya redup sang rembulan yang menyinari malam itu.

Nadhira sedang bersiap siap memakai gaun berwarna pink kesukaannya,dan dikuncir dua dikiri dan kanan, ia di dandani sangat imut oleh Mamanya. Kebahagiaan terpancar dari senyumannya yang tak pernah pudar.

Tak lama kemudian sosok yang ditunggu tunggu akhirnya datang jua, sepasang suami istri datang tanpa membawa anak mereka, mereka turun dari mobil yang terparkir rapi disebelah mobil Papa Nadhira.

Dari penampilannya ia sangat anggun dan baik hati, memakai baju feminim berwarna silver sangat cocok dikulitnya. Dapat dilihat sesekali ia melirik kearah Papanya dengan tatapan yang aneh fikirnya.

Wanita itu adalah pegawai baru yang ada di perusahaan yang ditempati oleh Papa Nadhira, wajahnya yang cantik membuat siapa saja yang menatapnya mampu terpikat olehnya.

Yang satunya adalah seorang pria yang penampilannya sederhana, agak gemuk dan sedikit berotot.

"Wah... cantik sekali, siapa namanya?". Ucap perempuan itu, ketika melihat kearah Nadhira

"Nadhira tante". Jawab Nadhira

"Ayo Nak, salim dulu sama Tante dan Om". Ucap Lia,yang tak lain adalah Mama dari Nadhira

"Baik Ma". Langsung bergegas kearah mereka berdua dan salim.

"Kelas berapa Nadhira sekarang?". Tanya lelaki yang ada disamping wanita tersebut.

"Kelas 3 Sd Om". Jawabnya sambil tersenyum tipis kearah lelaki tersebut.

"Ayo masuk, kita bicara didalam saja, istri saya sudah masak banyak banget untuk kalian berdua". Ajak Rendi kepada mereka

Mereka pun masuk bersama sama, akhirnya berbincang bincang dan sesekali tertawa bersama, terlihat wajah bahagia semua orang yang ada diruangan tersebut,tanpa Nadhira dan mamanya sadari itulah awal kehancuran hidupnya. Kebahagiaan yang ia rasakan selama ini perlahan mulai memudar.

