Part 3 - Dia juga istriku

Masih tergambar jelas dalam ingatanku. Malam itu aku pergi meninggalkan rumah Frans. Rumah yang menyimpan ribuan kenanganku bersamanya.

Kenangan yang harus segera aku buang jauh, bahkan jangan sampai tersentuh lagi.

Tekadku sudah bulat ingin mengakhiri semuanya, walau niat hati melupakan, namun kenyataannya membuang masa lima tahun bersama Frans pasti tidak mudah.

Namun, semuanya harus aku lakukan. Karena, aku tidak ingin menjadi perempuan bodoh yang berpura-pura ikhlas. Apalagi harus pura-pura kuat berbagi suami.

Hujan mengguyur jalanan begitu deras saat laju mobilku sudah memasuki kota kelahiranku, Purwakarta.

Mobilku kini sudah terparkir di pekarangan rumah ibuku, namun rumah itu sedikit terasa asing bagiku, mungkin karena ibu mengganti warna cat rumahnya dengan nuansa warna merah tua.

Apa sudah terlalu lama aku tidak mengunjungi rumah ibu?

Sampai sampai aku lupa akan semua perubahannya.

Langkah kakiku sedikit berlari menembus hujan yang cukup deras, lalu kuketuk pintu rumah, sampai pada ketukan ketiga menampilkan sosok wanita dalam balutan hijab dengan senyuman yang tercetak indah bermakna kerinduan.

"Jenny. . ." bisik ibu.

Ibuku nampak riang menyambut kedatanganku di depan pintu. Sementara aku sedikit memaksakan senyuman, namun tetap saja aku justru menghambur ke dalam pelukan ibu, berusaha menahan nafasku yang sesak.

Air matapun siap aku tumpahkan ke dalam pelukan ibuku.

"Ibu. . ." panggilku lirih.

Aku mulai menangis dalam pelukan ibu, dengan bahu yang sudah bergetar menahan sesak.

"Anak Ibu kenapa?"

"Kok nangis?"

"Frans mana?"

Pertanyaan ibu yang bertubi-tubi menghancurkan kesedihanku. Tatapan ibuku menyapu pandangan di luar rumah, mencari cari sosok suamiku Frans.

Wajar saja ibuku mencari Frans, karena malam malam begini sekitar pukul sepuluh malam aku bertamu ke rumah ibuku, pasti dalam pikiran ibu ada Frans yang mengantarku.

Aku masih tidak menjawab pertanyaan ibu, tapi ibu membawaku masuk, lalu mendudukkanku di sofa ruang tamu. Matanya menyiratkan banyak pertanyaan padaku.

"Aku ingin cerai dengan Frans Bu." ucapku sembari menatap kosong meja ruang tamu.

Pernyataanku barusan membuat ibuku terlonjak mendengarnya.

"Astagfirullahaladzim Jenny! Kamu ini bicara jangan sembarangan."

Aku hanya diam mendengarkan ibuku yang tidak mendukung keputusanku.

"Memangnya ada masalah apa dengan suamimu?"

Ibu semakin penasaran akan masalah yang menimpa rumah tanggaku.

"Mas Frans diam diam selingkuh di belakangku Bu. Malam ini dia pergi menemui wanita yang sudah melahirkan darah daging mas Frans."

Hanya sampai itu yang mampu aku jelaskan pada ibu. Nafasku kembali tercekat, tak mampu berkata apapun lagi, saat ini yang aku butuhkan hanyalah pelukan ibu yang mampu mendamaikanku.

Tangan ibuku mendekapku erat ke dalam pelukannya, mengisyaratkan padaku untuk kuat menghadapi badai rumah tanggaku.

"Apa kamu yakin Frans melakukan itu di belakangmu Jenn?"

Ibuku masih mencoba untuk tidak menghakimi situasi, berharap ini hanyalah kesalahpahaman kecil dalam rumah tanggaku.

"Aku yakin Bu." jawabku penuh keyakinan.

Hati ibu mana yang tidak sakit melihat anak perempuan semata wayangnya diperlakukan seperti ini?

Seketika itu juga raut wajah ibuku berubah pucat saat mendengar pernyataanku.

"Ibu yakin Jenny adalah wanita yang baik dan kuat. Semuanya pasti akan ada hikmahnya Sayang."

"Kita hanya bisa menerima cobaan yang Tuhan berikan kepada kita, dan ibu yakin Jenny pasti bisa melalui masa sulit ini. Kalau dengan berpisah dirasa jalan terbaik, Ibu hanya bisa mendukung apapun yang menjadi keputusan Jenny."

Netra ibu menatap langit langit rumah, sementara tangannya masih setia mengelus punggungku lembut penuh kasih.

