Part 12 - President Director of A&J Group

Dalam suasana hening namun mencekam, aku berusaha menguatkan diriku menghadapi pria yang tak ingin aku temui lagi seumur hidupku.

Rasanya seperti jebakan yang sengaja menjeratku dalam suasana ini. Aku menghela nafasku begitu dalam, entah apa yang akan dia lakukan setelah ini? Aku tak tahu.

Aku hanya bisa pasrah, namun yang pasti aku tidak akan membiarkan malam panas itu terjadi lagi.

Aku akan berusaha sekuat mungkin mempertahankan kesadaranku, sebisa mungkin berusaha untuk tidak jatuh ke dalam pesonanya.

Aku yakin siapapun wanita yang melihat sosok direktur A&J di hadapanku ini pasti akan leleh melihat pesonanya, membuat semua kalangan wanita ingin menjadi bagian dari hidupnya.

Dia menggenggam lenganku begitu erat, hingga aku sulit melepaskan tangan kekarnya. Aku tahu dia tidak ingin kehilangan jejakku, itu jelas terbias dari sorot matanya.

Bisa jadi dia menganggapku sebagai sosok wanita murah yang kapanpun bisa dia pakai akibat pertemuan laknat kami di club malam itu. Sayangnya, itu hanya kesialanku saja. Aku bukanlah wanita yang dia sangkakan.

"Aku mohon lepaskan aku Pak." gaya bahasaku nampak seperti tidak pernah bertemu dengannya, namun ternyata cara itu justru membuat dia semakin geram menatapku.

Kali ini tatapannya dengan jarak yang semakin dekat, tepat di depan wajahku. Sampai sampai aku memilih mundur satu langkah, hingga menekan pintu yang tadi sudah sedikit terbuka, dan kini pintupun tertutup kembali.

"Jenny, don't try to play the game with me."

Tatapannya sungguh menghancurkan pertahananku, aku tak kuasa melihat pesonanya.

Andai saja luka yang ditorehkan Frans sudah berhasil pergi dari dasar hatiku, mungkin sekarang ini aku sudah jatuh ke dalam pesona pria di hadapanku.

Siasatku ternyata salah.

Entah harus bagaimana aku menghadapinya?

Baiklah akan aku akui, tapi hanya sebatas mengakui saja, karena aku tidak ingin terikat dengan pria manapun.

Setelah mengucapkan kalimat yang sedikit mengancam, dia mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.

"Milikmu." dia menyodorkan benda yang aku cari beberapa hari lalu, ternyata dia mengembalikan ponselku.

Sudah tidak ada alasan lagi untukku mengelak atas semua yang telah terjadi bersamanya.

Aku hanya mampu menerima ponselku dengan pandangan tertunduk, menatap bukti fisik yang tertinggal di apartemen miliknya, setelah aksi panas malam itu.

"Apa masih mau jadi ratu drama lagi Jenn?" pertanyaannya semakin mengintimidasi, agar aku mengakui apa yang telah kita perbuat malam itu.

"Lupakan saja!" ucapku tegas.

Entah keberanian dari mana yang aku dapatkan?

Hingga aku mampu melepaskan kata-kata itu dengan wajah yang aku palingkan dari pandangannya.

Mungkin karena aku sudah terlalu banyak menelan rasa sakit yang Frans torehkan padaku, sehingga aku punya keberanian untuk melawan kaum pria manapun. Termasuk pria di hadapanku saat ini, sampai aku lupa akan status sosial dan jabatannya di kantor ini.

Sungguh tatapan penuh selidik ke arahku, membuatku tidak tahan untuk berlama-lama dalam situasi ini.

"Aku bukan tipe pria brengsek seperti di luaran sana. Bagiku tidak mudah melakukan perbuatan itu pada sembarang wanita."

Sungguh aku tidak mengerti maksud dari ucapannya. Melakukan sembarang *** atau tidak, rasanya aku tak peduli.

Sudah aku tekadkan untuk melupakan semuanya, menganggap semuanya tak pernah terjadi di antara kita.

"Lalu, apa maksudmu?" mendengar pertanyaanku barusan, dia hanya mengacak rambutnya kasar.

"Aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku perbuat terhadapmu, karena malam itu aku dalam kondisi mabuk." ucapannya santai, namun terdengar tegas di telingaku.

Mungkin akan banyak orang mengatakan aku ini wanita terbodoh di dunia, karena sudah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan seorang direktur. Tapi, sungguh dari dalam hatiku tidak menginginkan semua itu.

Lagipula mau apa yang dipertanggung jawabkan?

Aku hanya wanita mandul, tidak akan mungkin aku hamil hanya karena aktivitas panas semalam saja.

"Tidak perlu." ucapku singkat, namun sukses membuatnya terkesiap.

"Apa kamu wanita yang sengaja menjajakkan dirimu di club malam Jenn?" pertanyaannya kali ini semakin membuatku geram, membuatku lepas kontrol, hingga menampar wajahnya begitu keras, dan pipinyapun memerah akibat ulahku.

Bagaimana bisa aku menahan emosi? Setelah dia menganggap aku ini wanita rendahan.

Aku tidak peduli dengan jabatannya di sini, jujur aku merasa dilecehkan. Apalagi statusku yang baru saja menyandang sebagai janda, membuat emosiku naik turun akibat depresi yang aku tahan.

"Jaga bicaramu Tuan. Aku tidak akan menerima pertanggung jawabanmu, karena memang aku tidak membutuhkannya." kalimatku semakin berani.

"Aku hanya wanita yang divonis mandul, mau apa yang akan dipertanggung jawabkan?" tandasku lagi.

Nada bicaraku terdengar sangat tegas, seperti tidak mau kalah sangar dengan tatapannya.

"Kalau begitu berapa jumlah uang yang kamu minta? Untuk menebus perbuatanku malam itu."

Kuhela nafasku dalam, mencoba mengumpulkan rasa sabar yang tiada batas. Walau kenyataannya, justru aku kehilangan kesabaranku menghadapi pria tampan yang menurutku sangat menjengkelkan.

"Ini sama saja Anda menganggapku wanita bayaran Tuan. Aku hanya minta padamu untuk tidak mengingat kejadian itu, anggaplah kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Bahkan lupakan pula pertemuan ini." ucapanku semakin berani di hadapannya, sementara dia hanya tersenyum getir.

Entah apa yang ada dalam pikirannya? Yang jelas aku ingin cepat pergi dari ruangan ini.

"Apa kamu yakin Jenny?" dia justru semakin menekan tubuhku, hingga punggungku menempel di pintu ruangan.

Pria itu mengungkungku dengan kedua tangan yang dia tempelkan di pintu, seperti menahanku untuk melarikan diri dari situasi ini.

"Aku mohon lepaskan aku. Aku berjanji tidak akan pernah mengusik kehidupanmu lagi, aku mohon."

Kali ini suaraku terdengar melemah, bahkan kedua telapak tanganpun aku tangkupkan. Aku mencoba memohon setitik rasa belas kasih darinya, diapun menghela nafasnya dalam, mengacak rambutnya kasar.

"Baiklah Jenn, aku akan melepaskanmu. Tapi, jika benihku tumbuh, dan kamu hamil akibat perbuatanku, kamu harus segera menghubungiku, beri tahu aku." ucapnya sambil menatap lekat kedua bola mataku, lalu meraih selembar kartu nama dari saku jasnya.

Pria itu memberikan kartu nama tersebut padaku, lalu aku membaca kartu nama yang ia sodorkan di telapak tanganku. Kartu tersebut berisi identitas nama, jabatan, serta nomor handphone.

Arjuna Prasetya

President Director of A&J Group

08xxx

•••

Jangan lupa klik like ya 😉

Terpopuler

Comments

Mami Vanya Kaban

Mami Vanya Kaban

tjor... mudah2 hamil thor. thor kalau bisa bikin diagnosa dokter yg dulu salah thor

2020-09-16

2

Fina firo

Fina firo

lah Dy mandul gmn cerianya bs hamil pak Juna

2020-06-04

1

Ragil Retno Wardani

Ragil Retno Wardani

😍😍😍😍

2020-04-14

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!