Terpopuler

Comments

Bintang Samudra

Bintang Samudra

semangat terus

2023-01-07

0

Bintang Samudra

Bintang Samudra

berfikir positif👍👍

2023-01-04

0

Bintang Samudra

Bintang Samudra

Nadhira anak usia 8 tahun

2023-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 Nadhira
2 Awal Perubahan
3 apa salahku
4 Kembali Akur
5 Teman Baru dan Musuh baru
6 Ada Yang Terbakar
7 Sang Putri dan Dua Pelayan
8 Kesalahan apa yang aku lakukan?
9 Masa lalu Rendi
10 Kabar Buruk
11 Pencarian
12 Ikhlas
13 Belajar Beladiri
14 Belajar Beladiri 2
15 Belajar Beladiri 3
16 Kenapa aku tidak boleh ikut beladiri
17 Aku merindukanmu Ma
18 Pahlawan Kesiangan
19 Raka
20 Dendam
21 Murid baru
22 Murid Baru 2
23 Kekuatan Doa
24 kau tak pantas untuk menamparku
25 Nadhira bukanlah anakku
26 Sebuah gelang tangan
27 Yang buruk belum tentu jahat
28 Penculikan
29 penculikan 2
30 Penculikan 3
31 penculikan 4
32 penculikan 5
33 penculikan 6
34 penculikan 7
35 penculikan 8
36 Masa Yang Kelam
37 Tak tertolong
38 Kembali
39 Luka tak berdarah
40 Izinkan memanggilmu Ibu
41 Siap jadi lawanmu
42 Penikmat Rasa Takut
43 Ujian Nasional
44 Ujian Nasional 2
45 Ujian Nasional 3
46 Maafkan aku
47 Pulang
48 Papa pulang
49 Kepasar
50 Kepasar 2
51 Kepasar 3
52 Kepanti asuhan
53 Mimpi yang menyeramkan
54 Ini bukan mimpi
55 Desa Mawar Merah
56 Desa Mawar Merah 2
57 Desa Mawar Merah 3
58 Desa Mawar Merah 4
59 Desa Mawar Merah 5
60 Apakah alam gaib itu ada
61 Tugasmu sudah selesai, sekarang giliranku
62 Kabar kematian
63 Dia milikku
64 Senyumanmu
65 Bagaimana hatiku?
66 Rindu
67 Janji
68 Racun untukku
69 Sebuah Surat
70 Gagal
71 Makan Bersama
72 Camping
73 Camping 2
74 Camping 3
75 Camping 4
76 Camping 5
77 Camping 6
78 Camping 7
79 Camping 8
80 Camping 9
81 Camping 10
82 Pulang Camping
83 Tuduhan
84 Apa salah dinding?
85 Adik dan Kakak
86 Penyerangan
87 Penyerangan 2
88 Penyerangan 3
89 Taruhan
90 Taruhan 2
91 Mengantar Nadhira pulang
92 Tamatlah riwayatmu
93 Permata iblis
94 Tuan Muda
95 Abriyanta Groub
96 Kepergian Aryabima
97 Pusat perhatian
98 Belanja
99 Terlalu bersemangat untuk belanja
100 Setelah makan jangan lupa bayar
101 Nyawaku sudah tidak berarti
102 pelukan yang dirindukan
103 Perhatian
104 Tatap menatap
105 Bukan ide yang bagus
106 Mimpi yang begitu nyata
107 Mimpi yang begitu nyata 2
108 Bisa mendengar
109 Keputusan tanpa persetujuan
110 Iri tanda tak mampu
111 Kerasukan
112 Sadar
113 Harga dirimu begitu rendah
114 Kekuatan membuka mata
115 Dia adalah sahabatku
116 Nadhira memiliki kakak?
117 Urus saja urusanmu sendiri
118 perampok yang dirampok
119 Kecurigaan yang muncul tiba tiba
120 Mencari pembantu
121 Berlatih bersama
122 Jalan jalan
123 Jalan jalan 2
124 Jalan jalan 3
125 Apa yang disembunyikan dariku
126 Malam yang panjang
127 Mengungkap misteri
128 Mengungkap misteri 2
129 Mengungkap misteri 3
130 Mengungkap misteri 4
131 Mengungkap misteri 5
132 Mengungkap misteri 6
133 Mengungkap misteri 7
134 Mengungkap misteri 8
135 Mengungkap misteri 9
136 Trauma
137 Sekolah Baru
138 Pembulian
139 Kembali camping
140 Menangkap seseorang
141 Mandi pagi
142 Kesurupan masal