"Iya Bu, semoga Jenny bisa melupakan semua yang telah terjadi bersama Frans."

Mungkin dengan aku berpisah dari Frans, aku bisa kembali hidup bersama ibuku.

Kasihan ibu, sejak bapak meninggal dia hidup bersama keponakannya di rumah ini.

Keponakan ibu yang sudah ibu anggap seperti anaknya sendiri, menggantikan posisiku jika aku tidak ada di rumah.

•••

Matahari bersinar cerah pagi ini, secerah hati Frans yang dilanda rasa bahagia memiliki buah hati yang telah lama Frans nantikan dari rumah tangganya.

Sayangnya sang istri Jenny Florencia, tidak mampu memberikan kebahagiaan itu. Tapi tak mengapa, karena Frans kini memiliki anak perempuan yang baru lahir semalam dari rahim Alea.

"Kamu mau kemana Mas?" pertanyaan Alea sedikit kecewa saat melihat Frans yang sudah bersiap mengambil kunci mobil di atas nakas rumah sakit.

"Maafkan aku sayang, aku harus pulang dulu. Jenny pasti sudah menungguku." tutur Frans.

Seketika raut wajah Alea berubah masam saat mendengar ucapan Frans.

"Dia juga istriku sayang, aku mohon kamu mengerti."

Frans masih berusaha meminta pengertian Alea dengan memberikan pandangan memelasnya pada Alea.

"Tapi aku baru saja melahirkan Mas. Aku masih butuh kamu di sampingku, bahkan anak kita Mas."

Rengekan Alea sedikit merepotkan Frans, tapi Frans sendiri gelisah sudah meninggalkan Jenny dengan alasan urusan kantor.

"Aku mohon mengertilah, lagi pula sudah ada mbok Siti yang akan menemani kamu sementara Mas pergi."

Frans masih mencoba melerai situasi, sembari mengelus puncak kepala Alea dengan sayang.

"Kamu selalu saja mengutamakan dia yang cacat, mengutamakan wanita yang tidak mampu memberikan keturunan untukmu."

Kalimat yang Alea ucapkan barusan membuat rahang Frans langsung mengeras, tak terima mendengar Alea mengatakan Jenny perempuan cacat yang tak bisa memberikan keturunan.

Entah kenapa Frans selalu tidak terima jika ada yang menghina Jenny seperti ini.

"Jaga bicaramu Alea!"

"Kalau Jenny sempurna, tentunya aku tidak akan sejauh ini denganmu."

Jari telunjuk Frans lurus tertuju pada Alea, memperingatkan istri sirihnya untuk tidak mengatakan hal itu lagi di hadapannya.

Bagaimanapun juga kadar cinta Frans untuk Jenny berbeda porsinya dengan Alea.

Di mata Frans, Jenny adalah wanita yang cantik. Bukan hanya cantik secara fisik saja, melainkan kepribadiannya, dan keanggunannya.

Wajar saja jika ayah Frans, Wicaksana Saputra memilih Jenny sebagai pasangan yang tepat untuk Frans.

"Tapi itu kenyataannya Frans."

Alea semakin kesal akan perubahan sikap Frans, menurutnya Frans terlalu membela Jenny.

"Dan kenyataannya kamupun memanfaatkan kekurangan Jenny, Lea!" Frans tidak mau kalah.

Bagaimanapun Jenny adalah istri kebanggaan Frans dan keluarga besarnya.

"Sekali lagi kamu menghina Jenny seperti itu, akan aku pastikan kamu tidak akan hidup mewah lagi. Bersiaplah kehilangan putrimu Lea."

Mendengar ucapan Frans barusan membuat tubuh Alea bergetar, mulutnya tiba-tiba terkunci, tak sanggup lagi mengatakan apapun.

Rasanya ancaman Frans terlalu mengerikan bagi Alea.

Frans berlalu meninggalkan ruang rawat Alea. Langkahnya melenggang dengan cepat menuju area parkir rumah sakit, kemudian ia melajukan mobil menuju perjalanan pulang, karena Frans takut Jenny curiga akan alasan palsunya semalam.

•••

"Sayang, aku pulang."

Teriak Frans setelah sampai di ruang tamu rumahnya sambil meletakkan kunci mobil beserta ponsel di meja. Namun, tidak ada sambutan hangat dari Jenny yang seperti biasanya.

Jenny selalu menyambut Frans dengan senyuman manisnya, kemudian meraih tangan Frans, mencium punggung tangan Frans penuh dengan rasa hormat terhadap suami.

Frans melangkah menuju ruang TV, namun Jenny tidak ada di sana.

"Sayang, Mas pulang nih." Frans kembali berteriak.

Kini langkah Frans sudah sampai di kamar utama, namun tidak ada siapapun di sana.

Barang barang milik Jenny tak ada di kamarnya lagi, lalu dibuka lemari slide berwarna putih di sudut ruangan. Benar saja dugaan Frans, Jenny sudah mengemasi pakaiannya.

Frans turun dari lantai dua, ia mencari bi Irah dengan sirat mata penuh cemas. Frans takut kalau istrinya pergi meninggalkannya, ia takut kalau Jenny mengetahui perselingkuhannya dengan Alea.

"Ternyata Tuan sudah pulang." ujar bi Irah menyambut kepulangan majikannya yang nampak kacau mencari Jenny.

"Jenny mana Bi?" tanya Frans, sementara bi Irah hanya diam tertunduk.

"Jawab Bi Irah, kemana Jenny?" rupanya Frans sudah sangat gelisah.

"Anu Tuan, anu, non Jenny pamit pergi dari rumah ini." jawab bi Irah sedikit gugup di depan Frans.

"Maksudnya Bi?" potong Frans penasaran.

"Non gak akan kembali lagi ke sini Tuan."

"Semalam non cantik sudah berkemas, dan pamit ke Bibi." ucap bi Irah lagi.

Bi Irah masih ingat bagaimana Jenny menangis semalam, dan itu cukup menyesakkan hati bi Irah saat menjelaskan kepada Frans.

"Lalu Jenny bilang apa sama Bibi?"

Tanya Frans yang masih berusaha menahan rasa panik.

"Non cuma bilang akan mengurus perceraian dengan Tuan muda."

Seketika itu juga Frans mengacak rambutnya kasar saat mendengar penjelasan bi Irah. Sudah dapat dipastikan kalau Jenny telah mengetahui semuanya, dan Frans harus segera pergi menemui Jenny di rumah orangtuanya.

Tak banyak bicara lagi, Frans langsung menyambar ponsel dan kunci mobil di atas meja ruang tamu.

Langkah Frans begitu cepat meninggalkan bi Irah yang masih berdiri mematung, memikirkan nasib rumah tangga majikannya yang tengah berada di ujung tanduk.

•••

Tinggalkan jejak kalian dengan klik like 😉

Terpopuler

Comments

Praised93

Praised93

terima kasih

2024-01-06

0

istrioppaojun

istrioppaojun

begitulah rumah tangga.. cobaanya beda"