143 Orang misterius dan Ratu iblis
144 Rifki marah?
145 Cemburu
146 Siapa atasanmu?
147 Bahayanya Pacaran
148 Bahayanya pacaran 2
149 Bahayanya pacaran 3
150 Ikan panggang
151 Acara perpisahan
152 Jangan sampai Nadhira mendengarnya
153 Pelatihan Gengcobra
154 Pelatihan Gengcobra 2
155 Pelatihan Gengcobra 3
156 Kenapa dihutan?
157 Aku menginginkan nyawa Papa
158 Kisah Pangeran Kian
159 Kisah Pangeran Kian 2
160 Kisah Pangeran Kian 3
161 Kisah Pangeran Kian 4
162 Kisah Pangeran Kian 5
163 Kisah Pangeran Kian 6
164 Kisah Pangeran Kian 7
165 Kisah Pangeran Kian 8
166 Kisah Pangeran Kian 9
167 Kisah Pangeran Kian 10
168 Kisah Pangeran Kian 11
169 Kisah Pangeran Kian 12
170 Kisah Pangeran Kian 13
171 Kisah Pangeran Kian 14
172 Kisah Pangeran Kian 15
173 Kisah Pangeran Kian 16
174 Kisah Pangeran Kian 17
175 Kisah Pangeran Kian 18
176 Kisah Pangeran Kian 19
177 Kisah Pangeran Kian 20
178 Kisah Pangeran Kian 21
179 Kisah Pangeran Kian 22
180 Kisah Pangeran Kian 23
181 Kisah Pangeran Kian 24
182 Kisah Pangeran Kian 25
183 Kisah Pangeran Kian 26
184 Kisah Pangeran Kian 27
185 Kisah Pangeran Kian 28
186 Kisah Pangeran Kian 29
187 Akhir kisah Pangeran Kian
188 Perselisihan
189 Mengenang sosok Lia
190 Kepantai
191 Jangan bertindak gegabah
192 Sebuah gaun
193 Berlibur bersama
194 Berlibur bersama 2
195 Berlibur bersama 3
196 Perpisahan
197 Perpisahan 2
198 Perpisahan 3
199 Tidak terpengaruh
200 Gerhana bulan merah
201 Memperebutkan permata
202 Memperebutkan permata 2
203 Memperebutkan permata 3
204 Memperebutkan permata 4
205 Memperebutkan permata 5
206 Menyelamatkan nyawa Nadhira
207 Makanan untuk Nadhira
208 Melakukan tugas
209 Tentang Haris
210 Nadhira kembali dan hilang ingatan
211 Hasutan
212 Nadhira melupakan segalanya
213 Senjata makan tuan
214 Aku tidak bisa beladiri
215 Tunduk dihadapan manusia?
216 Club malam
217 Nadhira mabuk?
218 Mabuknya Nadhira
219 Mabuknya Nadhira 2
220 Teman SMP
221 Maafkan Nadhira
222 Sosok misterius
223 Hanya luka kecil
224 Tukang kebun baru
225 Ulang tahun Amanda
226 Pesta berujung malapetaka
227 Pengorbanan Nadhira
228 Merebut Nadhira kembali
229 Kebenaran
230 Jangan pergi Dhira
231 Apakah aku sudah diakhirat?
232 Sisi lain Nadhira
233 Hati yang terluka
234 Rumah baru bagi Nadhira
235 Berita kecelakaan
236 Rendi kecelakaan
237 Pengorbanan yang tak dianggap
238 Sebuah foto
239 Bicara sendiri
240 Mencari tau
241 Rumah Dwija
242 Komplotan begal
243 Kasus pembegalan
244 Rumah sakit jiwa
245 Sebuah surat
246 Bercandanya ngak lucu
247 Desa Flamboyan
248 Hilangnya seorang anak
249 Malam yang sunyi
250 Semangkuk Nasehat
251 Pak Mun hilang
252 Serangan
253 Keributan dimakam keramat
254 Misteri makam keramat terbongkar
255 Terjebak
256 Kenyataan pahit
257 Kebahagiaan seluruh warga
258 Ledakan bom
259 Perayaan warga desa
260 Pulang
261 Merasa diawasi
262 Rendi datang
263 Siapa yang benar dan salah
264 Sudut pandang Rendi
265 Rencana keluar rumah diam diam
266 Lebih baik kau mati saja Dhira!
267 Aku bukan anak kandung Papa
268 Bertemu sahabat lama
269 Akhir kisah Apa Salahku Pa ( The end )
270 Informasi
Episodes

Updated 270 Episodes

1
Nadhira
2
Awal Perubahan
3
apa salahku
4
Kembali Akur
5
Teman Baru dan Musuh baru
6
Ada Yang Terbakar
7
Sang Putri dan Dua Pelayan
8
Kesalahan apa yang aku lakukan?
9
Masa lalu Rendi
10
Kabar Buruk
11
Pencarian
12
Ikhlas
13
Belajar Beladiri
14
Belajar Beladiri 2
15
Belajar Beladiri 3
16
Kenapa aku tidak boleh ikut beladiri
17
Aku merindukanmu Ma
18
Pahlawan Kesiangan
19
Raka
20
Dendam
21
Murid baru
22
Murid Baru 2
23
Kekuatan Doa
24
kau tak pantas untuk menamparku
25
Nadhira bukanlah anakku
26
Sebuah gelang tangan
27
Yang buruk belum tentu jahat
28
Penculikan
29
penculikan 2
30
Penculikan 3
31
penculikan 4
32
penculikan 5
33
penculikan 6
34
penculikan 7
35
penculikan 8
36
Masa Yang Kelam
37
Tak tertolong
38
Kembali
39
Luka tak berdarah
40
Izinkan memanggilmu Ibu
41
Siap jadi lawanmu
42
Penikmat Rasa Takut
43
Ujian Nasional
44
Ujian Nasional 2
45
Ujian Nasional 3
46
Maafkan aku
47
Pulang
48
Papa pulang
49
Kepasar
50
Kepasar 2
51
Kepasar 3
52
Kepanti asuhan
53
Mimpi yang menyeramkan
54
Ini bukan mimpi
55
Desa Mawar Merah
56
Desa Mawar Merah 2
57
Desa Mawar Merah 3
58
Desa Mawar Merah 4
59
Desa Mawar Merah 5
60
Apakah alam gaib itu ada
61
Tugasmu sudah selesai, sekarang giliranku
62
Kabar kematian
63
Dia milikku
64
Senyumanmu
65
Bagaimana hatiku?
66
Rindu
67
Janji
68
Racun untukku
69
Sebuah Surat
70
Gagal
71
Makan Bersama
72
Camping
73
Camping 2
74
Camping 3
75
Camping 4
76
Camping 5
77
Camping 6
78
Camping 7
79
Camping 8
80
Camping 9
81
Camping 10
82
Pulang Camping
83
Tuduhan
84
Apa salah dinding?
85
Adik dan Kakak
86
Penyerangan
87
Penyerangan 2
88
Penyerangan 3
89
Taruhan
90
Taruhan 2
91
Mengantar Nadhira pulang
92
Tamatlah riwayatmu
93
Permata iblis
94
Tuan Muda
95
Abriyanta Groub
96
Kepergian Aryabima
97
Pusat perhatian
98
Belanja
99
Terlalu bersemangat untuk belanja
100
Setelah makan jangan lupa bayar
101
Nyawaku sudah tidak berarti
102
pelukan yang dirindukan
103
Perhatian
104
Tatap menatap
105
Bukan ide yang bagus
106
Mimpi yang begitu nyata
107
Mimpi yang begitu nyata 2
108
Bisa mendengar
109
Keputusan tanpa persetujuan
110
Iri tanda tak mampu
111
Kerasukan
112
Sadar
113
Harga dirimu begitu rendah
114
Kekuatan membuka mata
115
Dia adalah sahabatku
116
Nadhira memiliki kakak?
117
Urus saja urusanmu sendiri
118
perampok yang dirampok
119
Kecurigaan yang muncul tiba tiba
120
Mencari pembantu
121
Berlatih bersama
122
Jalan jalan
123
Jalan jalan 2
124
Jalan jalan 3
125
Apa yang disembunyikan dariku
126
Malam yang panjang
127
Mengungkap misteri
128
Mengungkap misteri 2
129
Mengungkap misteri 3
130
Mengungkap misteri 4
131
Mengungkap misteri 5
132
Mengungkap misteri 6
133
Mengungkap misteri 7
134
Mengungkap misteri 8
135
Mengungkap misteri 9
136
Trauma
137
Sekolah Baru
138
Pembulian
139
Kembali camping
140
Menangkap seseorang
141
Mandi pagi
142
Kesurupan masal
143
Orang misterius dan Ratu iblis
144
Rifki marah?
145
Cemburu
146
Siapa atasanmu?
147
Bahayanya Pacaran
148
Bahayanya pacaran 2
149