2020-11-15

1

Jac_Aline

Jac_Aline

semoga aja, beneran anak kandungnya

2020-10-10

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Alea
2 Part 2 - Selamat tinggal Frans
3 Part 3 - Dia juga istriku
4 Part 4 - Ceraikan aku!
5 Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6 Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7 Part 7 - Kembali ke Jakarta
8 Part 8 - One night stand
9 Part 9 - Itu bukan mimpi
10 Part 10 - Walk interview
11 Part 11 - Lantai delapan
12 Part 12 - President Director of A&J Group
13 Part 13 - Merindukan Jenny
14 Part 14 - William Wedding
15 Part 15 - Hamil
16 Part 16 - Tante barbie
17 Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18 Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19 Part 19 - Pernikahan kedua
20 Part 20 - Buktikan pada mereka
21 Part 21 - He just my ex husband
22 Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23 Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24 Part 24 - Arjuna banget!
25 Part 25 - Cleo Prastya
26 Part 26 - Menagih janji
27 Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28 Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29 Part 29 - Arjuna versi mini
30 Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31 Part 31 - Dasar gombal!
32 Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33 Part 33 - Pria kesepian
34 Part 34 - Love you more Miss Florencia
35 Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36 Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37 Part 37 - Ancaman Jenny
38 Part 38 - Papih! Bukan papah!
39 Part 39 - Ikatan keluarga
40 Part 40 - Gugup
41 Part 41 - Dress navy
42 Part 42 - Siapa wanita itu?
43 Part 43 - I love you
44 Part 44 - Hanya masa lalu
45 Part 45 - Aku masih mencintainya
46 Part 46 - Lamaran
47 Part 47 - Anniversary
48 Part 48 - Kecewa
49 Part 49 - Ancaman William
50 Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51 Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52 Part 52 - Bagas
53 Part 53 - Diabaikan
54 Part 54 - Apa kehadiran William?
55 Part 55 - Renata
56 Part 56 - Kali ini saja
57 Part 57 - Anggap saja itu mahar
58 Part 58 - Mamih
59 Part 59 - Pergi!
60 Part 60 - Maafkan Ayah
61 Part 61 - Dipingit
62 Part 62 - Sudah berlalu
63 Part 63 - Wanita paling beruntung
64 Part 64 - Sampai maut menjemput
65 Part 65 - I want you tonight
66 Part 66 - Sesal
67 Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68 Part 68 - Remuk redam
69 Part 69 - Teratai pijar
70 Part 70 - Gelang tali
71 Part 71 - Mark
72 Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73 Part 73 - Rencana gila
74 Part 74 - MC Production
75 Part 75 - Tiga pria
76 Part 76 - Pria terhebat
77 Part 77 - Cintai aku
78 Part 78 - Makan eskrim
79 Part 79 - Siapanya Mamih?
80 Part 80 - Undangan
81 Part 81 - Pizza sosis keju
82 Part 82 Atas nama Franda Imelda
83 Part 83 Satu malam saja
84 Part 84 Menjadi yang kedua
85 Part 85 Komitmen
86 Part 86 Komitmen
87 Part 87 Hilang
88 Part 88 - Kembali
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Part 1 - Alea
2
Part 2 - Selamat tinggal Frans
3
Part 3 - Dia juga istriku
4
Part 4 - Ceraikan aku!
5
Part 5 - Bukan wanita berhati malaikat
6
Part 6 - Bukankah hidup adalah pilihan?
7
Part 7 - Kembali ke Jakarta
8
Part 8 - One night stand
9
Part 9 - Itu bukan mimpi
10
Part 10 - Walk interview
11
Part 11 - Lantai delapan
12
Part 12 - President Director of A&J Group
13
Part 13 - Merindukan Jenny
14
Part 14 - William Wedding
15
Part 15 - Hamil
16
Part 16 - Tante barbie
17
Part 17 - Apa kamu hamil Jenn?
18
Part 18 - Anggap saja tidak pernah terjadi
19
Part 19 - Pernikahan kedua
20
Part 20 - Buktikan pada mereka
21
Part 21 - He just my ex husband
22
Part 22 - Alasan meminta cerai denganku
23
Part 23 - Tak seharusnya melepasmu
24
Part 24 - Arjuna banget!
25
Part 25 - Cleo Prastya
26
Part 26 - Menagih janji
27
Part 27 - Aku merindukanmu tante barbie
28
Part 28 - Belum sanggup memulai lagi
29
Part 29 - Arjuna versi mini
30
Part 30 - Masukkan aku ke dalam daftar pilihan
31
Part 31 - Dasar gombal!
32
Part 32 - Terlalu sulit untuk ku hapus
33
Part 33 - Pria kesepian
34
Part 34 - Love you more Miss Florencia
35
Part 35 - Apa cinta harus serumit itu?
36
Part 36 - Wajah yang tak ingin kulihat lagi
37
Part 37 - Ancaman Jenny
38
Part 38 - Papih! Bukan papah!
39
Part 39 - Ikatan keluarga
40
Part 40 - Gugup
41
Part 41 - Dress navy
42
Part 42 - Siapa wanita itu?
43
Part 43 - I love you
44
Part 44 - Hanya masa lalu
45
Part 45 - Aku masih mencintainya
46
Part 46 - Lamaran
47
Part 47 - Anniversary
48
Part 48 - Kecewa
49
Part 49 - Ancaman William
50
Part 50 - Singkirkan tangan kotormu!
51
Part 51 - Yakinkan dulu hatimu
52
Part 52 - Bagas
53
Part 53 - Diabaikan
54
Part 54 - Apa kehadiran William?
55
Part 55 - Renata
56
Part 56 - Kali ini saja
57
Part 57 - Anggap saja itu mahar
58
Part 58 - Mamih
59
Part 59 - Pergi!
60
Part 60 - Maafkan Ayah
61
Part 61 - Dipingit
62
Part 62 - Sudah berlalu
63
Part 63 - Wanita paling beruntung
64
Part 64 - Sampai maut menjemput
65
Part 65 - I want you tonight
66
Part 66 - Sesal
67
Part 67 - Takan ada titik yang terlewat
68
Part 68 - Remuk redam
69
Part 69 - Teratai pijar
70
Part 70 - Gelang tali
71
Part 71 - Mark
72
Part 72 - Bukankah kita sudah berjanji
73
Part 73 - Rencana gila
74
Part 74 - MC Production
75
Part 75 - Tiga pria
76
Part 76 - Pria terhebat
77
Part 77 - Cintai aku
78
Part 78 - Makan eskrim
79
Part 79 - Siapanya Mamih?
80
Part 80 - Undangan
81
Part 81 - Pizza sosis keju
82
Part 82 Atas nama Franda Imelda
83
Part 83 Satu malam saja
84
Part 84 Menjadi yang kedua
85
Part 85 Komitmen
86
Part 86 Komitmen
87
Part 87 Hilang
88
Part 88 - Kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!