Bahayanya pacaran 3
150
Ikan panggang
151
Acara perpisahan
152
Jangan sampai Nadhira mendengarnya
153
Pelatihan Gengcobra
154
Pelatihan Gengcobra 2
155
Pelatihan Gengcobra 3
156
Kenapa dihutan?
157
Aku menginginkan nyawa Papa
158
Kisah Pangeran Kian
159
Kisah Pangeran Kian 2
160
Kisah Pangeran Kian 3
161
Kisah Pangeran Kian 4
162
Kisah Pangeran Kian 5
163
Kisah Pangeran Kian 6
164
Kisah Pangeran Kian 7
165
Kisah Pangeran Kian 8
166
Kisah Pangeran Kian 9
167
Kisah Pangeran Kian 10
168
Kisah Pangeran Kian 11
169
Kisah Pangeran Kian 12
170
Kisah Pangeran Kian 13
171
Kisah Pangeran Kian 14
172
Kisah Pangeran Kian 15
173
Kisah Pangeran Kian 16
174
Kisah Pangeran Kian 17
175
Kisah Pangeran Kian 18
176
Kisah Pangeran Kian 19
177
Kisah Pangeran Kian 20
178
Kisah Pangeran Kian 21
179
Kisah Pangeran Kian 22
180
Kisah Pangeran Kian 23
181
Kisah Pangeran Kian 24
182
Kisah Pangeran Kian 25
183
Kisah Pangeran Kian 26
184
Kisah Pangeran Kian 27
185
Kisah Pangeran Kian 28
186
Kisah Pangeran Kian 29
187
Akhir kisah Pangeran Kian
188
Perselisihan
189
Mengenang sosok Lia
190
Kepantai
191
Jangan bertindak gegabah
192
Sebuah gaun
193
Berlibur bersama
194
Berlibur bersama 2
195
Berlibur bersama 3
196
Perpisahan
197
Perpisahan 2
198
Perpisahan 3
199
Tidak terpengaruh
200
Gerhana bulan merah
201
Memperebutkan permata
202
Memperebutkan permata 2
203
Memperebutkan permata 3
204
Memperebutkan permata 4
205
Memperebutkan permata 5
206
Menyelamatkan nyawa Nadhira
207
Makanan untuk Nadhira
208
Melakukan tugas
209
Tentang Haris
210
Nadhira kembali dan hilang ingatan
211
Hasutan
212
Nadhira melupakan segalanya
213
Senjata makan tuan
214
Aku tidak bisa beladiri
215
Tunduk dihadapan manusia?
216
Club malam
217
Nadhira mabuk?
218
Mabuknya Nadhira
219
Mabuknya Nadhira 2
220
Teman SMP
221
Maafkan Nadhira
222
Sosok misterius
223
Hanya luka kecil
224
Tukang kebun baru
225
Ulang tahun Amanda
226
Pesta berujung malapetaka
227
Pengorbanan Nadhira
228
Merebut Nadhira kembali
229
Kebenaran
230
Jangan pergi Dhira
231
Apakah aku sudah diakhirat?
232
Sisi lain Nadhira
233
Hati yang terluka
234
Rumah baru bagi Nadhira
235
Berita kecelakaan
236
Rendi kecelakaan
237
Pengorbanan yang tak dianggap
238
Sebuah foto
239
Bicara sendiri
240
Mencari tau
241
Rumah Dwija
242
Komplotan begal
243
Kasus pembegalan
244
Rumah sakit jiwa
245
Sebuah surat
246
Bercandanya ngak lucu
247
Desa Flamboyan
248
Hilangnya seorang anak
249
Malam yang sunyi
250
Semangkuk Nasehat
251
Pak Mun hilang
252
Serangan
253
Keributan dimakam keramat
254
Misteri makam keramat terbongkar
255
Terjebak
256
Kenyataan pahit
257
Kebahagiaan seluruh warga
258
Ledakan bom
259
Perayaan warga desa
260
Pulang
261
Merasa diawasi
262
Rendi datang
263
Siapa yang benar dan salah
264
Sudut pandang Rendi
265
Rencana keluar rumah diam diam
266
Lebih baik kau mati saja Dhira!
267
Aku bukan anak kandung Papa
268
Bertemu sahabat lama
269
Akhir kisah Apa Salahku Pa ( The end )
270
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!